Women in Blue

Women in Blue (Las azules)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Women In Blue 2024 S01E02 SPANISH ATVP WEB-DL DUAL DDP5 1 Atmos H 264-FLUX
A Commentary by tedi
Retail ATVP | 54:51

Tags

webdl
Published on: 2024-07-31
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Selamat pagi! - Pagi!

- Di mana Paola? - Sifnya belum mulai.

Sialan.

Selamat pagi.

Hei! Kapan pun kau siap, Sayang.

Sebentar.

Maaf.

- Tambah kopi? - Tolong.

- Terima kasih. - Maaf.

Adikmu kenapa?

Aku tak tahu.

Saat dia datang, katakan dia dipecat.

Mungkin dia sakit atau lainnya. Dia tak menjawab telepon.

Kau sudah mampir ke tempatnya?

Kukira kami akan bertemu di sini.

UNDRESSER MASIH BERKELIARAN

Tolong minta bonnya.

Meja lima memanggil.

Aku punya fotonya.

Coba lihat.

Dia cantik, ya.

Simpan saja.

Aku ingin membuat laporan orang hilang.

Tapi kau melihatnya kemarin, 'kan?

Aku sudah baca berita. Bagaimana jika dia diculik Undress...

Undresser.

Cukup.

Tahu berapa orang datang hari ini

mengatakan si bajingan ini menculik saudari mereka?

Tujuh.

Tahu berapa orang yang pulang seolah-olah tak terjadi apa-apa?

Semuanya.

Kusarankan kau pulang.

Siapkan teh yang menenangkan. Bacalah buku.

Paola?

Aku mencemaskannya.

Dengar.

Dia tak datang bekerja

bukan berarti dia mengalami hal buruk.

Orang-orang punya rahasia.

Pao?

Kucing sialan.

Ini sering terjadi dan selalu sama.

- Dia tak akan meninggalkan kucingnya. - Tidak.

Tanpa makanan.

Kucing itu tangguh. Percayalah. Aku punya tiga.

Dia tak biasa begitu.

Biasanya dalam kasus ini, mereka bersama pacar mereka.

- Beri makan kucingnya. - Kau tak paham,

dia tak punya pacar.

Apa kau yakin?

Begitulah, kau mencemaskan dia,

lalu suatu hari, dia muncul dan mulai membahas pacar barunya.

Dengar, Bu, berhenti membuang waktuku.

Pekerjaan kami serius.

WOMEN IN BLUE

Jadi, Ibu tak makan bersama kami?

Ibu sudah bilang, Ibu tak bisa pulang sebelum sif Ibu selesai.

Kau tahu itu. Tolonglah. Nenek akan menemanimu.

Ibu tahu aku benci masakan Nenek. Rasanya tak enak.

Sudah, jangan merengek.

Abaikan dia, Bu.

Dah.

Ibu bisa membuatkan Milanese nanti malam. Bagaimana?

Jika bukan ibuku yang memasak, aku tak mau makan.

- Kau baik-baik saja? - Aku tak tahu.

Kurasa aku takut. Atau gugup. Entahlah.

Menurutku, persiapan selama dua minggu tak cukup.

Aku yakin kau sudah menguasai semuanya.

- Ya. Kau yakin? - Tentu.

Apa perbuatanku ini tepat?

Ya.

- Ya. - Ya?

Ya, kau melakukan hal yang tepat.

- Ya? Benarkah? - Ya.

Aku yakin begitu. Kau melompat dari pesawat, 'kan?

- Ya. - Apa parasutnya terbuka?

Ya, itu terbuka.

Kau tahu masalahmu apa?

Kau terlalu memaksakan dirimu.

Yang belum kau ketahui sekarang akan kau pelajari nanti.

Pelan-pelan saja. Semuanya akan lancar.

Tapi aku setuju dengan anak-anak

karena Milanese ibumu tak seenak buatanmu.

Terima kasih.

Kebangkitan badan

dan kehidupan kekal.

Selamat pagi, Ayah.

Kau ingin terlambat di hari pertamamu kerja?

Tentu tidak, Ibu.

Kau bilang Undresser tak akan terdengar lagi beritanya.

Pak Presiden, citra baik kita perlahan kembali.

- Pertanyaan... - Kalau begitu, Emilio,

tolong jelaskan berita utama ini!

Hubungi PIPSA. Buat para bajingan ini jera.

Dengan segala hormat, Pak Presiden,

kurasa pemerintah tak akan dapat faedah

dari berita utama yang mengatakan kita menyensor media.

Kalau begitu, tangkap si bajingan itu untuk selamanya!

