The first 165 lines.
SERIAL NETFLIX
Keluar empat hari lalu. Agak bermasalah, tapi permainan yang indah.
JULI 2016
Saat pertama kali dirilis pada Juli 2016,
Pokémon Go dengan cepat jadi salah satu aplikasi paling banyak diunduh di dunia.
Aku keluar setiap hari, berjalan berkilo-kilometer,
coba menetaskan telur, menangkap Pokémon.
Di bulan pertama, itu memecahkan lima rekor dunia,
menjadi gim seluler tercepat
yang menghasilkan 100 juta dolar dalam 20 hari.
Ke mana Venusaur itu?
Aku bertemu banyak orang acak di taman hari ini.
Kubilang, "Apa yang kau tangkap?" Kami mencoba mencari sesuatu.
Dan kegilaan ini berkat teknologi yang sangat akurat
yang dirilis ke publik, sistem posisi global
atau GPS.
Saat ini, GPS memandu dan mengikuti hampir semua yang bergerak
di seluruh dunia.
GPS sangat akurat
hingga bisa melacakmu sampai ke ujung jarum.
Sekitar empat miliar orang, separuh populasi dunia,
menggunakan satelit di seluruh dunia.
Itu telah menambah keuntungan ekonomi sebesar 1,4 triliun dolar bagi AS saja.
Itu 60 kali harga anggaran tahunan NASA.
Saat pelacakan lokasi aktif,
ponselmu bisa menangkap posisimu setiap dua detik,
24 jam sehari.
Lebih dari 90% mobil baru yang dijual di Amerika memiliki GPS,
mentransmisikan datamu
yang bisa dijual
kepada penawar tertinggi.
GPS ada di mana-mana,
bahkan di tempat yang tak kita sadari.
Tapi apakah penemuan hebat ini membantu menunjukkan jalan
atau membuatmu tersesat?
KE MANA ITU MENUNTUN KITA?
Penemuan GPS telah mengubah hidup kita.
Itu tak hanya membantumu bernavigasi,
itu memandu senjata...
mengemudikan mobil, melacak paket, dan bahkan uang.
Itu membantu kita menemukan teman,
menjaga kebugaran, menemukan barang curian.
Sulit membayangkan dunia tanpa GPS.
Sebelumnya, untuk sebagian besar sejarah manusia,
untuk menemukan lokasi, kau membuka peta kertas.
Dan jika kau beruntung,
kau bisa melipatnya lagi.
Kau akan merasakan manfaat memiliki kompas
jika kau sering bepergian di pedesaan.
Tapi itu semua berubah di bulan Oktober 1957.
Soviet mengejutkan dunia dengan meluncurkan satelit pertama, Sputnik,
membuktikan pemancar radio sederhana bisa bekerja dari luar angkasa.
Saat ini, bulan baru ada di langit.
Bola logam berdiameter 58 cm ditempatkan di orbit oleh roket Rusia.
Di Amerika,
fisikawan William Guier dan George Weiffenbach
bermain-main dengan peralatan rekaman rumah,
mendengarkan suara Sputnik,
saat mereka menyadari sesuatu yang besar.
Kau dengar sinyal sebenarnya yang ditransmisikan satelit yang memutari Bumi.
Dengan mengukur perubahan frekuensi bunyi Sputnik saat lewat di atas kepala,
mereka bisa menentukan lokasi satelit itu dengan tepat.
Bos mereka bahkan punya ide lebih besar.
Bagaimana jika mereka melihat penemuan ini dari sisi lain?
Bisakah melacak bunyi bip dari satelit dengan lintasan yang diketahui
memungkinkan mereka menentukan lokasi penerima
di mana pun di Bumi di bawah?
Ternyata,
dengan banyak perhitungan,
kau bisa.
Penemuan ini adalah berita besar bagi militer Amerika Serikat,
terutama bagi satu cabang.
Untuk meluncurkan misil mereka dengan lebih efektif,
Angkatan Laut menginginkan sistem penargetan yang, tak seperti sonar,
tak terlihat oleh musuh.
Jadi, mereka mengerjakan program satelit bernama Transit.
Bola seberat 120 kg, 91 cm
yang akan berfungsi sebagai suar antariksa untuk navigasi di Bumi.
Pada pertengahan tahun 60-an, mereka punya enam satelit di orbit.
Tapi akurasi awalnya lebih dari satu mil.
Tetap saja, navigasi dengan satelit berfungsi.
Hanya perlu bekerja lebih baik.
Selama akhir pekan Hari Buruh tahun 1973,
di dalam Pentagon,
Kolonel Brad Parkinson mengadakan pertemuan rahasia para teknisi
untuk memikirkan semacam sistem penentuan posisi global satelit.
