The first 200 lines.
SEMUA TOKOH, KEJADIAN, LOKASI, ORGANISASI, DAN LAIN-LAIN ADALAH FIKSI
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DALAM KONDISI AMAN
Sebaiknya aku pilih apa?
Ini mungkin bagus.
Kita benar-benar seperti pasangan.
Enak sekali!
Bagusnya.
Na-hyun, aku sangat senang.
Aku juga.
Mau melakukan apa lagi? Mari kita lakukan semua yang kau mau.
Bagaimana kalau naik roller coaster lagi?
Tentu.
Jika aku bertingkah aneh seperti apa pun,
percikkan air itu kepadaku.
Gawat.
Jangan.
Jangan pergi.
Na-hyun.
Kita akan bertemu lagi.
Tidak.
Aku tak percaya.
Akuโฆ
Akan melewatkan cukup waktu bersamamu
sebelum aku berpulang.
Aku berjanji.
Aku bisa menyetir sendiri.
KURSI PENUMPANG
Di mana kakakku?
Apakah di mobil ini?
Ya, aku di sini, Na-hyun.
Dia duduk tepat di belakangmu.
Bagaimana kau bisa kerasukan?
Menurut pengalamanku sejauh ini,
itu terjadi saat si hantu dihadapkan pada hal yang disukai atau dibencinya.
Tapi yang penting, itu tak bisa dilakukan secara sengaja.
Tanpa kerasukan,
mustahilkah untuk berkomunikasi atau bahkan menyentuh mereka?
Na-hyunโฆ
Benar.
Begitu rupanya.
Pengacara Shin,
maukah kau menemaniku malam ini?
Ukurannya tepat untukmu.
Kemarilah.
Kau beli alat cukur elektrik sebagai kado?
Kau tahu,
Su-jeong menyimpan uang sakunya hari itu untuk membelinya.
Pengadilan menyatakan terdakwa bersalah.
Dengan itu, pengadilan iniโฆ
- Kak So-hyun? - โฆMemvonis terdakwa Baek Hong-seok
dengan 15 tahun hukuman penjara.
Masih I-rang.
Itu aneh.
Meski kemarahannya atas kematian putrinya bisa menjadi faktor yang meringankanโฆ
Inikah drama yang ingin kau tonton?
Ya, karena mati, aku belum menontonnya sampai akhir.
Aku pergi sebentar, ya.
Kau mau ke mana?
Beli permainan papan.
Kami sering bermain Monopoli.
- Begitu. - Aku akan kembali.
Monopoli?
Ya.
- Enam. - Enam.
Dua, tiga, empatโฆ
- Seoul. - Itu milikku.
Lalu bagaimana?
- Kau harus bayar sewanya. - Cuma dua juta won.
- Dua juta won? - Ya.
- Sepuluh, 20, 30โฆ - Uangmu cukup?
Kau bangkrut.
Ulurkan lenganmu.
Lenganku? Kenapaโฆ
Dipukul jika kalah.
Baik, asalkan kalian berdua bersenang-senang.
Silakan.
Pukul yang keras.
Satu ronde lagi?
Baik, aku bisa lolos jika angkanya kembar.
- Wah! - Kembar!
- Delapan. - Satu, dua, tiga, empat, lima, enam,
tujuh, delapanโฆ
Ya ampun. Itu milikku lagi.
Bukan main! Kau bangkrut lagi.
Ini tak masuk akal.
Lenganmu.
- Kak So-hyun? - Bukan.
"Hari pindah."
"Mundur dua kotak."
- Paris. - Paris.
Bangkrut.
Na-hyun.
New York. Itu milikku.
Biayanya 3,1 juta won.
Tiga koma satu jutaโฆ Uangmu tak cukup?
Ulurkan lenganmu.
Kau tak akan memukulku, bukan?
Jangan menatapku seperti itu. Tak akan berhasil.
Ayo.
Tunggu!
Han Na-hyun, aku melepaskanmu kali ini.
Biar kulihat lenganmu sebentar.
Dia sama sekali tak memukulmu.
Dia berusaha,
tapi meleset.
Itu sangat tidak adil!
