The first 200 lines.
DIADAPTASI DARI KARYA ORISINAL TONG HUA, LOST YOU FOREVER
GUNUNG XIYAN
ISTANA ZHAOYUN, XIYAN
Nenek, lihat.
Ayunanku lebih tinggi daripada bunga flamboyan.
XILING XIE
Kak Cang Xuan.
Lihat aku.
Ibunda Ratu, sudah waktunya minum obat.
Kenapa kau tak melihatku?
Kau dibandingkan dengan buku,
tentu saja buku lebih menarik.
Nenek, Cang Xuan menindasku lagi.
Tak sopan.
Panggil aku kakak.
Berkelahi saja kalah dariku,
tinggi juga kalah dariku,
masih ingin kupanggil kakak?
Begini saja.
Siapa yang lebih dulu
memetik bunga flamboyan di puncak pohon,
dia yang lebih tua.
Kekanak-kanakan sekali.
Kekanak-kanakan apa?
Yang kuat jadi pemimpin,
yang lemah lebih kecil.
Itulah prinsip dunia.
Aku tahu.
Kau pasti takut kalah.
Berkompetisi saja.
Kau curang.
Semuanya adil dalam perang.
Paman Keempat, kenapa kemari?
Ayah?
Semuanya adil dalam perang,
Bodoh.
Ayahmu sedang memimpin pasukan di garda depan,
mana bisa tiba-tiba pulang?
Aku menang. Panggil aku kakak.
Kau marah?
Kak Cang Xuan.
Kakak yang baik,
aku hanya menggodamu.
Jangan marah lagi.
Anggap ini permintaan maafku.
Ini ekor rubah ekor sembilan.
Ini sangat langka.
Kakak.
Kakakku yang baik.
Bagus, 'kan?
Bagus.
Kali ini kumaafkan.
Ini aksesori kesayanganmu.
Kau simpan saja.
Aku tahu.
Cang Xuan yang paling baik.
Maksudku kakak.
Kak Cang Xuan paling baik.
Nenek,
kapan ayah dan ibuku bisa pulang?
Bukankah Nenek bilang perang sudah mau berakhir?
Nenek.
- Nenek. - Nenek.
Nenek.
- Nenek. - Nenek.
- Nenek tak apa-apa, 'kan? - Nenek.
- Nenek. - Nenek.
- Nenek, bangunlah. - Nenek.
Nenek.
- Nenek. - Nenek.
XIYAN, MAKAM ZHONGYI
XIYAN, MAKAM ZHONGYI
Ibu.
Aku ingin menghampiri Kakak.
XILING HENG
Kenapa Bibi belum datang?
Yang Mulia,
sudah waktunya menutup peti.
RAJA XIYAN
Turunkan dekret untuk menutup peti.
Kakek.
Ini adalah pemakaman ayahku.
Kita harus tunggu ibuku datang.
Dekret Ayahanda
tidak bisa dikacaukan anak dungu.
Berlututlah sekarang.
Kau yang dungu.
Pria tua yang hanya bertambah usia tanpa punya otak.
Apa katamu?
Paman Kesembilan.
Ini adalah pemakaman ayahku.
Jika aku saja tak berhak bicara,
apakah kau berhak?
Ada lima kitab etiket,
mengutamakan festival persembahan.
Waktu yang sudah diramalkan
tidak boleh ditunda.
Xiyan Yipeng.
Ibu.
Bibi.
Ibu.
CHANG PU
Xiyan Yipeng.
Sebagai Pangeran Xiyan,
demi dendam pribadimu,
kau mencuri surat
hingga menunda pasukan bala bantuan.
Perang Gunung Xun gagal,
suamiku, Zhong Yi, gugur.
Enam ribu pria Suku Ruoshui
sampai tak tersisa kerangkanya.
Kakak Ipar Keempat,
Kakak Keempat berkorban demi negara,
aku sangat menghargainya
dan memahami kesedihan Kakak Ipar Keempat.
Ayahanda.
Kakak Ipar Keempat bicara sembarangan karena berduka,
mohon Ayahanda jangan menyalahkannya lagi.
Kesedihan Chang Pu menyerang hatinya,
pikirannya tak stabil.
Bawa mereka pergi.
Pikiranku sangat sadar.
Yang Mulia,
sejak ayahku menyerah pada Xiyan,
Suku Ruoshui kami adalah penduduk Xiyan.
Namun, demi dendam pribadi Yipeng,
dia menyembunyikan informasi militer dan mengabaikan nyawa tentara.
Sebagai Ketua Suku Ruoshui,
aku tak bisa memaafkannya.
Jika aku memaafkannya,
aku tak punya muka untuk pulang ke Ruoshui.
Sebagai istri Zhong Yi,
aku lebih tak bisa mengampuninya.
Adik Kesembilan!
Kurung Chang Pu di Penjara Langit.
Serahkan untuk diadili kementerian peradilan pidana.
Beri hukuman berat sesuai aturan yang berlaku.
Yang Mulia,
tolong hargai kontribusi perang Zhong Yi dan Chang Pu
dan berikan keringanan.
Paman Kesembilan mencelakai ayahku.
Apa salah Ibuku membalaskan dendam ayahku?
Kenapa mau tangkap Ibuku?
- Tangkap dia! - Hentikan!
Penjahat.
Kalian semua penjahat.
Anak pintar.
Ibu sangat ingin melihatmu tumbuh dewasa,
tapi Ibu tak bisa.
Ibu terlalu merindukan ayahmu.
Ketika kau bertemu gadis yang kau cintai, kau akan memahaminya.
Ketika kau menemukannya,
berikan Bunga Ruomu ini padanya.
Ibu.
Aku akan melindungi Ibu.
Ibu jangan takut.
Anak bodoh.
Yang Mulia,
ini adalah pemakaman Zhong Yi.
Bagaimanapun, harus menunggu hingga pemakaman selesai.
Patuhlah pada Bibi.
Ibu akan pergi menemui Ayah.
Ibu.
Ibu!
Bibi.
Ibu.
Ibu.
MAKAM XIYAN ZHONGYI
Bibi.
Ibu!
Ibu.
Adik.
Tolong jaga Cang Xuan dengan baik.
Ibu.
Ibu.
Ibu!
Ibu.
Ibu.
MAKAM XIYAN ZHONGYI
Ibu!
Bibi.
Bibi.
Ibu.
Kak Cang Xuan,
lihat apa yang kupetik.
Bunga flamboyan yang aku petik sangat manis.
Cobalah.
Kak Cang Xuan.
Aku tahu kau sangat sedih,
tapi kau harus makan.
Simpan Bunga Ruomu itu
dan makanlah sedikit.
Kenapa ibuku...
meninggalkan aku?
Kakak begitu baik,
mana mungkin Bibi meninggalkan Kakak?
Bibi pergi menemani Paman Keempat.
Kalau tidak, Paman Keempat akan kesepian seorang diri.
Apakah aku tak kesepian?
Kau masih punya Nenek,
No comments yet. Be the first to leave one.