The first 200 lines.
Tempat ini bukan hanya tentang narkoba.
Mereka juga mengadakan pertandingan tinju ilegal.
Operasi ini dipimpin oleh Yu dari Unit Investigasi Khusus.
SEBELUMNYA
Aku Yu. Ini Lee. Kami dari Unit Investigasi Khusus.
Bukankah kau
yang menjual klip Puifai ke Time dengan imbalan uang?
Apakah kau ingin bertaruh?
Jika orangku kalah, aku akan mengundurkan diri.
Ada apa, Jay?
Di mana kau, Tonkla?
Aku ada di bengkel. Ada apa?
Bolehkah aku datang?
Kla!
Dia besar. Kau yakin Jade bisa mengalahkannya?
Aku percaya pada kemampuan Jade. Dia akan baik-baik saja.
Hanya itukah kemampuanmu?
Baiklah, biar kuhajar kau, Berengsek!
Mari kita bersenang-senang.
Aku sudah bersenang-senang.
Mati kau, Bangsat!
Menyerah saja kau, Berengsek!
Bantu Kamin dulu!
Jade!
Sejujurnya, orangmu terampil.
Dia hanya kurang pengalaman.
Jika kau tidak bermain kotor, orangku pasti menang.
Sayang sekali.
Dari awal, tidak pernah ada aturan apa pun di sini.
Sepertinya kau akhirnya mengerti apa artinya "tidak ada aturan", Inspektur.
Kau lebih dulu bermain kotor dengan orangku.
Aku tidak akan membiarkan ini.
Bahkan jika kau menembakku,
kau tidak akan keluar dari sini.
Si Berengsek itu, Jade, hanyalah salah satu bawahanmu.
Apakah menurutmu itu sepadan untuk menukar hidupmu demi dia?
Sepadan.
Dia lebih dari sekadar bawahan.
Lalu, jangan pernah menyebut orang-orangku berengsek!
Karena kesepakatan kita batal,
aku permisi dulu, Inspektur.
Hei, Berengsek!
Jade, jangan jadi orang payah.
Kendalikan dirimu!
Mundur, Semuanya!
Mundur, Semuanya!
- Mundur, Semuanya! - Polisi! Jangan bergerak!
- Duduk! - Jade.
Jade, kau baik-baik saja?
Di mana Kamin?
Bangun dulu.
Aku dengar suara tembakan. Di mana Kamin?
Aku di sini.
Tunggu.
- Beri aku waktu sebentar. - Duduk dulu.
Sakit banget, ya?
Tidakโฆ
Juga.
Aku hanya ingin sedikit dimanjakan.
Begitukah?
Hei!
Sedang apa kau?
Sakit.
Tadi kau bilang kau tangguh.
Kau tahu betapa tajamnya mulutku.
Atau apakah kau lupa?
Berkacalah dulu.
Lihatlah semua luka itu. Kau masih sok kuat.
Lukanya kembaran.
Jadi, kita cocok.
Kau punya luka, jadi, aku juga butuh luka.
Sekarang sudah tidak kembaran.
Kini lukamu lebih banyak dariku.
Cobalah lebih berhati-hati.
Jangan melakukan semuanya sekaligus.
Apa yang ingin kau katakan?
Hanya aku yang boleh
macam-macam dengan bawahanku.
Kau hanya boleh memanggilku seperti itu saat jam kerja.
Begitu kita sampai di rumah,
aku akan memanggilmu dengan sebutan lain.
Karena aku menang hari ini,
tepati janjimu.
Baiklah.
Aku tidak mengingkari janji.
Hei.
Inspektur?
Hei.
Sedang apa kau?
Aku sudah membayar sewa, jadi, aku mendapatkan tempat tidurnya.
Jika kita tidur di kamar yang sama,
kita berbagi ranjang yang sama.
Kubilang aku akan tinggal di kamar ini,
bukan berbagi tempat tidur denganmu.
Kau membuatku kesal, Inspektur.
Kemarilah.
Aku akan bersikap baik karena kau terluka.
Setelah kau baikan, kau bisa kembali ke lantai.
