Inside the World's Toughest Prisons

Inside the World's Toughest Prisons

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

Inside the Worlds Toughest Prisons S03 NF WEB x264-CRiMSON
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

web
x264
Published on: 2023-09-10
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL

Penjara La Reforma.

Rumah 3,000 kriminal

yang paling berbahaya di Kosta Rika.

Kondisinya sangat kumuh dan kapasitas berlebih,

dipenuhi narkoba...

Bisa dapat apa pun.

Sungguh.

...dan tindak kekerasan,

membuatnya jadi salah satu penjara keamanan maksimum angker di Amerika Latin.

Namaku Raphael Rowe.

Aku akan mendekam selama sepekan di dalam penjara Kosta Rika ini,

tapi ini bukan pengalaman pertamaku.

Aku dipenjara 13 tahun atas pembunuhan yang tak kulakukan.

Kini aku berkeliling dunia untuk melihat keadaan

di dalam beberapa penjara terkejam di dunia.

Kosta Rika. Salah satu tujuan wisata terpopuler di dunia.

Tapi ada sisi kelam di surga Amerika Tengah ini.

Dalam lima tahun terakhir, gelombang kekerasan

telah membuat penjara sangat penuh.

Sebelum aku dikurung di Lembaga Pemasyarakatan La Reforma,

aku ikut misi pencarian polisi di ibu kota, San José,

agar tahu apa pendorong pertumpahan darah ini.

Polisi sedang melakukan operasi yang cukup serius.

Kartel narkoba internasional

sedang menginvasi Kosta Rika, di daerah perbatasan kami.

Kehadiran mereka memicu kenaikan penggunaan narkoba,

dan kejahatan, di sini.

Kosta Rika jadi jalur penyelundupan kokaina yang penting,

yang mengarah utara menuju Amerika Serikat.

Keberadaan narkoba telah memicu pertikaian antargeng.

Tingkat pembunuhan di Kosta Rika telah melesat tak terkendali.

Peningkatan tingkat kejahatan di Kosta Rika berarti

penjara akan makin penuh.

Penjara saat ini sudah kepenuhan.

Katanya, kondisi penjaranya saja cukup buruk.

Kondisinya buruk dan lingkungannya cukup kasar.

Para kriminal paling berbahaya di Kosta Rika

ditahan di penjara keamanan maksimum terbesar di sini, La Reforma.

Aku akan menuju ke sana untuk ditahan selama sepekan

dan melihat sendiri seberapa parah kondisinya.

Lepas sepatu.

Langkah pertama menjadi narapidana adalah cek keamanan.

Balik badan. Buka mulutmu.

Kenakan kembali.

Pernah dapat sesuatu?

Ada orang yang membawa sesuatu saat akan masuk?

Benar, itu alasan kami memeriksa. Kami sering dapat benda-benda tajam,

pisau silet, dan benda-benda lain yang bisa melukaimu.

Itu jelas bukan penggeledahan yang sangat teliti,

jadi wajar banyak barang terlarang lolos masuk penjara.

Aku juga diperingatkan soal senjata rakitan para narapidana.

Geretan ditanam batang besi yang mencuat.

Coba kalian bayangkan.

Lalu ada benda ini yang bisa digenggam seseorang,

lembaran besi yang tajam.

Aku sudah melihat berbagai senjata rakitan yang dibuat oleh narapidana.

Aku pernah lihat pemakaiannya. Benda-benda ini bisa sangat mematikan.

Kau tak boleh sedetik pun lengah.

Baik itu tahanan, sipir, atau pengunjung,

karena kau tak tahu siapa yang membawa senjata.

Setelah foto dan pemindaian sidik jari, aku akan dibawa ke karantina,

tempat pengawas menilai tahanan

dan mengisolasi mereka dari pertikaian antargeng.

Aku tak menantikan ini karena tak tahu akan bertemu siapa.

Awal mula masuk sel pertamamu selalu terkesan cukup menegangkan.

Ini selnya?

Apa kabar? Namaku Raphael. Salam kenal.

Berapa lama kalian akan berada di sini?

Tergantung, jika pengurusnya belum menyiapkan sel untukmu,

kau bisa di sini 15 hingga 22 hari sampai dapat tempat sel.

Ini kali pertama aku masuk Penjara La Reforma Kosta Rika.

Masuk kemari lewat sana,

aku sudah merasa seperti burung yang terkurung.

Di sini bau. Tak ada listrik, kosong.

Di sini keadaan lebih sulit. Kau harus bisa bertahan hidup sendiri.

Kau harus bertahan,

tapi itu mustahil jika tak ada keluarga.

Aku akan bertanya. Kalian dipenjara karena apa?

Aku? Pembunuhan, perampokan, menjual narkoba.

Kalau aku karena pembunuhan dan penculikan. Dihukum penjara 21 tahun.

Kalau kau, Tuan Permen Loli?

Aku dipenjara 18 tahun karena pembunuhan.

Apa saranmu kepadaku?

Saran yang bisa kuberikan adalah berbaur dengan orang lain.

Jangan mencari masalah, perbanyak teman,

dan pahami hal-hal yang perlu diperhatikan atau diabaikan,

dan jangan sembarang sentuh.

Paham? Hormati para narapidana setara dan jangan merendahkan siapa pun.

Ini saranku agar kau bisa bertahan lebih lama.

Kalau tidak, kau akan dibunuh. Paham?

Coba lihat kondisi mereka.

Mereka dipenjara cukup lama tapi di sini tak ada listrik.

