The first 200 lines.
Aku tak pernah mengerti kenapa orang memakai narkoba.
Akhirnya aku tahu setelah Quin dan Fan mati.
Semuanya karena kehampaan di dalam diri.
Jadi, mana yang lebih buruk,
kehampaan atau narkoba?
Aku sungguh tidak tahu.
Nick, "katering" tiba 1 menit lagi.
Baik.
Halo.
Masuklah ke JV1889 di kananmu.
Baiklah.
Suruh tiga orang bodoh itu
- mengikutimu. - Yang mana?
Yang memegang teh lemon sepertimu.
Itu saja.
Kalian bertiga, ikuti aku ke mobil.
Kenapa selalu teh lemon?
Tak bisa minum soda sekali-sekali?
Toko Gadai Tak Sang
Sudah tiba!
Mobil tersangka tiba. Semuanya, bersiap!
Nomor polisi JV1889.
Van perak tujuh tempat duduk.
Unit A, jalan!
Ayo.
Apa yang kau lakukan? Unit A kehilangan tersangka.
Dia berbelok ke Jalan Jordan.
Unit B, ambil alih dari sini.
Ayo.
- Halo. - Nick, sudah kuantar.
Selesai untuk hari ini!
Tersangka ada di Boundary, menuju Kota Kowloon.
Tersangka berbelok ke Jalan Earl.
Pelan-pelan! Jaga jarak, nanti dia melihatmu!
Stasiun Tai Wai
Nick, "katering" sudah di posisi.
Pergi ke Sha Tin, lantai empat, 407.
Ini lampu hijau! Jangan berhenti, jalan terus!
Sudah kuduga! Mereka hebat, tapi aku pintar.
Dia melihatmu.
Jalan! Ayo!
Jalan Short
Kita ketahuan! Jangan menoleh ke belakang!
Ada dua jalur! Aku ambil yang mana?
Tetap di jalur!
Sial! Dia kabur!
"Klien" kabur di bundaran.
Unit B kehilangan dia.
Tak masalah! Unit B kembali beraksi!
Hati-hati, jangan sampai lolos!
Dimengerti.
Kami mengandalkanmu. Jangan kehilangan dia.
Awas. Dia berbelok!
- Ambil jalur kiri! - Tidak bisa. Aku terhalang.
Awas!
Unit B kehilangan target, masuk ke Kota Kowloon.
Nick, aku berhasil kabur.
- Jembatan Sand Martin. - Dimengerti.
Lumayan. Kita bertahan bersama mereka sejauh ini.
Ayo.
- Ke stasiun? - Mau ke pertandingan.
Bagilah!
Keluar dari mobil!
Cepat!
- Ya. - Pesta berakhir.
- Sudah selesai. - Dimengerti.
Ibu! Aku lapar.
Tunggu sebentar. Ny. Luk belum kembali.
Setelah dibayar, Ibu ajak makan di luar.
Bisa beri aku mi instan?
Sudah habis.
Mau roti?
Aku belum dibayar.
Akan kukembalikan setelah dapat uang.
Makanlah.
- Berapa? - Tiga ratus lima puluh.
- Delapan ratus untuk tiga ini. - Delapan ratus? Boleh!
Quin, aku punya nomor baru.
Nick?
Ya, Kakak?
Quin masuk IGD lagi. Cepat kemari!
Sayang...
Pulanglah dan ambilkan barang ayahmu.
Aku?
Aku ada kencan! Suruh kakakmu!
- Kau... - Hai, Nick!
- Nick. - Bagaimana keadaannya?
Bujuk dia agar mau dioperasi.
Dia tak bisa menunda lagi.
Tidak apa-apa.
Boleh kutemui?
Di sebelah sana.
Perawat.
Perawat.
- Tunggu sebentar. - Apa yang kau butuhkan?
Aku harus kencing.
- Kuambilkan pispot. - Tunggu.
Ada banyak wanita di sini.
