Season 1

Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—”๐—•๐—ฆ๐—ข๐—Ÿ๐—จ๐—ง๐—˜ ๐—ฉ๐—”๐—Ÿ๐—จ๐—˜ ๐—ข๐—™ ๐—ฅ๐—ข๐— ๐—”๐—ก๐—–๐—˜ ๐—ฆ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐—˜๐Ÿญ๐Ÿฏ ๐—ฃ๐—ฉ-๐—”๐— ๐—ญ๐—ก ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐Ÿ‘๐ŸŽ:๐Ÿ’๐Ÿ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ท๐‘น๐‘ฐ๐‘ด๐‘ฌ ๐‘ฝ๐‘ฐ๐‘ซ๐‘ฌ๐‘ถ || *๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’•๐’ ๐˜Š๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜บ ๐˜• (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’‹๐’†๐’Ž๐’‚๐’‰) || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
official_release
amazon_prime_video_synced
Published on: 2026-05-23
Downloads: 13
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

PAKAI LOGIKA DAN PAHAMI SENDIRI

Pak Ga! Tunggu sebentar.

Pak! Ada yang mau kubilang!

Tunggu sebentar. Tunggu.

Sebentar.

Tunggu sebentar.

Ada apa?

Akuโ€ฆ

Akuโ€ฆ

Aku kewalahan mengikuti ekskul matematika.

Apa?

Begini,

akuโ€ฆ

Aku terus tak mengerjakan PR

dan aku merasa menghambat anak-anak lain.

Itu mengganjal di hatiku.

Aku merasa sangat bersalah, Pak.

Jadi, kau tak berniat menambah pengetahuan?

Bagaimana dengan janjimu sepuluh tahun lalu?

Berarti kau cuma membual.

Apa?

Ya, kau.

Eui-ju.

Aku apa?

Padahal, saya sangat yakin kau bakal mahir matematika.

Maksud Bapak

aku pernah janji kepada Bapak?

Janji apa?

Lupakan saja.

Apa?

Pak Ga, tunggu.

EPISODE 13

Aku pernah berjanji apa?

Pak Ga!

Kau sudah merapikan kelas?

Benar juga.

Sampai jumpa.

Janji?

Aku tak bisa melakukannya.

Aku tak bisa.

Tulis saja surat untuknya.

Surat?

Ya. Kau, 'kan, penulis.

Ungkapkan lewat kata-kata.

Ungkapkan?

DULU KITA BERTEMAN, EPISODE 9

Aku sudah sampai.

Kenapa aku baru kepikiran sekarang?

Aku cuma perlu mengungkapkan perasaanku lewat karyaku.

Makanlah. Aku tahu kau lapar.

Terima kasih.

Kau sungguh memilihku

atau cuma ingin menghindari Tae-ha?

- Memang ada bedanya? - Jelas sangat beda!

Aku tak mau jadi pelarianmu.

Rasanya sulit memikirkan Tae-ha.

Lebih mudah saat aku bersamamu.

Lebih mudah?

Kau anggap aku begitu.

Itu cukup menyakitkan.

Maaf aku sangat egois.

Tak apa, aku sendiri pun egois.

Jika aku menemanimu saat kau bimbang,

kau mungkin akan memilihku.

SAAT ITU, YOON MEMUTUSKAN UNTUK MENGUNGKAPKAN PERASAANNYA

Si-on, aku menyukaimu.

SI-ON, AKU MENYUKAIMU

Sejujurnya,

aku sudah lama menyukaimu.

Sejak SMA.

Jika aku tak bilang hari ini,

aku akan menyesalinya seumur hidupku.

Kenapa kau tak paham perasaanku?

Apa perlu kujabarkan?

Tak bisakah kau pakai logika dan pahami sendiri?

Aku menyukaimu.

Setiap kali kau menatapku,

rasanya jantungku mau meledak.

Saat kau lewat saja,

jantungku langsung berdebar.

Sekarang pun begitu.

Bahkan saat kau usil dan jahat padaku.

Saat kau mempermalukanku karena bodoh matematika.

Aku tak pernah membencimu.

Aku menyukaimu. Paham?

Aku sangat menyukaimu, Si-on!

Aku menyukaimu.

Jadi,

kau tak menulis surat?

