The first 200 lines.
SOLD OUT ON YOU
Baiklah.
Aku ada di Deokpung, jadi harus kuikuti aturan bodohnya.
Biar aku yang mundur.
Apa itu? Apa yang terjadi?
Hei, ada apa ini?
Berhenti mengklakson! Tak lihat aku berusaha minggir?
Astaga, apa-apaan?
Yang benar saja.
Tak jadi mundur?
Aku yakin kau bisa lewat.
Jangan pergi begitu saja.
Aku sedang terburu-buru,
jadi silakan tabrak atau dorong mobilku kalau kau mau.
Aku hampir lupa.
Mobilku mahal.
Ingat itu.
Hei.
Hei!
Di mana kebun jamur itu?
Di mana kebun itu?
Berjalan begini lebih baik.
Sial. Kenapa mereka ingin aku menjualnya?
Aduh, kakiku perih sekali.
Kenapa mengikutiku?
- Apa? - Kenapa kau mengikutiku?
Aku mau lewat sini.
Kurasa dia benar-benar mengikutiku.
Sial.
Berhenti.
Kau benar-benar mengikutiku.
Aku hanya lewat.
Sulit dipercaya.
Aku pernah diikuti pria bermobil sport,
tapi belum pernah diikuti dengan traktor.
Kuakui ini cukup unik.
Tapi, Pak,
aku datang untuk bertemu orang yang amat penting.
Jadi, jangan ganggu aku lagi. Kumohon dengan rendah hati.
- Hei. - Astaga, tolong hentikan.
Tunggu, kebetulan. Aku mau tanya.
- Kau tahu di mana kebun jamurnya? - Hei.
Kebun jamur noori bunga putih.
Di sana? Di mana?
Minggirlah agar aku bisa lewat!
Apaโฆ Astaga!
Apa-apaanโฆ
Apa dia sudah gila?
Tunggu! Hei!
Itu jamurnya!
Jamur noori bunga putih!
Tunggu! Pak!
Tunggu sebentar, Pak!
Pak, biar kulihatโฆ
Rupanya itu bisa mundur!
Sial.
Hei, tadi kau bilang
traktormu tak bisa mundur.
- Apa maumu? - Beginiโฆ
Sepertinya ini kebun jamur yang kucari. Apa pemiliknya ada diโฆ
Tak ada.
Tunggu.
Kau bahkan belum memastikannya.
Jika dia di dalam, ini tak akan terjadi.
Apa?
Kapan pemiliknya datang?
- Dia takkan kemari untuk sementara waktu. - Apa?
- Hei. - Kalau begitu,
bisa bantu aku menghubunginya?
Baiklah. Akan kusampaikan
bahwa ada orang tak sopan yang memaksa masuk.
Aku baru pertama kali ke sini, jadiโฆ
Omong-omong,
dia benci orang seperti itu.
Aku belum memperkenalkan diri.
Aku pewara dari HIT Homeshopping.
Namaku Dam Ye-jin.
HIT HOMESHOPPING PEWARA DAM YE-JIN
Apa? Sedang apa dia?
Permisi.
Kau mau ke mana?
Apa itu?
Apa?
Pakโฆ
Dia keterlaluan sekali.
Ya ampun!
Waktu akan mengatasi segalanya.
Udaranya kering, jadi tolong semprot yang banyak.
- Baiklah. - Ini dia.
Lebih lembut.
Baiklah.
Pak Park.
Hei, Mechoori.
Kau kembali cepat sekali.
Jamurnya kurang sekotak.
Astaga, aku pasti lupa.
Bukankah kau sudah kuminta untuk fokus saat bekerja?
Sebagai pengawas, kau harus mengawasi semuanya.
Aku hanya menyetel musik agar semua semangat.
Kwang-mo tertangkap basah.
Sudah kuduga.
Itu membantu metabolisme dan mengusir hamaโฆ
Pak Park.
Ini akan diolah jadi obat dan kosmetik.
Bermalas-malasan di sini berbahaya.
Aku akan berhati-hati.
Daya dinyalakan.
Maafkan aku.
Ini terakhir kali aku memaklumi hal seperti ini.
Maaf.
Maafkan akuโฆ
Pak Park!
Astaga! Itu jamur noori bunga putih, kan?
- Tak pergi? - Aku baru mau pergi.
Kau punya sandal tak terpakai?
Aku akan membayarnya.
Tak ada.
Jangan begitu. Bantu aku.
Aku tak bisa berjalan dengan sepatu hak ini lagi.
Kau tak akan membiarkanku berjalan seperti ini, kan?
Kumohon.
Kalau begitu, plastik sajaโฆ
Kenapa kau lari dengan sepatu itu?
Aku tak mungkin menyia-nyiakan peluang bertemu pemilik kebun.
Aku akan lari walau jari kakiku patah.
Ikuti aku.
Tak usah bayar. Pilih saja salah satu.
Jika terus berkeliaran di sini,
kau akan kulaporkan menghambat bisnis.
Di sini juga ada.
Tapiโฆ
Tak ada yang layakโฆ
Astagaโฆ
Sial.
Mana mungkin kupakai ini?
Aku Dam Ye-jin.
Aku tak akan mundur dari medan perang.
Apa?
Sedang apa mereka?
Apa mereka mencuri sesuatu?
Baiklah kalau begitu.
Coba saja berbuat onar.
Akan kulaporkan ke pemilik kebun.
Lompat.
Berputar.
Sudah beres.
Pak Park. Tunggu.
Ada apa?
Banyak yang tersisa.
Angkatlah sampai bersih.
Tertinggal satu atau dua itu wajar.
Pak Park.
Walau satu atau dua, itu menimbulkan jamur parasit
yang merusak seluruh substrat.
Baiklah.
Aku harus pergi sekarang,
jadi tolong bersihkan semua dengan baik.
Tapi ini banyak sekaliโฆ
Apa?
Rose.
Rose sayang. Aku sangat merindukanmu!
Ayo kembali ke Seoulโฆ
Telingamu kenapa?
Siapa yang melukaimu?
Tidak mungkin!
Jangan pergi begitu saja.
Silakan tabrak atau dorong mobilku kalau kau mau.
Hei.
Traktor itu!
Dia benar-benar menabrak mobilku?
Ini benar-benarโฆ
Dasar gila!
Cepat pindahkan mobilmu.
Petani sangat sibuk. Jangan menghalangi jalan.
Padahal hari ini sangat panas. Astaga.
Cepat pindahkan!
Benar.
Itu bukan satu-satunya traktor di sini.
Seharusnya tak kutinggalkan mobilku di sini.
Bukannya bertemu pemilik kebun, aku malah bertemu orang gila.
Aku pewara dari HIT Homeshopping.
Namaku Dam Ye-jin.
Mechoori?
Hei, Mechoori.
Sedang apa dia?
Hei, Bos!
Apa yang kau pikirkan?
Bukan apa-apa.
Kemarilah.
CHANGSIK TIDAK MENGGIGIT
Changsik.
Mechoori!
- Mechoori! - Hai, Sang-geum!
Mechoori.
Som-yi.
Sedang apa di sini? Kau tak sekolah?
Tolong rahasiakan dari kakakku.
Aku tak mau.
Habislah kau.
Kau tahu sifat Mechoori.
No comments yet. Be the first to leave one.