The first 200 lines.
- Halo. - Halo.
- Halo. - Halo.
- Direktur Seo, halo. - Halo.
- Halo. - Pintu menutup.
Tunggu aku.
Apa aku bau jjajangmyeon?
Sedikit?
Pernah pakai pewangi pakaian pada rambutmu?
Aku tak menyarankannya.
Tidak?
Kami sudah selesai membentuk tim desainer.
Itu bagus.
Aku akan mengirim daftar tempat menginap di dekat kantor.
Beri tahu aku apa yang kau suka, akan kusesuaikan.
Para anggota sedang istirahat sebulan,
lalu dengan persiapan dan semuanya,
setidaknya butuh dua bulan.
Nikmati istirahatmu. Aku tak sabar bekerja sama denganmu.
Aku menantimu di Korea.
Ya, terima kasih. Dah.
SEO JI-WOO DIREKTUR EKSEKUTIF - JARIM
UNGGAH
EPISODE 11
- Enak. - Ini enak.
Terima kasih. Aku berniat tak makan siang.
Baiklah. Bagaimana artikel pertamamu?
Sedang kukerjakan, tapi entah kapan selesai.
Apa topiknya?
Kasus baik dan buruk anggota grup idola
yang kemudian menjadi aktor.
Fokus pada yang baiknya saja.
Awalnya, itu rencanaku, tapi Bu Manajer mau yang buruk juga.
Jangan biarkan dia mengontrol artikel pertamamu.
Itu cuma saran.
Itu juga membantu artikelku lebih banyak dibaca.
Dia menodai anak yang lugu.
Sudah memberinya bunga origami itu?
Aku tak memberikannya, tapi kutaruh di dekatnya.
Kau juga memberikan yang berkilau?
Aku berbeda dari Manajer Departemen.
- Baik. - Ini. Makan lagi.
Teruslah bekerja keras.
Terima kasih.
DIDROXIN, MAU BERTEMU? AN DA-HYE
Kenapa kau terus mengirimkan ini? Memangnya kita akrab?
Kita bukan orang asing.
Aku bodoh karena datang ke sini,
tapi ini untuk menjelaskannya kepadamu.
Benar. Situasi ini tidak jelas dan pertanyaanku makin banyak.
Aku ingat percakapan dr. Kim Hae-chan di telepon.
Dia berbicara cukup lama dengan pedagang farmasi.
Kalau tak salahโฆ
Didroxin?
Aku penasaran apa kau ada hubungannya.
Istrimu.
Kudengar dia sakit setelah minum itu?
Menurut firasatku, kau menyembunyikan sesuatu.
Berada di sini tak buruk, 'kan?
Kau mau lama di sini?
Saat kau melihat rekan sesama aktor dan aktris
pergi ke Cannes dan Berlin,
kau tak merasa harus berusaha lebih keras
atau hidup baik-baik?
Kau malah memakai narkoba bersama pria menikah,
sekarang begini?
Hati-hati berbicara.
Kau yang hati-hati.
Mau dituntut atas pencemaran nama baik?
Aku datang karena omong kosongnya berisik.
Jika kau macam-macam lagi,
kau akan lama di sini.
BINTANG DI PANGGUNG, JUGA DISUKAI DI LAYAR?
Kau bertugas malam ini?
Bukan Doo-jin?
Dia pergi membeli makanan. Kau mau pulang?
Ya, aku baru makan malam.
Mengejutkan. Kau tak minum miras?
Aku bersama orang yang merusak selera makan.
Benar juga. Respons artikelnya cukup ringan.
Baiklah.
Hujan turun. Pulanglah.
Kembali bekerja.
Seo Ji-woo dan kau serasi. Aku jadi kesal.
Selamat jalan.
Apa?
Aku terbangun.
Hujannya deras.
Seharusnya telepon aku. Aku pasti datang.
Menunggu membuatku cemas. Aku tak suka.
Baiklah. Sini.
Sekarang aku mengantuk.
Aku mulai tertidur.
Tidurlah. Yang nyenyak.
Hujan, Kyeong-do.
Ya, hujan.
- Biar kuantar, jangan menolak. - Baik.
Cuacanya bagus setelah hujan.
- Keringkan payungku. - Ya.
PANGGILAN JIN HAN-KYEONG
JI-YEON
- Halo? - Halo?
DIREKTUR JARIM APPAREL SEO JI-WOO DAN PACARNYA BERKOMPLOT DEMI PERCERAIAN?
