The first 200 lines.
"Semua karakter, lokasi, organisasi, peristiwa"
"Dan latar belakang dalam drama ini hanyalah fiksi"
Sampai jumpa. - Apa?
Terima kasih sudah mengantarku.
Ya.
Aku harus pergi.
Hati-hati di jalan.
Aku harus pergi, bukan?
Ya.
Baiklah.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Tidur yang nyenyak. - Sampai jumpa.
Hei. - Apa?
Apa?
Kamu sungguh akan pergi?
Tidak.
Lepaskan celanamu.
Sekarang? Di sini?
Kamu menginginkan hubungan yang dalam dan serius.
Kalau begitu, kamu harus masuk lebih dalam.
Sebaiknya kamu bersiap.
Aku ingin dikejutkan.
Hai.
Dia begitu bersemangat.
Aku menyukainya.
Lakukanlah.
Kamu tidak masuk? - Apa?
Ya. Aku harus masuk.
Sampai jumpa.
Apa?
Woo Jin. Apa yang terjadi?
Apa yang kamu lakukan?
Kenapa kamu melakukan ini? Woo Jin.
Pakaian dalammu hampir robek. - Apa?
Kapan itu dimulai?
Baru saja. Baru saja dimulai.
Aku tidak akan membuka pintunya kecuali kamu jujur kepadaku.
Itu membesar di bioskop
saat kita pertama berpegangan tangan.
Apa tetap seperti itu sepanjang waktu atau membesar lagi?
Itu menyusut lalu membesar lagi
saat kita berpegangan tangan di jalanan.
Haruskah kubuka pintunya?
Ada... Ada yang datang.
Apa? - Kurir.
Ada kurir. - Kurir?
Sapa kurir itu. - Tolong buka pintunya.
Mereka akan menyelidiki lebih lanjut.
Berita selanjutnya.
"Tujuh tahun kemudian"
Harga rumah di Korea telah meroket,
sehingga pada akhirnya akan turun secara perlahan.
Laporan IMF ini tampaknya
tidak berlaku mengingat harga rumah
dan apartemen menurun masing-masing 14 persen
dan 17 persen.
Rakyat pada umumnya...
Harganya meroket saat kita membelinya,
jadi, kenapa sekarang anjlok?
Suku bunganya...
Harganya akan naik kembali.
"Suku bunga standar dalam rentang lima persen"
Orang-orang mengkhawatirkan perekonomian...
Pilih satu saja.
Kenapa suku bunganya naik?
Bagaimana bisa bunganya meningkat 500 dolar?
Aku juga tidak percaya.
"Tiga Gelas Kopi Sehari"
Kamu minum kopi lagi.
Kenapa kamu selalu minum kopi padahal sulit tidur?
Aku takut tertidur saat mengemudi.
Kita punya kopi di rumah.
Minumlah sebelum kamu pergi, ya?
Baiklah.
Kita harus saling membantu pada saat seperti ini.
Aku tidak suka selalu makan kimchi tumis dan nasi.
Aku mengerti.
Sudah selesai.
Berikan kepadaku.
Terima kasih.
Rumahku membuatku pusing.
Aku membayar 1.000 dolar per bulan dengan bunga.
Tapi aku hampir tidak bisa membayarnya
dengan pekerjaanku saat ini.
Aku tidak bertanggung jawab atas pandemi ini.
Aku hanya bekerja keras...
Astaga.
Ganti salurannya. Aku bisa sakit perut.
Baiklah. - Aku sangat frustrasi.
Tidak ada solusi untuk ini.
Menangislah!
Aku akan mandi sekarang.
Jangan pakai terlalu banyak air.
Baiklah.
"ESom, Ahn Jae Hong"
"Episode Satu, Hanya Dua Cinta Yang Diperbolehkan"
Semoga berhasil. - Semoga berhasil.
"Kosong"
Aku bisa menciumnya.
Halo, Bu. Kamu sudah memesan tempat?
Belum.
Bolehkah aku tidak menyewa kamar selama beberapa jam?
Selama beberapa jam?
Maaf, tapi hotel kami tidak menyediakan layanan seperti itu.
