The first 200 lines.
INI KISAH KEBANGKITAN DAN KEJATUHAN ROKOK ELEKTRIK JUUL
PADA PUNCAKNYA, JUUL MEMPEKERJAKAN LEBIH DARI 4,000 ORANG,
DAN BERNILAI HAMPIR 40 MILIAR DOLAR
KINI NILAINYA KURANG DARI 5% DARI NILAI ITU
BANYAK MANTAN KARYAWAN SETUJU BERPARTISIPASI DALAM DOKUMENTER INI,
TAPI INGIN TETAP ANONIM
MEREKA MEMBERI IZIN UNTUK PENGGUNAAN SUARA MEREKA,
TAPI MENOLAK MUNCUL DI KAMERA
Aku tak yakin kisah ini bisa dijadikan pernyataan resmi,
tapi tetap akan kuceritakan.
Gagasan bahwa orang bisa ke Silicon Valley dan tak hanya
menciptakan suatu inovasi, tapi juga membuat dunia lebih baik,
itulah tujuannya.
Ini waktu yang tepat untuk berinovasi.
Semua orang di sana bertujuan sama.
Membuat sesuatu untuk mengubah dunia.
Teknologi akan memperbaiki semua masalah kita sekaligus.
Ada satu penyebab utama kematian di Amerika,
yaitu penggunaan tembakau.
Inovasi bisa mengatasi semua masalah terkait dengan merokok.
Tujuan kami adalah menghilangkan rokok yang mudah terbakar.
Mereka fokus tanpa henti.
Banyak orang merokok, kami ingin bantu menguranginya,
dan membuat cara yang lebih keren, lebih baik, dan lebih aman.
Orang membicarakannya. Mereka bilang, "Ini akan hebat."
Satu isapan dan tak akan mengisap rokok lagi seumur hidupku.
Tidak lagi.
JUUL
Aku optimis inovasi baru ini akan menggantikan rokok.
Mereka mengambil pelajaran dari industri teknologi
menerapkannya pada tembakau, dan orang ikut berinvestasi.
Pertumbuhan perusahaan kami tercepat dalam sejarah dunia.
Mereka melihat ini hanya sebagai produk teknologi.
Ini bukan produk teknologi. Ini produk nikotin.
Masa bodoh, kirimkan.
Tujuan mereka bukan agar orang-orang berhenti merokok.
Tujuan mereka adalah agar orang mulai memakai JUUL.
Kurasa tak ada yang bisa menduga berapa banyak anak-anak
menginginkan produk ini.
Awalnya,
orang merasa menjadi bagian dari klub rahasia yang belum umum.
Masuk akal bagi orang untuk bersikap skeptis tentang niat kami.
MONSEES HARUS DITUNTUT.
Rumah Sakit Anak di Wisconsin memperingatkan
tentang masalah kesehatan serius terkait vaping.
Aku ingat terbangun di ranjang ruang perawatan intensif,
ada keluargaku di sisiku.
Itu seperti ombak, menyapu.
Semua orang bilang, "Tak yakin mau memakai vape lagi."
Kami lalu dapat surat kebencian. "Pembunuh anak-anak, kuharap kau mati!"
Saat Juul menjadi sensasi, James menjadi representasinya.
Dia representasinya, dia ingin begitu.
Kau, Pak, bagiku adalah contoh terburuk di Bay Area.
Dia merasa dihina, dan kurasa itu terlalu berat baginya.
Ada begitu banyak kebencian di kedua sisi.
Aku belum pernah melihat debat seperti ini soal kesehatan masyarakat.
Kita tak bisa sepenuhnya mendukung remaja
dan mengabaikan 35 juta orang dewasa.
Berapa anak yang harus kecanduan demi membantu satu dewasa berhenti merokok?
Orang tua di negara ini sudah muak.
Orang tua marah karena mereka lupa bahwa harus mengasuh anak mereka,
dan itu bukan tanggung jawab Juul.
Rokok elektrik tak membantu orang berhenti merokok.
Itu membantuku berhenti merokok.
Bagiku, itu alat berhenti merokok.
Mereka punya pilihan dan mereka pilih memaksimalkan keuntungan.
Kita semua bekerja demi uang. Datang ke San Francisco untuk cari uang.
Ini Amerika, bukan?
Seperti yang kita semua alami dalam hidup,
jika ada kejadian besar,
setiap orang punya cara pandang sendiri.
Mereka semua yakin bahwa pendapat mereka benar,
tapi mereka punya versi kebenaran mereka sendiri.
Kisah Juul ini kurasa bukan hal yang bisa dibilang salah atau benar.
Kenyataannya, itu kontroversial.
MUNCULNYA IDE
Di awal tahun 2000-an, orang beranggapan teknologi tak bisa salah.
Kami sangat mengutamakan bergerak cepat.
"Move fast and break things," itu etos teknologi.
Jangan pernah takut membuat kesalahan kecil demi kesuksesan besar.
Stanford dan industri teknologi telah saling mendukung sejak lama.
Ada investor di seluruh Silicon Valley yang mulai berkata,
"Mahasiswa mana yang proyeknya menarik untuk kujadikan investasi
dan menjadi bisnis bernilai ratusan miliar dolar di masa depan?"
Ada banyak mahasiswa yang ingin membuat rintisan, aplikasi.
Ada profesor miliarder di kampus.
Ada euforia di sekitar etos Silicon Valley.
"Kami inovatif, kami membuat dobrakan."
Stanford punya reputasi bagus dalam menarik bakat.
Kadang sulit membedakan apa Stanford menarik bakat atau membuat orang berbakat.
Tapi apa pun itu, banyak orang hebat lulus dari Stanford.
James Monsees dan Adam Bowen adalah teman sekelas
di jurusan desain produk Stanford.
