The first 200 lines.
BERDASARKAN KISAH NYATA
Jadi, apa pendapatmu
soal kontes Miss International Queen hari ini?
Aku sangat gugup, tapi antusias untuk menerima mahkotanya hari ini.
- Kau sangat percaya diri, ya? - Ya.
TAHUN 1981 OSAKA, JEPANG
Aku punya gaya rambut baru
SEIKO MATSUDA
Kau bilang aku tampak sangat berbeda
Kau terlihat sangat malu-malu
Saat kau berjalan melewatiku
Kau sedang apa? Ayo. Bersiaplah.
Berhenti main-main. Ganti bajumu.
Kau bodoh!
Biarkan dia menyelesaikan lagu kecilnya.
Kau selalu ragu-ragu
Seolah-olah kau tertutup selubung
Fresh, fresh, fresh!
Bukalah pintu menuju musim panas itu
Dan bawa aku pergi ke suatu tempat
Fresh, fresh, fresh!
Musim panas akan membuka pintunya
Dan membawa kita pergi apa adanya
Banci!
Kau aneh!
Dasar homo!
Aku suka pakaian ini dan lagu ini!
Kenapa kalian mentertawaiku?
KENJI ONISHI
Lari!
Berikutnya!
Berbaris.
Siap?
Mobil-mobil lewat
Kita berada di jalan yang berbeda
Aku membeli bra tempo hari.
- Bra. - Warna apa?
- Pink. - Pink? Imutnya.
Dadamu mengecil.
Mengecil? Tidak, justru makin besar.
- Sungguh? - Aku terus memikirkan itu.
Kau bilang kau mencintaiku?
HAI, TAKESHI. KAU SELALU POSITIF
Apa kau serius?
DARI KENJI
KEPADA TAKESHI
Namun, semua orang menatapku
Teganya kau melakukan itu kepadaku?
Fresh, fresh, fresh!
Itu si banci!
Si aneh!
Dasar homo!
Hei, Onishi!
Kenapa mereka mentertawakanku?
Apa yang salah denganku?
Aku ini apa?
Aku ini apa?
Kau mabuk, Wada.
Kau apa? Kau itu dokter.
Dokter?
Aku?
Bukankah kau berhenti menjadi ahli bedah di OIM begitu diterima?
Kau memang ahli, tapi kau aneh.
Hei, apa yang terjadi?
Beri tahu kami!
Tak terjadi apa-apa.
Namunβ¦
Ahli bedah tak peduli pada pasien mereka.
Mereka hanya ingin mengoperasi.
Kalian, ahli bedah, tak peduli pada pasien.
Kalian tak menyembuhkan orang, hanya asal menutup luka.
Apa hakmu bicara begitu?
Sepertinya kau lebih baik menggeluti bedah kosmetik.
Kami menyelamatkan nyawa!
Kalian benar.
Aku mungkin tak bisa menyelamatkan nyawa.
Aku mungkin hanya dokter penutup luka yang terlalu dipandang tinggi.
Namun, tak seperti kalian,
aku memikirkan
apa arti sebenarnya
dari menjadi dokter.
- Jangan melempar! - Jangan perang makanan.
Ini daging kesayangan kalian! Potong-potonglah!
Kau mungkin benar.
Di sini gaduh sekali.
- Di sini selalu gaduh. Ayo makan! - Apa?
- Hei. - Apa?
Boleh aku bolos sekolah besok?
Perutku sakit.
Besok akan hilang.
Mau kuusap?
Jangan dibiasakan. Kau harus bersekolah.
Besok aku ke sekolah.
Apa? Kau pergi sekarang?
Diam, Bodoh. Toilet.
Tentu saja.
- Makanlah! - Baik! Sekarang!
Lepaskan aku!
Tolong hentikan!
Persetan kalian!
Mati kau, Banci!
Ayo lihat apa kau benar punya penis di bawah sana.
Kau akan lebih cantik dengan riasan.
- Hentikan! - Pegangi dia!
Ada apa?
