The first 200 lines.
LANKA MIRROR - KETUA PEMBERONTAK TAMIL BHASKARAN TEWAS, KATA TENTARA SL
SRI LANKA UTARA BEBERAPA TAHUN LALU
-Pak! -Lakukan lebih cepat.
Vasantha, kau ini kenapa?
Kau sudah baca berita ini?
Berita apa? Ini berita basi.
Orang-orang bodoh ini membuatku mati berkali-kali.
-Di mana Subbu? -Di dekat tenda.
-Apa kita siap untuk operasi ini? -Ya.
Masih menunggu kiriman senjata.
Anak-anak, kita tak ada waktu lagi. Paham?
Berfokuslah pada pekerjaan.
Seperti biasa, Subbu dan timnya tampak siap.
Ya, itu dimasukkan. Ya, begitu.
Paham? Semua sudah siap.
Mulai besok, kau akan bersama ketua. Paham?
-Paham? -Subbu!
Kau sudah lihat ini?
Dasar penipu!
Tinggal tiga hari lagi.
Setibanya kita di Rupatunga, semua akan tahu
siapa yang mati dan siapa yang hidup.
Mari tinjau ulang rencananya.
Basis depan mereka jaraknya 11 km dari sini.
Jika sesuai rencana, jalan tol di bawah kendali kita lagi.
Lalu unit di Kolombo akan menyerang parlemen, bandara, dan pelabuhan.
-Rencana bagus. -Bagus.
Saudaraku, Selva sedang menyiapkan senapan mesin 12,7 mm.
Aku mau kau turut periksa.
Bhaskaran, walau berperang terus,
Subbu selalu bersemangat.
Seperti baru pertama. Dia pasti suka perang.
Tidak. Dia ingin kemerdekaan, bukan perang.
Selva!
Cepat! Sebentar lagi gelap.
Baik.
Juga, uji peluncur granat sebelum pertempuran dimulai, ya?
-Aku akan segera mengujinya. -Lakukan segera.
Paham? Kali ini tanpa alasan...
Apa yang kau pikirkan?
Aku cuma berharap Rupatunga setuju dengan perundingan damai.
Jangan bicarakan si bajingan Rupatunga.
Sekarang, jika kita ingin akhiri perang, hanya bisa andalkan Rupatunga.
Dia tetap bicarakan hal yang sama. Pemeritahan sendiri.
Kita ingin kemerdekaan. Eelam terpisah.
Kapan kau akan berhenti bicarakan politik
dan mulai maju ke medan perang?
Punggung lurus! Dagu naik!
-Begitu. -Subbu!
Prajurit mati itu tak bagus.
Tak perlu ingatkan aku akan kematian.
Tak cuma kehilangan keluarga.
Kita juga lihat orang tak bersalah, dijarah, dibunuh, diperkosa.
Kau urus politik dan pidato saja.
Biar kami tentara yang berperang.
Subbu, aku pun kehilangan keluarga.
Tanpa pidato dan politik, perang ini tak akan selesai.
Tenang!
Kita tak akan di sini jika bukan karena Deepan. Baik.
Silakan. Kalian baru akan bisa makan makanan hangat lagi beberapa hari lagi.
-Ilango, semua sudah siap? -Semuanya sudah kelelahan.
Panggil semua untuk makan.
Semuanya, ayo makan!
Cepat! Ayo makan!
Selva! Suruh mereka cepat!
-Pak! -Bhaskaran sudah tertangkap?
Belum, begitu juga Deepan dan Subbu.
Ketiganya tinggalkan unit dan kabur.
Jangan sampai lolos lagi! Paham?
Baik, Pak!
Kenapa kita harus lari dari sini?
Jika kita mati, impian puluhan tahun kita juga mati.
Tak ada cara lain, Subbu.
Sekarang bagaimana?
Kita akan selamatkan pergerakan dan Tamil.
Kita tak bisa di sini lagi.
Apa-apaan ini? Kita berhenti perjuangkan Eelam?
Nasib pergerakan ini ada di tangan kita!
Kita harus selamat!
Demi keluarga kita yang sudah mati,
ribuan Tamil yang mati tak bersalah...
kau kira aku tak akan terus berjuang?
Cari tahu ke mana mereka.
PM Basu memastikan
tak akan izinkan pemberontak masuk ke India.
Apa India merespons pesan darurat kita?
48 jam aku coba hubungi mereka.
Pemerintah India belum merespons.
Mereka menipu kita, bukannya membantu.
Kita dalam situasi ini karena percaya Basu. Pengkhianat!
Aku sudah bicara dengan Unit 52.
Kapalnya menanti kita di perairan internasional.
Dunia menyaksikan saat mereka hancurkan ras, memerkosa wanita,
membantai anak-anak kita. Suatu hari mereka harus menjawab.
Dunia akan rasakan akibatnya.
LELAKI ANDALAN KELUARGA
BAB 1 PENGASINGAN
Hai.
Selamat pagi.
Pukul berapa, Srikant?
Pukul 09.20.
Kau terlambat, bukan?
Menurut kebijakan perusahaan aku bisa datang antara pukul 9 dan 09.30.
Kau bisa datang pukul 09.00, bukan?