Dindingnya hangus. Semua sisi penjara ini ada bekas hangus,

mungkin mereka mencari cahaya.

Mereka memberiku peringatan.

Jangan asal lihat, asal bicara, dan asal curi dengar.

Jika mematuhi kode itu, kau akan aman.

Lapas yang luas ini memiliki unit berbeda

yang dihuni tahanan berisiko rendah, sedang, dan tinggi.

Setelah karantina, aku ditempatkan di sel keamanan sedang. blok-B.

Dalam perjalanan, aku merasakan betapa tidak stabilnya penjara ini.

Sipir pergi dan mereka membawa pentungan.

Mereka mau meredam sesuatu.

Itu pengingat bahwa ini tempat yang berbahaya

dan sesuatu bisa terjadi tiap saatnya.

Ada apa? Harus mengurus kejadian apa?

Ada perkelahian, tapi tak ada pemakaian senjata tajam.

Untukku?

Setelah diberi matras, aku mulai merasa gugup.

Jantungku berpacu kencang saat aku berjalan menuju sarang buaya.

Orang Amerika.

Orang Amerika.

Orang Amerika.

Lewat sini?

Barco!

Barco!

Barco!

Para napi teriak "barco" yang berarti "perahu",

istilah penjara untuk orang baru.

Aku berpikir jika masuk ke lingkungan seperti ini sendirian,

apa aku akan kuat?

Penyambutan ini dirancang untuk mengintimidasi napi baru.\

Barco! Barco!

Di balik pagar ini, nasibku berada di tangan bos penjara dari unit ini.

Penting bagiku untuk tak menunjukkan kelemahan, seperti merasa takut.

Dia pemimpin di sini.

Namaku Raphael.

Raphael? Senang bertemu denganmu. Kau dari mana?

Aku dari London.

Luis mengatur aku akan tidur di mana, di ranjang atau lantai.

Kami semua di sini berteman.

Kami berasal dari berbagai negara. Nikaragua...

Ada orang-orang dari Panama, Kolombia.

Mereka pembunuh, pemerkosa, ada semua di sini.

Pencuri, perampok, semuanya. Orang gila...

Kau penentu nasibmu. Jika kau dalam masalah...

Jika mencari masalah, kau akan menerimanya.

Itu peringatan agar aku tak melanggar wewenang Luis.

Menurut kabar, di luar penjara, dia ketua geng yang ditakuti.

Di penjara, dia jelas dihormati para narapidana berbahaya ini.

Dia menyuruh letnannya, Michael, untuk mengantarku.

Pertama, aku diberi ranjang yang harus kubayar.

- Ini tempat ranjangmu. - Baik.

Di sini.

Tadinya kau akan ditaruh di bawah sini.

Kurasa ini sebuah keistimewaan bahwa aku bisa di atas, bukan di bawah.

Berapa banyak penghuni asrama ini?

Di sini ada berapa orang?

Di sini ada 28 orang.

Ada 28 orang.

Baiklah.

Tanpa penyejuk udara?

Tak ada.

- Kipas angin? - Tak ada.

Kau harus kuat. Kami hidup di sini begitu.

Kami dari pemukiman kumuh. Kuat, berani, dan menderita.

Apa posisimu di sini?

Tampaknya semua orang memerhatikan bahwa aku sedang bicara denganmu.

Tugasku di sini adalah menjaga telepon.

Banyak orang antre untuk menelepon.

Aku bisa membayar untuk antre?

Itu syaratnya? Membayar agar bisa menelepon?

Benar, itu tanda keistimewaanmu.

Berikutnya, kamar mandi selnya.

Astaga.

Untuk mandi. Itu tempat mandinya.

Tuangkan air, mandi, lalu keringkan badan.

- Ini tempat buang air. - Baiklah.

Ini air untuk menyiramnya. Tak ada tangki siram.

Dengan sisa waktu satu jam sebelum penguncian pukul 17,00,

aku dan Michael pergi keluar sel.

Apa tugasku pada besok pagi?

Pertama, jika bawa uang, kau bisa membayar orang

untuk mengambil sarapan dan makan siang.

Tapi jika tak punya uang, kau harus bangun pukul 07,00

untuk antre demi kopi dan roti.

Di sini kau mengantre untuk segala macam.

Tampaknya banyak tahanan di sini tak punya banyak kegiatan.

Hanya berkeliaran menghabiskan waktu.

Sering terjadi perkelahian?

Bagi yang cari masalah.

Pemicunya bisa karena roti, putung rokok, kau tak meminjamkan pulpen,

bahkan tak memberi tahu waktu.

Itu mudah terjadi.

Itu membuat stres.

Dengan lebih dari 100 napi berbahaya

terkurung dalam teras kecil ini dan empat asrama,

pantas saja kehidupan di sini sering memicu keributan.

Michael sudah setahun menjalani hukuman 35 tahunnya atas dua pembunuhan.

Bagaimana kau bertahan di sini? Maksudku, tempat ini...

Tempat ini gila. Ada terlalu banyak napi di sini.

Di sini juga panas.

Kau akan mulai terbiasa.

Pikiranmu akan adaptasi.

Kalau tidak, kau jadi gila, lalu dikirim ke keamanan maksimum.

Ini akhir hari pertamaku di La Reforma.

Ini adalah salah satu penjara paling mengintimidasi yang kutahu.

Di sini sangat rentan terjadi kekerasan.

Jika mau melaluinya, otakku harus berpikir cerdas melalui ini.

Inside the World's Toughest Prisons subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Inside the World's Toughest Prisons

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left