The first 200 lines.
VENESIA, ITALIA
Signore Poirot , kue keringmu.
Telurnya sudah datang, Signore.
- Poirot! - Poirot!
Monsieur Poirot, tolong.
Kedua orang tuaku meninggal secara misterius tahun lalu.
Tak lama kemudian saudaraku.
Dokter kami tak bisa jelaskan.
Kumohon, Monsieur. Aku takut akan mati.
Katanya kami dikutuk.
Apa kataku?
Jika menyentuhnya lagi, kupotong tanganmu.
Permisi, Tuan.
Signore Poirot, aku perlu bicara denganmu, ini mendesak.
Monsieur Poirot ...
ada seorang wanita di sini.
Katanya dia di Venesia untuk urusan mendesak.
Katanya dia temanmu.
Aku tak punya teman.
Katanya kau akan bilang begitu...
dan aku harus memberimu ini.
Sang Penulis.
Halo, Anak Muda. Ibumu ada di rumah?
Maafkan pengawalku. Aku yang menyuruhnya begitu.
Semua dilarang kecuali penjual roti, dua kali sehari.
Dua kali sehari?
- Kau kenal aku. Apel sampai makan malam. - Ya.
Astaga, aku sangat suka ini.
Cokelat kecil ini.
Hercule Poirot benar-benar berhenti kerja.
Menutup diri dalam masa pensiunnya.
Kue sebagai ganti kasus.
Aku sangat puas.
Tidak.
Ini kebahagiaan, bukan kepuasan.
Penulis tahu bedanya.
Bahkan memilih Venesia untuk sembunyi.
Peninggalan yang indah, perlahan tenggelam ke laut...
seperti pikiranmu tanpa tantangan.
Jangan meremehkanku dalam pergantian frasa.
Aku penulis misteri nomor satu di dunia.
Atau dahulu.
Terlaris, 27 dari 30 buku.
Gara-gara kritikus pada tiga terakhir. Kata mereka biasa saja.
Ariadne Oliver, senang bertemu denganmu.
Ikut aku.
Waktunya membuat hidupmu kembali hidup.
Begitu?
Kau tidak dengar? Ini mendesak.
Kau bukan orang pertama yang menggodaku dengan kasus menarik.
Bukan kasus. Lebih keren dari itu.
Kau sungguh terputus dari dunia. Kau tak tahu ini hari apa?
Apa itu "keren"?
Selamat Hari Halloween!
Amerika mengimpor musik berisik dan cokelat tidak enak...
tetapi juga mengembalikan Halloween.
Malam ini ada pesta untuk anak-anak.
Hai, Anak-anak! Amerika ucapkan, "Selamat Halloween"!
Selamat hari Halloween! Ayo!
Poirot, aku menemukan sesuatu. Seseorang.
Aku tak bisa menjelaskannya.
Aku sudah teliti dari berbagai sudut, tetapi tak bisa kujelaskan.
Kau punya rencana tersembunyi, Teman.
"Nona Reynolds Yang Terkutuk."
Dia seorang spiritualis atau medium, menurut surat kabar...
"Joyce Reynolds, baru keluar dari penjara...
"adalah wanita terakhir yang tercatat dipenjara...
"berdasarkan ketentuan Undang-Undang Sihir tahun 1735."
Aku sudah melihat banyak cenayang, semuanya palsu.
Lalu, ada dia.
Menakjubkan.
Aku mengikuti pemanggilan arwah Nona Reynolds...
dan hal-hal aneh terjadi.
Tipuan.
Aku orang pintar nomor satu dan aku tak bisa jelaskan.
Maka kutemui nomor dua.
Aku perlu Detektif Poirot untuk memecahkan kasus ini...
atau aku akan percaya ilmu sihir.
Temukan tipuannya.
Ikut aku ke pesta Halloween anak yatim.
Setelah itu, kita diundang ke pemanggilan arwah.
- Anak-anak, ada pesta Halloween. - Kau mengajaknya kencan?
Nikmati pestanya, Anak-anak. Jangan ketakutan.
Itu dia.
Palazzo Lacrime dei Giovani.
Di Venesia, kami mengatakan...
"Setiap rumah berhantu...
"atau dikutuk."
Kalian siap, Anak-anak?
Ya!
Dahulu...
palazzo ini adalah panti asuhan.
Para dokter dan perawat yang baik mengurus anak-anak baik.
