Panji Tengkorak

Panji Tengkorak

Download Indonesian Subtitle

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] 𝐏𝐚𝐧𝐣𝐒 π“πžπ§π π€π¨π«πšπ€ πŸπŸŽπŸπŸ“ πˆππƒπŽππ„π’πˆπ€π 𝐍𝐅
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:πŸ‘πŸ’:𝟎𝟐 || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑡𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2025-12-31
Downloads: 92
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 167 lines.

UNTUK KEDUA ORANG TUA KAMI TERSAYANG SRI HIROO & SMT. VINITA BHARWANI

Hei, kalian sudah dengar?

Di daerah selatan sedang ramai tersebar kabar

- tentang pendekar ilmu hitam yang sakti. -

Konon, ia membumihanguskan sebuah desa…

Seorang diri.

- -

Membantai seluruh penduduknya tanpa pandang bulu.

- -

Tidak ada yang tahu dari mana asalnya ataupun nama sebenarnya.

Orang-orang menjulukinya si Iblis dari Kidul!

Atau yang lebih dikenal dengan nama Panji Tengkorak.

- Ah. - Kuwuk, Kuwuk.

Kabar burung seperti itu, kok, dipercaya.

Lah, kabar burung gimana?

Lah, wong saya dengar langsung dari orang selatan, kok.

- - Orang selatan yang tukang ngibul.

Sama kayak kamu.

- Ah! -

Woi, ngibul.

Hei! Tetap siaga.

Biarkan mereka, Kapten.

Kegembiraan sudah menjadi barang langka di zaman sekarang.

Orang-orang terlalu sibuk bertarung dan saling menyakiti satu sama lain.

Jadi, apa yang kalian perbincangkan?

- Ini… - Kapten!

Eh.

- Ada orang. - Semuanya cepat!

- -

Bandit!

- -

- -

Salam, Paman Lembugiri.

Terima kasih telah membawakan benda yang kubutuhkan.

- - Ah!

Jangan.

Kalian tidak mengerti.

Kami memang tidak mengerti.

Mengapa kalian tidak menggunakan benda ini

untuk menghentikan perang?

Bagaimana, Bajra? Apa ada perkembangan?

Salam, Panglima.

Kami masih belum menemukan beliau.

Kami hanya bertemu dengan beberapa bandit ini.

Bagus. Hal ini bisa membantu kita.

Baik, Panglima.

Rakyat-Rakyat Madyantara, lihatlah!

Ini adalah bukti bahwa kami tidak meninggalkan kalian.

Kami bisa melindungi kalian dengan lebih baik!

Lebih baik daripada bandit maupun Arya Dwipa.

Panglima, kami berkenan untuk membantu bila Tuan membutuhkan.

Kami merasa terhormat bisa mendapat bantuan dari perguruan Dewi Tari.

Eh. Hah?

- Silakan masuk. - Terima kasih, Pak.

Eh. Ada apa ini?

Orang-orang yang masuk kemari

hanya orang-orang yang akan dikirim untuk menyusur hutan.

Pergilah, sebelum Nona celaka.

Celaka?

Gantari, tenang.

Biar kami yang urus.

Kau tunggu di sini. Jaga kota ini.

- - Antri, ya.

- Pak, bagian saya mana, Pak? - Silakan.

- Tolonglah. - Selanjutnya.

- - Antri!

- Ini tidak cukup. - Gantian, gantian.

- Bergantian. - Aku mau lagi.

- Hei! - Mulai kurang ajar!

Habis entar habis!

Akhirnya aku menemukanmu.

Salam. Namaku Bramantya.

- Sudah lama aku mencarimu. -

Sepertinya kejadian di Pulau Ular memang sudah benar-benar mengubahmu.

- -

- Siapa kau? -

Kenapa kau tahu kejadian itu?

Aku adalah saudara seperguruan gurumu.

Nagamas.

Aku sudah berusaha mencarimu semenjak aksimu di Desa Nelayan.

Namun, kebiasaanmu berkelana tanpa arah membuatku kesulitan mengejarmu.

