Season 1

Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐Ÿฑ๐Ÿฌ ๐—ฃ๐—ฅ๐—ข (๐—™๐—ถ๐—ณ๐˜๐—ถ๐—ฒ๐˜€ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ณ๐—ฒ๐˜€๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น๐˜€) ๐—ฆ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐—˜๐Ÿฌ๐Ÿฐ ๐—›๐— ๐—”๐—ซ-๐—ง๐—ฉ๐—œ๐—ก๐—š ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐ŸŽ๐Ÿ”:๐Ÿ“๐Ÿ“ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ฏ๐‘ด๐‘จ๐‘ฟ || *เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
official_release
hbo_max_synced
Published on: 2026-05-31
Downloads: 34
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bos!

- Apa itu? - Hei, Bedebah Bertopeng.

Tamat kau sekarang.

Hei, serang cepat!

Serang dia, cepat. Hei, cepat!

Apa-apaan ini?

Sialan. Hei, bangun. Hei, Bedebah, kemari. Cepat keluar.

Dia masih hidup, sial.

Toilet.

Hei, ada masalah besar di toilet.

- Cepat datang ke toilet. - Berengsek!

Kang-sik!

Bos.

Hei!

Ayo, cepat.

Hei, kunci pintunya!

Kau!

In-gu!

Kau dengar? Itu artinya kau akan mati.

Sial.

- Apa? - Apa ini?

- Nyalakan lampunya! - Apa-apaan?

- Ke mana dia? - Hei, cepat cari dia!

Cepat cari dia!

RESTORAN TIONGKOK ORAN

EPISODE 4

Kau dari mana saja?

Telepon juga tidak diangkat. Ho-myeong.

Sedang darurat, jadi jangan berisik.

Kenapa wajahmu begitu? Kau terluka?

Aku hanya terjatuh dari sepeda motor.

- Aku akan beristirahat. - Astaga.

Bicaralah denganku.

Kalian pulanglah lebih dahulu.

Kalau begitu, kalian selesaikan dengan baik.

- Ayo, pergi. - Tunggu.

Hei, kita juga harus mendengar situasinya.

Kita harus pergi sekarang. Sudah waktunya pergi.

Kubilang ayo pergi.

Katakan.

Kau seharian tidak mengangkat telepon.

Kenapa kau pulang dengan keadaan begini?

Saat mengantar pesanan

aku terjatuh dari motor, dan saat sadar, sudah larut.

Di mana?

Pak Kim bilang dia berkeliling, tapi tidak melihatmu.

Nanti saja kita bicarakan.

Katakan dahulu baru pergi.

- Kau tak lihat aku terluka? - Justru itu.

Kau dari mana dan melakukan apa sehingga terluka seperti ini

sampai tidak menjemput Ji-woo?

Jangan-jangan...

Kau baru teringat sekarang?

Apa kau sudah gila? Ji-woo...

Anak berumur enam tahun itu, karena kau tidak kunjung datang

pulang dengan jalan kaki sendirian selama 30 menit.

Apa Ji-woo baik-baik saja?

Kalau dia baik-baik saja, maka tak masalah?

Bagaimana kalau Ji-woo dalam perjalanan pulang sendirian

mengalami kecelakaan?

Bagaimana kalau dia sampai tersesat?

- Aku minta maaf. - Minta maaf?

Untuk apa?

Kenapa kau selalu seperti ini?

Kenapa kau tidak bisa bicara terus terang?

Kau akan terus membisu seperti itu?

TUJUH TAHUN LALU

Seong-won, aku...

Aku akan menikah.

O-ran hamil.

Hei, kau! Satu hal itu saja tak bisa kau lakukan dengan benar.

Apa ini waktu yang tepat untuk kau menikah?

- Bagaimana dengan misinya? - Tak akan berubah meski aku menikah.

Balas dendam pada Han Gyeong-wook, menemukan Bulgae

semua akan berjalan tanpa hambatan.

Hei, kau ini, kau pikir itu semudah mengatakannya?

Bagaimana jika ada waktu saat kau harus memilih salah satunya?

Kenapa hanya berpikir negatif?

Aku bisa melakukan keduanya dengan baik.

Astaga, Ho-myeong.

Kau tahu kenapa aku tidak menikah?

Bukankah karena tidak bisa?

Selama ini aku juga mengira keluarga akan menghalangi misi.

Namun, tidak.

Saat mendengar tentang bayi dari O-ran, aku langsung mengerti.

Jika demi keluarga

justru tidak ada yang tidak bisa kulakukan.

Hei, Presdir Yoo.

Apa kau baik-baik saja? Tak apa-apa?

Bagaimana kau tahu aku di sini?

Ayolah. Tentu saja aku harus datang. Kudengar rekan kerjaku terluka.

Namun

bukan kamar pribadi, ya?

Menyingkirlah.

Beraninya kau menyuruh pasien keluar!

- Hei. - Sial.

- Kalian semua, keluar. - Baik, Bos.

Hei, semua keluar.

- Baik. - Baik.

Pergilah.

Kau terluka lebih parah dari dugaanku.

Dasar bedebah.