ATAS SARAN DARI PENASIHAT HUKUM
JAMES MONSEES MENOLAK BERPARTISIPASI DALAM DOKUMENTER INI
ADAM BOWEN TAK MERESPONS PERMINTAAN KOMENTAR
James dan Adam adalah desainer produk berbakat
yang mempelajari konsep pemikiran desain
atau pada dasarnya memasukkan desain ke setiap aspek produk
dan perkembangannya.
Kami mencoba berempati dan memahami pelanggan
dan jika ada masalah,
kami mencoba membuat produk untuk mengatasinya.
Aku selalu menggambar, mendesain sesuatu saat kecil.
Pesawat terbang, mobil, apa saja.
Aku tak tahu ada karier yang disebut "Desain Produk."
Aku hanya membuat sketsa secara alami.
Kata orang tuaku aku tak suka mainan,
aku suka bermain dengan komponen penyedot debu.
Saat usiaku 15 tahun, orang tuaku tak mau memberiku mobil,
jadi aku membuat mobil.
James dan aku bertemu di Stanford.
Kami mengerjakan banyak proyek yang berdampak pada sosial atau lingkungan.
Adam dan James punya pikiran kelas dunia.
Adam adalah rekayasawan yang hebat dan sangat kompetitif.
James sangat berbakat dalam berbagai disiplin ilmu.
James adalah seniman yang hebat,
dan dia juga ilmuwan serta rekayasawan brilian.
Dia bisa melakukan semua.
Ada tempat keren di kampus bernama Loft Desain Produk,
dan kami biasa bersembunyi di sana,
dan merokok.
Merokok selalu menjadi masalah di keluargaku.
Ayah dari ibuku perokok berat.
Sehari dia merokok berbungkus-bungkus
dan meninggal di usia muda.
Aku benci rokok.
Setiap kuambil sebatang, perasaanku berkecamuk.
Para perokok selalu canggung.
Merokok bukan hal yang keren
di tahun 2005.
Adam dan aku sering saling memandang dan bertanya
kenapa kami begitu bodoh bersembunyi di loft ini.
Lalu kami merenung
dan kami menyadari bukan rokoknya yang kami sukai ,
tapi hal yang menyertai kegiatan merokok itu.
Yaitu momen berbagi,
atau beristirahat sejenak.
Itulah hal-hal yang sangat penting.
James dan Adam sedang istirahat sambil merokok,
sambil melihat rokok yang terbakar di tangan mereka,
dan berpikir, "Kita harus melakukan sesuatu yang lebih baik."
James berkata, "Bisakah kita buang semua hal buruk,
dan tetap dapat hal yang kita suka?"
Di sanalah James dan Adam memulai.
Begitu mulai berdiskusi, mereka menemukan kesamaan
dan tampaknya saling melengkapi pengetahuan satu sama lain.
James berkata, "Kenapa belum ada yang menemukan solusi vaporisasi?"
Di situ, Adam baru saja melakukan curah pendapat.
Merokok berdampak pada banyak nyawa,
dan terpikir oleh kami bahwa
inovasi terkait itu masih sedikit atau tak ada sama sekali.
Ada 38 juta orang Amerika yang masih merokok.
Ada satu miliar orang yang masih merokok di seluruh dunia.
Bagi kami, ini peluang besar di bidang kesehatan masyarakat.
Aku antusias dengan harapan yang dihasilkan
ketika ide itu matang.
Kebanyakan orang senang dengan itu.
Tapi dari sisi fakultas, jika aku ingat benar,
mereka tak menyukainya.
"Jadi, ini alat penghantar narkoba?"
Dan tidak seperti, "Aku butuh obat untuk menurunkan tekanan detak jantungku."
Ini seperti nikotin.
Beberapa profesor khawatir dan berpikir mereka harus ambil waktu,
melakukan lebih banyak riset, memastikan produk mereka aman
karena nikotin itu sangat adiktif.
Dalam penelitian James dan Adam,
mereka menemukan arsip besar dokumen industri tembakau
disimpan di Universitas California, San Francisco.
PEROKOK BERAT RINGAN
Saat itu, yang ingin kami pelajari adalah
apa teknologi dan teknik terbaik untuk meniadakan merokok?
Ternyata perusahaan tembakau telah menggarap ini sedikit.
Pembuat rokok tahu mereka punya masalah.
Mereka tak pernah senang produk mereka membunuh orang.
Bagaimana cara membuat rokok jenis baru
yang tetap adiktif tapi tanpa risiko kanker?
Itu menjadi semacam tujuan tersembunyi proyek super rahasia Tembakau Besar.
Dan mereka sudah mulai di akhir 1950-an.
Untuk membuat produk yang tak terlalu berbahaya,
itu adalah tujuan utamanya.
Apa ada cara untuk mengurangi suhu
untuk menghasilkan asap tanpa membakar tembakau?
Pada dasarnya tembakau harus dipanaskan untuk mendapatkan uapnya,
termasuk nikotin.
Itu akan jadi rokok yang lebih aman
karena sebagian besar bahayanya ada di produk pembakaran.
Tapi jika mereka memperkenalkan rokok yang lebih aman, apa namanya?
Mereka tak mau mengakui bahwa rokok mereka menyebabkan kanker.
Terjebak dalam kebohongan mereka sendiri.
Semua perusahaan tembakau besar berbohong,
berkata tak ada cara aman menghantarkan nikotin
selain lewat rokok.
Menurut James, pihak luar
seperti dia dan Adam,
perlu bertindak dan mewujudkan inovasi itu.
Mereka mulai lebih fokus pada penguapan tembakau.
Pada saat itu, alat penguap cukup terkenal,
tapi bentuknya sangat besar.
Sama sekali tidak portabel, tidak praktis.
No comments yet. Be the first to leave one.