The first 200 lines.
Belum pernah ada yang bertanya
"Kau dari mana?" atau "Apa warna kulitmu?"
Jika ada yang bertanya, aku mungkin akan bilang aku campuran.
Artinya aku kulit hitam dan putih, dua ras berbeda.
Itu putri sulungku, Sami.
Anak yang luar biasa, ceria, dan suka bermain piano.
Setengah hitam, setengah putih.
Aku membawa bagian kulit hitam
istriku, Melissa, membawa bagian kulit putih.
Bahkan sebelum Sami lahir
Melissa dan aku sadar Sami akan memiliki pengalaman
yang tidak kami pahami, hanya karena dia campuran.
Melissa dan aku punya tiga putri ras campuran.
Sami, Juno dan Asha.
Mereka punya banyak teman ras campuran.
Sementara Melissa dan aku sering bicara soal ras ke mereka
dan apa artinya di dunia
aku penasaran dengan anak-anak ras campuran lain.
Aku ingin bicara dengan mereka.
Aku akan bilang aku setengah Pakistan dan setengah Afrika-Amerika.
Aku akan bilang aku Asia dan Amerika.
Jadi, aku ras campuran.
Aku 100 persen Filipina, 100 persen Afrika-Amerika
dan 1.000 persen manusia.
Lalu aku bicara dengan keluarga mereka.
Aku bicara dengan orang dewasa ras campuran
yang dahulu anak-anak ras campuran.
Aku campuran, tapi aku tidak bingung.
Beberapa percakapan berjalan lebih baik daripada yang lain.
Apa itu?
Beberapa percakapan pergi ke tempat yang mengejutkan.
Hanya karena kami tinggal di komunitas yang beragam
bukan berarti rasialisme dan semua itu tidak terjadi.
Apa itu budaya kulit putih, selain rasialisme
dan Kristen evangelis?
Aku bahkan membuat ibuku dan ibu mertuaku duduk
dan membicarakan cucu ras campuran menggemaskan mereka.
Serta rasialisme.
Itu berjalan cukup baik.
Aku segera tahu bukan hanya aku
yang berpikir ini ide bagus.
Menurutku, ini seru bagi orang lain yang bukan ras campuran
untuk belajar dan melihat apa yang dilakukan anak ras campuran
apa yang dia rasakan dan ketahui.
SAMI DAN JUNO
Namaku Sami atau Samaya
usiaku sepuluh tahun
dan aku kelas lima.
Aku mengidentifikasi diri sebagai anak campuran.
Hitam dan putih.
Kau bayi kecilku yang manis.
Namaku Juno dan usiaku tujuh tahun.
Baiklah. Kau terbuat dari apa?
Seperti, apa rasmu, kau terbuat dari apa?
- Hitam dan putih. - Kau ini apa?
Apa kau hitam, putih atau keduanya
- atau kau lebih atau... - Keduanya.
- Apa kau lebih di sisi lain? - Keduanya.
Jadi, apa sesuatu pernah terjadi padamu di sekolah
saat seseorang berpikir
- kau berbeda dari jati dirimu? - Ya.
Apa yang terjadi?
Kami berada di bawah menara dan dia berlari ke arah kami
dan bilang aku berkulit putih.
- Bagaimana perasaanmu? - Sedih.
Kenapa itu membuatmu sedih?
Karena aku bukan hanya putih, aku keduanya.
Kau bisa menjadi keduanya.
Tidak ada, "Kau harus menjadi ini atau ini."
"Kau harus menjadi laki-laki, kau harus menjadi perempuan."
Ada banyak di antaranya
dan aku di antara hitam dan putih dan aku suka itu.
Lagu apa yang terkadang dimainkan oleh ayahmu
untuk membangunkanmu dan adikmu di pagi hari?
Lagu yang terkadang kau dengar saat terbangun adalah
To Be Young, Gifted and Black oleh Nina Simone.
Menurutmu kenapa aku memainkannya untukmu di pagi hari?
Karena aku, Sami, dan Asha muda, berbakat, dan berkulit hitam.
Tidak sepenuhnya berkulit hitam, tapi...
- Ambil. - Juno, kau punya lima?
Kau suka menjadi anak tengah?
Atau kau ingin menjadi kakak atau adik?
Tengah.
Karena kau bisa menjadi dua hal sekaligus.
- Seperti apa? - Kau bisa menjadi kecil dan besar.
Kau bisa menjadi adik sekaligus kakak.
Kau ingin menjadi apa saat besar nanti?
Saat besar nanti, aku ingin menjadi musikus
penyanyi dan mungkin penari.
Penyanyi kesukaanku adalah Alicia Keys.
Dia juga campuran.
Aku sangat suka musiknya dan aku sangat suka
dia mirip denganku.
Jadi, saat kau menutup mata dan memikirkan dirimu
apa yang kau rasakan?
Aku suka berpikir aku orang yang sangat kreatif
dan imajinatif.
Aku suka berpikir aku orang baik
dan ingin membantu orang lain.
Aku merasa sangat menikmatinya.
- Kau bisa melakukan hunjaman? - Tidak. Aku mencoba.