Aku juga bisa datang pukul 08.30.
Tahu berapa yang Mukesh Ambani hasilkan dalam semenit?
Coba tebak.
Seratus... Mungkin 10 atau 15.000.
Dia menghasilkan sepuluh juta lebih dalam semenit.
Artinya 200.000 per detik.
Jika dia jatuhkan 2.000 rupee, dia tak perlu repot-repot ambil.
Disentuh pun tidak. Kenapa?
Dia akan kehilangan 200.000. Itu maksudku.
Tiap detik berharga, Srikant.
Di dunia baru ini, minimum saja tidak cukup.
Kau tak mau jadi "pria minimum", bukan?
Bagus! Aku mau sempurna, dan aku akan terima luar biasa.
Ya, di ruang konferensiku sekarang.
Setiap hari selalu begitu.
Dia mau mengajariku pentingnya waktu?
Dia cuma pandai bicara.
Lalu, apa pula "pria minimum"?
Tertawa sepuasmu. Ini semua karena kau.
Karena aku? Tiap hari kau mengeluh kepadaku,
kerja kantor, pagi sampai sore.
Orang-orang ingin bisa bekerja di Cache Me.
Tanmay pemuda giat. Kau bisa belajar darinya.
Ini dunia baru.
Dunia baru? Apanya yang baru?
Pemerintah sama, perang sama, teroris sama.
Pakistan dikuasai sayap kanan. Lalu kini ISI kembali dengan...
Sri, menyelamatkan dunia bukan tugasmu lagi.
Lupakan Pakistan dan ISI. Mulai pikirkan laporan TPS-mu.
KANTOR PERDANA MENTERI
Tn. Rupatunga, kau terus bilang, "India kakak Sri Lanka."
Namun, kau lakukan ini?
Kurasa orang-orang Tionghoa itu kini sahabatmu.
Semoga pesta penyambutanmu untuk PM Tiongkok berjalan lancar.
KOLOMBO
Ny. Basu, setelah sekian lama, kau belum berubah.
Kunjungan PM Tiongkok hanya formalitas.
Kudengar kau berencana memberikan
kesepakatan pembangunan pelabuhan Sri Lanka Utara ke Tiongkok?
Pihak Tiongkok memang mau, tetapi kami belum memutuskan.
Jangan biarkan Tiongkok menguasai Samudera Hindia kita.
Ini antara kita.
Pihak Tiongkok membuat tawaran bagus.
Kita negara berkembang, butuh banyak bantuan.
Tn. Rupatunga, kau lupa bantuan kami
saat kau kesulitan memecahkan masalah pemberontak.
Apa rencanamu?
Kami bersedia memperpanjang pinjaman jangka panjang berbunga rendah.
Kami akan buat pelabuhan, latih orang-orangmu, dan menyerahkannya.
Tak ada perjanjian terikat.
Biar kupertimbangkan.
Tn. Rupatunga, kau punya rencana lain.
Apa itu?
Aku perlu sedikit bantuan, Ny. Basu.
Teroris buronan negara kami karena kejahatan perang kini ada di India.
Adik Bhaskaran, Subbu Subramaniam Palanivel, kini berada di Chennai
untuk menggalang dukungan ADL dan AP.
Kau tahu betul, organisasi ini sudah dilarang di India.
Kudengar Prancis berencana
untuk segera mengakui pemerintah Tamil yang di pengasingan.
Kau percaya itu?
Teroris ini ingin bentuk pemerintahan
untuk warga Tamil Sri Lanka dan beroperasi dari London.
-Jika kau bisa serahkan Subbu... -Namun, dia bukan buronan di India.
Menangkapnya akan jadi masalah besar di India. Khususnya di Tamil Nadu!
Tn. Rupatunga, apa lagi yang bisa kulakukan untukmu?
Ny. Basu, kami tahu kami negara kecil,
tetapi tolong hargai kami.
Jika Prancis dan Inggris mengakui pemerintahan ini,
maka tak lama lagi,
mereka akan duduk bersama kita di PBB dan aku tak bisa,
aku tak bisa membiarkan itu.
Akan kuusahakan.
Hanya itu yang kuminta. Kutunggu teleponmu.
Hei, Tiwari!
Hei!
-Apa kabar? -Kau terlihat pintar.
Semoga tak selingkuh.
Kau gila? Ayo duduk.
Ini. Aku traktir. Pesan yang kau mau.
Aku bisa beli warung dengan harga ini.
-Maaf. Satu Caesar Salad... -Dari vada pav ke salad?
Juga satu porsi roti bawang.
-Satu soda limun segar. -Baik.
-Anda, Pak? -Aku mau pasta.
Baik, Pak, yang mana?
-Aglio-Olio. -Aah-lio-Olio, Pak.
Mau minum apa, Pak?
-Coke 250 rupee? -Pesan yang kau mau.
Lebih baik aku mati daripada minum ini.
Bawakan pastanya, aku beli minum di tempat lain.
-Ambilkan segelas air. -Mineral atau soda?
Yang disaring.
Baik, Pak. Segera diantar.
Sial. Apa pula ini?
Ini di India, bukan? Kenapa namanya begitu?
No comments yet. Be the first to leave one.