Buya Hamka Vol. 1

Buya Hamka Vol. 1

Download Indonesian Subtitle

Release info

Buya Hamka Vol 1 2023 INDONESIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1h 46m Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-08-17
Downloads: 315
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

UNTUK ORANG TUA KAMI TERCINTA SRI HIROO & SMT. VINITA BHARWANI

Buya.

Buya Hamka.

Astaghfirullah.

Istri Buya datang menjenguk.

Ummi.

Ummi, Ayah datang.

Masya Allah.

Ummi...

Datang juga Ummi akhirnya.

Maaf Ummi lama, Engku.

Ummi sehat?

Alhamdulillah.

Alhamdulilah.

- Ayah. - Zaki.

Ayah.

Ayah.

Ambil kertas di belakang pinggang ayah.

Rus.

- Sehat, Ayah? - Alhamdulillah.

Ini Engku. Saya masakkan gulai kepala kakap.

- Masya Allah. - Untuk Engku.

Begitulah air mata.

Tiadalah ia memilih tempat untuk jatuh.

Tidak pula ia memilih waktu untuk turun.

Sudah cukup garamnya?

Nanti keasinan kalau ditambah air mata Engku.

Air mata terasa asin.

Sebab air mata adalah garam kehidupan.

Tanpa air mata...

hidup hambar adanya.

Dimakan, Engku Haji.

Garamnya itu berasal dari keringat Ummi ketika memasak.

Ayah.

Astaghfirullah.

Ayo kita makan.

Bismillah.

- Terima kasih, Ummi. - Sama-sama, Engku.

Engku Haji ini jika sudah mengetik...

seperti kemasukan jin rupanya.

Tidak tersenyum,

kening pun berkerut delapan.

Belum selesai juga laporan kongresnya, Engku?

Bertemu dengan para ulama itu...

membuatku gelisah, Ummi.

Kenapa begitu, Engku?

Orang-orang itu...

banyak yang tak sadar perubahan zaman.

Ada orang...

yang menolak menambah ilmu.

Ada juga yang mencoba menghambat kemajuan...

dengan menganggap itu kafir.

Sedikit-sedikit, haram dibilangnya.

Sedikit-sedikit kafir dibilangnya.

Bagaimana mungkin kita bisa menyampaikan akidah tauhid

kalau kita sendiri bodoh?

Puas dengan pikiran sendiri.

Bukankah...

tidak berguna jika kita menuntut orang lain untuk berubah, Engku?

Lalu...

apa yang harus kulakukan, Ummi?

Jadikanlah diri Engku contoh bagi mereka.

Sebagaimana aku mencontoh perilaku Engku.

Berjuang setiap harinya

menegakkan jiwa tauhid yang sebenarnya.

Astaghfirullah.

Tokoh Hayati yang ada dalam romanku yang sedang kutulis...

berwajahkan seperti kau, Ummi.

Senantiasa cantik...

di kala tersentuh remang cahaya lampu.

Kalau sudah selesai naskahnya,

aku ingin Ummi yang pertama membacanya.

Apakah cukup romantis...

kisah cinta tokoh-tokohnya?

Tidak perlu, Engku.

Mana tahu Ummi soal romantis-romantisan seperti itu.

Engkulah ahlinya.

Kini giliran Engku yang sembahyang.

Khusyuk sekali Ummi berdoa tadi.

Aku berdoa...

supaya kita diberi rezeki...

untuk membeli sajadah.

Supaya kita...

bisa salat berjamaah bersama-sama.

Ummi yang jauh lebih romantis dari aku.

Setelah kongres Muhammadiyah lalu...

Muhammadiyah Makassar mengalami perkembangan yang sangat besar.

Kini kita ada empat cabang dan 39 grup.

Dalam dunia pendidikan...

kita juga mengalami kemajuan yang sangat luar biasa.

Kini...

sudah berdiri 103 Volkschool,

47 Standardschool,

69 Hollands Inlandse School,

dan 25 Schakelschool.

Dengan demikian,

perlu lagi kita tingkatkan kesadaran

bahwa pentingnya menuntut ilmu secara berkesinambungan dalam masyarakat kita.

Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim dan muslimah.

Mulai dari ayunan sampai liang lahat.

Assalamu'alaikum.

Wa'alaikumsalam.

Assalamu'alaikum.

Wa'alaikumsalam.

- Assalamu'alaikum. - Wa'alaikumsalam.

Permisi, Pak Ustaz.

Ada yang bisa saya bantu, Tuan?

Pak Ustaz,

kenalkan ini anak perempuanku,

Ola namanya.

Begini Pak Ustaz,

kalau bersedia ini...

anak perempuanku ini,

saya mau titip...

ke Pak Ustaz.

Dititipkan bagaimana maksudnya?

Anak perempuanku ini...

sudah siap...

jadi istri kedua Pak Ustaz.

Sebentar dulu.

Di mana saya letakkan tas saya tadi?

Astaghfirullahaladzim.

Mungkin masih di ruangan saya.

Tak apa, permisi dulu.

Mau ke mana Ustaz? Kenapa buru-buru?

Keluar, Pak Baharudin.

Tolong simpankan tas saya. Ada di bawah kolong meja rapat.

Nanti akan saya ambil.

- Ya. Baik, Pak Ustaz. - Terima kasih.

- Alhamdulilah. - Pak Ustaz!

Onde-mande.

Astaghfirullah.

Ini tasnya Pak Ustaz.

Masya Allah.

Ada di mana ini, Ola?

Tadi di bawah meja.

Sampai lupa saya, terima kasih.

Burukkah rupa saya, Pak Ustaz?

Buruk?

Tidak.

Tidak sama sekali.

Sama sekali tidak.

Lalu kenapa tidak mau sama saya, Pak Ustaz?

Saya kira dalam surat An-nisa,

dibolehkan laki-laki menikah lebih dari satu?

Sampai tiga, atau empat.

Tapi, ada ayat selanjutnya, Ola.

"Jika kamu takut tidak dapat berlaku adil,

maka kawinilah seorang saja."

Sadarilah, Ola...

tidak mudah seorang manusia...

berlaku adil terhadap banyak perempuan.

Saya yakin,

Pak Ustaz bisa berlaku adil.

Astaghfirullah.

Hanya Allah yang maha adil, Ola.

Saya hanya manusia biasa.

Tidak ada satu pun yang dapat menjamin saya dapat berlaku adil selamanya.

Nak Ola juga harus tahu...

jika seorang suami...

berlaku tidak adil terhadap istrinya,

akan menimbulkan bekas yang tidak baik pada anak-anaknya...

terhadap ayahnya.

Saya mengerti sekali, Ola.

Ini semua...

keinginan orang tua Ola, bukan?

Ola tidak usah khawatir.

Nanti saya bicara pada orang tua Ola,

termasuk pada lelaki lain soal hal ini.

- Terima kasih, Pak Ustaz. - Sama-sama.

Kalau begitu,

saya permisi dulu.

- Assalamu'alaikum. - Wa'alaikumsalam.

Ini, Engku.

Orang lama bermain lidi.

Lidi dibagi jadi delapan.

Kopi datang penyejuk hati.

Pahit di sini, manis di sana.

Terima kasih, Ummi.

Bismilah.

Ummi.

Naskah roman aku hampir selesai.

Sudah ditetapkan judulnya?

Di Bawah Lindungan Ka'bah.

Masya Allah.

Lihatlah, Ummi.

Apa...

Engku tidak berpikir untuk balik ke Medan?

Aku masih diperlukan di sini, Ummi.

Kenapa Engku tidak pernah cerita?

Kalau Engku mendapatkan tawaran

menjadi pemimpin di majalah Pedoman Masyarakat?

Majalah Pedoman Masyarakat itu...

masih seumur jagung, Ummi.

Belum sanggup menyediakan tempat untuk keluarga kita.

Seperti di sini.

Organisasi Muhammadiyah di sini sudah bisa mandiri.

Untuk apa pula Engku Haji berlama-lama di sini?

Ayah.

Hisyam tidak bisa tidur.

Buya Hamka Vol. 1 subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Buya Hamka Vol. 1

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left