Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] ππ‘π„π“π“π˜ π‚π‘π€π™π˜ πŸπŸŽπŸπŸ“ π•πˆπ” 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:πŸ“πŸ‘:πŸ‘πŸŽ || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑽𝑰𝑼 || *ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-02-15
Downloads: 51
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Pindai dan pilih targetmu.

Bidik dengan tepat. Bersikaplah dengan tegas.

Maka kau bisa dapat apa yang kau mau.

Seiring pengalaman, keterampilanmu akan bertambah.

Sederhana dan jelas.

Tapi hidup bukanlah mesin capit.

Hidup lebih rumit dan sulit.

Di mana salahnya?

Pak Lee.

Kau!

- Kau macam-macam denganku? - Jika kerjamu seperti ini

- cari pekerjaan lain. - Kenapa kau bisa kerja di sini?

- Aku tahu kau bermasalah. - Kau bodoh?

Lakukan tugasmu sesuai perintah.

Besok harus sudah diperbaiki.

Bagaimana bisa seperti ini?

Bertahanlah. Kalau kau mundur, lalu bagaimana?

Itu bahkan bukan salahmu.

Seberapa sering pun aku memikirkannya

aku tetap tidak paham.

Mereka pindah ke bawah apartemenku.

Di mana ayahnya?

Di sana.

Lihat bagaimana dia menyuruh-nyuruh orang.

Jangan beli roti darinya.

Ada toko roti di sini?

Dia buka toko roti.

(Toko Roti Jung3 Segera Dibuka!)

Aku tidak memesan makanan.

Aku beli lauk untuk makan nasi di rumah.

Tentu saja tempat ini kubersihkan!

Aku cuci selimut dan menyapu juga.

Apa maksudnya kirim gambar?

Ibu tidak percaya kepadaku?

Dia cantik sekali.

Jika malaikat itu nyata, pasti akan seperti dia.

Biji perilla lagi?

Biji perilla?

Menaburkan biji perilla kini kekhawatiran terbesarmu?

Kau lihat wanita cantik itu lalu berpikir...

'Aku harus cepat kembali dan menaburkan biji perilla

di sup daging babiku?'

Lalu bagaimana? Bicara kepadanya?

Biji perilla saja.

Ini dia.

Kau berhasil lagi.

Akhirnya.

Aku telat!

Aku harus bergegas atau semuanya akan hilang.

Siapa kau?

- Maaf. - Beraninya kau menyentuhku.

(Acara Pembukaan Pilates 9.900 Won per Kelas)

Mereka pindah ke bawah apartemenku.

Dia membuka toko roti.

Toko roti baru.

Ini.

Kau tinggal di sini?

Kenapa kau bertanya?

Kami memberikan diskon untuk warga sini.

Gedung 123, Unit 1401.

Baiklah.

Apa? 123-1401.

Kami tinggal di bawahmu.

Kami di 123-1301. Kami baru pindah kemarin.

Kita tetangga! Sun-ji!

Cepatlah ke sini!

Sun-ji! Ke sini.

Apa?

Ini tetangga kita. Dia tinggal di atas, 1401.

Benarkah? Halo!

Halo.

Maaf jika kemarin berisik.

Kami senang menjadi tetanggamu.

Ini sudah dibayar? Aku harus pergi.

Apa-apaan itu?

Permisi.

Halo?

Hei...

Aku memanggilmu.

Semalam, aku...

Hadiah untuk pembukaan toko.

Apa?

Sampai jumpa lain kali.

Aku tidak paham.

Aku sungguh tidak paham.

Aneh sekali, aku kehabisan susu.

Lepaskan aku!

Kubilang, lepaskan.

Lepaskan tanganku.

Lepaskanlah!

Hei, berhenti!

Lepaskan aku!

Apa-apaan ini?

Kau bajingan!

Apa yang kau lakukan?

Aku ayahnya.

Kau senang sekarang?

Siapa kau?

