The first 174 lines.
Kenapa kau membunuh putramu sendiri?
Apa yang telah kauperbuat?
Kau menyembunyikan sesuatu.
Tidak seorang pun membantu keluargaku kecuali aku.
Aku sudah lama menunggumu.
Kau tak pernah meninggalkan Putri Duyung itu, ya?
Darah akan tercurah.
Aku tak mau melakukan ini lagi. Tinggalkan aku.
Tinggalkan aku!
Maaf, kita belum selesai bicara.
- Apa kabar? - Baik, kau sendiri?
Baik, beri aku kacang.
- Terima kasih. - Kembali.
Tambah apel juga.
Terima kasih, Pak.
Terima kasih. Simpan kembaliannya.
Tidak, Sonja, ini salah.
Kenapa menikahi pria yang tak mengetahui nama aslimu?
Kenapa melibatkan anak? Siapa yang akan menjadi leluhurnya?
Paman, aku tahu.
Nak, jika kau meneruskan ini,
kemalangan akan menimpamu, membuat kau dan anak itu bingung.
Aliko Bajo adalah mantanku.
Saat dia ditangkap,
aku diberi tahu tentang semua kejahatannya.
Hal-hal yang tak kusangka sanggup dilakukannya.
Namun, polisi tak peduli jika aku tak salah.
Kau mencintainya?
Aku tak bisa membongkar samaranku.
Aku dipaksa bersaksi memberatkannya, atau dituduh berkomplot.
Mo, aku melakukan yang perlu kulakukan.
Paman, tolong bantu aku.
Kumohon.
Ayahmu harus tahu hal ini.
Ya, tetapi kau pernah menyamar, 'kan?
Kau tahu perasaanku.
Mereka akan membunuhku jika tahu identitasku.
Kumohon.
Dia bilang kau polisi.
Ya, karena aku bersaksi memberatkannya.
Aku tahu, aku seharusnya memberitahumu.
Lalu pistol itu?
Aku takut. Dia bilang akan mendatangiku. Apa yang harus kulakukan?
Tidak apa-apa.
Kau tak perlu takut lagi.
Jadi, kau melanjutkan omong kosong ini.
Jika Masire dan Themba bersatu, habislah sudah.
Mo?
Ya?
Kau masih ingat pertanyaanmu?
Kau masih ingat?
Jika kau masih menginginkannya, jawabanku adalah ya.
Ya, aku akan menikahimu.
Astaga.
Dengar.
Aku pria tradisional.
Aku harus menyurati keluargamu.
Baik. Aku masih punya paman dan ibu.
Ya, tidak masalah.
- Benarkah? - Ya.
Astaga. Ya ampun.
Kau membuatku begitu bahagia.
Kau dan si kecil.
PERUSAHAAN ASURANSI JANGKA PENDEK TERKEMUKA AFRIKA SELATAN
Bos.
Aku bukan bosmu, Leon.
Benar.
Phumzi?
Orang kita di SAPS melakukan penyelidikan.
- Mendalam. - Kemudian?
Ternyata dia saksi kasus Aliko Bajo.
Itu benar, Pak.
Kami juga mencarinya di basis data identitas.
Dia bersih.
Maksudmu, dia bukan orang polisi?
Benar.
Kau tak akan membukanya?
Tidak perlu.
Satu lagi…
Tlotlo dan raja-raja lainnya mau kau memimpin perampokan.
Bahkan setelah aku meminta mereka menunggu Simon kembali?
Dengar, dengan kepergian Simon, seseorang harus memimpin. Kau orangnya.
Atau para serigala.
Aku tahu kau dan Simon sempat berselisih,
tetapi Simon selalu mengutamakan keluarga.
Bos, inilah tempatmu.
Dengan keluargamu…
Selesaikan urusanmu, Leon. Aku akan menyelesaikan urusanku.
Siap, Pak.
RAJA-RAJA JOBURG
Apa-apaan ini?
Kapten, aku sudah mencoba menghentikannya.
Siapa kau?
Orang yang didatangkan untuk membereskan kekacauanmu.
Aku tak tahu ada kekacauan.
Itu berarti matamu tak bisa melihat.
Jika kau bekerja, orang ini sudah di penjara.
Belum lagi Jazmine Gumede.
Dia pasti masih hidup.
Benar, Stanley. Perintah dari Komisaris Besar.
Dia mau turun tangan, kubilang tak perlu.
Dengan apa?
Sudah waktunya, Stan.
Kau dipecat.
Ya.
Apa yang kaulakukan? Itu informasi SAPS.
Berapa penangkapan atau tuntutan
yang kalian lakukan untuk menjatuhkan keluarga Masire?
Itulah sebabnya kita memulai dari nol, Bapak dan Ibu.
Kita akan mengambil pendekatan berbeda, yang lebih agresif.
Melanggar aturan, intrusif.
Aku mau mengusik dan mengacaukan keluarga Masire,
sedemikian rupa, sehingga mereka tak punya pilihan selain menyerah.
Jangan membawa pisau ke baku tembak, 'kan?
Mereka tidak ikut aturan. Kita juga sama.
Ada pertanyaan?
Tidak, Pak.
Baik.
Ini nomor telepon Detektif Gail Basia.
Hubungi dia. Sampaikan aku perlu menemuinya.
Aku bilang dari siapa?
Agen Khusus Victor Gaxa.
- Lakukan itu. - Baik, Pak.
- Ayah. - Hai, Anak Muda.
Ibu bilang berikan ini.
Dia mau kita mendoakan Paman Si.
Kubilang itu tidak perlu.
Dia selalu bisa menjaga dirinya.
Benar.
Baik. Jadi, apa rencananya?
Apa maksudmu?
Paman Si merencanakan sesuatu sebelum menghilang.
Kenapa menanyaiku?
Ayah.
Fokuslah mengelola kelab. Itu saja.
Jagalah dirimu.
Entah kapan dia kembali. Apa-apaan?
Hei.
Apa masalahmu?
Sudah kubilang aku bukan lagi bagian dari bisnis ini.
Tentu saja.
Perlukah ini?
Kenapa tidak?
Konon setelah 48 jam, kemungkinan menemukan orang hidup-hidup…
Dia harus ditemukan.
Dengar, kita akan menemukannya.
Mengerti?
Aku berjanji.
Lihat, itu truk keduanya, seperti yang kubilang.
Kau yakin itu mengangkut emas?
- Ya, aku yakin. - Seberapa yakin?
Dia bilang yakin. Sangat yakin.
Sebaiknya begitu. Atau kau disalahkan.
Bagaimana dengan Si? Belum ada kabar sampai sekarang?
Sama dengan saudaramu.
Baiklah.
Kita adalah raja-raja. Kapan pun, di mana pun, aku siap.
Kita bisa dapat uang besar hari ini.
Namun, kau tak mau ayahmu ikut?
Dengar, kita harus melibatkan Paman Si.
Kau benar. Kita bisa dapat uang besar.
Jadi, sekarang kau resepsionis Lester?
Kau menemuiku, kau menemuinya. Kukira kau sudah tahu itu.
Sial!
NOMOR TAK DIKENAL
Halo.
Kubilang jangan meneleponku di sini.
Ya. Aku tak akan menelepon jika tidak mendesak.
Baiklah, ada apa?
Seseorang memeriksa identitasmu di basis data pihak berwenang.
Siapa?
Anonim. Namun, aku memastikan ceritamu sesuai,
jadi mereka tak dapat apa pun.
Baiklah, bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.