The first 200 lines.
Apa itu?
Apa gambar ini terlalu menyeramkan?
Baik, semuanya sudah siap?
Mari kita lihat.
Apa kau percaya pada hukum karma?
"Ibu Ular, apa kau mengambil air minum?"
"Dari sumur batu... Ayo terbang ke sana kemari."
Nona, kau tidak boleh masuk.
Aku keponakannya.
Kau harus bicara dengannya, Nona Nin.
Bibi Prai tidak mau mendengarkanku.
Sedang apa kau di sini?
Aku sudah mencarimu di mana-mana.
Astaga.
Aku harus bergegas.
Aku harus bergegas sebelum terlambat.
- Kau mau ke mana, Bibi Prai? - Apa yang terjadi?
Aku harus kembali.
Bibi Prai.
Bibi Prai, tunggu.
Kau sudah pulang kerja, Nona Jan.
- Hai. - Hai, Pong.
- Biar kubantu. - Terima kasih.
Serbuk apa yang ditabur di luar?
Bau sekali.
Itu sulfur.
Belakangan ini hujan.
Ada banyak binatang beracun.
Keamanan paling penting.
Masih ada penyewa yang keluar?
Ya. Hanya beberapa kamar yang tersisa.
Omong-omong,
aku membelikanmu cokelat.
- Untukku? - Ya.
Kau tidak perlu repot-repot.
Makan sampai habis, ya?
Baik, tentu saja.
- Tunggu, lift-nya sedang turun. - Terima kasih.
Payah, Bung. Sangat payah.
Menurutku musikmu kemarin lumayan.
Dia akan berlatih lagi.
Hei, kalian.
Ada keluhan mengenai musik kencang kalian.
Tolong jaga volume kalian jika bisa.
Ayo pergi.
Menyebalkan.
Main musik memang harus kencang.
Bagaimana kita bisa mengecilkan volume?
Kita tidak bisu. Sial!
Teleponnya tidak berfungsi lagi.
Dan internetnya rusak.
Itu dia.
Ada apa dengan teleponnya?
Sudah memanggil tukang servis?
Tentu. Dia akan memperbaikinya nanti sore.
Lantai berapa?
Lantai 7.
Tunggu aku.
Hai, Manis.
- Siapa namamu? - Terima kasih. Siapa namamu?
Siapa namamu?
Apa yang kau kenakan?
Malaikat.
Oh, malaikat, ya?
Kau imut sekali.
Tunggu!
Ya, Noe.
Aku segera ke sana.
Aku lupa membawa sesuatu.
Baik.
Sepertinya ada banyak ular di berita.
Sebenarnya ada banyak.
Tapi saat kita datang, mereka merayap pergi.
Ini. Hanya ini yang kutangkap.
Ular-ular ini sepertinya luar biasa ganas.
Ya, menurutku juga begitu.
Mereka bisa lolos dari banjir.
Hei, Vick.
Hati-hati.
Kau tidak pergi?
Kita ada di dekat tempatnya.
Ke mana?
Kenapa kau ada di sini?
Kami diberi tahu bahwa ada korban digigit ular.
Tidak.
Hanya ada telepon untuk teknisi telepon.
Apa kau sudah memeriksanya?
Kau sebaiknya pergi.
Aku tidak membutuhkanmu.
Ada apa, Nona Nin?
Tampaknya ada orang yang menelepon soal digigit ular
dan membutuhkan bantuan darurat.
Di apartemen ini?
Aku sudah menaburkan sulfur di sekitar gedung.
Itu seharusnya bisa menghalau ular.
Percayalah padaku. Ini untuk keamananmu sendiri.
Karena kalau ini seperti yang di berita,
ada bahaya di sekitarmu.
Tolong pergilah saja.
Mati...
Semuanya mati.
- Bibi Prai. - Semuanya mati.
Siapa yang mati?
Pong, kau dan Satpam Chid tetaplah di sini, aku...
Tenanglah, Bibi.
Pong, urus yang di sini.
Baik. Akan kubantu memencet tombol.
Apa itu benar?
Ya.
Ada kobra.
Kau sebaiknya memeriksanya agar lebih pasti.
Kobra?
Dia sudah pergi.
Dia bilang...
Dia bilang dia akan menemui teman-temannya.
Aku masih baik-baik saja.
3:0! Kau payah.
Bagaimana kau akan menang?
Apa kau curang?
Curang?
Kau kalah dan menuduhku curang?
Aku tidak akan main denganmu.
- Tang, ayo main denganku. - Tidak mau.
Lihat dia.
- Kau kalah, kau yang lihat dia. - Pergi lihat dia.
Sial.
Selalu memaksa.
Tang, kau sedang apa?
Wah! Ada siaran langsung.
Biarkan aku melihat.
Minggir.
Aku mengebor dinding ini, jadi ini lubang intipku.
- Minggir. - Apa-apaan?
Hei, kau tidak main?
Kau terlalu terpikat oleh seks, kau tahu?
Tidak ada yang menjawab telepon.
Ini kamar terakhir.
Mungkin kamar yang ini.
Bisakah kau membawaku melihat-lihat?
Baik.
Ikut denganku.
Kalian mau ke mana?
Kami sudah tahu kamar yang mana.
Aku akan pergi dengan kalian.
Tidak.
Dia menunggumu di sini.
Kumohon.
Ayolah.
Kalian sebaiknya bicara.
Bagaimana kabarmu?
Kenapa kau ingin tahu?
Tak bisakah kita bicara baik-baik?
Di mana kau saat kita bisa bicara baik-baik?
- Aku tidak mengerti... - Tidak sama sekali!
Dan yang paling parah adalah kau tidak pernah mencoba mengerti.
Kau bilang tidak akan lama.
Di mana Chai?
Dia ke atas.
Tunggu sebentar.
Tunggu? Lagi?
Lari!
Lari!
Lari!
Lari!
Satpam Pong.
Kau baik-baik saja?
Di mana Chai?
Lantai 3.
Lantai 3.
Apa yang terjadi di atas sana, Vick?
Entahlah. Aku mendengar suara dan bergegas kembali.
Nin, Vick, tetap di bawah sini.
- Jangan ke mana-mana. - Aku akan pergi denganmu.
Tidak.
Ini apartemenku.
Tunggu apa lagi? Ikut?
Tunggu di sini, Vick.
Jangan ke mana-mana.
Ya.
Ayo.
Chai!
Tidak.
Jangan ke sana.
Apa yang terjadi padamu, Chai?
Ayo, Nin!
Cepat!
Hei, Chai!
Chai!
Chai!
Tolong!
Bertahanlah.
Tolong!
Tolong!
Bertahanlah.
Aku akan segera kembali.
Tolong!
Tolong!
Chai.
- Bertahanlah. - Buka matamu.
Bertahanlah.
No comments yet. Be the first to leave one.