Maafkan aku.

Kenapa kau ini?

Siapa kau?

Lee Gil-gu. Aku tinggal di 123-1401.

Apartemen 123-1401.

Kau tinggal di bawah kami.

Ya.

Ya?

Kau tahu putriku tinggal di bawahmu.

Kau menguntitnya, ya?

Tidak.

Aku hanya beli susu…

Ialu kupikir dia diserang oleh orang cabul.

Sebelumnya, kau pernah lihat dia di malam hari?

Tidak pernah.

Jujurlah atau kupanggil polisi.

- Pernah. - Sudah kuduga.

Aku lihat dia di lift.

Kupikir dia kerasukan.

Kupikir dia mabuk. Dia menyerangku.

Jadi, itu kau? Berengsek!

Berhentilah, kumohon!

Si bodoh ini melakukan ini kepada dahiku.

Tengkoraknya keras sekali, kepalaku hampir pecah!

Baik, aku paham.

Dengar baik-baik, menjauhlah dari kami.

Bertingkahlah seakan kau tidak kenal kami.

- Semua yang kau lihat… - Lepaskan!

- Ya. - Lepaskan!

Lupakan semua ini pernah terjadi.

Atau kau mati. Kau dengar?

Kini pergilah. Cepat!

Akan kuhancurkan kepalamu!

- Sudah! - Sumpah, akan kuhancurkan!

Baguslah, dia tidur dengan nyenyak.

Astaga! Kupikir malam ini Paman pergi.

Kau pergi ke tempat bagus?

Hanya ke bukit tempat mata air.

Pakaianmu bagus sekali untuk mendaki.

Di mana airnya?

Kau habiskan di jalan?

Bagaimana Paman bisa tahu?

Kuminta kau menjaganya

tapi kau malah keluar?

Dia hampir ditabrak mobil karena berjalan sendirian.

Aku sudah kunci pintunya agar dia tidak bisa keluar.

Mungkin rusak.

Rusak?

Baiklah, itu tidak akan terjadi lagi.

Tunggu!

Maaf.

Hei...

Maaf soal kemarin.

Aku terlalu gugup untuk minta maaf dengan benar.

Bukan, maksudku, kau tidak tekan tombolnya?

Lantai 14, bukan?

Terima kasih.

Tentu.

Tempat ini terasa berbeda, ya?

Kau akan terbiasa.

Di tempat lama ada tiga toko di dekatnya.

Di sini, aku harus menyeberang. Aku benci ini.

Siapa yang memaksa pindah?

Kau tahu apa yang harus Ayah lakukan untuk pindah ke sini?

Ayah hampir menjual jiwa agar bisa ke sini.

Jiwa Ayah tidak ada harganya.

Ayah tidak percaya kepadaku?

Harga tanah di area ini akan...

Akan apa? Naik? Kapan?

Kau selalu mengatakan itu.

Jangan.

Jangan.

Hei, kau.

Ya?

Apa pekerjaanmu?

Aku sedang istirahat.

Cepatlah pergi.

Ini hanya sedikit, tapi semoga kau cepat sembuh.

Madu.

Bukankah kuminta kau untuk menjauh?

Aku hanya membuang sampah.

Hanya, apanya?

Kau 'orang lewat' profesional?

Maaf.

Kau bawakan yang kuminta?

Coba kulihat.

Kenapa kau butuh...

Berikan.

Coba kulihat.

Kau anak tunggal?

- Tidak, aku punya adik. - Tidak masalah.

Jurusan Ilmu Olah Raga, ya?

Ibumu adalah kepala

dari asosiasi wanita di sini?

- Ya. - Lalu

ayahmu kepala sekolah SMA?

Kini mereka di Amerika, bersama adikku.

Tidak masalah.

Dia masih kecil...

Ada

catatan kejahatan?

Tidak! Aku bukan orang seperti itu.

More Indonesian subtitles for Pretty Crazy

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left