The first 200 lines.
Pei Wenxuan!
Kini ada banyak pekerjaan yang harus dia urus, apa dia sanggup?
Sedangkan kau? Apa harus kuserahkan padamu?
Aku berniat baik.
Aku mewakili kalian mengurusnya.
- Aku tak peduli! - Ibu Mertua.
Serahkan padaku.
Hanya urus keuangan, 'kan?
Akan kuurus.
Tuan Putri,
statusmu terhormat...
Meski terhormat,
aku tetap istri Wenxuan.
Wenxuan sibuk dengan politik.
Aku sebagai istri membantunya mengurus keuangan.
Bukankah itu kewajibanku?
Apa Divisi Inspektorat senggang?
Meski aku harus bekerja keras,
ini sepadan demi Wenxuan.
Soal kekayaan,
jumlahnya tak terlalu besar.
Aku punya daerah otonom, jadi, bisa kuurus bersamaan.
Paman Kedua.
Tidak usah cemas.
Bukankah begitu, Wenxuan?
- Benar. - Dia melakukannya.
Istriku hebat.
Paman Kedua, jangan menyinggungnya.
Adik Ketiga!
Katakan sesuatu.
Berikan saja.
Apa?
Berikan?
Baik.
Aku tak bisa bilang apa-apa lagi.
Aku tak bisa bilang apa-apa.
Baik.
Kalau begitu,
besok kuutus orang untuk periksa buku kas,
lalu memindahkannya ke Kediaman Tuan Putri.
Dipindahkan ke Kediaman Tuan Putri?
Tuan Putri.
Tuan Putri ingin Wenxuan memutus hubungan
dengan keluarga kami?
Paman Ketiga salah.
Tuan Putri hanya ingin periksa kekayaan
dan jaga kunci gudang untukku.
Lagi pula, dipindahkan ke Kediaman Tuan Putri itu
hanya karena status Tuan Putri terhormat.
- Kakek. - Ya.
Karena semua tak keberatan,
putuskan begini saja.
Hubungan keluarga bermarga sama tak terpisahkan.
Tidak ada yang lebih kuat daripada hubungan darah.
Semuanya.
Kuharap kita bisa mendukung satu sama lain
dan berjalan bersama.
Pemikiran Wenxuan
membuat Kakek lega.
Kita putuskan begini saja.
Terima kasih, Kakek.
Bertahanlah.
Wenxuan,
Ibu Mertua kurang sehat. Kami permisi.
- Hati-hati. - Aku pamit.
- Nanti aku berkunjung lagi. - Bagus.
Menakutkan sekali.
Pikun.
- Aku harus bagaimana? - Kau juga!
Jika berani, jangan berikan!
Sepertinya bawahan keluarga bangsawan
memancing saksi kunci kemari
untuk dibunuh sekaligus.
Segera laporkan pada Tuan Putri.
Baik.
Besok aku akan memeriksa kekayaanmu.
Entah apakah Pei Lixian
akan membuat masalah lagi.
Ambil saja yang ada.
Pei Lixian cerdas.
Dia tak akan mempersulitmu karena masalah sepele.
Besok malam utus saja siapa pun untuk memeriksa kekayaan.
Yang penting, ambil kembali sertifikat tanah.
- Aku tahu. - Aset ayahku kebanyakan di luar daerah.
Suruh Tuoba Yan ambil alih satu per satu.
Omong-omong, kau suruh Tuoba Yan urus kekayaan ayahmu.
Kau tak khawatir?
Apa yang perlu kukhawatirkan?
Tuoba Yan orangmu.
Kini Tuan Putri dan aku di pihak yang sama.
Kenapa harus khawatir?
"Kini"?
Kalau di masa depan?
Masa depan?
Urusan masa depan
ditangani nanti saja.
Kau tak seperti biasanya.
Kau selalu punya banyak rencana.
Kau tak merencanakan masa depan?
Jangan-jangan,
masa depan Tuan Pei tak boleh kuketahui?
Bukan begitu.
Aku sudah lama pikirkan masa depanku.
Di masa depan,
aku pasti bersama Tuan Putri.
Apa maksudmu?
Masih tak mengerti?
Pei Wenxuan dan Tuan Putri tak akan berpisah di masa depan.
Tuan Putri sudah tahunan bersamaku.
Meski bukan suami istri, kita tetap kerabat, 'kan?
Ya.
Kau benar.
Jadi, panggilan Nyonya Pei
sepertinya harus Tuan Putri pakai untuk sementara.
Itu cuma panggilan. Aku tak peduli.
Ini baru orang hebat yang tak permasalahkan hal sepele.
Benar, Nyonya Pei?
Apa yang kau lakukan?
Kenapa malu?
Sandiwaramu di Kediaman Pei sangat bagus.
Aku...
Benar, itu hanya sandiwara.
- Ayo lanjutkan. - Tuan Putri.
Tuan Putri, gawat.
Ada masalah.
Ada apa?
Semua saksi mata tewas.
Kaisar.
Ada masalah.
Sungguh lancang!
Dia tahu aku minta Pingyue menyelidikinya,
tapi masih berani membunuh saksi.
Kaisar,
tenanglah.
Jika dilihat dari sudut pandang lain,
Divisi Inspektorat
sudah mengintimidasi mereka.
Kau memang pandai bicara.
Menurutku,
mereka sama sekali tak menganggap Divisi Inspektorat.
Namun,
tampaknya Divisi Inspektorat harus dipertahankan.
Pergilah.
Panggil Selir Rou.
Baik, Kaisar.
Keluarga bangsawan pasti
akan singkirkan Luo Juan, saksi kunci.
Pendirian Divisi Inspektorat
sangat mengancam keluarga bangsawan.
Jadi,
mereka pasti akan mencari cara untuk memaksamu mundur.
Dalam pertarungan ini,
jika kau menang,
kedudukan Divisi Inspektorat stabil.
Namun, jika kalah,
Putra Mahkota atau Kaisar
akan makin kesulitan
untuk membangun regu lain
yang mampu lawan keluarga bangsawan.
Selain itu,
masa depan kita akan tamat.
Aku harus ke Kementerian Hukum.
- Kaisar. - Jika Pingyue tak sanggup,
kau berani memimpin Divisi Inspektorat?
Aku dan prajurit keluarga Xiao
siap membantu Kaisar.
Putra Mahkota.
Tuan Putri Pingyue utus orang untuk sampaikan pesan.
Dia bilang apa?
Dia ingin menemui Qin Lang.
- Kakak. - Chuan'er.
Aku akan ikut.
Kenapa kau kemari?
Kau tak seharusnya kemari.
Banyak orang di sini, di dalam saja.
Tuan Putri, silakan.
Ayo.
Tuan Putri.
Jangan terlalu lama.
Sejam lagi ada pergantian penjaga.
Cepatlah.
Baik.
Berjagalah di luar dahulu.
Baik.
Jenderal Veteran Qin.
Tuan Putri Pingyue dan Putra Mahkota?
Jenderal Veteran Qin.
Kini aku menyelidiki ulang kasus keluarga Qin.
Jenderal sudah tahu?
Tuan Putri.
Apa Zhenzhen mencarimu?
Tuan Putri.
Zhenzhen baik-baik saja?
Waktuku tak banyak.
Ceritakan kasus ini dari awal hingga akhir.
Tuan Putri ingin aku mulai dari mana?
Kabupaten Huangping.
Kasus ini berawal dari Wen Ping, pejabat Lembaga Pengawas Istana.
Dia menerima surat laporan
yang bilang kau disuap oleh keluarga Yang
No comments yet. Be the first to leave one.