Privileges

Privileges (Privilรจges)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—ฃ๐—ฅ๐—œ๐—ฉ๐—œ๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—˜๐—ฆ ๐—ฆ๐Ÿฌ๐Ÿญ๐—˜๐Ÿฌ๐Ÿฏ (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ) ๐—›๐— ๐—”๐—ซ-๐—˜๐——๐—œ๐—ง๐—›-๐—”๐— ๐—ญ๐—ก ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐Ÿ’๐Ÿ“:๐Ÿ๐Ÿ‘ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ฏ๐‘ด๐‘จ๐‘ฟ || *เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Published on: 2026-04-11
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku menyerah.

Boleh kulihat kartumu?

Tunjukkan padaku.

Kau pikir kau membantuku dengan membiarkanku menang

- tapi kau mempermalukanku. - Tidak.

Tidak, Pak, aku di sini untuk melayanimu.

Aku ingin bertemu seseorang yang menginap di hotelmu.

Dia biasanya bepergian dengan nama samaran.

Kau memintaku mengkhianati anonimitas seorang tamu?

Peter Jenssen.

Dia peringkat kesepuluh di dunia.

Di permukaan, aku yang mengambil semua risiko.

Aku ingin dia bermain di turnamen yang kuselenggarakan di Marrakesh.

Kau tahu prinsip Ikan dan Hiu?

Satu meja, beberapa pemain, pertanyaan yang sama.

Bagaimana kau tahu siapa hiu dan siapa ikan?

Yang paling agresif belum tentu yang paling berbahaya.

Yang paling tenang juga bukan yang terpintar.

Setiap pemain memiliki level

sumber daya, dan tentu saja, tujuan yang berbeda.

Siapa yang bisa menebak sebelum akhir siapa yang akan memakan siapa?

Peter Jenssen, orang Belgia, menginap di sini.

- Beri tahu aku saat dia tiba. - Ya.

Di sini!

Jalang jelek ini memakan terlalu banyak tempat.

Aku sudah muak.

Ruang kunjungan.

Apa kabar?

Ada apa? Kenapa kau berkeringat?

Tadi aku bermain sepak bola. Ini.

- Ini, Sayang. - Apa ini?

Apa kau gila? Itu terlalu banyak.

Tidak, itu normal. Para tamu memberiku banyak tip.

- Kini jaga dirimu. - Tidak, kau tak perlu.

Kau juga sudah membayar Mika. Itu tak perlu.

Aku menabung untuk truk makanan.

Truk makanan tetap proyek kita.

- Ya, tapi... - Ya.

Itu normal.

Itu dokumen yang kuminta?

Ya.

- Aku membawakanmu tagihan telepon. - Baiklah.

Ada namaku, alamatku.

Pagi ini, aku mengirim surel ke konselormu.

Dia menerimanya, seharusnya tidak apa-apa.

Tapi itu tak akan berhasil.

Untuk sidang, aku butuh sewa yang ditandatangani atas namamu

dan surat janji akomodasi.

Tapi sewanya atas nama Mika, bukan namaku.

Dia menyewakannya kepadaku.

Minta dia menuliskan namamu di kontrak sewa

- lalu tulis surat untukku. - Baiklah, ya.

Tidak apa-apa? Bisakah aku mengandalkanmu?

Ya, aku bilang ya.

- Ya? - Tidak apa-apa.

Ya.

- Kau cantik. - Kau bau.

Baumu seperti jerapah.

- Kau serius? - Aku bersumpah.

- Ya, itu benar sekali. - Ya, aku bersumpah, kau bau.

Kau kemari untuk menghinaku?

Hanya bercanda. Tapi mandilah dan gosok tubuhmu sampai bersih.

- Ayo, keluar. - Diamlah.

Cium, Sayang.

Baiklah.

Tolong pintunya.

Tenggorokanku sakit.

- Hei, kemarilah. - Tenanglah.

Ada masalah apa? Lepaskan aku! Ada apa?

Mereka bilang kau bekerja di Paris.

Aku bicara denganmu.

Tidak baik melupakan rekan kerjamu.

Para sipir menyukaimu. Bagaimana dengan kami?

- Apa maumu? - Tenanglah!

Aku ingin kau mengantar barang untukku.

Kau tahu aku tidak bisa meninggalkan tempat kerjaku.

Bukan masalahku. Aku tak peduli.

Insiden disipliner terjadi dengan cepat.

Para hakim tak suka itu. Itu noda di catatanmu.

Aku akan mengirim seseorang ke hotelmu.

Mengerti? Sebaiknya kau tak mengecewakanku.

Aku mencoba membelamu

tapi Pepo menyetujui keputusan itu tanpa sepengetahuanku.

Dia mengubah akses ke lantai tujuh untuk semua pegawai.

- Maafkan aku. - Mungkin itu berkah tersembunyi.

Setidaknya kini aku bisa makan malam dengan istriku.

- Kau harus mencobanya. - Apa? Makan malam dengan istrimu?

Percayalah, kemasi barangmu selagi bisa.

Kau tak lagi memimpin, Edouard.

Pria itu kabar buruk.

Dia tak akan berhenti di sana.

Aku juga. Terus gali masa lalunya.

Kau tahu aku akan merindukanmu, Kawan.

Hanya penasaran.

Seperti apa pria yang menggantikanku?

Kau ingin menemuiku, Kolonel?

Pak Galzain, terima kasih sudah datang.

Itu wajar. Ini hotelku.

