The first 158 lines.
Dahulu, ada peperangan hebat.
Pejuang terkenal terus bertarung demi kepercayaan dan ambisi mereka.
Namun, tak ada yang memenangkan pertarungan,
dan 21 pedang yang memegang takdir dunia
tersebar di Timur Jauh.
Kisah ini dimulai
saat seorang pria memperoleh pedang tertentu.
BLADE
TSURUGI
KIZAMI
MONME
TOUKI
PUTRI SAYA
TOKYO BLADE
DRAMA PANGGUNG
Aku seorang pengelana!
Boleh aku meminta air?
Halo?
Apa tak ada orang di sini?
Sebuah pedang?
Apa ini?
Bersinar...
Hei! Siapa kau?
Kenapa tak perkenalkan dirimu terlebih dulu?
Aku Tsurugi, salah satu pendekar pedang.
Kau bisa menyerah tentang Pedang Sekutu itu dan pergi,
atau kau bisa melawanku. Pilih saja!
Pedang ini...
adalah milikku.
Dasar bodoh!
Sesali keputusanmu di neraka!
Memang apa sebenarnya Pedang Sekutu?
Kau tak tahu apa pun, ya?
Akan kuberi tahu, agar kau bisa mati dengan tenang.
Pedang Sekutu bukanlah pedang biasa.
Itu memberikan berbagai kekuatan pada pemiliknya.
Dan pemilik yang diakui sebagai yang terkuat oleh Pedang Sekutu
akan memperoleh Mencuri Negara, kekuatan untuk menaklukkan negara.
Kekuatan yang begitu kuat hingga bisa menaklukkan Jepang?
Bagus.
Aku selalu ingin menjadi Raja!
Aku akan jadi yang terkuat...
dan menjadi raja dari negeri ini!
Jangan membuatku tertawa!
Aduh...
Tolong hentikan! Aku belum mau mati!
Maka, kau mengakui aku lebih kuat darimu?
Aku akui! Kau lebih kuat dariku!
Shinjuku tak jauh dari sini?
Ya.
Ada pertentangan antara pemimpin kuat di benteng bawah tanah.
Jika kau bisa mengalahkan Kizami, yang terkuat di antara mereka,
Shinjuku akan jadi milikmu.
Begitu rupanya.
Kukira kau juga ingin menjadi raja.
Mau bagaimana lagi?
Mereka yang kalah dalam pertarungan
bisa memilih mati atau menjadi bawahan lawannya.
Saat kau menjadi raja, tunjuk saja aku menjadi menteri.
Maka aku, Tsurugi, akan membuka jalan kerajaan untukmu!
SHINJUKU
Mati kau!
Kau yang akan mati!
Hore!
- Blade... - Kizami!
Sial, kalian kuat.
Aku tak bisa jadi raja jika tersandung di sini, bukan?
Hei,
bawa kami bersamamu.
Saat kau menjadi raja, buat aku menjadi jenderal. Ya?
Kami tak memilih hidup di bawah tanah.
Kami diusir oleh para iblis di Shibuya.
Mereka lebih kuat dari iblis biasa.
Kurasa tujuan kita selanjutnya sudah ditentukan.
Selanjutnya,
kita habisi para iblis Shibuya itu.
Blade.
AKHIR BABAK PERTAMA
MENUJU BABAK KEDUA
DRAMA PANGGUNG
Ini akhir dari babak pertama.
Babak kedua menunjukkan konflik antara Kluster Shinjuku Blade
dan Kluster Shibuya, yang terdiri dari para iblis.
Dan itu dimulai dengan pertarungan antara mereka berdua.
Kau mengkhianati kami?
Aku memang selalu menjadi iblis Shibuya yang dipimpin oleh Putri Saya.
Apa kita sungguh harus bertarung?
Orang tuaku memaksakan pedang ini padaku,
kini aku terseret dalam pertarungan ini.
Sakuya Kamoshida.
Aktor populer yang dihargai dalam drama panggung musikal.
Dia biasanya seorang playboy dangkal.
Tapi dia sungguh aktor yang hebat.
Aku tak ingin bertarung.
Tolong pergilah.
Maka, kita tak harus bertarung.
Kumohon padamu. Larilah.
Pergilah dari sini.
Kepribadian perannya kebalikan dari kepribadiannya,
tapi dia perankan tokoh yang asli dengan sempurna.
Pergilah!
Kemampuan aktingnya luar biasa.
Sial.
Bisa buat efek suaranya lebih keras?
Baiklah.
- Bagaimana jika begini? - Bagus.
Ayo lihat posisimu.
Baik!
Terima kasih sudah memperkenalkan Kamoshida pada kami.
Dia aktor yang hebat.
Aku senang kau menyukainya.
Karena kau gunakan Lalalai,
kukira kau tak mau drama ini terikat aturan drama musikal.
Tentu saja itu juga niatku.
Aku ingin penonton baru menjadi penggemar teater,
dan bukan hanya penggemar drama musikal.
Jadi, akan luar biasa jika aku bisa mengikuti aturan yang ada
sementara melanggarnya sedikit untuk memberi drama ini sedikit keunikan.
Karena itu, aku gunakan Lalalai,
tapi Kamoshida sungguh luar biasa.
Dia sangat menghargai karya aslinya,
bahkan dalam industri drama musikal.
Dia tahu dengan tepat cara menghidupkan tokoh dua dimensi.
Tak ada panutan yang lebih baik dari dia.
Semua orang di Lalalai langsung menyadari mereka harus belajar banyak dari dia
dan mereka menyerap semua metode drama musikal seperti spons kering.
Itu kabar bagus.
Aku senang aku bisa membantu.
Arima dan Aqua juga berbakat,
dan aku memercayai kemampuan pemilihan peranmu.
Tapi aku tak mengerti kenapa kau memilih dia.
Dia tidak begitu terkenal
dan kemampuan aktingnya tak sebanding dengan para veteran.
Dia hampir tak bisa mendapat nilai lolos.
Sejujurnya, aku takkan memilih dia setelah melihat dia di Hari Ini Manis .
Tapi kau agak memaksaku untuk memakainya, bukan?
Kenapa begitu?
Kau pikir dia punya bakat terpendam atau apa?
Tidak juga. Itu perasaan pribadiku.
Perasaan pribadi?
Bukankah begitu cara kerja dunia?
Jika melihat kursi kosong, kau berikan pada orang favoritmu.
Dia tampan dan suaranya bagus.
Dia bisa jadi lebih baik dalam akting secara perlahan.
Bisakah kau tak gunakan dramaku untuk latihan aktingnya?
Bukan begitu.
Aku memilihnya karena kupikir kau juga akan menyukainya.
Bukankah kau juga suka tipe seperti itu?
Orang yang berusaha sepenuh hatinya.
Aku takkan kalah!
Lihat? Dia bukan lagi lelaki yang ada di Hari Ini Manis.
Dia memperbaiki kemampuan aktingnya.
Aktor seperti dia yang akan meninggalkan jejak.
Lagi pula, aku yakin dia yang akan menilai
soal apakah memilihnya adalah kesalahan atau bukan.
Ada kritikus terkeras di dunia tentang dia di sini.
Saat aku masuk SMP,
aku langsung dimanfaatkan oleh murid kelas tiga.
No comments yet. Be the first to leave one.