Let's Feast Vietnam - First Season

Let's Feast Vietnam - First Season

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Lets Feast Vietnam S01E03-04 VIETNAMESE WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
BRip
TS
Published on: 2023-08-17
Downloads: 2
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TIM KUNING

TIM MERAH

TIM BIRU

TIM ORANYE

TIM MERAH MUDA

TIM HIJAU

Selamat datang kembali di Let's Feast Vietnam, Amazing Journey.

Kalian sudah lihat tujuh tim ikut serta.

Mereka kreator konten dari enam negara di seluruh dunia.

Mereka datang ke Vietnam untuk mengunjungi tempat baru

yang belum pernah mereka lihat.

Mereka tak tahu apa-apa sebelumnya, mereka seperti kita.

Mereka akan ke negara baru,

dan menjelajahi budaya, makanan, mode, serta gaya hidup.

Kembali ke acara ini.

Saatnya mereka mengunjungi

kota yang semua orang suka, termasuk aku.

Aku belum sempat menikmati kota itu sepenuhnya.

Cuma satu atau dua hari.

Ayo lihat wajah yang kita kenal lagi.

Ky Duyen, Minh Trieu, dan Hari.

Kalian mau ketujuh tim pergi ke kota mana kali ini?

Aku suka Sapa.

Sapa? Kenapa kau suka Sapa?

Banyak awan di sana.

Seperti tempatnya malaikat.

Tempat untuk malaikat.

Mohon jelaskan agar penonton mengerti.

- Itu tempat malaikat. - Disebut surga. Bukan malaikat.

Malaikat.

"Thiên" artinya langit, "Thần" artinya Tuhan.

Cuma Tuhan yang bisa tinggal di sana, mengerti?

Negeri dongeng tempat tinggal para dewa.

Benar. Sapa membuat orang normal berpikir begitu.

Karena itulah orang luar negeri menganggap kota itu menarik.

Semua tempat dikelilingi awan. Kita serasa di awan terbang.

- Baik, terima kasih, Orang Asing. - Sama-sama.

Aku harus terjemahkan Vietnam ke Vietnam,

agar orang Vietnam paham.

Terima kasih, Orang Asing.

Ky Duyen, kau mau mereka ke mana?

Hari ingin mereka pergi ke gunung, 'kan?

- Benar. - Maka aku mau mereka ke laut.

Ke laut?

Karena Vietnam punya banyak pantai indah.

Ada tempat yang dianggap pantai terindah di Asia.

Itu juga salah satu kebanggaan Vietnam.

Karena itu, aku mau peserta, terutama yang dari luar negeri,

bisa merasakan keindahan pesisir Vietnam.

Baik!

Trieu, bagaimana denganmu?

Aku sangat suka laut.

Benarkah?

Terlihat dari kulitmu.

Kulit cokelat yang cantik.

Setiap ada kesempatan berlibur,

tempat pertama yang kupikirkan adalah pantai.

Baik!

Mau lihat laut? Boleh!

Hari ini, mereka ke Phu Quoc. Mari lihat bersama.

TEMPAT DAFTAR MASUK SEMUA PENERBANGAN

‪PENERBANGAN HO CHI MINH KE PHU QUOC

AYO TERBANG TINGGI BERSAMA!

- Apa itu? Bersama? - Pilih satu.

Baik. Menakutkan.

Satu, dua.

TIM MERAH

Cuma tiga?

Baik. Nomor...

TIM MERAH MUDA

TIM ORANYE

- Aku percaya dia. - Nomor satu.

- Kau mau nomor satu? - Tentu, kita harus lebih dulu.

- Tidak. - Jangan sampai terakhir.

- Aku percaya kau. - Sial.

TIM HIJAU

Kita pilih nomor satu sebelumnya karena ulang tahunku.

- Tapi kini tak ada pilihan. - Aku masih merasa beruntung.

Aku rasa ini...

dalam tiga. Satu sampai tiga.

- Ini dua. - Kau yakin? Ayo!

Lagi. Kemarin enam. Hari ini enam.

- Sungguh? - Tapi kemarin kami bagus.

Jadi, hari ini kami akan lebih baik.

Sangat beruntung!

- Kurasa itu tak beruntung. - Tidak, kita mulai pertama.

Kita Nomor Satu.

Sungguh, Nomor Satu.

Nomor Tujuh.

Baik.

Semuanya harus mengambil undian, tapi reaksi mereka sangat berbeda.

Nomor Empat.

Lagi. Nomor Lima lagi.

- Mungkin lima nomor keberuntungan kita. - Nomor keberuntungan kita.

- Nomor Tiga. - Nomor Tiga.

Apa ini?

