BARDO, False Chronicle of a Handful of Truths

BARDO, False Chronicle of a Handful of Truths

Bardo, falsa crónica de unas cuantas verdades

Download Indonesian Subtitle

Release info

BARDO False Chronicle of a Handful of Truths 2022 SPANISH WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2022-12-16
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Dia tak mau keluar. - Apa?

Dia mau tetap di dalam.

Kenapa?

Kata dia, dunia terlalu kacau.

Anda punya alergi?

- Tidak, tetapi... - Tolong, jangan bergerak.

- Baik. - Tolong buka kaki Anda.

Bernapaslah.

- Tenanglah. - Ya.

Kau pasti bisa, Bayi Kecil.

Cukup. Sudah selesai.

- Anda berhasil. - Kerja bagus.

Sudah selesai.

Bagus.

- Bagaimana? - Dia ingin tetap di dalam.

- Siapa? - Mateo. Dia tak mau keluar.

Aku lihat gunting di sana.

Lalu bagaimana?

Entahlah.

Lalu, dia dapat makanan dari mana?

Kurasa dia akan memakanku...

dan kau.

BARDO, FALSE CHRONICLE OF A HANDFUL OF TRUTHS

Selamat datang di Metro Expo Line.

Tujuan terakhir kereta ini adalah

Stasiun Pusat Kota Santa Monica.

Perhentian berikutnya adalah Stasiun Expo Park/USC.

Apa itu normal?

Suara itu. Apa itu normal?

Yang diduga sebagai rumor, kini tampaknya jadi nyata.

Beberapa pekan ini konflik dua negara naik, Carlos Soler...

Sial.

...Presiden Meksiko Serikat,

ke Gedung Putih menemui Menteri Luar Negeri Halbrook.

Tak ada banyak info, tapi sumber kami meyakinkan

pemerintah AS mungkin menyetujui rencana Amazon

membeli Baja California, negara bagian di Meksiko.

Ya, Anda tak salah dengar.

Amazon, perusahaan multinasional Amerika,

tertarik membeli Baja California, negara bagian di Meksiko

dan didukung penuh oleh pemerintah AS.

Hanya ini yang dikatakan Presiden Halbrook dan Soler di konferensi pers.

Batas wilayah adalah buatan manusia.

Maka harus tunduk pada kebutuhan manusia.

Dengan menggeser batas ke bawah, wilayah dunia ketiga

mungkin bisa jadi tanah yang dijanjikan bagi dunia pertama.

Presiden Meksiko Soler dan saya ingin transaksi bersejarah ini

menjadi penghormatan bagi dua negara kita.

Kita harus merayakan integrasi ekonomi

dimensi kekaisaran ini.

Negosiasi, bukan invasi.

Orang Meksiko yang akan diuntungkan dengan penjualan ini ...

Dia menunggu Anda.

Dubes Jones.

Tuan Gama.

Kau dipindahkan ke kastel?

Tidak, hanya ada acara di sini malam ini,

dan pemerintah Meksiko memintaku berpidato.

Namun, mereka latihan siang ini.

Maaf membuatmu datang sejauh ini.

Tidak apa-apa.

Sesaat kukira Presiden Halbrook telah menunjukmu sebagai Kaisar Meksiko.

Belum.

Apa yang terjadi di luar?

Seperti yang kau tahu, kami akan mengadakan

perayaan tahunan ke-175 berakhirnya Perang Meksiko-Amerika.

Perayaan?

Sebuah penghormatan.

Ya, jujur saja, itu bukan perang. Itu invasi.

Para pemuda di kedua sisi saling menodongkan senjata.

Banyak nyawa melayang.

AS kehilangan beberapa ribu.

Kami kehilangan lebih dari itu dan separuh negara kami.

Namun, pihakmu tak kalah.

Itu benar karena AS mengambil tanahnya.

- Kami membelinya. - Ya.

Ya, 15 juta peso.

Jangan bahas masa lalu. Kau mau teh?

Tidak, terima kasih.

Sudah berbulan-bulan kucoba mewawancarai Presiden Halbrook.

Aku sampai janji ke kepala stafnya

untuk menata halaman Gedung Putih tanpa dibayar.

Astaga!

Kurasa akhirnya kubisa membantumu.

Sungguh?

Bagaimana kalau wawancara eksklusif,

kau dan presiden, sejam, di Ruang Oval?

- Kau serius? - Tentu.

Namun, kami butuh bantuanmu.

Sudah kuduga.

Presiden tahu bahwa suaramu berpengaruh di Amerika Latin.

Sudah lama kami usahakan transaksi baru ini.

- Sebab itu aku mau bicara ke dia. - Dengar.

Penting bagi pemerintahan ini membangun hubungan baik

dengan komunitas Latin, khususnya Meksiko.