Astaga. Peraturan hotel ini ketat sekali.
Benar, bukan?
Kalau begitu, bisakah kami memesan kamar untuk malam ini?
Tunggu sebentar, Bu. Biar kuperiksa.
Tolong pergilah. Enyahlah.
"Tolong pergilah. Enyahlah"
Ada satu kamar dua ranjang tersisa. Kamu mau memesannya?
Berapa harganya?
Harga kamarnya 180 dolar.
Astaga, itu gila. Bagaimana jika kubayar tunai?
Itu harga tetap untuk pembayaran tunai, kartu kredit,
dan pemesanan daring.
Itu hanya untuk semalam itu gila. Astaga.
Motel hanya menagih 50 dolar per malam.
Kalau begitu, bercinta saja di sana.
Tidak ada kamar?
Tidak, bukan begitu.
Kami hanya mengobrol.
Bisa tunggu di sana sebentar? Aku hampir selesai.
Ayo pergi saja.
Sudah hampir waktunya
semua orang bangun di rumah duka.
Astaga. Benar.
Ayo minum sekali lagi.
Mengerti? - Baiklah.
Bisa berikan kepadaku seharga 150 dolar jika kubayar tunai?
Maaf, Bu. Harganya 180 dolar.
Astaga, kamu kaku sekali. Astaga.
Bisakah kamu membantuku?
Tidak mudah membuatnya datang ke sini.
Maaf, Bu.
Kalau begitu, bisa pinjamkan aku 30 dolar?
Aku akan membayarmu dengan uang tunai saat keluar.
Bisakah kamu melakukan itu?
Kalau begitu, beri aku 30 dolar saat kamu keluar.
Aku akan menyerah saja. Sial.
Kamu akan berumur panjang, melihat betapa gigihnya kamu.
Terima kasih.
Kamu memberiku 150 dolar.
Tolong isi ini.
Hei.
Ini kuncimu. Lift ada di sebelah kananmu.
Merepotkan sekali. Aku muak dengan orang seperti dia.
"Choi Jin Seok, kasar secara verbal, berkunjung tiga kali"
Park Se Ri. Pendaki yang berselingkuh.
Itu dia.
"Meminjam uang"
Astaga, aku ingin makanan manis.
"Seoul"
Seocho-dong. Taksi! - Di sini!
Taksi! - Taksi!
Hei! - Taksi!
Di sini! - Di sini!
Di sini! - Kenapa kamu pergi begitu saja?
"Kosong"
"Sudah dipesan"
"Kedai Hill"
"Pagi hari"
"Kosong"
Halo. - Hei.
Aku sedang istirahat.
Bisakah kamu membantuku? kamu akan menyelamatkan hidupku.
Apa? - Aku bisa merasakannya.
Aku akan sukses besar hari ini.
Kamu mau ke mana?
Kangwon Land. - Kangwon Land?
Sabuk-ri, Sabuk-eup, Jeongseon-gun, Provinsi Gangwon.
Provinsi Gangwon?
Aku tidak bisa ke sana sekarang. - Tunggu.
Satu, dua, tiga, empat, lima.
Itu 400 dolar tunai. Ayo.
Itu 400 dolar? - Ya. 400 dolar.
Empat ratus.
Empat ratus? Kurasa aku tidak bisa mengantarmu ke sana.
Aku harus kembali ke Seoul.
Bagaimana kalau 500 dolar? - Itu 500 dolar?
Lima ratus. - Lima ratus.
Ayo.
Baiklah.
Terima kasih.
Sudah kuduga. Pantas saja aku merasa beruntung hari ini.
Astaga.
Jeongseon cukup jauh.
Aku akan mulai mengemudi sekarang. - Baiklah.
Hei, Pak Park.
Ya. Jadi, semua orang datang bekerja?
Astaga. Semua orang bekerja dengan rajin, bukan?
Kamu tahu?
Kebetulan saja,
aku juga punya chip.
Aku akan mengisinya lagi. Jadi, tolong jaga tempatku.
Baiklah.
Tidak.
Hei, kamu tidak tahu apakah aku akan kalah
atau menang.
No comments yet. Be the first to leave one.