Buβ¦
Aku tak tahan lagiβ¦
Tolong bantu aku.
Onishi.
Mungkin kau sebaiknya berintrospeksi diri.
Kau sebaiknya berhenti bersikap feminin dan jadi lebih seperti lelaki.
Apa itu feminin?
Aku hanya menjadi diriku sendiri.
Aku ini apa?
Bisakah seseorang memberitahuku?
RUMAH KABARET BAR JORDAN
Istirahat!
Megumi! Kau kurang tersenyum.
- Maaf. - Jennifer. Kuasai gerakannya.
- Baik. - Marumi.
- Kau terlalu kaku. Lebih luwes lagi. - Baik.
Ayo ulangi dari awal.
Sekarangβ¦
Siapa kau?
Menurutku kau cantik sekali.
Namun, firasatku, kau bukan wanita biasa.
Aku penasaran.
Matamu jeli.
Kebanyakan orang tak tahu aku punya burung.
Akuβ¦
Aku ingin menjadi idola. Seperti Seiko Matsuda.
Apa katamu?
Tolong izinkan aku bekerja di sini.
Aku ingin bernyanyi dan menari seperti yang kalian lakukan tadi.
Sertaβ¦
Baru pertama kulihat ini.
Akuβ¦
Sejak dulu, aku selalu ingin memakai rok berenda cantik itu.
Namun, aku selalu ditolak, "Anak lelaki itu memakai celana."
Mereka menyebutku peri di sekolah.
Mereka memanggilku "banci".
Aku tak merasa diriku manusia dan itu sangat menyakitkanβ¦
Berhentilah bersikap dramatis.
Hidup memang begitu.
Kau pikir hidupmu buruk? Banyak orang lain pernah lebih terpuruk daripada kau.
Kau tidak istimewa. Ingat itu dan kau akan sukses.
Namun, baiklah.
Aku akan mengurusmu.
- Sungguh? - Seorang wanita tak pernah berbohong.
Mungkin kadang-kadang.
Namun, aku bisa menjamin ini untukmu.
Meski kau bekerja membanting tulang di tempatku ini,
kau takkan pernah jadi wanita.
Baik.
Namun, kau bisa menjadi "waria".
Terima kasih banyak!
Kelas kami dapat lebih banyak kuis dadakan daripada kelas lain.
Menyebalkan.
Kami memutuskan untuk belajar di perpustakaan sepulang sekolah.
Belajar di perpustakaan?
Kami semua akan saling membantu.
Tentu.
Belajar giatlah. Pria harus bertindak benar.
Tentu saja!
Melihatmu mengambil buku saja jarang.
- Kau tahu? - Diam, kau!
Enak! Aku suka kimpira buatan Ibu.
Kenji itu anak yang baik.
Lihat saja nanti.
Kelak dia akan jadi dokter atau politisi.
- Semangat, Kenji. - Tak mungkin.
Jangan bilang begitu. Dia sudah bekerja keras.
Maaf, Nenek.
Aku tak akan jadi dokter atau politisi.
Aku akan jadi "waria".
Dadamu dioperasi lagi?
- Seharusnya lenganmu yang dioperasi. - Diam. Kau menyebalkan.
Berkacalah.
Hei, berapa dosismu?
Lima kali sehari.
- Lima? - Sungguh?
Apa itu aman?
Aku muntah setiap hari.
Namun, sepadan untuk payudaranya.
Menjalani mimpi!
Pastinya! Kau pasti merasa seperti wanita sejati.
Aku sungguh paham itu.
Kau "paham"? Tak biasanya.
Mungkin kelihatannya tidak, tapi aku mengonsumsi banyak hormon.
Hanya saja, hormonnya kebetulan ada di daging panggang.
Hormonβ¦
- Hormonβ¦ - Hormonβ¦
Akan kulakukan itu untuk Kak Marumi,
pergi ke tempat Kak Aki, laluβ¦
Coba kupikirβ¦
Hei, Pemula.
Aku punya tugas untukmu.
Bisa ambilkan obatku?
Tentu.
Dia sangat manis, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.