The first 200 lines.
Inilah kisah yang terjadi
saat para murid kelas enam
melawan guru mereka yang mirip iblis.
Kazumi! Bangun!
Aku sudah bangun, Bu!
Sekarang kau sudah kelas enam! Bersikaplah lebih dewasa!
Apa maksud Ibu? Aku akan masuk SMP!
Kazumi!
Ini hari pertamamu sekolah! Kau tidak boleh terlambat!
Yang benar saja.
APRIL
Ibu melihat buku catatanku?
Apa? Ibu tidak tahu.
Sudah ibu bilang, rapikan barang- barangmu sebelum tidur.
Sekarang kau sudah kelas enam! Bersikaplah lebih dewasa!
Kau tidak bisa masuk sekolah swasta dengan nilai seperti tahun lalu.
Aku tidak keberatan dengan sekolah negeri.
Tahun ini tantangan besar.
Aku tahu belajar itu penting,
tapi ini tahun terakhirku di SD.
Aku ingin punya banyak teman dan membuat kenangan indah.
- Mimpi apa kau? - Selamat pagi.
Kalian sedang apa?
Yuyu! Bantu kami mencarinya!
Kami tidak bisa menemukan buku catatan Kazumi.
Maksudnya buku catatan ini?
Memalukan sekali! Ternyata ada di sana.
Terima kasih!
Cepat makan, kalian berdua.
Kazumi, kau ada kelas baru saat kelas enam.
Siapa gurumu?
Entahlah. Aku akan tahu hari ini.
Ibu dengar ada guru baru.
Ibu sudah dengar dari ibunya Erika. Dia guru wanita veteran.
Dia cuti beberapa tahun, tapi dia sangat terampil.
Benar.
Ini dia.
"Maya Akutsu"?
Semua muridnya mendapat nilai yang lebih tinggi.
Banyak dari mereka lulus ujian masuk sekolah swasta.
Semoga dia gurumu, Kazumi.
Ya.
Kazumi, jika dia wali kelasmu,
tahun ini akan seperti neraka.
Apa? Kenapa?
Salah satu teman sekelasku di SMP ada di kelasnya.
Dia bilang, kelas Maya Akutsu
dipenuhi hal-hal yang sulit dipercaya dan menakutkan.
- Hal mengerikan apa? - Mau tahu?
Lupakan saja. Jika kuberi tahu, kau akan mengompol.
Beri tahu aku.
Sedang apa kalian?
Kalian akan terlambat jika tidak bergegas.
- Selamat pagi! - Selamat pagi.
- Kau bangun pagi hari ini. - Ini hari pertama sekolah.
Ayah ingin bertemu kalian berdua.
Selamat pagi. Mau kopi?
Haruskah kau bertanya? Aku minum kopi setiap hari.
Kapan kau pulang hari ini? Larut malam lagi?
Entahlah.
Yang lebih penting, sudah kubilang, bangunkan aku lebih pagi.
Aku ingin sarapan dengan anak-anakku.
Aku sudah membangunkanmu, tapi kau berteriak minta dibiarkan tidur.
Koran?
Tak ada di sana?
Kau harus lebih sering bersih-bersih.
Nanti saja. Aku sibuk sekarang.
Kau harus melakukannya setiap hari.
Jangan hanya mengeluh sepanjang pagi.
Jangan membuatku mengeluh sepanjang pagi.
Apa yang kau lakukan, Kazumi?
- Maaf! - Kau ceroboh seperti biasanya, Kazumi.
Itu tidak menggemaskan.
Apa yang kau lakukan? Kita bisa terlambat!
Kau sengaja menumpahkannya, bukan?
Agar Ibu dan Ayah tidak bertengkar?
- Apakah sangat kentara? - Apa maksudnya gerakan itu?
Tapi itu bukan ide buruk.
Kenapa Ibu dan Ayah tidak bisa akur?
Bukankah mereka menikah karena cinta?
Persahabatan dan cinta itu rapuh.
Apa?
Kazumi!
- Selamat pagi! - Selamat pagi.
Semoga kita sekelas.
Kau sudah dengar soal guru baru itu, Maya Akutsu?
Kakakku bilang dia sangat menakutkan.
Tidak mungkin.
Mungkin Pak Namiki lebih baik.
Wali kelas sangatlah penting.
Benar, bukan?
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Kalian sudah kelas enam, bukan?
Jika kalian di kelasku, pasti sukses.
Paham?
Sama sekali tidak.
Kenapa reaksi kalian seperti itu?
