The first 200 lines.
LOVE NEXT DOOR
Cuacanya indah sekali!
Ya, ini hari yang baik untuk mendaki.
Lepas kacamatamu sebelum kau terjatuh.
Baiklah.
- Hei, In-suk. - Ya?
Hari ini kulitmu luar biasa, tak ada kerutan juga.
- Benarkah? - Ya.
Kurasa suntikan botoksku berhasil.
Kau suntik botoks? Di mana?
- Di garis kerutan dahi, garis senyum... - Lalu?
dan di banyak bagian lain.
- Aku tak yakin. - Kenapa?
Bagiku itu terlihat tidak alami.
Yang paling indah adalah menua secara alami.
Kau sendiri memakai kosmetik termahal.
Aku hanya menghargai kulitku.
Masyarakat kita memang suka menghargai.
- Hei, Jae-suk. - Ya?
Kau melakukan perawatan wajah juga? Wajahmu cerah.
Kemarin aku melakukan detoks dengan jus plum.
Sepertinya itu efektif.
- Ya. - Astaga.
Aku tak bisa kendalikan sfingterku.
Kau makan apa kemarin?
- Jus plum. - Jus plum!
Aku juga.
Aku melihat diriku di cermin
dan bokongku tampak bagai tahu yang diremas.
Padahal dahulu seperti buah persik.
- Benar. - Aku sangat kesal.
Itu sebabnya kita harus berolahraga.
Itu sebabnya kita pergi mendaki, 'kan?
Bukan itu maksudku.
- Lalu apa? - Remas dan kendurkan.
- Aku tak bisa. - Apa yang kau lakukan?
Senam kegel.
- Aku pamit. - Senam kegel.
- Remas dan kendurkan. - Udaranya segar.
Astaga!
Hei!
Baunya!
Hei, tunggu aku!
Tunggu!
Hei!
Jangan mendekat!
Astaga. Sulit dipercaya.
Astaga, Mi-suk. Kau beli baju mendaki baru?
- Luar biasa. - Warnanya cantik sekali!
Ya, kurasa seleraku berubah seiring usia bertambah.
Kini aku suka baju merah.
Itu bukan masalah selera, tapi karena sains.
Seiring bertambahnya usia, mikrovaskular retina berubah
sehingga kita lebih sulit melihat warna gelombang pendek seperti biru,
tapi lebih mudah melihat warna gelombang panjang seperti merah.
Berwawasan luas pasti menyenangkan.
Ini terbuat dari kain fungsional. Tahu "Core-Tex"?
Yang benar itu "Gore-Tex", bukan "Core-Tex".
Benar. Aku hanya salah bicara.
Putriku mengirimnya dari Amerika. Ini sangat mahal.
- Memang tampak mahal. - Benar.
Seok-ryu memang putri yang hebat.
Benar.
Aku tidak nyaman menerima hadiah
hasil kerja keras putraku.
Memang dia pernah memberimu hadiah?
Aku tak terlalu menghargai hal-hal yang bersifat material.
Kehadiran Seung-hyo saja sudah menjadi hadiah bagiku.
Maksudmu, putriku tidak begitu?
Aku tak mau bilang karena takut dianggap pamer,
tapi baru-baru ini, Seung-hyo bertemu Presiden.
Seung-hyo mendesain perpustakaan peraih penghargaan arsitektur,
jadi, Presiden mengunjunginya
dan memuji itu sebagai fasilitas publik yang luar biasa.
Seung-hyo hebat sekali.
Tentu saja.
Dengar, Semuanya.
Tahu siapa orang terkaya kedua di seluruh dunia?
- Tentu tahu. Jaden Becker. - Benar.
CEO Greip?
Tidak semua orang tahu siapa Presiden Korea Selatan,
tapi semua kenal Jaden Becker.
Tiap Jumat malam,
Seok-ryu minum bir dan mengobrol bersamanya.
Itu karena dia bekerja di perusahaan paling bergengsi di dunia
setelah lulus dari universitas ternama Amerika.
Seperti kalian tahu, Seung-hyo lulusan terbaik di Universitas Hankuk.
Seok-ryu bukan hanya lulus lebih awal,
tapi juga mendapat tawaran dari semua perusahaan ternama.
Bukan Greip yang memilih Seok-ryu,
tapi dia yang memilihnya.
Seung-hyo membantu mendesain Pusat Seni New York
dan memenangkan penghargaan arsitektur internasional.
Dia orang Korea pertama yang meraihnya!
Seok-ryu pegawai terbaik di perusahaan global
yang dipenuhi orang-orang genius!
Kalian tidak akan percaya berapa insentif yang dia dapatkan!
Kalian harus ingat bahwa Seung-hyo juga anggota tim renang nasional.
Tidak mudah unggul dalam banyak bidang,
tapi putraku bisa melakukannya.