Tidak.
Namaku Myles.
Usiaku 11 tahun dan aku tinggal di San Francisco, California.
Kami di San Francisco, melihat pemandangan malam berkabut.
Aku suka bersepeda, bermain basket
dan bermain gim video, terkadang bermain trompet.
Jadi, bagaimana kau menggambarkan dirimu?
Campuran Filipina dan Afrika-Amerika.
Ceritakan tentang sisi Filipina-mu.
Kami punya tradisi sering berkumpul
karena orang Filipina sangat suka berpesta.
Jadi, kami selalu sering berkumpul.
Aku menggunakan spatula.
Kurasa salah satu hal kesukaanku adalah di festival Filipina.
Itu seperti adu masak menampilkan apa yang kau masak.
Aku memasak dengan nenek dan ibuku untuk membuat maruya .
Itu seperti pisang goreng Filipina, yang sangat enak.
Hai, Pemenang!
Halo.
Seberapa sering kau bertemu nenekmu?
Aku bertemu dengannya setidaknya sekali sepekan.
Dia baru saja datang tadi.
Kenapa nenekmu datang tadi?
Saran untuk ini.
Bisa beri tahu aku saran yang dia berikan kepadamu?
Saran yang dia berikan kepadaku seperti...
"Katakan pada mereka bahwa ayahmu mirip Denzel Washington."
Apa ayahmu mirip Denzel Washington?
Jadi, terkadang, saat orang tuaku pergi ke suatu tempat
beberapa orang berkata, "Apa kau Denzel Washington?"
Namun, dia bukan Denzel Washington.
Apa kau selalu tahu kau berkulit hitam?
Tidak.
Bagaimana kau tahu kau berkulit hitam?
Jadi, saat kami melakukan
kemah musim panas Filipina-ku
salah satu temanku yang juga berkulit hitam
bilang, "Myles, kau berkulit hitam." Dan aku berkata, "Benarkah?"
Jadi, ya.
Itu luar biasa.
Aku senang ruang itu ada untuknya sekarang.
Untuk melakukan percakapan itu dan...
KAKAK MYLES
...memikirkan dan merasakan hal-hal itu di usia itu.
Aku merasa ruang itu tidak sepenuhnya ada
saat aku seusianya.
Aku tumbuh sebagai anak tunggal.
Aku setengah kulit hitam, setengah Filipina.
Myles adikku, dia lahir 22 tahun kemudian.
Perbedaan usia kami besar.
SD-ku kurang lebih dipenuhi oleh orang Asia.
Kurasa aku salah satu dari lima anak kulit hitam di sekolah.
Aku mengidentifikasi lebih banyak dengan sisi Filipina.
Namun, di SMP, aku melihat lebih banyak anak yang mirip aku
seperti sisi kulit hitam diriku.
Jadi, warna dan semuanya sama, rambut yang sama.
Aku berpikir, "Baiklah.
Kini aku tahu di mana tempatku."
Namun, di saat yang sama, aku tidak tumbuh dengan mereka
atau memiliki gaya hidup yang sama seperti mereka.
Jadi, aku juga dipandang berbeda.
Rasanya sulit mencoba mencari tahu identitasku
terutama karena berkulit hitam
saat aku dibesarkan sebagai orang Filipina.
Karena kini aku tidak cukup hitam untuk anak-anak kulit hitam.
Baiklah, tidak apa-apa.
Aku akan mengambil bola basketku dan melakukan yang kusuka di sini.
Aku akan mengidentifikasi diri sebagai pemain basket.
Aku tidak keberatan.
Namun, kami tidak pernah membicarakan itu.
Aku merasa sekarang di dunia hari ini
adalah saat kita mulai membuka
kotak percakapan itu dan meruntuhkan dinding itu.
Ayolah.
Bagian favoritku dari yang kudengar adalah
orang-orang akan melihatnya sebagai orang kulit hitam
dan bukan Filipina pada pandangan pertama.
Karena itu situasi yang sama denganku.
Jadi, saat kuberi tahu mereka bahwa aku orang Filipina
mereka bilang, "Kau yakin?"
Aku tidak terkejut karena aku lebih tua dan sudah melihatnya.
Namun, juga menyebalkan
karena kami masih melakukan itu.
Kami masih melalui fase itu.
Aku Presley. Usiaku sepuluh tahun.
Rasku Filipina-Amerika.
Ayahku orang Filipina dan ibuku kulit putih.
Jadi, menurutmu kenapa orang tuamu menamaimu Presley?
Dari mana asal nama itu?
Orang tuaku sangat menyukai penyanyi Elvis Presley
dan itu sebabnya aku dinamai Presley.
Apa kegiatanmu untuk bersenang-senang?
Aku bermain bas.
Aku juga suka bermain voli.
- Apa yang kau suka dari voli? - Aku punya banyak energi.
Apa yang membawamu ke bas?
Sahabatku anggota band dan dia mengundangku bergabung.
Jadi, aku mencobanya dan instrumen yang diberikan kepadaku adalah bas
dan aku sangat menyukainya.
No comments yet. Be the first to leave one.