Cukup basa-basinya. Kau pasti ingin sesuatu dariku.

Aku tidak ingin kejadian di Pulau Ular terulang.

Aku dan gurumu masih memiliki seorang saudara seperguruan lagi.

Lembugiri namanya.

Dia mengirimkan pandangan kepadaku

bahwa dia diserang oleh ketua bandit gunung, Kalawereng.

Karena itulah aku mencarimu.

Aku tahu kemampuanmu

dan aku membutuhkan bantuanmu untuk mencarinya.

Aku tidak ingin kehilangan saudaraku yang lain.

Hei. Tunggu dulu.

Panji!

Dengar dulu.

- Kenapa ada alasan kau harus… -

Nah, begitulah caraku mengalahkan bandit-bandit itu.

Jago banget, toh, aku.

Bang, silakan dicicipi.

- Minumannya, Mas? - Enggak usah, enggak usah repot-repot.

Terus, selanjutnya bagaimana?

Nah, sayangnya aku terpisah dari rombongan karena terjatuh ke jurang.

Kalau aku masih di sana,

yakin aku, mereka pasti akan tiba di sini dengan selamat.

Kalau Abang datang lebih cepat,

kota ini enggak perlu minta perlindungan dari Kerajaan.

Yah, aku belum tentu bisa menghabisi para bandit itu,

tapi paling tidak aku tidak akan membohongi kalian.

Eh.

Iya.

Asal tahu saja.

Kepala bandit yang mereka pamerkan di alun-alun,

bukanlah bandit gunung yang meresahkan kalian.

Jadi, maksudmu, Panglima Wirabaya itu pembohong?

Aku tidak bilang dia berbohong, tapi…

Tapi apa? Hah?

Lah! Modar aku.

Sudah bikin ribut, berani membual lagi.

- -

Aduh, aduh, aduh, aduh!

Hei! Apa-apaan kalian?

Dia hanya bercerita, tidak bermaksud jahat.

- Minggir kau, Gadis Kecil. -

Ini urusan laki-laki.

- -

Dasar kurang ajar!

Tangkap mereka!

- - Nah, ini Kuwuk.

Permisi.

- Jangan lari! -

Maaf, mukul dikit.

Hei. Tunggu.

Apa kau tidak mau membantu mereka?

Aku tidak ada urusan dengan mereka.

Jika kau masih berusaha mengajakku mencari saudaramu,

lupakan saja.

Aku tidak tertarik.

Kau boleh tidak tertarik, tapi dia adalah saudara gurumu.

Aku tidak mengenalnya.

Hei! Sini kamu.

Sebenarnya ada alasan lain kenapa aku ingin mengajakmu.

Adikku, Lembugiri, membawa penangkal ilmu hitam di tubuhmu itu.

Ya. Aku tahu apa yang ada di dalam tubuhmu.

- Kau tahu penangkalnya? - Ya.

Sebuah pusaka yang dibawa oleh adikku, Lembugiri.

Alasan sebenarnya adikku mengungsi dari kuilnya

adalah untuk melindungi pusaka itu

agar tidak jatuh ke tangan Arya Dwipa.

Tapi, pusaka itu sekarang malah jatuh ke tangan bandit gunung.

Bantu aku mencarinya.

Bila berhasil,

kau boleh gunakan pusaka itu untuk melepas belenggu ilmu hitammu.

Aku tidak memaksamu.

- Semua keputusan ada di tanganmu. -

- -

Berhenti!

Apa-apaan kalian? Berkelahi di tempat umum.

- Hei, Kau. Cepat ikut aku. - Mau ke mana?

Apa kalian lupa membawa sopan santun?

Eh. Mohon ampun, Panglima.

Ini semua terjadi karena gadis pendekar ini yang…

Aku tidak peduli dengan alasan kalian.

Kita seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

Bukannya bertengkar seperti ini.

Sudah. Cepat persiapkan diri kalian.

Kalian akan membantu Bajra menyisir hutan mencari Lembugiri.

Baik, Panglima.

Hei. Kau sudah siap?

Panji Tengkorak subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left