Sampai Wabah terjadi.
Wabah membuat orang takut...
dan rasa takut membuat orang berbuat jahat.
Tidak terlalu seram bagi anak-anak?
Kisah seram membuat hidup tidak terlalu menakutkan.
Anak-anak segera menyadari bahwa mereka sendirian.
Terkunci di dalam untuk mati...
kelaparan, berteriak, mencakar.
Ada yang bilang anak-anak itu masih bersembunyi di palazzo ini...
dan mereka ingin anak-anak lain bergabung.
Maka, berhati-hatilah...
karena mereka ingin membalas para dokter dan perawat...
yang meninggalkan mereka untuk mati.
Waspada tanda Pembalasan Anak-Anak.
Di sini tidak ada dokter, bukan?
Tidak.
Atau perawat?
- Tidak. - Tidak?
Kalau begitu, aman untuk memulai pestanya!
Jangan! Berhenti berlari.
KISAH-KISAH MISTERI DAN IMAJINASI
Leopold.
Leopold.
Ada pesta sungguhan, tetapi kau malah sibuk dengan buku.
Kupikir sekali ini kau akan bermain dengan anak-anak lain.
Bermain tidak penting.
Perlu ada kisah horor untuk Halloween.
Benar, Bu Olga?
Setidaknya kau mau kue?
Itu untuk anak-anak yatim.
Aku mau periksa Ayah.
Dia tidak suka pesta.
Waspada biarawati.
Nn. Oliver, senang kau datang. Kau penulis favoritku.
Misterimu membuatku percaya orang jahat akan diadili.
Sayangnya, kehidupan tak seperti fiksi detektif.
Ya. Bonsoir.
Kau baik-baik saja?
Tinggi sekali.
Aku mengerti. Di sini gelap sekali, bukan?
Ini tuan rumah kita?
- Ini rumahku. - Sang penyanyi sopran, Rowena Drake.
Kehidupan glamor seorang diva.
Namun, dia tinggal di sini.
Ke mana uangnya pergi?
Setiap orang yang tinggal di sini menjadi korban suatu tragedi.
Itu legendanya.
Pembalasan Anak-Anak.
Ada yang melihat bayangan anak-anak di dinding, lalu kegelapan datang.
Seperti putrinya setahun lalu.
Dialah yang akan kita dengar malam ini.
Gadis yang hilang dari alam baka.
Aku tak percaya hal semacam itu.
Lihat saja nanti.
Sayang, kau akan baik-baik saja.
Nn. Rowena, bocor lagi.
Ayah?
Ayah baik-baik saja?
Ayah butuh obat?
Tidak.
Mau minuman?
Kita bisa pergi kalau Ayah mau.
Tidak apa-apa.
Aku janji kepada Rowena akan tetap di sini.
Bagus.
Aku menantikan pemanggilan arwahnya.
Kau sangat baik kepada anak-anak, Madame.
Juga orang dewasa.
Mau coba menangkap apel, Tn. Poirot? Sepertinya seru.
Tidak cocok untukku.
Aku senang.
Sudah lama sekali tidak ada tawa di rumah ini.
Ini palazzo yang menakjubkan.
Kau boleh ambil.
Aku tak mampu memperbaikinya dan tak tahan melihatnya.
Tak ada yang mau membelinya. Tidak setelah...
Kumohon, Tuhan, tidak!
Maafkan aku.
Kupikir melihat wajah-wajah ini akan mengurangi deritaku.
Ny. Rowena?
Ya?
Tamumu sudah tiba.
Aku gugup.
Kau percaya cenayang?
Rumah ini membuatku percaya.
Ada suara-suara di sini.
Bisikan.
Tangisan.
Dahulu anakku suka bercakap-cakap sepanjang malam.
Kupikir dengan bonekanya.
Putriku...
bisa mendengar suaranya lagi.
Satu kata saja.
Akan kuberi Nn. Reynolds semua milikku.
Yang ini akan sangat menyedihkan.
Nn. Reynolds.
Semua sudah siap di ruang keluarga.
Sesuai permintaan asistenmu.
Rumahmu berisik sekali.
Anak-anak akan pergi sebelum kita mulai.
Begitu banyak...
di mana-mana.
Kenangan buruk.
Kamar putrimu di lantai tiga.
Bagaimana kau...
Bisa kita lakukan di sana?
Tentu.
No comments yet. Be the first to leave one.