The first 200 lines.
DIDEDIKASIKAN UNTUK ORANG TUAKU
TN. LILARAM RAI SINGHANI & NY. SUSHILA RAI SINGHANI
KANTOR POLISI - DISTRIK AGRA
Tolong.
Tolong.
Tolong!
Suamiku mau membunuhku!
Kumohon selamatkan aku! Suamiku mau membunuhku.
Kumohon.
DUA BULAN SEBELUMNYA
Berita sela!
Pertama di Berita Visphotak !
Di Haryana, Bendungan Hathnikund di Sungai Yamuna
ambruk akibat hujan deras.
Alhasil, banyak buaya telah memasuki
daerah dataran rendah di Agra, bersamaan dengan banjir.
Bantu aku turun. Kakiku sakit.
Kemarilah. Pegangi aku.
Bibi.
Ini saatnya untuk suntik insulinmu.
Kau sudah datang? Kenapa bawa banyak tomat?
Aku dapat harga murah, karena itu...
- Terlihat bagus, 'kan? - kubawakan untukmu.
Tolong urus itu kali ini.
Aku janji, setelah dua hari...
Aku akan membantumu.
Aku sudah gantikan kau kemarin.
Apa?
Dia membatalkan janji temu rias pengantin lima jam?
Aku bisa melayani lima klien selama itu!
- Maaf tomatnya jatuh. - Tak apa.
Dia malah menyewa Seema?
Riasan pengantin Rani bisa tahan sampai sebulan!
Semua pengantin Seema terlihat mengerikan bahkan sebelum upacaranya usai!
Lain kali dia datang, tak akan kuberi dia diskon.
Lipstikku bahkan belum dia kembalikan!
Karena terburu-buru pergi, Rani meninggalkan Kamla dan Vimla.
- Haruskah kuantarkan itu? - Tentu.
Sebentar. Tahan. Ayo pergi.
Rani!
Antar ke Belanganj.
Rani! Kepala boneka... Rani!
Ya, tapi...
Tunggu sebentar.
Tidak adil.
Aku harus lembur sekarang. Itu tidak adil.
Ya, tapi...
Rani!
Rani. Tunggu!
Sudah sampai. Tolong menepi.
TOKO KAIN KAFAN - AWAS PENCOPET
Ini.
Rani.
- Kau lupa membawanya. - Terima kasih.
Terima kasih banyak!
Kau datang jauh-jauh untuk memberikan ini?
Tidak.
Aku mau ke sini...
TOKO KAIN KAFAN QADER
...untuk menemui pasienku.
Kau amat memedulikan pasienmu.
- Ya. - Terima kasih.
- Rani. - Ya?
- Aku... - Rani, cepatlah kemari!
Baik.
Aku kembali dua menit lagi.
- Tak masalah. - Dua menit. Ya?
Rani, aku mengacau!
Bu Sahay meminta Pirang Tua, tapi tak sengaja kuwarnai Merah Mencolok.
Biar kulihat.
Sudah kubilang jangan memulainya tanpaku!
Hai, Bu Sahay.
- Rani? - Tidak! Jangan lepas ini.
Ini akan mencerahkan warnanya. Apa kabar?
- Pesan secangkir teh. - Ya.
- Akan kulapisi lagi. - Baik.
Kau santai, 'kan?
Pirang Tua itu warna terbaik, tapi butuh waktu lebih lama.
Keramas sepuluh menit lagi.
SALON KECANTIKAN MUMTAJ
- Rani... - Ayo terbukalah.
- Aku sedang berpikir... - Apa?
Mau ke bioskop bersamaku?
- Apa? - Hari Jumat?
Pukul 18.00?
- Baik. - Baiklah.
Dahulu kala, ada seorang wanita cantik
Dan kekasihnya yang gila
Masa itu sangat ajaib
Zaman penuh keajaiban
Setelah mereka bertemu pada suatu hari...
RISHU MENIKAHI RANI
Mereka mulai bertemu setiap hari...
RANI
Lalu mereka jatuh cinta
Itulah malapetaka
Ke mana pikiranmu melayang
Saat mendengarkan kisah ini?
Semua orang terkejut Sebab mereka tak terbiasa
Dengan jalan yang ditempuh cinta...
