The first 200 lines.
Love Island kembali di Spanyol yang memukau.
Destinasi yang sempurna untuk menemukan cinta
dan merayakan ulang tahun ke-21.
Lagi.
Selamat ulang tahun, Soph.
- Terima kasih, kawan-kawan. - Nyatakan sebuah harapan.
PUTRI
Aku ingin dikelilingi oleh manusia tampan di Spanyol.
Aku ingin agen real estat yang menawan.
Aku ingin sekretaris yang seksi.
Aku ingin seorang rapper yang keren.
Dan Barbie retro yang vulgar.
Aku ingin psikolog yang menawan dan seorang gadis gamer yang seksi.
Apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan?
Aku ingin pria menawan dengan potongan rambut mullet .
Bagaimana dengan mahasiswa mode yang lihai?
Dan kekasih Latin yang panas.
Aku ingin seseorang yang romantis tanpa harapan.
Aku ingin pelatih pribadi yang bugar.
Aku ingin penari yang genit.
Dan pria kolam renang yang usil.
Dan aku ingin seekor ekacula.
Soph, keinginanmu dikabulkan.
Kecuali ekaculanya.
Oh, sayang. Kami kembali.
Fiji baik. Byron lumayan.
Tapi Spanyol selalu mendesis dan kami telah tiba.
Kau tahu apalagi yang mendesis? Vila baru kami.
Juru kamera Steve juga kembali.
Dia sudah mabuk dan bersenang-senang dengan drone.
Kami punya semuanya.
Gym lengkap, ada.
Burung plastik, ada.
Sudut dan celah neon…
SEMUA RENCANAKU
…untuk berciuman dan berpelukan, pasti ada.
Mari datangkan para gadis dengan suara yang sangat seksi.
Ayo!
Astaga!
Hai!
- Salam kenal. - Salam kenal.
Ya Tuhanku.
Astaga.
Baik. Ini benar-benar terjadi.
- Waw. Kau lihat ini? - Sangat indah, kan? Waw!
- Aku suka semua bunga disana. - Aku tahu.
- Ini menakjubkan. - Ini sangat aneh.
- Lihat pemandangannya. - Waw.
- Astaga. - Astaga. Aku…
Baik. Waktu yang tepat. Kita akan buka sampanye.
Baik, tapi aku belum pernah. Jadi, apa kau sudah pernah?
Aku bisa. Kita sudah di sini.
Kita di Love Island . Kita menjalani hidup terbaik kita.
Benar. Ini akan menjadi musim panas terbaik kita.
- Dulu aku tahu cara membukanya. - Kau bisa.
Aku gugup. Bisa! Hore!
- Bisa. Sempurna. - Aku berpikir, "Aku tahu aku bisa."
- Kau harus menuangnya ke sisi gelas. - Ternyata kau mahir.
Aku butuh waktu
- untuk resapi semua ini. - Kita butuh napas dalam.
- Bersulang? Saling bertatapan? - Bersulang. Ya.
- Bersulang. - Iya. Astaga.
Apa kau ke sini sudah punya ekspektasi tipe pria yang kau inginkan?
Aku suka seseorang yang tidak jahat padaku.
- Iya. - Tapi juga memiliki persona.
Namaku Claudia. Usiaku 23. Aku dari Adelaide dan pekerjaanku sekretaris medis.
Aku sangat pemilih.
Aku menolak banyak orang. Tapi tak ada yang pernah menolak aku.
Aku hanya mencari pria, bukan seorang anak laki-laki.
Aku ingin seseorang yang hanya fokus padaku.
Jika matanya melihat kanan kiri, melihat gadis lain, aku tak mau.
Aku orang Sisilia.
Wanita Sisilia penuh drama, cemburu, dan selalu dapat apa yang diinginkannya.
Aku ingin seseorang yang setara. Jika aku ingin sesuatu, aku akan dapatkan.
Aku tak pernah ditolak. Aku rasa tak akan ada yang menghalangiku.
Riwayat hubunganku,
aku sudah mengencani berbagai macam tipe orang.
- Aku suka yang besar… - Besar…
- Iya, berotot. - Aku tahu.
Tapi, ya, aku juga suka orang yang baik.
Sangat baik. Menurutku… Iya. Itu manis.
Aku Stella. Usiaku 24 tahun dan aku dari Brisbane.
Berapa nilai dirimu dari 10?
Sepertinya, nilaiku sepuluh. Tidak, aku tarik kembali.
Saat berkencan, aku canggung karena aku biasanya berantakan saat makan.
Aku hanya begini dan semua benda didepanku akan jatuh.
Tak bisa pakai putih saat kencan pertama.
Aku sangat cepat jatuh cinta pada orang.
Dalam 10 detik, aku bayangkan hidup kami bersama.
Berpikir, "Ayo menikah. Punya anak."
Aku ingin menikmati hidupku
dan aku ingin pasanganku juga menikmati hidupnya.
Aku suka cinta. Aku suka cinta dalam segala bentuk.
Aku bersemangat. Aku penasaran siapa peserta lainnya.
Aku bersemangat bertemu semuanya. Para wanita, para pria.
- Aku sangat bersemangat. - Aku tahu. Aku sangat bersemangat.
Mereka bersemangat. Aku bersemangat. Supir kami bersemangat.
Karena setelah pengantaran ini, dia akhirnya bisa ke toilet.
- Astaga. - Hai.
Astaga. Halo!
- Astaga. Dia sangat seksi. - Iya.
Kalian terlihat sangat cantik.
Aku Jess.
