The first 200 lines.
KAMERA UTAMA, PUKUL17,13.
Sialan!
Berengsek!
Hidup berputar tanpa henti.
Kenangan mana
yang akan terus kau ingat?
Kenangan mana
yang akan kau lupakan?
Atau mungkin
yang bisa kau ingat
adalah penyesalan.
Atau mungkin
yang bisa kau lupakan
juga penyesalan.
Jika bisa mengulang,
akankah akhir kisah kita
tetap sama?
Benar, murid SMA Huaying
banyak yang nakal dan bermasalah.
Tapi moto sekolah kami,
"Mengedukasi Melalui Cinta".
Seorang murid membongkar kejahatan Anda
setelah sekolah dibuka.
Aku tak ingin berkomentar lagi, terima kasih.
Kami punya kebebasan pers!
Ini bukan masalah kebebasan pers.
Kalian semua, berhenti merekam!
- Cukup, kami ingin mewawancarai. - Berhenti!
- Jelaskan kepada kami. - Pergilah.
Jangan dorong!
- Dia memfitnah orang lain mencuri. - Ayo.
Dia juga mengganggu siswi saat malam
dengan mengirim SMS.
Aku tak ingin berkomentar lagi, terima kasih.
Berhenti merekam!
Kami punya kebebasan pers!
Ini bukan masalah kebebasan pers.
Kalian semua, berhenti merekam!
- Cukup, kami ingin mewawancarai. - Berhenti!
Jelaskan kepada kami.
Pergilah.
Tonton di rumah saja!
Berisik sekali!
Aku ingin kita menonton bersama.
Memang sebanyak apa tahi di tubuhmu, Gendut?
Kelihatannya lezat.
- Ada iga babi. - Kau hanya tahu makanan.
- Makanan. - Juga paha ayam.
K.
Sial, kau pemberani sekali.
Jika tidak, menurutmu kenapa aku bawa pisau?
Tentu saja,
untuk memotong daging.
Tolong setruknya.
Maaf, aku ingin melihat KTP kalian.
Baiklah.
Jika kau tak beri setruknya, kami berdiri di sini.
KAMERA UTAMA
KAMERA UTAMA
Permisi.
Maaf.
Tolong minggir.
Hei.
Kau menyerobot antrean.
- Ada polisi. - Ayo pergi.
KAMERA UTAMA
Kau melihat gerombolan murid SMA?
Kami berada
di depan rumah Pak Shi dari SMA Huaying.
Setelah skandal Pak Shi terkuak,
banyak reporter berita menunggu di luar rumahnya.
Tapi Pak Shi mengunci rumah dan menolak ditemui.
Kami akan terus siarkan berita terbaru.
- Dia keluar. - Pak Shi!
- Pak Shi! - Pak Shi!
SMA telah menerima surat pengunduran diri Anda pagi ini.
Apa karena Anda telah menyadari kesalahan
dan berencana kabur?
Kemarilah.
Seragam dan sepatumu salah.
Di mana sepatu kulitmu?
Kau harus memakainya hari ini.
SMA HUAYING
SMA HUAYING
Sepertinya kau Kepala Pendisiplinan yang baru.
Selamat datang di SMA Huaying.
Mohon bimbingan mengenai pendidikan kehidupan
untuk para murid mulai sekarang.
Semoga berhasil.
Baik, Bu.
Renovasi bangunan di depanmu ini
terhambat karena skandal.
Kelas 209 dan 210.
Murid-murid paling badung ada di dua kelas
yang terletak di bangunan ini.
Dari penempatan murid bermasalah di gedung bermasalah ini,
kau bisa mengetahui
cara SMA Huaying membereskan masalah.
Anggaplah kelas yang berlokasi
di lantai atas ini sebagai latihan.
Lagi pula, kau akan paham bahwa menaiki tangga
bukanlah hal tersulit setelah kau memasuki kelas.
Murid-murid ini hanya ingin menjaga jarak.
Tapi untuk K,
hindari dia sebisa mungkin.
Kuingatkan lagi.
Meski alasan pengunduran diri Kepala Pendisiplinan sebelumnya
adalah ketidakmampuan mengatasi tekanan skandal,
tapi sebenarnya
dia berurusan dengan murid yang salah.
Kepala Pendisiplinan sebelumnya
berusaha mendidik dengan cinta dan rasa takut.
Kau bisa mencobanya sendiri.
Apa pun rencanamu,
satu yang bisa kukatakan.
Semoga berhasil.
Pagi, Semua.
Terima kasih.
- Seharusnya kau menggoda ketua kelas. - Lakukanlah kapan-kapan.
- Benar. - Apa? Tidak!
Aku muak!
Apa-apaan kau?
Nilai-nilaiku buruk.
Teman sekelas merundungku.
Aku tak mau hidup lagi!
Letakkan dahulu pisaunya.
Tenanglah dan dengarkan aku.
Shu.
Dengarkan dia.
Jangan ceroboh.
Bunuh dirimu jika berani.
Kau selalu bilang mau mati.
Kenapa kau masih hidup?
Hei, kau!
Baiklah.
Letakkan dahulu pisaunya.
Kita bisa membicarakannya.
- Kubantu memecahkannya. - Aku tidak percaya!
Guru sebelumnya juga bilang begitu!
Selamat tinggal!
Kau baik-baik saja?
Pak!
Inikah cara Bapak memanfaatkan murid wanita?
Pak!
- Kini aktingmu lebih bagus. - Benar, 'kan?
Pak.
Sakit.
Jangan takut.
Anak-anak.
Bapak akan memeriksa kehadiran.
Apa ada
- yang absen? - Yi-feng Lu tidak hadir.
Yi-feng bebas datang semaunya.
Dia pelindung kelas ini.
Ada apa?
Ada yang menyebut namaku?
Yi-feng.
Kenapa kau sangat terlambat?
Aku baru saja buang air besar.
Kenapa?
Kau mau memakannya?
Baumu seperti
baru memakan tahi.
Apa?
Kemari!
Kau punya catatan buruk.
Tenanglah.
Benar.
Kalian berpanco saja.
Yang kalah adalah pecundang.
Bagaimana?
Yi-feng.
Tentu.
209!
Kita mulai!
Bersiap.
Mulai!
- Yi-feng! - Berjuanglah!
Kau bisa!
Kau bisa!
- Yi-feng! - Yi-feng!
- Yi-feng! - Yi-feng!
- Yi-feng! - Yi-feng!
- Yi-feng! - Yi-feng!
Baiklah, aku kalah.
Yi-feng adalah bos besar kelas ini.
Kuharap kalian berhenti menjailiku.
Jangan menjailiku.
Yi-feng!
Halo, Pak.
Halo, Pak.
Hei, beri salam jika bertemu guru.
Tidak perlu.
Pak, kami pernah melihat Bapak di toserba.
- Benar, 'kan? - Ya.
Jika bukan karena Ibu K,
kami pasti...
Pak, Huaying punya grup vokal baru.
Namaku Monyet.
Dia Ou.
No comments yet. Be the first to leave one.