The first 200 lines.
SERIAL DOKUMENTER NETFLIX
Hei!
Tiffany adalah gadis yang cantik.
Selalu ceria, energetik.
Dia mendapatkan beasiswa voli.
Posisinya pemain tengah.
Itu tak terjadi di perguruan tinggi, sebagai seorang mahasiswa baru.
Ada yang dia inginkan dalam hidup.
Kami semua amat bangga padanya.
Malam itu, dia ditemukan sekitar enam kilometer dari rumah kami,
di lokasi dia tertabrak kereta.
New Jersey Transit menyatakan putriku bunuh diri.
Itu tak mungkin!
Mustahil.
Aku ingin tahu apa yang terjadi kepada putriku.
Ini kamar putriku.
Dia meninggalkannya dalam kondisi seperti ini.
Itu tulisannya, hati kecilnya, dan sebagainya.
Tidak ada lagi yang akan masuk ke sini.
Ini seperti makam.
Dia mencintai hidupnya dan semangat menjalaninya.
Itu putriku.
Aku bertemu dengan Stephen pada tahun 1989.
Saat itu, aku sudah punya anak, Jessica dan Krystal.
Aku akhirnya mengandung Tiffany dan melahirkannya pada tahun 1997.
Kami terkejut saat aku mengandung Tiffany.
Aku tak menyangka akan mengandung,
tetapi kali pertama kami memandangnya, itu amat membahagiakan.
Rasanya... Dia sangat cantik.
Tiff adalah gadis yang riang.
Dia menikmati hidupnya. Dia tak mencemaskan apa pun.
Tidak ada yang tak dia sukai.
Itu foto dia di pantai di Carolina Utara.
Ini Malam Tahun Baru.
Ini foto kelulusannya. Kau bisa lihat betapa bahagianya dia.
Kedua kakak Tiffany membuatkan ini untukku.
Sebagai memorial dari hidup Tiffany.
Berjalan di sini setiap hari membuatku merasa dekat.
Aku merasa dia bersamaku karena aku amat merindukannya.
12 JULI 2015 MAYS LANDING, NEW JERSEY
Saat itu hari Minggu.
Kami sedang menghadiri pesta kelulusan sepupu Tiffany.
Tiffany juga ikut.
Kami di sana selama beberapa jam
mengukus kerang dan bersenang-senang.
Tiff bersenang-senang.
Main voli, bersenang-senang. Menunggu kawan-kawannya datang.
Aku ingat Tiffany berlari pulang.
Kami masih di pesta, dan pada pukul 21.15,
aku ditelepon salah satu kawannya yang berkata,
"Aku hampir sampai. Bisakah kau datang ke sini?"
Aku berkata, "Tentu. Apa semua baik-baik saja?"
Jadi, aku memberi tahu suamiku, Stephen, aku harus pergi ke sana,
dan dia berkata, "Aku ikut."
Lalu kami menuju jalanan di antara dua rumah.
Kawan Tiffany keluar sambil berteriak
dan menuduh Tiffany menggunakan kartu kreditnya tanpa sepengetahuannya.
Tiffany menyangkalnya sampai kawannya pergi,
lalu dia memberitahuku dia memakainya.
Aku berkata, "Kenapa kau memakai kartu orang lain?
Kau seharusnya mengerti. Ibu tak membesarkanmu seperti itu.
Ibu harus memberi tahu ayahmu kau memakainya."
Aku masuk ke rumah,
memberi tahu Stephen, dan tidak lama, kami keluar, tetapi Tiffany menghilang.
PUKUL 21.15 TIFFANY MENINGGALKAN PESTA
PUKUL 21.28 TIFFANY MENGHILANG
Kami berkeliling mencarinya.
Aku bolak-balik berkali-kali.
Setidaknya ada 20 atau 30 mobil saat aku bolak-balik di jalan.
Mereka parkir di sisi jalan. Tidak ada yang melihat.
Aku tahu jika Tiffany berjalan, seseorang pasti melihatnya.
Aku sangat yakin. Tingginya 187 cm. Mustahil tak ada yang melihatnya.
Kami mondar-mandir di jalan,
mencari di belakang rumah dan sekitarnya.
Kami tahu dia takkan berjalan jauh
karena dia takut gelap.
22.07 - TELEPON AKU 22.12 - KABARI AKU KAU BAIK-BAIK SAJA...
22.18 - HUBUNGI AKU
22.19 - TIFFANY ANGKAT JILLS CEMAS
22.20 - KAU DI MANA?
Semua orang menelepon, mengirim pesan, mencoba mencari tahu dia di mana.
22.36 - TIFF ANGKAT AKU MENYAYANGIMU
22.38 - TIFF AKU MENYAYANGIMU MELEBIHI APA PUN TOLONG ANGKAT
Stephen menelepon, tetapi tak diangkat.
Tiff, kumohon, pulanglah.
Aku sangat menyayangimu. Kau sangat berarti bagiku.
Kumohon pulanglah.
Aku bolak-balik di sana.
Tiba-tiba, aku melihat ada sesuatu yang pipih di bawah.
Itu ponsel Tiff.
Ponselnya tergeletak sekitar 1,5-2 meter dari sisi jalan.
Di depan rumahku.
Dia takkan meninggalkan ponsel di sini.
Ponsel itu selalu ada di tangannya, setiap saat, setiap waktu.
Dia mandi membawa ponselnya.
Saat kami menemukan ponselnya, pikiranku mulai tak keruan.
Aku tahu ada yang tak beres.