Hei, Seok-ryu adalah hadiah dari surga.
Kau tahu apa mimpiku saat mengandung dia?
- Aku... - Kau berada di surga pelangi
- dan menemukan pohon besar. - Ya.
Kau terpesona dan melihat buah delima segar.
Jadi, kau mengambilnya, lalu mengandung Seok-ryu.
- Aku sampai hafal. - Terima kasih.
Itu terdengar seperti dongeng. Kalau Seung-hyo...
Kalau Seung-hyo, kau ditugaskan bekerja di Prancis
tanpa tahu bahwa kau hamil.
Lalu, kau memimpikan naga biru yang muncul di Sungai Seine.
Kau pandai sekali mengingat.
Banyak sekali mitos dalam mimpimu.
- Biar kuberi tahu... - Yang benar saja.
Mereka terus mengulanginya. Ini membuatku gila.
Telingaku bisa berdarah mendengarnya.
Mereka hanya ingin memamerkan anak-anaknya yang sukses.
Menurutmu, siapa pemenang hari ini?
- Hye-suk. - Kenapa dia?
Karena dia seorang diplomat dan pandai membujuk?
Bukan, karena hari ini Seung-hyo dapat penghargaan lagi.
PENGHARGAAN MAJALAH 2024
PENGHARGAAN DESAIN MAJALAH
CHOI SEUNG-HYO
Seung-hyo!
Halo, Pak.
Kau datang.
Kukira hanya selebritas terkenal yang bisa datang ke pesta ini.
Seung-hyo sudah menjadi bintang!
Di mana dia?
Seung-hyo? Entahlah.
Apa?
CHOI SEUNG-HYO CEO, ARSITEK TERDAFTAR
Kau ingin mendesain rumah duka?
Ya.
Namun, kenapa kau ingin menemuiku?
Aku sudah mengunjungi banyak rumah duka untuk penelitian,
tapi kurasa belum pernah mewawancarai pegawainya.
Kudengar kau sudah menjadi direktur rumah duka selama 20 tahun.
Sudah selama itu?
Sepanjang karierku,
belum pernah ada yang mewawancaraiku.
Benarkah?
Aku ingin bekerja dengan baik.
Seperti seharusnya
dan dengan tulus.
Entah apa aku bisa membantumu.
Katakan saja bagaimana perasaanmu
selama bekerja di sini.
Sejujurnya, belum lama ini ibuku meninggal.
Aku turut berduka cita.
Semua orang harus melaluinya cepat atau lambat.
Namun, aku merasa lebih tenang
karena bisa mengantarnya dengan kedua tanganku sendiri.
Aku yakin ibumu senang
karena putrinya bisa ikut mengantarkan.
Kau benar.
Itu sebabnya
aku ingin orang-orang berkunjung dengan perasaan senang juga.
Rumah duka tidak selalu harus menjadi suram dan sedih.
Mereka yang ada di sini pernah hidup.
Mereka adalah teman dan keluarga tercinta.
Bagaimana jika kita membangun Zona Kenangan di lobi?
Seperti perpustakaan kecil atau kafe.
Kita isi dengan hal-hal yang dahulu disukai para mendiang,
seperti buku dan musik.
Jadi, pengunjung tempat ini bisa bernostalgia.
Tentu mereka akan sedih,
tapi aku ingin air mata mereka diiringi senyum hangat.
Aku menyukainya.
Bagaimana kau bisa memikirkan itu?
Maaf.
Aku harus menjawab ini.
Halo.
Aku sedang sibuk, Myeong-u.
Kau di mana? Acaranya segera dimulai!
Aku segera ke sana.
Melalui desain yang selaras dengan lingkungan...
Sebentar lagi giliran Seung-hyo.
Apa dia akan datang tepat waktu?
Apa yang kau lakukan?
Aku Wakil CEO Firma Arsitektur Atelier In,
jadi, harus mewakili dia.
Selanjutnya, kami akan mengumumkan pemenang Penghargaan Kreatif.
Astaga.
Penghargaan Kreatif untuk Penghargaan Majalah 2024
- jatuh kepada... - Tidak.
arsitek dan Wakil CEO dari firma arsitektur, Atelier In,
Choi Seung-hyo.
- Aku akan kembali. - Tunggu.
- Apa? - Apa?
- Hei, Myeong-u. - Seung-hyo!
- Aku tidak terlambat, 'kan? - Ya.
Lihat siapa yang datang.
Sang bintang tiba tepat waktu.
Dengan wajahnya itu, dia harus menjadi seorang bintang.
PENGHARGAAN DESAIN MAJALAH PENGHARGAAN KREATIF
Mari kita dengarkan pidato penerimaan Pak Choi Seung-hyo.
Terima kasih.
Padahal aku sudah menyuruh dia menyiapkan pidato.
No comments yet. Be the first to leave one.