The first 150 lines.
Apa benar arahnya ke sini?
Ya, benar.
Wah, itu dia.
Ayo, cepat ambil drone itu, lalu kita keluar.
Di rumah ini, katanya, ada Makhluk.
Tidak ada yang namanya Makhluk.
Mahkluk itu ada.
Jangan percaya hal itu.
- -
Anak-anak sombong dan tak percaya Makhluk seperti kalian
sepertinya harus diberi pelajaran.
Akulah Makhluk di rumah Shinbi.
- -
Makhluk bakpao.
- Ibu! -
Kita berhasil.
Ya.
Kau ini bicara apa?
Karena kakak selalu melakukan candaan seperti itu,
anak-anak jadi takut datang ke rumah ini.
Kenapa? Jadi seru, 'kan?
Bagiku tidak seru.
Hem...
Akhir-akhir ini, tidak ada hal yang menarik.
Sangat membosankan.
Jangan khawatir, Kawan.
Ada aku di sini.
Shinbi yang lucu, menggemaskan, pintar, dan tampan.
Aku akan membawa kalian ke dunia Shinbi yang penuh dengan tawa.
Aduh!
Hei, Hari, Doori. Berhenti!
Kenapa lagi, Shinbi?
Kenapa kalian berani mengacuhkan Goblin yang hebat ini?
- Tentu saja. - Apa?
Sekarang kau tidak bisa mengabulkan permintaan.
Ya, aku harus berhasil mengirim Makhluk ke alam atas lebih dulu,
baru aku akan mengabulkan permintaan. Begitu janjinya, 'kan?
Tapi kau harus bertemu Makhluk dulu
baru bisa mengirimnya ke alam atas.
Benar juga, ya? Sudah lama sekali tidak muncul Makhluk di sini.
Hem... Bola Makhluk juga jadi tidak diperlukan.
Ya, mau bagaimana lagi?
Ini semua berkat aku, bukan?
Bagaimana mungkin Makhluk akan berani datang ke sini
jika di sini ada Shinbi yang hebat?
Ya. Kau hebat.
Teman-teman.
Hei, apa kalian sudah melihat foto ini?
Ada Makhluk di foto yang diambil di Kafe Simryeongku.
- Lihatlah, ini. -
Ya ampun.
Hei, Gaeun.
Gaeun, kau datang di waktu yang tepat.
Aku ingin menanyakan satu hal kepadamu.
Kenapa orang penakut suka dengan hal-hal berbau Makhluk?
Bukankah itu kelihatan aneh?
- Maksudmu, kami penakut? - Maksudmu, kami penakut?
Kalau Makhluk benar-benar muncul di depan kalian
kalian pasti akan, "Selamatkan aku."
Aduh.
- Seram sekali. -
Menyebalkan. Kakak, berhenti di sana!
Kakak!
Hari!
- - Hari!
Ada Kanglim di sini.
Berhenti.
Hai!
Hai!
Kapan kau datang?
Aku tidak melihat kau datang.
Ya ampun, aku malu sekali dengan diriku yang payah ini.
Tidak apa-apa, kau memang selalu payah.
- Hai, Payah! - Gemasnya!
Awas, kalian berdua! Ke sini, Kalian!
Kenapa aku juga dimarahi?
Hem.
Bau apa ini?
- -
- -
Hem. Suara apa itu?
Aku pasti salah dengar.
- - Ah!
Ada apa? Kau kenapa?
Eh, tidak. Tidak ada apa-apa.
Tadi seperti ada suara aneh saja.
Suara apa?
Aku tidak tahu. Seperti ada suara napas.
Jangan-jangan itu Makhluk.
Makhluk?
Ya, Makhluk yang akan menculikmu.
Jika kau melihat ke arah belakang...
Mana mungkin ada Mahkluk?
Aku tidak takut.
Jika memang ada, ayo keluar saja.
Jangan menoleh ke belakang, ya.
Nanti dia muncul.
Saat itu aku sangat terkejut karena Guru melihat ke arahku.
Saat itu Hyunwoo mengantuk, jadi, dia yang dimarahi oleh Guru.
Lucu sekali, 'kan? Jadi, karena itulah Hyunwoo berkata...
Kanglim, kau kenapa?
Eh, tidak apa-apa.
Oh?
Gawat!
Kenapa? Ada apa?
Gawat!
Apa yang terjadi Shinbi?
Rumah Shinbi
terkena energi aura hitam.
- Apa? - Apa?
Eh, Doori. Kau mau ke mana?
Terserah aku mau pergi ke mana. Tidak ada urusan denganmu.
Kau ini.
Karena ada kakakmu, kau jadi seenaknya padaku.
Lepaskan aku!
Datang ke rumah orang lain bukannya bersikap baik malah mengganggu.
Huh? Memangnya kau kira aku ke sini menemuimu?
Aku ke sini untuk bertemu Daesik.
Hem... pergi sana. Melihatmu di sekolah saja malas.
Apakah tidak ada orang?
- - Jeong Daesik!
Daesik!
Huh?
Apa itu?
Makhluk!
Sudah lama tidak ada Makhluk.
Kenapa tiba-tiba muncul Makhluk lagi?
Aura kegelapan? Apa maksudmu?
Ya, benar. Rumah kita terkena energi aura kegelapan yang jahat.
Tempat yang terkena aura kegelapan ini
akan terus menarik orang-orang di sekitar masuk ke dalamnya.
Kalau begitu, rumah Shinbi lagi-lagi akan...
Akan benar-benar menjadi tempat yang berbahaya,
dan lebih bahaya daripada sebelumnya
Sebenarnya, siapa yang sudah melakukan hal seperti ini?
Aku tidak tahu,
tapi orang yang bisa melakukan hal seperti ini sangat jarang sebenarnya.
Apa tidak ada cara untuk lepas dari aura kegelapan ini?
Tidak ada cara lain.
Kita hanya harus menemukan orang-orang yang terperangkap
- di dalam aura kegelapan. -
Suaranya dari arah tangga.
Ha?
Berpindah!
- Heh? - Tolong selamatkan aku.
Makhluk itu...
Aku tidak boleh melihat mata makhluk itu.
Shinbi, apa yang terjadi? Apa kau melihat Doori?
Doori sudah terperangkap.
Apa? Oleh siapa?
No comments yet. Be the first to leave one.