Kami menerima laporan.

Seorang pegawai dilaporkan melihat hewan liar di gedung.

Seekor ular.

- Itu mengingatkanmu pada sesuatu? - Tidak. Kau merekamnya?

Belum, kami sedang menyelidikinya.

Terus kabari aku.

Kurasa insiden seperti ini tidak membuatmu takut.

Kudengar dahulu kau berperang di Mali.

Kau seharusnya bisa menangani ular.

Tentu saja.

Dengan memanggil pemadam kebakaran dan menutup hotel

sesuai peraturan.

Ya, tentu saja.

Di dalam koper Honey B, apa ada kandang?

Sepuluh hari lalu? Kurasa tidak.

Kau harus yakin. Itu tugasmu.

Tanyai timmu.

- Permisi. - Kau tepat waktu.

Kau akan menemukan boa itu untukku.

- Boa? - Ya, ayo, cepat.

Baiklah.

Ya, halo? Kau di tempat parkir sekarang?

Apa ada tindakan untuk melindungi kita?

Dari apa? Tidak ada yang pernah melihat ular ini.

Apa itu benar-benar ada?

Tapi Candice melihatnya. Aku memercayainya.

Candice, kau yakin ularnya hidup? Bukan hanya dekorasi?

Aku bersumpah, ia meluncur menuruni radiator. Itu mengerikan.

Kukira aku akan pingsan.

Ini mudah. Jika manajemen tak bertindak

tak masalah, kita lakukan sendiri, ya?

Mulai sekarang, kita gandakan tenaga kerja.

Dua bekerja dan dua mengawasi.

Tidak, tunggu, itu akan memperlambat pembersihan.

Jika salah satu dari kita mati?

Kita ke sana kemari, kekurangan staf

memperebutkan satu Hoover untuk kita berempat.

Kita menderita artritis sebelum berusia 30 tahun. Cukup!

Tak ada yang bekerja di lantai enam.

Mengerti? Sampai kita menemukan boa itu

tidak ada yang bekerja di lantai enam.

Bu Montero, kami akan mencari solusi.

- Ada masalah sekarang. - Aku mau kamarku.

Dengar, kami akan menyelesaikan masalahnya.

- Mereka akan selesai bersih-bersih. - Menunggu 30 menit?

Kita bisa apa? Mereka menghalangi.

Lalu rumor menyebar ke seluruh departemen.

- Siapa yang melihat boa itu? - Candice MBaye.

Ya, aku ingin bertemu dengannya. Suruh dia ke ruanganku. Sendirian.

Manajer Umum.

Meski Pak Pepo bersedia menjual lukisan ini dengan harga bersahabat

- kau yang mengambil semua risiko. - Kenapa?

Kau bertanggung jawab secara hukum atas rekening perusahaan

dan pembelian ini bisa dianggap penyalahgunaan aset perusahaan.

Sial.

Aku tak paham. Itu pilihan pemilik.

Tapi ada konflik kepentingan, karena lukisan itu

milik tunangan Bu Fethani.

Sayangnya, tak ada sertifikat keasliannya.

Hal terbijak untuk dilakukan adalah melalui galeri seni.

Dengan begitu, kau bisa melakukan pembelian

tanpa risiko dituduh mencuci uang.

Maksudmu lukisannya sudah dalam perjalanan.

- Ya. - Lalu?

- Jadi, kita bisa... - Ya, masuklah.

Dengar, cobalah mengulur waktu.

Aku sudah mengadakan rapat dewan untuk membahasnya.

- Kau ingin bertemu Bu MBaye? - Ya. Candice, masuklah.

- Halo, Candice. - Terima kasih.

Masuklah.

Emma, bisa tawarkan Candice minuman?

- Tidak usah, terima kasih. - Tidak usah?

- Apa kabar? - Baik.

Sungguh? Itu "baik" yang kecil.

Tidak, aku baik-baik saja.

Baiklah. Sudah berapa lama kita bekerja sama?

- Empat tahun? Benarkah? - Ya.

- Masih tinggal di Noisy-le-Sec? - Ya.

- Itu agak jauh, bukan? - Tidak juga.

Bagaimana dengan pulang pergi?

Kau tahu, Citadel bukan satu-satunya hotel di grup kami.

Kami punya bisnis lain.

Itu akan mempermudah hidup.

Menghemat waktu di pagi dan malam hari.

Benar, bukan? Bisakah kita mengusahakan sesuatu?

Apa kita harus menyalakan pemanas dengan kekuatan penuh?

Ya. Ular sangat sensitif terhadap panas.

Kau yakin pernah melakukan ini?

Tentu saja, ini pekerjaanku.

Aku bisa memakai bahan kimia, tapi saat memanggilku

kau memintaku berhati-hati.

Adele, ada yang mencarimu di resepsionis. Tampaknya mendesak.

Ya, aku akan segera ke sana. Terima kasih.

Bagus, aku sempat khawatir kau sedang sibuk. Ayo.

Pertualangan rahasia kecil kita membuatku amat terangsang.

- Kita harus sangat berhati-hati. - Ya.

Tak ada yang boleh tahu soal ini. Termasuk keamanan dan tamu, paham?

Tidak, lihat aku.

Jika mereka menyelidiki, kita akan disalahkan.

Terima kasih banyak.

Sama-sama, Sayang. Siapa itu?

- Aku berutang kepadamu. - Apa yang kau lakukan?

More Indonesian subtitles for Privileges

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left