The first 194 lines.
Ayahku baru saja menikahi kucing
Ayahku baru saja menikahi kucing Ya
Ini pendapatku soal itu
Sayang. Satu komentar.
Ayah menikahi manusia bukan kucing.
Ayah senang kau bisa terima perubahan ini.
Keluarga barumu pindah hari ini, ada anak kesulitan menerimanya.
Ayah benar. Aku hebat.
Ya
Semoga Sylvia bawa lampu.
Kau membuatku senang Karena kami akan pindah
Pindah dengan keluarga baru
Ya.
Jangan cemas. Ibu yakin Chuck punya lampu.
Tapi kita harus pindah sekarang. Petugas, pindahkan dia!
Tunggu. Mustahil ini aman.
Itulah caranya bepergian.
Ibu, pindahkan aku.
Natasha, Ibu tak akan...
Mustahil Ibu menolak wajah itu. Baiklah, Nak.
- Ada yang pesan keluarga baru? - Kami. Ayo masuk!
- Erin menulis lagu. - Aaron juga menulis lagu!
- Itu yang dia bilang. - Dia bilang "Erin." Ibu bilang "Aaron."
Benar, nama kita sama. Asyik!
Seru sekali!
Rumah ini mengagumkan.
Boleh aku melompat di kasur?
Itu bahaya, tapi aku mau kau suka aku, jadi, lompatlah!
Ya!
Aku akan menyusul! Aku mau bicara dengan saudara tiri baruku!
Goldilocks, seperti kataku di pernikahan, aku tak suka keluarga baru.
Aku pun pura-pura. Ibu tak pernah sebahagia ini.
- Ayahku juga. - Terserah...
Celana Pendek.
Aku tak pandai mencela. Aku bisa memuji keras. Baju bagus!
Kalian ikut?
Ya! Sudah pasti!
Kami amat senang! Aku suka kalungmu!
Kami tak akan berhenti
Aku lebih suka pop
Aku lebih suka rock
- Ayo mulai - Ayo jalan
Saat dunia ini memberi kita Sesuatu yang baru
Aku akan berdiri di sampingmu
Ini memberi dan menerima Dalam lagu yang kita nyanyikan ini
Sampai akhir.
Kita lebih dari keluarga, kini kita teman
Natasha, Ibu yakin poster Pixie Palace Pals ini milikmu.
Pixie Palace Pals Pergi ke Paris .
Kau sudah tonton?
Ayah dan aku suka lebih film seram.
Kini ada si kecil, kita harus kurangi film horor.
Apa? Itu ide yang bagus.
Ya!
Ini terjadi. Hari pindahan.
Kau siapa?
Hunter, tetangga sebelah dan pacar Erin.
Kau bukan pacarku.
Dia benar. Lebih mirip belahan jiwa.
Tidak akan.
Aku ingin menemuimu.
Selamat datang. Sudah dapat teman baru?
Belum. Aku baru pindah.
Tak perlu jauh-jauh. Aku teman yang sempurna.
Aku setia, tepat waktu, dan memakai kruk, jadi, tak bisa kabur.
Kau sebaiknya lari. Pergi!
Aku pergi. Sampai nanti, Kawan!
Baiklah. Ini saat yang tepat untuk menunjukkan kejutan kami.
Kejutan apa?
Kejutan ini!
Kami membuatkan ruang musik!
- Lihat peralatanku. - Lihat perlengkapanku.
Lihat panggung itu.
Punyaku!
Karena kalian bisa terima perubahan ini,
kalian pantas dapat kamar musik funky !
Kami tak mau menyebutnya itu.
Tapi ruangan ini hebat!
- Pelukan berkelompok! - Hore!
Erin, mau ikut?
Tidak.
Kami harap musik menyatukan kalian
agar kalian bisa jadi saudara terhebat dan punya rahasia...
Cukup, Sylvia.
Keluarga baru ini seru!
Jadi, untuk hadiah pindahan, mereka dapat ruang musik?
Aku tak sabar lihat yang kudapat. Apakah kuda mini?
Itu rahasia.
Aku dapat kuda mini!
- Itu buruk. - Sangat buruk. Natasha!
Ruangan ini keren. Di Pennsylvania, pianoku ada di garasi.
Kumainkan tiap hari sepulang sekolah. Sampai ada laba-laba.
Aku juga tak punya ruang musik. Dulu ini bengkel Ayah.
- Di mana kau latihan? - Di belakang.
