Jurnal Risa

Jurnal Risa

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Jurnal Risa S01E02 1080p HS WEB-DL DDP5 1 x264-NickiEX
A Commentary by hoomanind

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2023-05-27
Downloads: 65
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Rumah Belanda.

Terus ada kotak

sama tulisan Jepang.

Dalamnya kujang, senjata Sunda.

Kita bawa pulang aja yuk.

Kalian harus balikin kujang itu.

Kujang itu

jahat.

"Pergilah ke hutan di sebelah utara."

Hutan di utara, itu di sana. Babakan Siliwangi.

Hutan itu mah terkenal sama

pohon bonekanya.

Itu buat jaga kita ya, Nek?

Ini untuk melindungi kamu.

Kayaknya kujangnya ditaruh di situ.

Kujangnya...

Nicko.

Nicko.

Nicko!

-Nicko! -Nicko!

Nicko!

Nicko!

Kami sudah kembalikan kujangnya!

Jangan ganggu kakak kami!

Nicko!

Nicko!

Nicko.

-Nicko! -Dasar anak-anak tidak tahu tata krama.

Kalian sudah mengotori tempat ini.

-Nicko. -Tolongin dong.

Gak apa-apa?

-Risa! -Risa!

-Risa! -Risa!

Risa!

-Risa! -Risa!

-Risa! -Risa!

-Risa! -Risa!

-Risa! -Risa!

Risa!

Risa!

-Risa! -Risa!

Ayo, bangun.

-Nggak apa-apa? -Nggak apa-apa, Kak?

Nggak apa-apa, ayo.

Pulangnya gimana nih?

Terima kasih, Nek.

Kata Nenek, lewat sana.

Lewat sana?

Ayo.

Pak.

Bapak kan tahu anak-anak bawa pulang kujang bisa bawa sial.

Jadi, kenapa Bapak santai saja?

Soal itu, aku ingin anak-anak

menyelesaikan sendiri masalah mereka.

Mereka pasti bisa kompak satu sama lain.

Tapi kan itu bahaya, Pak.

Bagaimana jika mereka sungguh tersesat?

Ada apa?

Aku punya kau.

Aku punya nenek gunung.

Kapok aku ngejar layangan.

Bukan layangannya yang salah.

Ya, kamu sih ambil kujang di rumah tua itu.

Rumah yang mana?

Itu, rumah kosong di depan.

Papa!

Dewi.

Agus.

-Itu rumah kamu? -Ya.

Risa, semuanya,

aku pulang duluan ya?

Ya. Hati-hati ya?

Anak-anak,

Om pergi dulu ya.

-Asalamulaikum. -Alaikum salam.

Katanya rumah kosong.

Kemarin kosong. Ya 'kan, Kang?

Ya.

Dadah.

Anak cantik

gimana hari ini?

-Asalamulaikum. -Alaikum salam.

-Seru nggak? -Ya.

Mama punya sesuatu dong buat kamu.

Apa tuh, Ma?

Apa, Ma?

Ini Emma.

Lucu. Emma.

Makasih, Ma.

-Cantik, 'kan? -Ya.

Sama kayak anak Mama nih.

-Masuk dulu ya, Ma. Ya. -Bersih-bersih ya?

Si ganteng.

Capek nggak ngurusin adeknya nih seharian?

Laper?

Ya, ada. Udah disiapin.

Kenapa ini mukanya?

Apa itu, Ma?

Boneka, biar nggak takut tidur sendirian.

Rumah gimana?

Tadi udah keburu gelap.

Palingan besok balik lagi sama Burhan.

-Masuk yuk. -Ayo.

-Pegel? -Iya.

Mau mandi air panas nggak?

-Mau. -Ada, udah disiapin.

Sakit apaan tuh?

Nggak ada yang sakit,

tapi cuma perlu obat sama vitamin.

-Mana obatnya? -Nih.

Berapa kali sehari?

-Asalamulaikum. -Alaikum salam.

Siapa nih yang sudah sembuh?

Indy!

Sana, pada mandi.

Biar Bapak siapkan makan malam.

-Ya, Kakek. -Ya, Kakek.

Indy.

-Hati-hati. -Ya.

Dadah.

Ada apa?

Firasatku ada yang nggak enak sama rumah tua itu.

Aku takut

Dewi sama keluarganya kenapa-kenapa.

Kenapa?

Kan kujangnya udah dibalikin ke tempat yang benar.

Semoga aja firasatku salah.

Kalau ada apa-apa

ngomong.

Papa, klakson tiga kali, Pa.

Nggak apa-apa.

Papa, klakson tiga kali!

Jangan percaya takhayul.

Papa, ayo. Pa!

-Klakson tiga kali. -Dewi!

Pa!

-Papa! -Dewi!

Papa!

Hei, bocah!

Ngapain di sini?

Nambah kerjaan aja.

"De Bangors Keren" apanya.

Nggak apa-apa. Nanti tinggal dicat.

Dasar anak nakal.

De Bangors gila!

Hei! Udah gila ya?

Pergi! Sana pergi!

Ini tinggal dirapihin dikit.

Ya.

Tapi tulangannya kuat nggak?

Bangunan Belanda ini

tulangannya gede-gede.

Tapi buat ngerapihin mah abis 50 juta.

Kemarin beli berapa?

Kemarin 300 juta.

Langsung bayar tunai.

Begitu ngelihat rumahnya segede ini.

Kamarnya ada enam.

Menang banyak.

Murah itu.

Kalau udah dirapihin mah

500 juta laku, kebeli.

Rumah segede ini.

Baguslah, cari pemborong kita.

Eh, listriknya bagaimana?

Ini.

Ini harus cari tukang listrik.

Bahaya.

Sekalian ke toko besi buat cari bahan.

Kita kerjain dulu yang kita bisa.

Ayo.

Risa.

Bener ya kata Nicko?

Kamu bisa lihat hantu?

Tahan dulu, Nicko.

Sejak kapan?

Waktu aku ulang tahun yang kedelapan

di rumah nenek aku.

Aku punya lima sahabat.

Ada Peter,

William,

Hans,

Henrik,

sama Yansen.

Mereka

hantu?

Aku kayaknya juga bisa lihat, Sa.

Pa, klakson tiga kali!

Pa!

-Pa! -Dewi!

Di jembatan?

-Aku juga lihat. -Kamu juga lihat?

Lihat apa sih?

Hantu mamang gitu di jembatan tua, Nicko.

Ah, masa?

Aku lewat situ nggak pernah lihat apa-apa.

Dewi, inget kata papa.

Tapi Risa lihat juga.

Risa, emang ya?

Sudahlah. Daripada kita berdebat

Jurnal Risa subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Jurnal Risa

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left