Aku paham sekarang. Kalian bersekongkol, bukan?
DAFTAR KEINGINAN SO-HYUN
Pertama, kakakmuโฆ
Ingin berwisata di istana sambil mengenakan hanbok.
Benar.
Dia hanya pernah pergi ke sekolah, tempat bimbel, dan rumah.
Wah, maaf.
Tak apa-apa.
Jadi,
kita mau memulai dengan apa?
Wisata di istana?
Berkemahโฆ
Wah, maafkan aku.
Mungkin tidur sebentar saja?
Tidak, kita tak bisa membuang waktu.
Kita melawan kantuk saja.
Berikutnya.
Festival kampusโฆ
Bagaimana jika kita tidur sepuluh menit saja?
- Sepuluh menit saja. - Ya, sepuluh menit saja.
Penerbangannya nyaman, Ayah?
- Naiklah. - Tak usah.
Ya.
Ayah, semua staf sudah menunggu di ruang konferensi utama.
Kusuruh hadir semuanya, pegawai baru sampai eksekutif.
Mereka akan menghargai kata-kata penyemangat dari Ayah.
Untuk apa? Mereka pasti sibuk.
Suruh mereka kembali bekerja.
Maaf?
Mari kita makan siang saja.
Konyolnya aku. Ayah tak menyukai makanan maskapai, ya? Mari pergi keโฆ
Ayah sudah menentukan. Ke sana saja.
Ayah ingin datang kemari?
Ya.
Selamat datang.
Ketua Jaksa Yang?
Bagaimana keadaanmu, Gyeong-hwa?
Astaga.
Do-kyung, sapalah.
Dia istri jaksa yang dekat dengan Ayah dahulu.
Ini putraku.
Senang jumpa denganmu.
Senang jumpa denganmu juga.
Kau masih koki yang hebat.
Aku lega masakanku sesuai dengan seleramu.
Jika kau tak terlalu sibuk, duduklah dengan kami sebentar.
Wah.
Tentu.
Kutunggu di luar saja, Ayah?
Tidak, kau sebaiknya ikut mendengarkan.
Aku ambruk setahun yang lalu.
Jantungku harus dioperasi, dan kini sedang pulih.
Ya ampun.
Kau seharusnya tidak makan yang pedas atau asin seperti babi pedas ini.
Tidak, aku akhirnya merasa hidup lagi.
Astaga.
Saat memasuki ruang operasi,
kukira aku bisa mati di meja operasi.
Hidupku berkelebat di depan mataku.
Lalu, aku teringat pada Gi-jung.
Aku ingin minta maaf.
Aku gagal menjaga Gi-jung pada saat itu.
Maafkan aku, Gyeong-hwa.
Astaga. Jangan mengatakan itu.
Kau sudah berusaha membelanya.
Bahkan sepeninggalnya, kau berkali-kali menawarkan bantuan, dan selalu kutolak.
Aku seharusnya menyatakan terima kasihku,
tapi aku terlalu sibuk menjalani kehidupan.
Tidak.
Andai aku tahu lebih diniโฆ
Ya ampun.
Hentikan. Kau membuatku merasa malu.
Kudengar I-rang melamar di Taebaek saat aku berada di Amerika Serikat,
dan bahwa pewawancaranya cukup kasar terhadapnya.
Apa kau tahu tentang itu?
LAMARAN KERJA SHIN I-RANG
Kekhawatiranmu itu gara-gara aku.
Pegawaiku seharusnya lebih kukendalikan.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Tidak, tak apa-apa.
I-rang dan aku tidak mempermasalahkannya.
Kumohon, jangan khawatir.
Bolehkah aku bertanya
di mana dia bekerja sekarang?
Anuโฆ
Dia mengelola kantor hukum kecil sendirian.
Ini.
Bisakah kau memintanya mengunjungiku kapan-kapan?
Mengelola bisnis sendirian itu tak mudah.
Pasti ada sesuatu yang bisa kubantu.
Gelembung sabun!
DAFTAR KEINGINAN SO-HYUN WISATA DI ISTANA DENGAN HANBOK
STUDIO FOTO MANDIRI
No comments yet. Be the first to leave one.