Rencananya, disebut Navstar, seperti ini...
Mereka butuh 24 satelit.
Masing-masing akan mengelilingi planet dua kali sehari
di salah satu dari enam orbit tetap untuk mencapai cakupan global 24/7.
Dalam satelit itu, am atom yang sangat tepat akan mengirim sinyal,
memberikan posisi dan waktu yang tepat, mencapai Bumi dengan kecepatan cahaya.
Di bawah, penerima GPS akan menerima sinyal dari setidaknya empat satelit
dan mengukur jarak dari masing-masing untuk menghitung lokasi tepatnya,
memberi seluruh militer Amerika Serikat keunggulan navigasi di air,
di udara, dan di darat.
Pada tahun 1978, satelit Navstar pertama mencapai orbit.
Sistem unik ini akan menyediakan kapal, pesawat, dan kendaraan darat
dilengkapi dengan peralatan penerima yang tidak mahal
untuk menentukan posisi mereka dengan akurasi kurang dari 30 kaki.
Menurut parkinson, GPS juga akan meningkatkan
akurasi target sistem senjata,
membuatnya lebih manusiawi dengan mengurangi kerusakan tambahan.
Pada akhir tahun 70-an, jet F-4 menguji teori ini
dengan menggunakan gardu untuk menjatuhkan bom pasir di gurun
di tempat uji coba dekat Yuma, Arizona.
MARKAS BESAR LOKASI UJI COBA YUMA
Orang yang skeptis diundang untuk duduk,
tepat di samping target,
di "Kursi Keraguan".
KURSI KERAGUAN GPS
Benar saja,
jet itu berulang kali mengenai target yang sama
hanya dalam jarak lima sampai sepuluh meter.
Sistem ini membutuhkan penerima besar yang memerlukan banyak daya di darat,
tapi ini tetap momen besar.
GPS berfungsi.
Segera menjadi jelas
bahwa GPS bisa berguna untuk menyelamatkan nyawa juga mengambil nyawa.
Rakyat Amerika-ku...
Aku datang ke hadapanmu malam ini tentang pembantaian maskapai penerbangan Korea,
serangan oleh Uni Soviet pada 269 pria, wanita, dan anak-anak tak bersalah
di atas pesawat penumpang Korea tak bersenjata.
Itu krisis diplomatik besar.
Diyakini pilot gagal melihat pesawat menyimpang dari rute yang direncanakan
ke wilayah udara Soviet yang terlarang.
UNI SOVIET AMERIKA SERIKAT TOKYO
Akses ke GPS bisa mencegah tragedi itu.
Jadi, pada 16 September 1983,
Presiden Reagan membuat langkah bersejarah yang akan mengubah hidup semua orang.
Dia menandatangani perintah eksekutif
yang mengizinkan penggunaan sipil pertama dari sistem GPS Pentagon secara gratis,
yah, dibayar oleh pembayar pajak Amerika,
agar bencana seperti itu tak akan terjadi lagi.
Terima kasih banyak, Pak.
Yang tak dia katakan
adalah warga sipil akan mendapat sinyal terpisah dari militer,
sinyal yang tak sama bagusnya.
Tapi pengumuman Reagan sangat penting.
Itu berarti, navigasi di seluruh dunia dan pengendalian pesawat kini lebih aman
berkat GPS.
Dua tahun kemudian, dia membuka GPS lebih jauh lagi,
dengan mengizinkan perusahaan swasta untuk memproduksi penerima GPS untuk umum.
Astaga, cerita yang bagus!
Ini peluang rintisan yang bagus.
Pada tahun 1988,
Magellan memasarkan Nav 1000 seharga 3.000 dolar,
sangat populer bagi para surveyor.
Dan Garmin menjual alat penerimanya pada siapa pun yang punya kapal,
pesawat, atau yang suka alam bebas.
Perusahaan Jepang Mazda, adalah yang pertama menembus pasar mobil
dengan coupe mewah mereka, Eunos Cosmo.
Hanya tersedia di Jepang,
Mazda berhasil menjual sebanyak 8.875 unit mobil itu.
Jelas, GPS sebagian besar tetap mainan bagi orang kaya.
Saat penerima komersial terus meningkat,
militer Amerika Serikat menyadari bahwa GPS bisa memberikan musuh mereka
keuntungan strategis.
Tapi nasi sudah menjadi bubur,
jadi mereka putuskan untuk membuat sinyal non-militer lebih buruk lagi.
Mereka menyebutnya Ketersediaan Selektif.
KETERSEDIAAN SELEKTIF
Cara kerjanya seperti ini...
Selalu ada sinyal satelit terpisah,
satu untuk militer dan satu untuk warga sipil.
No comments yet. Be the first to leave one.