Permisi.
Selamat pagi.
- Sulit dipercaya. - Parah sekali.
Jelas bukan dia.
- Selamat pagi! - Kelas Bu Tendo yang terbaik!
Benar, bukan?
- Apa maksudmu? - Kami sempat bicara.
Kami sangat ingin masuk ke kelas Ibu.
Hanya Ibu guru yang baik dan sangat memahami kami. Benar?
Terima kasih. Mereka sudah mengumumkan kelasnya. Lihatlah.
- Baik! - Sampai nanti!
Permisi!
Permisi!
Hore!
Kazumi!
Kita sekelas lagi! Kelas 6-3!
Benarkah? Syukurlah!
Siapa wali kelas kita?
Entahlah. Nanti diumumkan di upacara pembukaan.
Benarkah?
Cepat! Upacara pembukaan akan dimulai!
Baik!
Bisa melihat senyuman kalian pada upacara pembukaan ini
membuat bapak sangat senang.
Ini masa-masa sulit dengan gempa bumi dan terorisme.
Tapi bapak harap tahun ini adalah tahun indah
yang penuh dengan impian bagi kalian semua.
Membosankan sekali.
Guru dan murid bersama,
mari lakukan yang terbaik untuk belajar.
Para guru...
Apa dia membicarakan gempa bumi dan terorisme agar anak-anak takut?
Bagaimana menurutmu?
Ya, Pak Wakil Kepala Sekolah.
Kudengar Bu Akutsu sangat menakutkan.
Tidak mungkin. Kudengar dia luar biasa.
Mana yang benar?
Saatnya mengumumkan wali kelas baru kalian.
Kelas 6-1. Kepala Guru,
Pak Namiki.
Salam.
Kelas 6-2, Bu Tendo.
Ayo berusaha bersama.
Kenapa?
Kelas 6-3 adalah Bu Maya Akutsu, guru baru.
Di mana dia? Siapa itu?
Pak Namiki. Di mana Bu Akutsu?
- Entahlah. - Kau yang bertanggung jawab!
Maaf. Aku akan mencarinya.
Bu Akutsu bilang dia harus bersiap,
jadi, dia tidak bisa hadir.
Apa maksudnya? Upacara ini penting.
Dia bilang, kepala sekolah hanya akan mengoceh tentang hal tidak penting.
Apa maksudnya?
Aku hanya menyampaikan pesan.
Dia bahkan tidak di sini? Apa itu?
KELAS 6-3
Kelinci!
Kelinci!
Di mana Kazumi?
Di sana!
- Kazumi, kau sedang apa? - Guru kita terlambat.
Jadi, apa rencanamu?
- Tentang apa? - SMP swasta.
Orang tuaku terus menggangguku soal itu.
Orang tuaku juga.
Kau harus mengikuti satu atau dua ujian meski gagal.
Benarkah?
Tapi apakah masih sempat jika mulai belajar sekarang?
Kelompok itu sudah lama memutuskan untuk mengikuti ujian sekolah swasta.
Mereka belajar kurikulum kelas enam di kelas empat.
Tidak mungkin.
Jadi, tidak ada gunanya belajar sekarang. Benar, bukan?
KELAS 6-3 BUKU ABSENSI MURID
Hei. Gadis itu.
Kalian mengenalnya?
Dia tidak banyak belajar, tapi dia sangat pintar.
Tapi bukankah dia tampak sombong?
Mungkin.
Hei, kau sedang membaca apa? Apakah menarik?
Begitu rupanya!
Mengabaikanku? Tidak ada reaksi sama sekali?
Memangnya aku ini apa? Anggota Summers?
Pidato!
Semuanya, duduklah.
Semuanya, duduklah.
Maaf!
Kami belum menentukan tempat duduk.
Akan kuputuskan nanti. Duduklah dahulu.
Baiklah!
Apa kabar, Tetangga?
Kita akan mulai dengan tes.
Apa maksudnya?
Bukankah biasanya kita memulai dengan perkenalan?
Benar. Ibu ingin tahu nama semua orang,
jadi, Ibu mengabsen atau semacamnya.
Ibu sudah tahu nama kalian.
Rie Miyauchi. Lahir 27 April 1992.
Tinggi 158 cm. Berat 43 kg. Golongan darah B.
Kalian sudah dengar namaku pagi ini.
Perkenalan diri tidak diperlukan.
Mari Shimada. Hai. Lahir 15 Oktober 1993.
No comments yet. Be the first to leave one.