The first 200 lines.
SEMUA TOKOH, KEJADIAN, LOKASI, ORGANISASI, DAN LAIN-LAIN ADALAH FIKSI
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DALAM KONDISI AMAN
KEJAKSAAN TINGGI SEOUL
Dari mana kau mengenal Tuan Jeon Sang-ho?
Dia sempat menjadi klienku.
Kau pengacaranya?
Dalam kasus apa?
Ituโฆ
Tak bisa kuungkapkan karena wajib menjaga kerahasiaan.
Lalu, kapan kali pertamamu mengenalnya?
Belum lama ini.
Maksudmu,
beberapa saat sebelum kematiannya?
Kira-kira begitu.
Tuan Shin, apakah kau mempermainkanku?
Pengacara menantuku?
Tuan Jeon tampaknya mempekerjakannya sebelum meninggal.
Ini kabar baru bagiku.
Aku melihat jejak keberadaan Tuan Jeon di kantor si pengacara.
Itu tulisan tangan. Kubandingkan dengan yang di lab, ternyata sama.
Dia suka menulis di dinding atau apa pun untuk membuktikan keraguannya.
Katakan kepadaku.
Kenapa pengacara menantuku kemari?
Kenapa dia mengamuk?
Tentang ituโฆ
Kurasa dia punya masalah kejiwaan.
Dia melihat dan mendengar hal yang tak ada.
Jika kau ingin menggugatnyaโฆ
Tidak.
Persidangan kedua Su-jeong sudah cukup sulit.
Tak perlu memperumit.
Tentu saja.
Sudah malam. Mari kita sudahi.
Kenapa kau tak memberitahuku riset Tuan Jeon
adalah pembuatan obat untuk penyakit Concello istrimu?
Ituโฆ
Tak berkaitan dengan kasus ini.
Menurut orang-orang dekatmu,
Tuan Jeon ingin menghentikan riset itu.
Benarkah itu?
Kata siapa?
Jika benar, itu bisa dianggap motif yang kuat untuk membunuh.
Ini sudah berlangsung 17 tahun.
- Sayang, supnya sudah siap. - Baiklah.
Bagian Bahasa Korea agak sulit, tapi yang lainnya bisa kuatasi.
Mau kursus privat?
Tak mau.
Atauโฆ
Mau Ayah bantu?
Itu lebih buruk.
Sayang, kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Mungkin karena kurang tidur.
Ibu tak perlu menemui dokter?
Ini sudah kali ketiga pekan ini.
Hasil pindai MRI menunjukkanโฆ
Itulah awalnya.
Penyakit istriku menghancurkan keluarga kami.
Sayangku.
Ibu.
Sejak itu, kubawa dia ke dokter terbaik untuk menemukan solusi terbaik,
tapi tak ada yang berhasil.
Tapi aku tak bisa menyerah.
Karena aku juga ilmuwan, kuputuskan untuk mengatasinya sendiri.
Aku ingin menyelamatkan istriku dengan kemampuanku.
INTEGRASI DAN PENYETELAN HASIL
PENGOLAHAN DATA MEMUAT DATA
Kapan Ayah tiba?
Su-jeong.
Tak ada Allah.
Yang bisa menyelamatkan ibumu
adalah sains.
HASIL ANALISIS NEGATIF
Kegagalan yang berulang membuatku resah.
Kusadari
aku butuh orang yang lebih mahir daripada aku.
Yaitu Tuan Jeon Sang-ho, bukan?
Tapi dia menghentikan risetnya.
Kau pasti cukup membencinya sampai membunuhnya, Tuan Kim Tae-jun.
KEDAI BARBEKU TUKANG DAGING DEG-DEGAN KANTOR HUKUM SHIN I-RANG
Jaksa Kim.
Ya?
Hasil analisis forensik sudah keluar.
Sidik jari Shin I-rang ditemukan di dalam sarung tangan,
dan melenceng jauh dari perkiraan waktu kematian Jeon Sang-ho.
Sidik jarinya diasumsikan berasal dari saat dia menggali jasad itu.
Artinya, Shin I-rang hanya orang pertama yang menemukan jasad itu?
Begitulah sementara ini.
Dia pergi ke gunung dan menemukan jasad itu sendiri?
Siapa pelapornya?
Itu dilaporkan lewat saluran panggilan darurat,
tapi pelapornya tak diketahui.
Jeon Sang-ho?
Dia pakai cara apa?
