The first 200 lines.
Ini dia! Beginilah kita mati!
Tidak, kurasa kita tidak boleh mati di sini!
Katakan kepada bedebah itu!
Grid, lepaskan kapsulnya.
Vic, bagian tubuhmu terlepas.
Tidak. Aku memastikan kita tak terpisah.
Sudah berapa lama kita begini?
Sekitar 24 jam.
- Aku mendapat peningkatan. - Jadi, kami di dalam dirimu?
Dengar, mari fokus untuk keluar dari sini.
Ya, aku tidak tahu soal itu.
Aku setuju dengan Larry. Apa gunanya kembali?
Agar Immortus bisa selesai menghajar kita...
Atau agar para bokong itu bisa menggigit bokong kita?
Kita tidak punya umur panjang.
Kita sudah tua. Tidak berguna.
Susu kedaluwarsa.
Kita tidak aman di sini, dan orang-orang lain tidak aman...
Selama Immortus...
- Dan para bokong itu menggila. - Katakan.
Tentu saja kau ingin kembali.
Kau tidak sekarat...
Dan kau punya tubuh baru yang berkilau untuk kau gunakan.
Ya, aku yakin kau tidak sabar untuk kembali...
- Agar kau bisa main dengan kapsulmu. - Katakan.
Diam!
Kau baik-baik saja?
Maaf.
- Bagaimana keadaan Rita? - Tunggu, ada apa dengan Rita?
Dialah alasan kita mengejar Immortus.
Rita sekarat.
Lalu kenapa kita bertengkar?
Tidak, Keeg. Keeg, jangan.
Apa-apaan?
Apa cacing menyalamu sudah gila?
Entahlah.
Keeg, apa kau gila? Apa yang kau lakukan di luar?
Keeg telah menemukan serangkaian portal dalam arus waktu.
- Siapa yang bicara? - Itu Grid, sistem operasiku.
Biasanya, hanya aku yang bisa mendengarnya...
Tapi Keeg pasti telah meretasnya.
Kau punya suara...
Di benakmu...
Yang bicara kepadamu?
Masa bodoh. Itu bahkan bukan hal teraneh tentang dia.
Keeg bilang ada umur panjang...
Terletak di sisi lain dari tiga portal ini.
Kulit tumbuh panjang umur alias Immortus menunggu di sisi lain...
- Siap untuk menghajar kita? - Tidak ada Immortus.
Hanya umur panjang. Keeg bisa merasakannya.
Hei, Vic.
Apa peralatan barumu dilengkapi dengan detektor omong kosong?
Karena punyaku mendeteksinya.
Ini bukan omong kosong. Umur panjang jadi bagian dari seluruh hidup Keeg.
- Dia tahu seperti apa rasanya. - Apa yang harus kita lakukan?
Pergi melintasi waktu berdasarkan perkataan anakmu?
Bukankah karena itu kau kehilangan umur panjangmu?
Dia tak berniat jahat.
Dan kau pasti tahu semua orang layak mendapat kesempatan kedua dan ketiga.
Payah.
Bagaimana jika kita dimakan oleh T-Rex...
Lalu berakhir menjadi kotoran dinosaurus?
Atau kita berakhir di masa depan saat robot telah mengambil alih?
Itu terdengar cukup keren.
Aku bisa memperbaikinya.
- Menjijikkan. - Baiklah.
Ini bagian dari diriku yang baru.
Baiklah, ini.
Setiap buku jari memiliki teknologi Grid di dalamnya.
Aku bisa kendalikan dan panggil lagi kapan pun aku mau.
Jadi, kalian semua punya satu jam untuk masuk, temukan umur panjang...
Lalu aku akan menarik kalian kembali ke sini.
Coba kurangkum, kita melompat ke dalam rencana bodoh ini...
Berdasarkan informasi sangat samar, hanya dipersenjatai akal...
Ketampananku, dan buku jari Vic yang menyeramkan?
Kurang lebih.
Ya.
Entah apa aku bisa melakukan ini.
Ini. Pegang sarung tanganku.
Itu sangat menjijikkan.
Apa? Sarung tanganku tidak cukup bagus...
Tapi kau mau memegang pembalut bekas yang dibungkus mantel panjang?
Bidik portalnya.
Dorong dengan keras.
Beri dirimu momentum.
Grid, kirim SOS.
Semua frekuensi.
Kita akan menyiarkan pesannya...
Ke setiap portal di arus waktu ini...
Sampai seseorang di sisi lain menjawab.
Ant Farm? Sungguh?
Sial.
Proyek Immortus Niles Caulder
Astaga.
Yang benar saja.
Ini tempat paling menarik yang bisa kita datangi?