Kami mencari, lalu Stephen ingat
soal kamera rusa di hutan.
12/07/2015 PUKUL 21.28 - KAMERA MOULTRIE
Tiff pergi pukul 21.28, menurut kamera rusaku.
Aku dan Dianne keluar pukul 21.29 bersama Tucker, anjing Tiffany.
Kami berjalan keluar, tetapi Tiffany menghilang.
Tiffany memakai kaos hitam,
celana jin pendek putih dan biru.
Dia memakai sepatu datar yang baru dia beli
dan menata rambutnya ke atas dengan gaya bob berantakan di atasnya
serta ikat kepala putihnya.
Dia berjalan seperti biasa, melewati jalur mobil.
Dan berdasarkan foto di kamera rusa,
satu-satunya yang bisa kupikirkan ialah seseorang memanggilnya.
Dan saat itu, dia menghilang.
Aku ditelepon, "Tiffany hilang. Bisa kau membantu mencarinya?"
Kujawab, "Tentu."
Kami pergi ke rumah ibuku karena mereka mengira dia ke sana.
Jaraknya cukup dekat. Kurang lebih 800 meter.
Dia tak di sana.
Kami mulai berkendara ke berbagai tempat.
Kami tak bisa menemukannya.
Firasatku mengatakan aku harus pergi ke Pomona.
Dan saat aku mengemudi di Pomona, melintasi rel kereta api...
REL KERETA API
...ada jalan di samping rel.
Jalan akses untuk transit.
Jalannya terang.
POLISI
Polisi Galloway di sana berkata ada yang tertabrak, mungkin wanita.
Tetapi Galloway Township tak turun tangan
karena ini terjadi di yurisdiksi New Jersey Transit.
Aku melihat polisi transit di sana.
Kami bicara.
Aku bertanya, "Hei, apa kau melihat gadis bongsor,
187 cm, sangat atletis?"
Dia menjawab, "Tidak, tetapi ada yang tertabrak kereta."
Saat itu, aku berharap itu bukan Tiffany.
Tetapi mereka cukup yakin itu dia.
Petugas transit bertanya, "Bisakah kau mengidentifikasinya?"
Kujawab, "Ya, bisa."
Untung aku yang turun ke sana
karena aku sangat yakin saudaraku takkan sanggup menghadapinya.
Yang kulihat malam itu, tak perlu ada yang melihatnya.
Itu salah satu hal paling mengerikan yang pernah kulihat.
Tertabrak kereta.
Jadi, aku turun dan melakukan identifikasi,
lalu mereka berkata, "Kita harus kembali ke rumah saudaramu
dan memberitahunya."
Saat itu pukul 02.30.
Aku ingat berjalan keluar rumah dan melihat menantuku berdiri di sana.
Dia berkata Paman Mickey meneleponnya, menyuruh kami tetap di sini.
Dan aku ingat menantuku sangat pucat.
Aku ingat kami menunggu,
lalu mobil polisi datang.
Saudaraku, Mickey, keluar dari mobil Polisi Transit,
lalu Dianne berteriak, "Apa yang terjadi?"
Aku memberi tahu saudaraku kejadiannya.
Tiffany tertabrak kereta.
Dia berkata, "Aku mau ke sana."
"Tidak, jangan. Kau tak perlu melihatnya," kataku.
Perasaan kami tak keruan.
Aku seperti kehilangan hidupku.
Ketika salah satu anakmu mati, kau kehilangan sebagian hidupmu.
Aku amat merindukannya.
Dia anakku.
Aku rindu segala hal tentangnya.
Kami berpelukan dan menangis. Itu sulit dipercaya.
Itu hal paling mengenaskan yang bisa kau bayangkan saat itu
bahwa hal seperti itu bisa terjadi.
Kami amat terkejut.
Sangat terkejut karena kupikir, "Tertabrak kereta?"
Itu tak masuk akal.
13 JULI 2015 KEESOKAN HARINYA
Mickey berkata Tiffany tertabrak kereta.
Kami tak tahu apa yang terjadi.
WANITA TERTABRAK KERETA
Lalu keesokan paginya,
berita Tiffany bunuh diri dimuat di koran.
TIDAK MENGHINDAR
Aku hancur.
Aku tak mengerti bagaimana mereka bisa memikirkan itu.
Putriku tak depresi. Dia tak bunuh diri.
Tiffy bahagia.
Dia berencana untuk kuliah.
Dia membuat rencana bersama kawan sekamarnya.
Dia berencana untuk bermain sofbol pada hari Rabu itu.
Dia berencana pergi ke Great Adventure keesokan paginya bersama kawan-kawan.
Pada malam aku bicara dengan Tiffany, tentu saja, di pesta,
dia tak menunjukkan tanda-tanda stres.
Dia punya baju sekolah. Dia sudah menyiapkan semuanya.
Tiffany siap melangkah ke tahap selanjutnya.
Mustahil dia bunuh diri.
KEPOLISIAN TRANSPORTASI NEW JERSEY KEMATIAN
New Jersey Transit menetapkan putriku berdiri di rel
dan bunuh diri kurang dari 24 jam sejak dia tertabrak.
DALAM USAHA BUNUH DIRI
Orang-orang yang mengenal Tiffany tak percaya.
MATI BUNUH DIRI.
Kami terus mencari tahu karena kami tahu putri kami tak melakukannya.
Namaku Paul D'Amato.
Aku sudah menjadi pengacara selama 46 tahun.
FIRMA HUKUM D'AMATO
No comments yet. Be the first to leave one.