Dengan kau mendapat Alethea Award,

kau akan menjadi pusat dunia jurnalisme profesional.

Kau tahu aku tak akan setuju mengubah pidatoku.

- Kukira belum kau tulis. - Belum.

Jadi, kau tak perlu mengubahnya.

Mungkin dengan wawancara eksklusif ini, kau akan menemukan topik baru.

Pikirkanlah.

Kau keberatan?

Ini dia.

Biar kuantar.

Bagaimana keluargamu?

Semuanya sehat, terima kasih.

Sekarang, kau harus mengantarku berkeliling.

Aku sering ke sini saat kecil.

Kau belajar di sini?

Tidak, kami kemari untuk mempelajari Niños Héroes .

Kau tahu apa itu?

Ya.

Tidak.

Menjelang akhir Perang Meksiko-Amerika,

sekelompok pelajar, kadet,

dikepung oleh tentara Amerika, di kastel ini.

Kenyataannya adalah mereka dibantai.

Namun, seiring waktu, ada mitos terkait peristiwa itu.

Mitos apa?

Ayo!

Cepat!

- Ayo! - Ayo!

Mereka anak-anak.

Ya.

Itu sebabnya mereka disebut Pahlawan Anak.

Rekan sebangsa!

Sebelum jatuh ke tangan musuh,

kubawa bendera tanah air ini bersamaku!

Semoga mitos ini tersebar di seluruh Meksiko

dan melindungi kita selama-lamanya!

Sial.

Kau sudah menulis pidatomu?

Hanya orang Meksiko yang bisa mengubah kekalahan memalukan jadi kemenangan mitos.

Tuan Silverio?

- Sakit kepala? - Sedikit.

Ketinggian dan polusi selalu menyiksaku

di hari-hari awal di Meksiko.

Sama seperti ayah saya saat dia kembali ke ibu kota.

Dia bilang Meksiko bukan negara, tetapi kondisi pikiran.

Perkataan yang bagus. Bagaimana ayahmu?

Baik. Tetap di Oaxaca. Menderita Emfisema.

Turut prihatin. Salam untuknya.

Tentu. Anda ingin saya mampir ke apotek?

Tidak. Terima kasih, Antonio.

Saya dengar di radio, Anda akan tampil di acara TV Luis Valdivia.

Ya. Aku tak mau, tetapi kau tahu bagaimana Lucía.

Dia memaksaku menerima undangannya.

Apa Anda tak lihat yang dia katakan tentang dokumenter terakhir Anda?

Luis? Tidak. Apa katanya?

Bukan hal bagus, Tuan.

Katanya Anda lebih buruk dari Malinche.

Anda tak menghormati jurnalisme dan entah apa lagi.

Itu dokumenter, Antonio.

Jika tak tahu cara mainnya, maka orang tak pantas dianggap serius.

Saya tak menonton dokumenter Anda.

Namun, saya lihat pria itu di televisi, dan dia buat saya kesal.

Luis sedang rapat,

dia akan menemuimu di ruang rias.

Selamat, Maestro.

Selamat datang kembali.

Terima kasih!

Kapan terakhir kali kau kemari?

Kurasa lebih dari 30 tahun lalu.

Tiga puluh? Itu usiaku.

Selamat datang. Silakan.

Selamat datang.

Hei, bisa kau buka?

Kita kembali ke Bocaguanga .

Kami punya cerita yang tak akan kalian percayai.

Tak ada yang membantunya.

Di stasiun akhir, dia penumpang terakhir.

Dasar orang Amerika.

Petugas kebersihan temukan dia.

Rekan senegara kita, Nona Refugio Domínguez.

Halo, Refugio.

- Hai . - Kami berhasil hubungi dia hari ini.

Mari kita bicara dengannya.

Terima kasih waktunya. Ceritakan yang terjadi.

Aku masuk untuk bersihkan gerbong kereta seperti biasa, dan melihat ada orang.

Awalnya, kukira pria itu pemabuk karena itu biasa di sini.

Lalu, aku melihat ikan di lantai.

Semua ikannya mati...

Ayo!

Ya! Ayo! Perhatikan!

Jangan ke situ!

- ...tujuh, delapan... - Kau tak boleh ke situ!

Tunggu!

Silverio. Maaf!

Silverio, tunggu.

Berhenti!

Kalian tak sinkron!

- Tania, kubilang kanan! - Persetan! Kau tahu apa?

Tania, kau selalu berulah!

Semuanya, ambil posisi kalian.

Priscilla, bersiap. Lima, enam, tujuh, delapan.

Lewat sini.

Kita sampai. Aku permisi dahulu.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Apa ini sungguhan?

More Indonesian subtitles for BARDO, False Chronicle of a Handful of Truths

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left