Kau baik sekali.
Aku tahu kesepakatannya lebih dari ini,
tapi kau bahkan tidak bisa bergerak atau memakai kekuatan apa pun saat ini.
Kita akan berbicara setelah kau pulih.
Selain membuatku kesal, apakah kau suka memberi harapan palsu?
Kemarilah.
Jika aku terluka karena ini,
menurutku itu sepadan.
Apakah kau melihat Jay?
Dia tidak pulang semalam.
Belum.
Tak peduli semalam apa, dia selalu pulang.
JAY
Silakan tinggalkan nomor Anda agar dapat dihubungi kembali.
Tak bisa dihubungi?
Tidak diangkat.
Halo?
Tankhun?
Ya.
Apa yang terjadi?
Jay ada di TKP.
Tonkla sudah meninggal.
Tolong ambil foto di sini.
POLISI
Apa yang terjadi dengan adikku?
Dia belum sadar. Kita harus membawanya ke rumah sakit.
- Jay! - Hei.
Biarkan mereka membawanya untuk diperiksa.
Permisi.
Letnan, apakah dia saksi?
Apa yang kita ketahui sejauh ini?
Dia pemilik bengkelnya.
Dia orang pertama yang menemukan mayat Tonkla.
Aku membuka bengkel seperti biasa
dan menemukan dua anak itu seperti ini,
jadi, aku menelepon polisi.
Tolong ikut denganku.
Apa ada masalah?
Sebuah mobil yang diparkir di sini hilang.
Mungkin ada pelanggan yang datang untuk mengambilnya.
Halo, Inspektur.
Halo.
Jangan cemas soal adikmu.
Berdasarkan pemeriksaan awal,
kemungkinan besar dia dipukul di kepala dan hilang kesadaran.
Tapi kami akan melakukan MRI untuk pemeriksaan lebih detail.
Jangan khawatir.
Tolong jaga Jay.
Tentu saja.
Omong-omong, dari mana kau dapat nomornya?
Seingatku, kalian tak bertukar nomor telepon.
Ya, aku mendapatkannya dari tim investigasi.
Kukira dia mau tahu perkembangannya lebih cepat.
Mendapatkan nomor seseorang tanpa izin. Bukankah itu melanggar batas?
Kau sudah keterlaluan.
Aku percaya Inspektur Kamin cukup profesional
untuk tidak menganggap ini masalah pribadi.
Jadi, apa yang kita ketahui sekarang?
Kakinya remuk?
Ya.
Berdasarkan waktu kematian dan luka-lukanya,
kakinya patah dulu
agar tidak bisa melarikan diri.
Kemudian sebuah benda berat dijatuhkan padanya dan itu membunuhnya.
BUKTI, JANGAN BERGERAK. JUJUR
Surat aslinya ada pada kita.
Pembunuhnya meninggalkan yang palsu di sini.
Benar-benar sebuah provokasi yang terang-terangan.
BUKTI, JANGAN BERGERAK. JUJUR
Jay.
Jay, kau baik-baik saja?
Tunggu.
Pelan-pelan.
Jade, maafkan aku.
Maafkan aku.
Tonkla sudah meninggal!
Berbaringlah.
Pelan-pelan.
Jay, apakah kau melihat siapa yang menyerangnya?
Aku tidak ingat.
Jay.
Aku mengerti
kau tidak mau memikirkan tentang apa yang terjadi lagi.
Tapi coba pikirkan kembali sekali lagi.
Seperti apa suasananya?
Kedengarannya,
baunya,
atau apa pun.
Bisakah kau memberi tahu kami?
Itu akan sangat membantu kasus ini.
Yang aku ingat hanyalah
ketika aku sampai di bengkel,
Tonkla sudah terbaring diam.
Aku juga ingat
penyerangnya adalah seorang pria.
Tapi sebelum aku melihat wajahnya,
aku dipukul di kepala dan pingsan.
Jadi, ada orang lain?
Maafkan kau.
Tidak apa-apa. Aku senang kau sadar.
Jadi, jika orang lain memukul Jay,
itu berarti ada pelaku lainnya, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.