Kau dengar, tidak, Berengsek?

Sedang kami upayakan, Pak Presiden.

Sif rangkap dua dan tiga. Semua orang mengikuti...

Aku muak mendengar alasanmu, Emilio.

Tugasmu sederhana.

Mengendalikan narasi dan mengubah citra kepolisian.

Kau bisa atau kuhubungi orang lain saja?

Selamat siang.

Kau tak pulang lagi semalam.

Aku akan tidur setelah menangkap si bajingan ini.

Kau sudah bicara dengan Ayah?

Kira-kira begitu.

Kau tahu dia tak akan menerimamu di sini?

Ada klub jahit sekarang di kantor. Sial.

Siapa sangka?

Lumayan juga ada wanita di sini, 'kan?

Diamlah.

Para wanita itu harus diberi tahu mereka tak boleh...

Tak boleh apa?

Lozano?

Lelucon apa ini, Romandía?

Hei. Apa benar kau diseret keluar dari rumah bordil?

Kabaret eksotis.

Kalian lihat, 'kan? Seberapa serius semua ini?

Saking seriusnya, terpaksa mendatangkan tukang pukul untuk memimpin ini.

Lencana itu tak menjadikanmu polisi.

Kau mau kehilangan itu lagi?

Sudah kuduga.

Silakan duduk.

Halo.

Apa kabar?

- Hai. - Hai.

- Hai. - Apa kabar?

Cantiknya.

Nona-Nona, apa kabar?

Baik, terima kasih.

Aku mau mendoakan hari pertama kalian berjalan lancar.

Serta mengingatkan kalian, di luar sana,

kalian mewakili kepolisian kota ini.

Jadi...

senyumlah.

Selalu senyum. Coba kulihat.

Mantap. Kapten.

Kalian akan dikelompokkan dalam empat regu empat orang.

Pérez, López, Carrión, Hernández. Taman Hundido.

Sánchez, Aedo, Rodríguez, Astorga. La Alameda.

De la Torre, Camacho, Herrera, dan Cruz. Taman Santiago.

Sekarang, ambil perlengkapan kalian.

Semoga hari pertama kalian lancar.

Terima kasih.

Nn. Herrera.

Ya, Pak. Gabina Herrera.

- Gabina Herrera. Benar? - Ya, Pak.

Putri Kapten Herrera, Kepala Kantor Polisi. Benar?

Ya, Pak.

Luar biasa.

Kau, melebihi siapa pun,

paham akan pentingnya pekerjaan kita.

- Tentu, Pak. - Tak semua orang memahami itu.

Benar, Pak.

Itu masalah.

Mari kita ubah itu, Gabina!

Solusinya adalah dengan bercerita.

Cerita nyata tentang manusia.

- Paham? - Kurang paham.

Aku ingin menceritakan kisahmu.

"Gabina Herrera.

Putri seorang komandan polisi yang disegani.

Adik dari tiga polisi dari Kepolisian Kota Meksiko."

Dan sekarang kau, berseragam biru, meneruskan tradisi itu.

Kau akan menjadi gadis sampul majalah Gran Hogar .

Jadi, kau ingin aku muncul di sampul majalah?

Ya. Kau.

Dan ayahmu.

- Tidak. - Kenapa tidak?

- Karena dia tak menyukai ini. - Tak suka apanya?

- Jadi pusat perhatian. - Masa?

- Tidak. Dia benci itu. - Sayang sekali.

- Ya. - Tak masalah, Gabina. Ada kau.

Itulah yang penting.

Jadi, saat sifmu selesai, temui aku di ruang konferensi.

- Menurutmu kita dapat apa? - Pistol .22.

- Keren. - Bukan, semiotomatis. Barang bagus.

Kau mau membunuh siapa?

Terima kasih.

Permisi.

Apa kau tahu di mana kami bisa mengambil perlengkapan yang lain?

Perlengkapan lain apa?

Senjata api kami.

Bisa-bisanya kami tak dapat senjata api!

Aku yakin ini masalah birokrasi.

Masih ada berkas yang perlu diurus.

- Kapan selesai? - Entahlah.

Kami harus apakan ini?

Itu berisi koin untuk menelepon polisi jika kalian melihat aktivitas ilegal.

Kau dengar dia, 'kan?

- Dengar atau tidak? - Ya, Val. Tenanglah.

Jadi, kami polisi, tapi malah menelepon polisi?

Kalau peluitnya?

Jika kalian menghadapi aktivitas semacam itu, tiuplah itu.

Kalau begitu, Kapten, kau tiup saja sendiri.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left