Setidaknya kita tahu di mana kita.
Ya. Dan kapan, kurang lebih.
Kurasa saat ini tahun 1996 saat Niles membohongi Cliff...
Soal keluarganya yang meninggal.
Dia masuk ke sana...
Dan menatap ke luar jendela hingga pukul 4.00.
Kita bisa beri tahu dia kalau Clara masih hidup.
Tapi kita hanya punya satu jam untuk menyelamatkan Rita...
Dan mungkin dunia.
Sial.
Chief ada di sini.
Itu artinya kita harus mendapatkan umur panjang darinya.
Dengar, kabar baiknya adalah Niles sudah melihat semuanya.
Aku yakin kita bukan penjelajah waktu pertama...
Yang pernah dia temui.
Benar. Jadi, kita hanya perlu menghampirinya...
Menjelaskan kalau kita datang masa masa depan yang suram...
Dan dengan sopan memintanya untuk menyerahkan...
Satu hal yang dia miliki yang lebih sakral...
Daripada barang lainnya.
Kurasa begitu.
Hei! Hei, kau mau ke mana?
Yang benar saja.
Baiklah.
Katakan, Pelayan Bar...
Hatimu pernah dikecewakan oleh kuda?
Kipling.
Aku berhasil mendapatkannya.
Kalau begitu, kita harus merayakannya.
Untuk keabadian dan patah hati.
Kau mabuk?
Sangat mabuk, ya.
Anak buah Von Fuchs tepat di belakangku.
Kita butuh strategi melarikan diri.
Kaulah strategi melarikan dirinya.
Kalau begitu, sebaiknya kau kukeluarkan dari sini.
Pertama...
Aku harus ke toilet.
Bisakah kau...
Cepatlah.
Tidak.
Ini tak mungkin.
Kau tak mungkin.
Biar kutebak.
Kau punya sketsaku di suatu tempat, 'kan?
Ide buruk sampai kau punya ide bagus?
Ini tidak mungkin.
Aku mungkin, Berengsek.
Kau menciptakanku dan menghancurkan hidup orang lain dengan eksperimenmu.
- Tidak mungkin. - Tidak. Jangan bohongi pembohong.
Kita tahu kau mampu berbuat apa saat putus asa.
Bisakah kau berhenti bicara seolah-olah kau mengenalku?
Tapi aku mengenalmu.
Maksudku, aku akan mengenalmu. Di masa depan.
Gila, bukan?
Seperti kataku, beberapa dekade lagi kau menciptakanku.
Sebagian resepnya adalah kalung yang kau curi.
Sekarang, waktuku hampir habis...
Dan aku butuh lebih banyak kalung itu.
Omong-omong, itu semacam kutil, jadi, pakailah dengan baik.
Kau tak tahu apa yang telah kulakukan untuk mendapatkannya.
Andai kau tahu, kau tidak akan memintanya.
Kau berutang kepadaku!
Tidak, Cliff, Cliffy.
Tenangkan dirimu.
Dengar. Aku tahu kau merasa membutuhkan kalung itu...
Untuk hidup sehari lebih lama daripada Dorothy.
Dorothy?
Ya. Tapi ini kejutannya.
Kau tetap mati sebelum dia dan anak itu lebih baik tanpamu!
Dia punya teman-teman. Dia bahkan tumbuh dewasa sekarang.
Maksudku, andai aku punya waktu...
Kita bisa membahas gaya pengasuhanmu.
Kau akan menyerangku dengan pisau? Kau teler?
Siapa yang mengirimmu? Von Fuchs?
The Brain?
Baiklah. Siapa yang siap pergi dari sini?
Demi Tuhan, apa itu?
Merlin si pemabuk ada di sini?
Masa bodoh. Aku tak mau bicara lagi.
Keluarkan, Chief!
Waltroy!
Sial! Aku tak bisa bergerak!
Karena kuhilangkan kemampuan bergerakmu.
Atau karena aku mengidap Parkinson.
Ya, itu benar, Berengsek.
Tidak bisa bergerak sama saja seperti hari Senin lainnya bagiku!
Semoga berhasil melepaskan si berengsek ini dari cengkeramanku.
Keeg?
Keeg?
Keeg!
Keeg?
Ini bukan saatnya bermain-main, Keeg.
Kita harus...
Astaga.
Kau?
Keeg, kembali ke dalam. Sekarang.
Tidak.
Tidak, kau tak bisa melakukan itu lagi.
Kau penasaran?
Kau ingin tahu dari mana asalku?
Baiklah. Aku dari masa depan.
Tempat kau meninggalkanku.
Dia mengangkat bahu.
No comments yet. Be the first to leave one.