Pasti ada sesuatu.
Kuperiksa semua rekaman CCTV dalam radius satu km.
Untungnya, kau tak terekam.
Tapi semuanya tetap kuhentikan.
Kerja bagus.
Baru ingat.
Buntuti Shin I-rang.
Ya, Pak.
Kau akan segera diminta kemari lagi.
Tetap nyalakan ponselmu dan jawablah kapan pun.
Baiklah.
- I-rang. - I-rang. Kau baik-baik saja?
Ibu?
Demi perubahan yang baik, kau harus makan tahu putih.
Tapi tokonya belum buka.
SUSU KEDELAI HARI INI ASLI
Aku memang lapar.
Makasih, Bong-su.
Kubelikan segala macam. Minumlah sesukamu.
Yang ini hangat.
Omong-omong, Ibu bergadang di mobil?
Untuk apa? Seharusnya di rumah saja.
Ibu tak bisa saat putra Ibu kedinginan.
Bong-su, Ibu harus pergi bersama I-rang.
Pulanglah bersama Bapa.
Baiklah.
Kita mau pergi? Ke mana?
Lihatlah saat tiba.
- Minumlah. - Tak usah.
- Tak apa. - Tidak, terima kasih.
Ini tentang apa?
Ibu membuatku takut.
Ibu.
Ibu sudah tahu sejak awal.
Tak tampak buruk pada awalnya.
Jadi, Ibu meminta Pastur dan Bong-su untuk membantumu.
Tapi ini tidak benar.
Ada apa dengan Ibu? Hentikan.
Ini seharusnya Ibu lakukan sejak awal.
Seharusnya Ibu bakar semuanya saat menemukannya.
Ibu, ini kantorku. Pekerjaanku.
Bagaimana jika kau celaka?
Bagaimana jika kau terluka?
Tak akan terjadi. Aku tak akan terluka.
Bagaimana jika kau melukai?
Tak akan.
Sumpah, ini tak akan terulang.
Mana bisa kau yakin?
Karena semua iniโฆ
Kesalahanku.
Apa?
Sang-ho kubohongi tentang persidangannya.
Untuk mencegah dia menggila dan keadaan menjadi rumit,
kututupi kebenarannya darinya.
Sudah dibunuh,
dia lihat satu-satunya orang yang bisa mendengarnya pun membodohinya.
Cuma bisa kubayangkan betapa marahnya dia.
Itu bukan kesalahanmu.
Kau memang tak ditakdirkan untuk pekerjaan semacam ini.
Jika bukan akuโฆ
Jika bukan aku, siapa yang akan dengarkan mereka?
- I-rang. - Di sel tahanan, aku sempat merenungโฆ
Tentang alasan hidupku menjadi begini,
dan mulai berantakan,
serta apa kesalahanku sampai pantas diberi tugas seberat ini.
Kemudian,
kusadari bahwa kebahagiaanku dari Gang-pung dan Su-a
jauh lebih besar daripada kesulitan yang kuhadapi.
Alih-alih uang, ketenaran, dan hal semacamnya,
kusadari betapa indahnya jika bisa menolong para arwah,
dan betapa mujurnya diriku
karena bisa menolong mereka.
Jadi,
kau akan melanjutkannya?
Ya.
Itu keinginanku.
Akan kulanjutkan.
Kau mewarisi sifat siapa, ya?
Bagaimana jika kejadian kemarin terulang?
Jika terulang,
aku akan menuruti Ibu.
Kau yakin? Bisakah kau menghentikan ini?
Ya.
Semuanya akan kubakar sendiri.
Berhati-hatilah, ya?
Jangan sampai dirimu terluka atau melukai orang lain.
Mengerti?
Baiklah.
Aku akan sangat berhati-hati.
Aku berjanji.
Jangan khawatir.
Aku tidak seperti Ayah.
Terima kasih, Pak Pengacara.
Jangan berterima kasih.
Aku yang harus minta maaf,
sekaligus berterima kasih.
Omong-omong,
apakah menurutmu pelakunya adalah ayah mertuamu?
Itukah alasanmu mendatanginya?
Apa yang membuatmu punya ide seperti itu?
Sulitkah memberitahuku?
Aku tak berniat menyembunyikannya, tapi ingin
memastikannya
dengan Su-jeong dahulu.
Saat aku sudah yakin,
akan kuceritakan semuanya.
No comments yet. Be the first to leave one.