SEO JI-WOO DALAM SKANDAL LAGI KARENA BERSELINGKUH
CUMA "KENALAN DARI KLUB AKTING" KEDUANYA MENYANGKAL SKANDAL MEREKA
Ini ulah Cho Jin-eon?
Lihat aku.
Atau Kang Min-woo?
Lihat aku, Ji-woo.
Kau mau bagaimana?
Dengar.
Kita akan bekerja seperti biasa.
Paham maksudku?
Tapi orang akanโฆ
Jangan pedulikan tatapan dan ucapan mereka.
Itu pasti tak mudah.
Tapi kau harus mengabaikannya sekuat tenaga.
Kau harus abaikan.
Kau pasti bisa.
Kau harus bisa.
Ji-woo.
Kau bisa, 'kan?
Tapi itu belum dikonfirmasi. Apa ada artikel lain? Carilah.
Hei, apakah benar?
Itu maksudku. Apa menurutmu itu benar?
Aku bahkan terlalu malu untuk datang bekerja.
Asisten Manajer Lee.
Kau tak menyadarinya?
Reporter yang mengikutimu?
Tidak.
Apa kata Ji-woo?
Dia terlalu syok, jadi dia kacau.
Masalahnya tak kunjung berhenti. Aku cemas.
Aku mencemaskanmu. Kau.
Aku tak apa-apa.
Ayo siapkan bantahan.
Tuduhan itu konyol. Aku bisa bersaksi. Mau aku yang tulis?
Itu tak perlu.
Beri aku waktu sebentar untuk berpikir.
Pergilah dulu.
Keahlianmu mengadu, 'kan?
Kau bahkan melibatkan Bae Jun-soo.
Aku harus bergerak.
Apa ini karena kau tak bisa melakukan tes DNA?
Sepertinya kau sudah sadar aku berpura-pura tak tahu.
Ini surat cerai.
Jika butuh uang, akan kubantu. Bicara ke pengacaraku.
- Apa alasannya? - Kau tak tahu?
Apa aku selingkuh darimu? Atau pakai narkoba seperti bajingan?
Atau memukulmu?
Aku sangat menyayangi istriku sendiri.
Kenapa malah mengajukan cerai, sialan?
Cukup. Beri tahu aku jika butuh sesuatu.
Keluargaku!
Keluargaku yang mau kulindungi! Kau tak mau melindunginya?
Dengar, Ji-yeon.
Akuโฆ
Mau hidup normal.
Ibuku.
Dia wanita liar. Benar, 'kan?
Aku menikah demi menjauhi ibuku, tapi istriku ternyata lebih buruk.
Aku cuma mauโฆ
Hidup normal.
Ji-yeon.
Jangan sentuh aku. Apa yang kau lakukan?
Lepaskan aku. Lepaskan! Aku tak lama.
Astagaโฆ
Mereka tak tahu aku siapa? Kau tak bilang?
Ji-woo.
Kenapa kau tampak murung?
- Kau malu soal perselingkuhanmu? - Keluar.
Tak bisa.
Sudah kubilang aku tak akan diam.
Aku akan melihatmu hancur bagaimana pun caranya.
Kau tahu itu tak benar. Kenapa membuang-buang tenagamu?
Dasar tak tahu malu. Kau sudah gila?
Jebakan agar bercerai? Kau sebodoh itu sampai tertipu?
Bodoh?
Sekarang kauโฆ Kau keterlaluan.
Benarkah?
Cho Jin-eon, kau pikir siapa yang melaporkanmu?
Kau pikir siapa yang menyebarkan foto-foto itu?
Kang Min-woo merencanakan perceraian kita. Aku jadi bisa lepas darimu.
Masih mau bicara?
JARIM akan menutup usaha busana pria dan fokus pada busana wanita.
Akibat perselingkuhan Direktur Seo Ji-woo,
orang mulai memboikotnya.
Selingkuhan Nona Seo, Pak A, yang diketahui sebagai reporter media
belum memberikan penjelasan.
Di sisi lain, tim Humas JARIM mengatakan
sampai artikel narkoba mantan suaminya dipublikasikan,
mereka tak berkomunikasi. Jika perluโฆ
Tayangan ulang dramanya tidak ada.
Ini obat pencernaan. Minum dua tablet, lalu minum ini.
Kau ke apotek?
Hei, Doo-jin. Ada rumor Anggota A keluar dari grupnya. Periksa.
Baiklah.
Kenapa tak makan malam?
Kau tak biasa begini.
Pak Asisten Manajer,
kenapa kau tak menyangkalnya?
No comments yet. Be the first to leave one.