Yahโ€ฆ

Lain kali saja kutulis.

Ya ampun. Lain kali kapan?

Meski aku menyatakan perasaanku,

apa semua akan berubah?

Katakanlah aku nekat menyatakan perasaanku padanya.

Terus apa? Toh, dia takkan membalas perasaanku.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Selamat pagi.

Ajak dia mengobrol.

Ayo.

Pak Ga.

Anuโ€ฆ

Aku mengunggah episode baru kemarin.

Bapak sudah lihat?

Bagaimana menurut Bapak?

Aneh sekali Yoon berubah drastis.

Kenapa dia bilang begitu? Tak diduga.

Ada apa?

Kenapa? Apa katanya?

Bukan apa-apa.

Ayo.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Kalian membawa tugas kalian?

- Ya. - Ya.

Kumpulkan. Jangan kerjakan di kelas.

Oper ke depan.

- Baik. - Baik.

- Tunggu. - Sebentar.

Ada yang belum?

Aku, Pak.

Berdiri, Eui-ju.

Kenapa belum?

Aku lupa, Pak.

Lupa?

Prioritasmu sudah berubah?

Bukankah prioritas utamamu adalah belajar dan mengerjakan PR?

Benar tidak?

Kau akan terus begini?

Tidak, Pak.

Kerjakan tugas awal ditambah beberapa soal lanjutan besok.

Baik, Pak.

Duduklah.

Buka halaman 99.

Apa kau melakukan kesalahan?

Kenapa dia kejam sekali padamu?

Entahlah.

Aku apes.

Kok, dia tegang sekali?

APA KAU BISA MENYEMBUNYIKANNYA?

Kuis dadakan matematika kita.

Pak Ga bilang tak ada nilai setengah.

Dia tak punya belas kasihan.

Dia seperti AI.

Dia cuma ikuti aturan, 'kan?

Itu mungkin lebih adil.

Apa maksudmu?

Memang kenapa kalau dia tampan?

Benar sekali.

Itu yang lebih menyebalkan.

Wajahnya memang bak pangeran tampan,

tapi sifatnya jelek.

Gambaran indahnya langsung rusak.

Sifatnya tak sejelek itu, kok.

Dia cuma agak ketus.

Kau kenapa, sih, hari ini?

Dulu kau selalu menjelekkan dia.

Kenapa sekarang kau membelanya?

Aku? Kapan aku membelanya?

Jangan-jangan,

kau menaksir dia, ya?

Hei.

Jangan sembarangan bicara.

Eui-ju tidak gila.

Benar juga.

Aku berlebihan.

Kau kelewatan.

Maaf. Aku yang salah.

Ayo. Dah, Eui-ju.

Dasar bodoh.

Konon, cinta dan batuk itu tak bisa disembunyikan.

Aku ketahuan, ya? Apa mereka engah?

Aku harus berhati-hati.

Sekolah di novel web itu

persis sekolah kita, ya.

- Masa? - Tokohnya seperti para guru kita.

Tae-ha si pemain hoki es itu Pak Jung, siswa kaya yang balik itu Pak Noh.

Hei, lihat ini.

"Dia selalu pakai kardigan krem dan arloji kulit cokelat tua."

Itu Pak Yoon.

Kau benar. Aku melihatnya tadi.

Dia memakai kardigan itu lagi.

Aku benar, bukan?

Yang satunya sudah pasti Pak Ga.

Tempo hari di kelas,

kelingkingnya selalu ditekuk saat merapikan kacamata.

- Masa? - Lima kali dari lima.

Seperti Si-on.

Aku menjodohkan Si-on dengan Yoon.

Aku mendukung Tae-ha dan Yoon.

DULU KITA BERTEMAN

Ju Si-on?

- Kang Tae-ha? - Lihat.

Choi Yoon?

โ€ฆDAN MEMUTAR ARLOJI UNTUK MELIHAT WAKTU

"Si-on berkata,

-'Saat sebuah bintang lahirโ€ฆ'" -Saat sebuah bintang lahir,

awan debu yang menyelimutinya amat pekat

sampai tak terlihat apa pun di depan.

Makanya orang berkataโ€ฆ

"Makanya orang berkata bintang-bintang lahir dari kekacauan."

Absolute Value of Romance subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Absolute Value of Romance

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left