Kudengar hanya satu orang yang mengacaukan semuanya.

Benarkah itu? Kelompok Ingu yang hebat?

Jangan ikut campur urusan orang.

Tidak mungkin.

Aku juga ingin tidak ikut campur. Namun, kau tahu, bukan?

Lusa aku harus melaporkan proyek Pulau Yeongseon

kepada Kepala Han.

Insiden ruang keamanan yang lalu adalah nomor satu

dan insiden kali ini nomor dua.

Karena ada masalah dengan Capital, aku bingung harus bagaimana.

Mengerti?

Hei, Pimpinan Do.

Kau pikir aku tak bisa mengatasi masalah itu?

Sebaiknya kau berhati-hati dengan ucapanmu.

Jika bicara sembarangan

kau akan mati.

Aku tahu.

Aku sangat tahu kemampuan Presdir Yoo.

Karena itu kita berada di pihak yang sama.

Selama bisnis ini berjalan lancar, tidak ada masalah bagiku.

Tidak ada masalah.

Vitamin. Silakan.

Makanlah vitamin ini dengan teratur

dan cepatlah sembuh.

Cepat pulih. Sampai jumpa.

Pembicaraan bisnisnya lain kali saja.

Dah.

Sampai jumpa.

Kenapa...

Ada apa, Bos?

- Ada apa? - Tangkap Bedebah Bertopeng itu.

Bos

bagaimana kami bisa menangkap orang yang tidak kami kenal?

Dasar bodoh. Memang jawabannya tak jelas?

Orang yang menghancurkan Kelompok Ingu sendirian!

Siapa lagi yang punya dendam pada kita?

Selain ahli bela diri yang kita hajar, apa ada orang lain?

Namun, pukulan dia dan si topeng berbeda. Bukan begitu?

- Benar. - Jangan bicara omong kosong

tangkap dia!

- Kita akan tahu kalau menghajarnya! - Akan kutangkap dia.

Akan kutangkap dia.

Sial.

KEPOLISIAN METROPOLITAN SEOUL

Hei.

- Sudah selidiki yang aku sebutkan? - Ya.

Bagian terpenting yang harus dilihat ada di halaman tiga.

Ini bagan organisasi Sekte Hwasan sepuluh tahun lalu.

Hwang Hwa-san, bos pada saat itu, dituduh atas pembunuhan Kwon Soon-bok

lalu dijatuhi hukuman seumur hidup dan sektenya runtuh.

Gang Beom-ryong, wakilnya, mendadak menghilang.

Jadi, dia hilang?

Entahlah.

Pokoknya, setelah itu tidak ada aktivitas yang jelas.

Karena itu, tentu saja.

Yoo In-gu, orang nomor tiga, mengambil alih seluruh Sekte Hwasan.

Dia juga mengubah nama organisasi dari Sekte Hwasan

menjadi Kelompok Ingu

- dan memperluas pengaruhnya. - Yoo In-gu.

- Orang ini bisa dilacak? - Ya, lihat halaman terakhir.

Namanya Heaven Capital di Pulau Yeongseon

yang terletak di dalam Kasino Heaven.

Tindakan terbarunya mendaftarkan itu sebagai perusahaan peminjaman swasta.

Tunggu sebentar.

- Pulau Yeongseon? - Ya. Apa ada masalah?

PULAU YEONGSEON

Pulau Yeongseon.

Jadi, kau kembali dengan tangan kosong?

Sudah kubilang, jangan bertindak gegabah sendirian.

Ayolah, pabrik dendeng itu mencurigakan.

- Sebaiknya kita menggeledahnya... - Hentikan!

Jangan sendirian ke sana.

Kenapa? Aku bisa mengurusnya sendiri.

Ho-myeong.

Kau bukan dirimu yang dahulu. Terimalah kenyataan.

Kalau kau terluka, mau bilang apa kepada keluargamu?

Kau tahu Jaksa Gang yang aku sebutkan tempo hari?

Sedikit lagi, kita bisa menjeratnya sepenuhnya.

Sampai saat itu, kau tunggu saja dan ambillah hati istrimu.

Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba begini?

Kau seperti penasihat pernikahan saja.

Karena aku tidak suka melihatmu murung seperti itu.

Bukankah kau bilang bisa melakukan keduanya dengan baik?

Lakukan itu dan bersiaplah.

Jangan pernah bertindak sendirian. Paham?

Sudah dahulu.

- Sudah kau cari tahu? - Ya.

Penyerang bertopeng itu...

Sepertinya anak buah Presdir Yoo mencarinya mati-matian.

Beredar kabar dia orang yang membuat masalah di ruang keamanan.

Sepertinya dia bukan orang biasa.

Dia menghabisi Kelompok Ingu sendirian.

Tentu saja dia bukan orang biasa.

Selidiki kasus itu dengan lebih mendetail.

- Baik. - Lalu

bisnis dendeng yang kusebutkan sudah kau selidiki?

Mereka mengedarkan narkoba Tiongkok dengan disamarkan sebagai dendeng.

Selain di kasino, jaringan distribusi secara nasional cukup kuat.

Fifties Professionals subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Fifties Professionals

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left