Kenapa tak ke rumah sakit swasta?
Ini tahun yang berat.
Ginjalku rusak karena diabetes.
Istriku tekanan darah tinggi dan tingkat kolesterolnya buruk.
Putri kecilku lahir dengan VSD.
Adiknya sehat.
Namun dia monster! Sudah melihat sikapnya?
Kau bisa tahan? Aku tidak bisa!
Tenang, kau sembuh dulu.
Istrimu menginginkanmu menjalani transplantasi ginjal.
Aku akan mati lebih cepat jika operasinya gagal!
- Kita lihat saja nanti. - Kau tak punya pilihan.
Setelah kukirim si kecil ke luar negeri untuk operasi,
aku juga akan menjalani operasi.
- Antarannya lancar? - Lancar.
Tapi aku ingin bicara denganmu.
Ada apa?
Aku sudah menemukan pelanggan.
Aku ingin mendapatkan kesepakatanku sendiri.
Tunggu sebentar.
Apa katamu?
Aku ingin transaksi sendiri.
Aku ingin membeli rumah.
- Berapa? - "Empat set" dolar Hong Kong.
Aku bertanya soal rumahnya!
Tolong biarkan aku menangani ini.
Aku lelah meminjam!
Siapa pembelimu?
Kau selalu ajari untuk tidak bertanya.
Aku hanya agak khawatir. Kau yakin dia aman?
Percayalah kepadaku.
Ya, baiklah...
Kau butuh rumah seperti apa?
Apa kau mampu membayar uang muka?
Tak berguna... Apa itu?
Permen See
Hei, pelan-pelan.
Sembunyikan.
Buang jika tidak habis.
Istrimu akan membunuhku jika tahu.
Kau bercanda? Tak akan ada yang tersisa!
Di mana semua orang?
Pulang mengambil barang Quin.
Kau sendiri?
Aku menunggumu.
Kau ingin menonton film?
Aku diberi dua tiket!
Ayolah...
Masih lama, kita bisa berjalan kaki.
Hati-hati di jalan.
Mari kita lihat...
- Siapa namamu? - Jane-jane?
Jane-jane, kau mau permen?
Makan sayuranmu.
Ini ikannya.
Ada tikus di apartemenmu?
Ada tikus naik ke ranjang kami semalam.
Hampir menggigit dia!
Aku pakai racun tikus.
Aku juga!
Namun mereka terus kembali.
Coba merek lain! Kita beli setelah makan.
Terima kasih.
Kau menjual DVD bajakan?
Itu milik putra Ny. Luk.
Aku bekerja untuk keluarga Luk dan diizinkan tinggal di sini.
Kau mau teh?
Kau tinggal sendirian?
Ya.
Aku berpisah dengan suamiku belum lama ini.
Aku ingin kembali ke rumah orang tuaku.
Namun, ayahku menolak menampung kami.
Dia pernah bertengkar dengan suamiku.
Dia takut suamiku balas dendam.
Ayahku membencinya dan tak merestui pernikahan kami.
Dia bilang suamiku gelandangan tidak berharga.
Ternyata itu benar.
Tak perlu diceritakan.
Semua orang memiliki masalah.
Kau benar.
Sofa ini sangat nyaman.
Tentu. Coba berbaring.
Entah bagaimana sofa bagus bisa ada di sini.
Minumlah tehnya.
Ya.
Nick.
Ada apa?
Jemput aku di rumah sakit sekarang!
Kita bicara lagi lain kali. Aku harus pergi.
Terima kasih.
Tentu, tidak masalah.
Sesuatu terjadi. Ayo ke "dapur"!
Apa yang kita tunggu?
Aku tidak tahu.
Itu dia datang.
Tunggu!
Siapa dia?
Nick, pengurus pengantaran.
Kau seharusnya bisa beri tahu lebih dulu!
Aku hampir kena serangan jantung!
Ayo pergi.
Bukalah!
No comments yet. Be the first to leave one.