Ibuku berikan gitarnya. Aku main amat keras, dua tetangga pindah.
- Aku tak yakin itu membanggakan. - Kita berbeda, Kawan.
Akhirnya aku punya ruang musik sendiri.
Kita punya ruang musik sendiri.
Aku selalu jadi anak tunggal. Aku tak terbiasa berbagi.
- Terutama denganmu dan Hunter. - Hunter?
Dia di lemari.
Apa kabar, Belahan Jiwa?
SMA FAR SIDE
AUDISI AJANG BAKAT KAMIS INI DI AUDITORIUM
- Erin. - Vivian? Sedang apa di sini?
Mendukung sahabatku di hari uji cobanya yang penting. Ayo, Tim!
Hei, Erin, lihat aksinya! Dia akan tampil di ajang bakat!
- Bagaimana caramu? - Kukerjakan PR mereka.
- PR-nya banyak. - Ya.
Aku tak sabar!
Aku tak sabar mainkan lagu baruku.
Pasti akan ada keluhan suara!
Aku punya hati yang meledak-ledak
Kau menyulut sumbunya Kini aku hancur berantakan
Berjalan di ruangan Hatiku meledak, bum, bum
Ada detak bom waktu
Ada detak bom waktu
Ada detak jantung bom waktu
Berhenti.
Jari kakiku hampir mulai ikut irama.
Erin Park, kau penampilan musikku.
Ya!
Baik, cukup! Turun dari panggungku!
Ya, Ratuku!
Bagaimana perasaanmu?
Hebat. Lagu itu kukerjakan berbulan-bulan.
Mustahil momennya rusak.
Hei, Erin.
Kecuali itu.
Audisi tadi keren. Menginspirasiku. Kutulis bait kedua untukmu.
Terima kasih.
Hai, aku Vivian.
Kependekan Vivianté. Kepanjangan dari Viv.
Jangan menaksir saudara tiriku.
Baik, tidak akan.
Itu pasti.
- Selanjutnya, Aaron Williams. - Kau mencoba?
Aku baru. Harus membuat kesan yang baik.
Kau sudah punya kesan baik. Sudah.
Dengarlah, Gadis, ini dia Hit terbaru dan terhebatku
Dengarlah, Gadis, Ini sebabnya aku tahu aku bisa sukses
Ini akan menjadi alasannya
Aku akan menjadi binar di matamu
Aku akan jadi bintang berikutnya Di langit...
Berhenti!
Kau amat berbakat sampai aku pusing.
Erin, kita berdua masuk!
Berdua? Tidak. Cuma bisa ada satu penampilan musik.
Apa?
Aku terlambat Zumba, kupilih acak saja.
Aaron menang.
Hore, Erin! Kau berhasil masuk!
Bukan. Yang satunya.
Hore, Aaron! Kau berhasil masuk!
Hei, Sayang.
Apa yang kau gambar?
Ini ekspresiku saat mendapatkan kuda miniku.
Ini ekspresiku jika tak dapat.
Kau beruntung, karena kuda minimu sudah tiba.
Dia marah. Lari.
Kenapa di sini amat berantakan?
Berantakan? Aku baru bersihkan.
Aku sedang mengerjakan lagu.
Apa yang berima dengan "Aaron curi posisiku di ajang bakat"?
"Aku mau memukulnya dengan palu, hei"?
- Kau tak tanya sungguhan. - Tidak.
Apa pun itu, aku tak mencuri tempatmu.
Bu Bradley putuskan secara gegabah karena telat Zumba. Bisa dipahami.
Bisa bantu aku?
Pergi.
Tidak, kau saja.
Maaf, aku tak dengar.
Mungkin bisa dengar sekarang.
Masih tak bisa mendengarmu.
Sepertinya mereka sedang asyik di ruang musik.
Tempat itu akan membuat mereka akrab.
- Kita amat pintar. - Terpintar.
Cukup.
Aku akan main drum.
Macam kau bisa main drum.
Kau bisa main drum?
Rasakan itu! Drum selalu menang!
Benarkah?
Lepaskan gitarku, atau kumainkan pianomu.
Macam kau bisa main piano.
Kau bisa main piano?
- Bersihkan tanganmu dulu. - Tentu.
Kau keterlaluan! Andai aku tak pernah pindah ke rumah ini.
Biar kubantu kau pindah!
Rodanya dikunci.
Terima kasih.
Sial!
Menyingkirlah!
Aku serius!
No comments yet. Be the first to leave one.