RANI
Cinta yang kita bicarakan
Dahulu aku terbiasa
Dengan jalan itu...
PIZA
Dahulu kala, ada seorang wanita cantik
Dan kekasihnya yang gila
Masa itu sangat ajaib
Zaman penuh keajaiban
Dahulu kala, ada seorang wanita cantik
Dan kekasihnya yang gila
Aku dan Rishu sudah melakukan hal-hal gila demi cinta.
Rishu kini menjadi Ravi.
Kini, di sinilah kami, berdiri di seberang sungai cinta ini.
Namun di antara kami, ada kepolisian Uttar Pradesh.
Kami pun masih berusaha mencari cara agar bisa bersatu selamanya.
Bukan cinta sejati namanya jika tak membuat kita hampir gila.
Hanya orang lemah yang berlindung dalam hubungan tak berhasrat.
Jaipur!
Masuklah. Hei, Paman!
Lihatlah kemari!
Guddu, ini... 25.000 yang kau minta.
Bagus.
Tugasmu akan selesai dan kau akan ke Thailand dua bulan lagi.
- Dua bulan? - Ya, butuh dua bulan.
Kukabari tanggal pastinya.
Kalian akan lihat kecepatannya tetap konstan...
Ada apa itu?
Perhatikan ini.
Ya, Pak.
Jadi, kecepatan...
Catatlah ini.
HARAP LEPAS SEPATU ANDA
Kapan mau kau berikan, Ravi?
Tapi aku sudah bayar sewa.
Kapan mau kau jawab pertanyaanku?
Bagaimana lagunya, ya...
Yang kubutuhkan hanyalah seorang kekasih
Demi hasratku
Poonam, setelah istriku wafat...
Ravi, kau kehilangan istrimu, bukan hidupmu.
Lagi pula, maksudku bukan cinta penuh emosi.
Aku hanya...
ingin bersenang-senang.
Maaf.
- Aku tak enak badan hari ini. - Tak apa.
Kau akan segera pulih
dan aku akan kembali.
Yang kubutuhkan hanyalah seorang kekasih
Demi hasratku
Ya?
BERPAMITANLAH PADA KEGAGALAN ANDA
KERJA KERAS ADALAH KUNCI KESUKSESAN
Paman dan Bibi sedang pergi ke Konvensi Rempah-rempah Agra.
Konvensi Rempah-rempah?
Berhentilah berlagak polos.
Maksudku, tak ada orang di rumah. Jadi, maukah kau mampir?
Tampaknya sulit hari ini.
Lakukan satu hal.
Datanglah dengan manisan di Hari Saudara!
Kapan kita akan pergi dari sini, Rishu?
Berapa lama lagi?
Semua sudah diatur. Agen sudah siapkan paspor kita.
Tinggal menunggu sebulan
dan kita akan ke Thailand, menenangkan diri.
Pastikan kau tak dicabuli oleh pengagummu sampai saat itu.
Bagaimana dengan pengagum mantrimu?
Bukan nafsu. Pria malang itu jatuh cinta.
Dia orang baik.
Tapi sifatmu dipertanyakan.
Mengutip Dinesh Pandit yang bijak, "Nilailah kekasih bukan dari perilakunya,
tapi hanya dari kedalaman perasaannya."
Aduh!
- Aku mau tiket film pukul 18.00. - Berapa?
Semuanya.
PENUH
Rani...
Maaf! Apa kau terluka?
Sial!
Hei, menyingkirlah.
Jalanan Agra berubah jadi mematikan!
Seekor buaya terlihat di luar toko jahit Aslam.
Aku sedang memperbaiki warna akarnya.
Diamkan 30 menit, lalu keramaslah.
Baiklah.
Abhimanyu?
Malam-malam begini?
Bawa banyak tomat lagi?
Harganya lebih murah di luar Royal Cinema.
Jadi, kubawakan untukmu.
Sial! Maafkan aku.
Abhimanyu, maafkan aku!
Tidak apa-apa, Rani.
Pasti ada hal penting yang terjadi.
Kau... Tunggu...
Maaf sekali...
- Kau... - Bisa coba lagi Jumat depan?
Akan kutunggu.
Lagi?
Menunggu itu mudah karena bisa kulakukan sendiri.
No comments yet. Be the first to leave one.