Gumrah

Gumrah

Download Indonesian Subtitle

Release info

Gumrah 1993 HINDI WEB-DL NF
A Commentary by tedi
Murni Retail NF Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2022-12-28
Downloads: 27
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hai, Ayah.

Apa yang kau lakukan di sekolah hari ini?

Ayah, aku menari hari ini.

Bagus sekali! Putriku bisa menari?

Aku tak tahu itu.

- Ya, Ayah. Aku juga menyanyi. - Bagus sekali!

Ayo rayakan. Akan kubelikan es krim.

Aku sayang kau, Ayah. Sampai jumpa, Roshni.

Roshni?

Roshni, rupanya kau di situ.

Aku mencarimu di tempat lain.

Cepat! Sudah terlambat. Ayo pulang.

Nenek!

Kemari, Roshni. Kemarilah.

Nenek, di mana ayahku?

Katakan, Nenek. Di mana ayahku?

Tanya ibumu.

Roshni, sudah sering kuperingatkan tapi kau masih menanyakannya.

Sudah sering kukatakan ayahmu sudah tiada.

- Pengasuh. - Ya?

Bawa dia pergi.

Ayo, Sayang. Ayolah.

Ibu...

sampai berapa lama kita akan menyembunyikannya dari Roshni?

Kurasa kita harus menceritakan semuanya.

Jangan berani memberi tahu dia apa pun!

Paham?

Ibu, foto Nenek kau beri kalung bunga tiap hari.

Kenapa kita tak punya foto Ayah?

Aku juga ingin memberinya kalung bunga.

Roshni, sudah sering kukatakan jangan tanya soal ayahmu!

Aku bukan anak kecil, Bu!

Aku berhak tahu tentang ayahku.

Aku juga berhak mengetahui ...

apakah aku anak sah atau bukan.

Roshni, lancang sekali kau!

Jangan sebut dirimu anak haram!

Kenapa kau tak memberitahuku tentang Ayah?

Apa dia orang jahat?

Dia bukan orang jahat!

Lalu, apa masalahnya?

Aku muak.

Aku muak denganmu dan pertanyaanmu.

Kau selalu menanyakan hal yang sama!

Kau menyusahkanku.

- Kau mau membunuhku? - Tidak.

Jika tanya ini lagi, aku tak mau bicara denganmu!

- Maaf... - Ak tak mau bicara denganmu!

- Maaf, Bu. - Ak tak mau bicara denganmu.

Ibu!

Maafkan aku, Bu. Aku tak akan bertanya lagi! Kumohon!

Ibu!

Apa ada hal penting?

Ya.

Bertahun-tahun lalu, ibuku berbohong.

Aku harus mempertahankan kebohongannya sampai mati.

Aku...

Aku mengidap kanker.

Dan...

waktuku tak banyak.

Ajalku sudah dekat.

Karena itu, aku memintamu membawa Roshni ke Mumbai.

Agar dia bisa belajar hidup tanpa aku.

Kau hebat sekali.

Ada apa? Roshni!

Ada apa?

Roshni! Ada apa, Sayang?

Sejak aku kecil...

aku merasa ada yang dirahasiakan dariku.

Apa maksudmu?

Kau salah paham.

Tak ada yang disembunyikan darimu.

Apa yang kalian bicarakan di bawah?

Bukan apa-apa.

Aku menanyai Sharda sampai kapan dia akan mengurung gadis pintar,

cantik dan berbakat di dalam bungalo ini?

- Siapa yang kau maksud? - Kau.

Aku tahu, kau pandai bernyanyi

Aku hanya bersenandung sedikit. Itu bukan bernyanyi.

Begitulah menurutku.

Aku menganggapnya bernyanyi dan kau menganggapnya bersenandung.

Kita lihat pendapat orang-orang di Mumbai.

Mumbai?

Ya. Kau ikut aku ke Mumbai sekarang.

Tapi, Paman...

Kau harus ikut.

- Tak bisa ditolak. - Tidak, Paman.

- Ibu... - Aku sudah bicara dengan ibumu.

Tak ada pilihan lain. Kau harus ikut. Kita akan bersenang-senang.

Tapi paman...

- Sitabai! - Ya, Pak.

Kemasi barangnya. Cepat!

Rumah yang bagus.

Kau suka?

Kamarmu di atas. Ke kiri.

Paman!

Paman!

Ada apa?

- Ada orang di atas. - Di atas?

- Ya. - Siapa?

Entahlah.