- Jess. - Aku Claudia. Ini…
Aku Stella.
- Salam kenal. - Salam kenal.
- Jess, kan? Stella. - Iya, Jess. Stella?
- Senang bertemu denganmu. - Salam kenal.
- Claudia. - Claudia. Salam kenal.
- Apa kabar? - Baik. Kalian apa kabar?
- Iya, baik. Kami berkata, "Wah." - Seperti, gemetar gugup.
- Ya. - Iya. Seperti, "Ini benar terjadi.
- Ini benar terjadi." - Dalam mimpi aneh.
- Benar. - Jadi, apa tipemu?
Tipeku. Biasanya aku pilih seseorang yang tak terlihat sepertiku.
Jadi, seperti, rambut pirang, mata biru.
Dan aku juga agak kutu buku. Jadi, aku butuh pria yang kutu buku.
Aku suka seseorang dengan minat yang sama denganku.
Halo, namaku Jessica. Usiaku 25 dan aku dari Sydney Barat.
Aku suka bermain video game di akhir pekan. Call of Duty.
Headset terpasang, aku di kamarku, dan mulai bermain.
Ada musuh datang dari arah sana,
dan aku bilang, "Apa yang kau lakukan? Kau harus mundur."
Aku selalu tahu jika ada sesuatu pada pria
karena aku pasti akan menginvestigasi.
Hubunganku sebelumnya, dia mulai agak tertutup.
Saat dia tidur, aku membuka ponselnya
dan aku melihat dia berkirim pesan dengan wanita lain.
Jika pacarku mengirim pesan padamu, kau boleh memilikinya.
Aku punya kebijakan ketat "tidak boleh dikembalikan".
Bisa-bisanya dia selingkuh? Kau sudah melihatku?
Aku paket lengkap, kan?
Aku seksi.
Aku seksi. Sial, apa lagi?
Tak bisa bilang aku pintar. Aku tak terlalu pintar.
- Apa yang tak kau sukai? - Sombong.
Jika seorang pria pikir dia terlalu baik untukmu, rasanya seperti, "Diam saja."
- Astaga. Benar. - Aku benci itu.
Bagaimana denganmu?
Aku tak suka orang yang keluar mobil dengan cara yang salah.
- Kau tahu? - Oh, iya. Tahu.
Kau tahu maksudku?
Belahan pantatnya terlihat, dan kau berpikir,
- "Kita tak akan bertemu lagi." - Jangan belahan pantat.
Aku belum melihat pria yang belahan pantatnya terlihat.
Setelah melihatnya, tak bisa dilupakan. Kau tak ingin lagi bersamanya. Percayalah.
- Astaga. - Iya.
Kemana para pria?
- Hai! - Hai!
Hai, aku Layla.
Layla, senang bertemu denganmu.
Halo!
- Tidak apa-apa. - Hari pertama masih kuat.
- Maksudku… - Tak akan tayang.
Aku harap itu tayang, ya?
Aku Layla. Usiaku 20 tahun. Aku dari Melbourne dan aku seorang penari.
Aku sangat genit.
Aku tak memiliki kode pertemanan wanita. Aku hanya mementingkan diriku.
Jadi aku tak akan tersinggung jika kau berusaha dan kau menyingkirkanku.
Aku akan singkirkanmu lebih jauh.
Aku jatuh cinta pada pacar sahabatku.
Aku lebih dahulu menyukainya dan temanku tahu itu.
Akhirnya aku kehilangan sahabatku. Itu sangat kacau.
Aku tahu yang aku inginkan.
Seseorang yang jujur. Baik. Seseorang yang lucu, setidaknya untukku.
Gurauan yang nyarisi merundung, aku suka itu.
Rundung aku sedikit.
Jadi, apa yang kalian sukai?
Maksudku, bukan hal seksual. Maksudku… Kau tahu?
Maksudku, pria. Mulai dari yang mudah.
Aku suka yang gelap… kau tahu.
Mata dan rambut cokelat. Aku tak terlalu suka yang pirang.
- Bagaimana denganmu? - Baik.
Aku sangat memperhatikan kepribadian.
- Iya. - Kau tahu maksudku?
Seseorang yang setara denganku dan kami bisa…
- Mudah. - Kau tahu? Iya.
- Hai! - Ya, Tuhanku.
Halo.
Ya, mereka berdua.
- Hai, Kawan-kawan. - Halo.
Sial, kami berhasil.
Hai!
- Hai. Salam kenal. - Astaga.
- Apa kau dari Inggris? - Iya. Siapa namamu?
- Salam kenal. Aku suka aksenmu. - Claudia. Terima kasih.
- Aku suka baju renangmu. - Terima kasih banyak.
Astaga. Berika aku satu gelas apa pun itu.
Iya, sampanye.
Aku Holly. Usiaku 25 tahun. Aku tinggal di Brisbane tapi asalku dari Inggris.
Aku gadis Inggris pada umumnya.
Aku suka pergi keluar, sedikit berpesta.
Aku suka marah-marah. Sedikit mengolok-olok.
Kadang memperlakukan pria dengan buruk, tanpa sengaja,
dan terkadang, mereka berhak mendapatkannya.
Aku wanita bajingan jika berhubungan dengan pria.
Pada akhirnya, kau harus mencoba dahulu sebelum membeli.
Pria Brisbane ibarat daging kebab sebagai camilan tengah malam.
Aku ingin pria berkualitas tinggi seperti daging filet mignon mewah.
Cium ala Chef.
No comments yet. Be the first to leave one.