TIM BERGERAK KE TIEN SON DINH UNTUK MENERIMA MISI PERTAMA DI PHU QUOC

- Kita mendaki. - Mendaki gunung?

Baik! Perjalanan dimulai dengan mendaki Puncak Tien Son.

Bicara soal mendaki.

Apa kalian suka mendaki?

Sepertinya semua pernah mendaki, cuma kau.

Cuma kau yang tidak suka mendaki.

Jangan membongkarku seperti itu.

Tersirat saja, orang sudah mengerti.

Jangan jadikan ini canggung setelah Episode Satu.

Pertanyaanku untuk kembangkan obrolan.

Suka mendaki gunung seperti apa?

Pernah mendaki gunung apa?

Bukan untuk membongkarku begitu.

Di Episode Satu, ada panjat tebing dalam ruangan.

Di Episode Dua, kita lihat tantangannya jadi gunung asli.

Ya, gunung asli!

- Aku harus bilang ke Minh Trieu... - Apa?

- Bahwa aku pernah mendaki gunung. - Apa itu wajah banggamu?

Bukan gunung.

- Itu cuma bukit. - Apa kau...

Apa kau "mendaki" Gunung Yen Tu naik kereta gantung?

Tidak!

Naik kereta gantung lebih bisa dipercaya.

Hari, kita pergi bersama. Gunungnya bersalju. Kau ingat?

Aku sampai puncak.

Naik kereta gantung.

Benar? Kereta gantung di udara.

Aku cuma naik kereta gantung sedikit.

Sisanya mendaki.

Kau tak bilang sedikit.

Ayo lihat para tim mendaki gunung!

Tiga puluh tahun. Jadi, kau atau aku yang mendaki?

Aku saja, aku lebih baik.

Sungguh? Baiklah.

- Tapi kau akan bantu, 'kan? - Aku tunggu di bawah, kau mendaki.

Ayo.

Mendaki lagi.

Bagaimana dengan dua pria berbobot 500 kg itu?

Benar. Masing-masing 250 kg.

- Baik, tak apa. Kita dapat. - Ya.

- Ayo. - Ayo taklukkan tantangan, Tim Hong Kong.

Hong Kong!

Mereka masih senang,

tapi sore nanti tidak.

- Kita harus cari tongkat. - Ya. Aku dapat satu.

- Kau punya tongkat jalan? - Tidak, bercanda.

- Kita cari tongkat untuk jalan. - Itu yang terbaik.

Tampak mudah bagi mereka.

Masih awal. Ini baru permulaan.

Sekarang belum ada yang marah.

Apa ini bahaya? Apa kita harus pakai helm?

Mari lihat.

Kedengarannya berbahaya. Untuk apa kita pakai helm?

Aku juga berpikir begitu. Mungkin ini berbahaya.

Tentu saja!

Sudah lama aku tak jalan kaki.

Kita mulai saat pagi, jadi...

Energinya sangat bagus.

Ini juga sangat indah.

Kita mendaki...

ke puncak gunung.

Aku tak ingat namanya.

- Sepuluh kilometer ke puncak. - Ya.

Apa terlalu panas?

- Ini jalan kaki sungguhan. - Ya, jalan kaki sungguhan.

Cepat, Nhi.

Terima kasih.

Bagus.

Sangat indah.

- Kini lebih baik. - Di dalam hutan sangat segar.

Sepertinya berat badanku berkurang dua kilogram.

Apa itu gua?

- Kita masuk? - Jangan.

- Kita harus cari tongkat jalan. - Ya, tongkat jalan.

Kurasa kita tak butuh helm.

Jalan Vietnam masih murni. Jadi, semua orang senang.

Saat masuk ke hutan, aku sangat takut ada hewan.

Kau takut binatang liar saat di hutan

juga saat di pantai.

Aku takut hewan yang tidak aku tahu.

Kau tak takut kepada orang.

Aku bisa tangani orang.

Kau harus menghadapi ketakutan terbesarmu.

Bukan aku. Aku tak bilang itu.

Apa itu benar?

Pergi ke hutan di daerah ini tidak buruk.

Jika kau ke hutan hujan, ada banyak parasit aneh.

Hutan ini kering.

Bagus.

Dia sedang apa?

Mencoba helm.

Seharusnya gunakan bata.

Baik, di sini ada peralatan.

Aku tak tahu ini untuk apa.

Kau tak apa?

Tak apa.

Sial.

Menakutkan.

- Mau istirahat? - Ya.

Ayo istirahat.

- Tidak. - Tidak?

- Ini tak asing. - Mereka lelah sekarang.

Mereka bergerak cepat, lalu lelah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left