Seorang pria.

- Seorang pria? - Ya.

Bukan pria biasa tapi pria tampan.

Rahul.

- Kapan kau datang, Nak? - Pagi ini.

Roshni! Lihat siapa yang datang!

Ini Rahul...

Kami baru bertemu. Maksudku, secara kebetulan bertemu.

Pak Ahuja, jika kau tak keberatan, aku ingin memperkenalkan diri.

Kenapa tidak?

Namaku Rahul. Rahul Malhotra.

Aku menggeluti bisnis ekspor-impor.

Kadang, aku di Delhi lalu di Mumbai.

London, Paris, Hong Kong, atau di dalam kamar mandi.

Aku putra tunggal teman Pak Ahuja.

Dan yang terpenting, aku bujangan.

- Kau bisa mulai sekarang. - Apa?

Ya, ayo. Ceritakan tentang dirimu.

Rahul! Roshni keponakanku.

Mulai sekarang, dia akan tinggal bersamaku.

Aku ingin saran darimu tentang Roshni.

Roshni suka menyanyi dan musik sejak kecil.

Katakan, apa yang harus dia lakukan? Bagaimana dia harus mulai?

- Paman, jangan. - Tunggu.

- Tak perlu melakukan semua ini hari ini. - Benar.

- Bukan hari ini, tapi sekarang. - Ya.

- Pelayan. - Ya, Tuan.

- Ambil telepon. - Kenapa...

- Tenang, Roshni - Lihat saja yang kulakukan.

Terima kasih.

Halo?

Hai, Dubey. Apa kabar?

Tidak, aku bicara dari Mumbai.

Dengar, aku punya teman.

Dia penyanyi hebat.

Bukan hanya bagus, suaranya merdu. Ya.

Besok? Pukul 11,00?

Baiklah, aku akan datang.

Baik, sampai jumpa.

Selamat malam.

Urusanmu sudah beres.

Besok kau akan menjalani audisi di HMV.

Lagunya akan direkam lusa.

Kau akan segera menjadi bintang. Bagaimana menurutmu?

Paman, tapi kau tak pernah mendengarku bernyanyi.

- Akan kudengarkan sekarang. - Tidak, Paman!

Harap tenang.

Hadirin sekalian.

Hari ini, penyanyi masa depan, Nona Roshni akan bernyanyi untuk kalian.

Beri tepuk tangan yang meriah.

Bagus sekali, Roshni!

Luar biasa.

Sudah lama aku tak mendengar nyanyian sempurna.

Aku yakin kau akan jadi penyanyi terkenal.

Kami akan segera merekam lagumu.

Semoga sukses.

Urusanmu selesai.

- Sekarang, aku akan pergi. - Ke mana?

Aku akan pergi ke New York. Mau ikut?

Tidak.

Tak apa jika kau tak bisa ikut pergi ke New York.

Tapi kau bisa mengantarku ke bandara, 'kan?

Semoga sukses.

- Terima kasih. - Aku pamit.

Tn. Rahul.

Aku ingin mengatakan sesuatu.

Aku akan selalu berutang kepadamu.

Kau membuatku percaya diri.

Tunggu sampai kau melihat yang terjadi selanjutnya.

Hari ini, aku bicara dengan penyanyi.

Jika pulang nanti, aku akan bertemu seorang bintang.

Benar, Roshni.

Kau akan sukses besar.

Terima kasih.

Jaggu! Sudah tejadi.

Poster Roshni sudah dipasang!

Lihat, posternya besar.

Panggil dia kakak iparnya.

- Makan jipang ini. - Kakak ipar?

Kau menguntitnya selama dua tahun.

Dia tak memberikan perhatian kepadamu...

dan sekarang kau memimpikan pernikahan.

Kita di pasar gelap. Semua perbuatan kita ilegal.

Lima untuk dua!

Ya, benar.

- Tapi sebelumnya, akan kubeli 200 tiket. - 200?

Aku akan dapat banyak uang.

Akan kubuat kalung bunga dari uang itu.

Akan kukalungkan pada kekasihku.

Lalu kau akan duduk mengemis di luar kuil.

Apa mudah membeli 200 tiket?

Dari mana uangnya?

Kita akan dapatkan uangnya.

Jeeva!

Tempat apa ini?

Tak apa-apa, Pakya. Hanya dua pria bertarung.

- Duel dimulai. - Semua akan baik-baik saja.

- Kita akan celaka. - Ayo.

Kita harus pergi.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left