Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] 𝟏𝟎𝟎 πŒπ„π“π„π‘π’ πŸπŸŽπŸπŸ“ 𝐉𝐀𝐏𝐀𝐍𝐄𝐒𝐄 𝐍𝐅 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟏:πŸ’πŸ•:𝟏𝟏 || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑡𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *π‘ͺπ’“π’†π’…π’Šπ’• 𝒕𝒐 𝘚. π˜—π˜Άπ˜―π˜¬π˜’π˜΄ (π‘·π’†π’π’†π’“π’‹π’†π’Žπ’‚π’‰) || ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2025-12-31
Downloads: 176
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jarak itulah yang memberi kekuatan pada waktu.

Jarak itulah yang menentukan nilai diri seseorang.

Kudedikasikan sepanjang hidupku untuk jarak itu.

Jarak itu adalah 100 meter.

Bersedia.

TOGASHI

Togashi, kau pasti bisa menaklukkan dunia!

Tidak mungkin.

Lari dengan kami pasti tidak seru, ya?

Rasanya tidak pernah seru lari dengan siapa pun.

- Anak SD tercepat di Jepang! - Hei!

Kau seharusnya bangga, Togashi.

Begitu, ya?

Apa kau baik-baik saja?

Aku baik-baik saja…

Kau terdengar seperti akan mati.

Aku baik-baik saja…

Tidak, kau kehabisan napas.

Aku sudah terbiasa begini.

Terbiasa?

- Terima kasih. - Ya.

Diam, Anak-Anak.

Ada murid baru yang Bapak ceritakan kemarin.

Anak yang kemarin…

Anak yang kemarin?

Ini Komiya, teman sekelas baru kalian.

Baik-baik padanya, ya.

Ayo, perkenalkan dirimu.

Salam kenal, aku Komiya.

Tidak dengar!

Hei! Ulangi lagi!

Dasar kalian ini, Bapak tadi bilang apa?

Tapi bagaimana saya baik-baik padanya kalau tidak tahu namanya?

Hentikan, Genta.

Sudut suatu segitiga jika dijumlahkan berjumlah 180Β°.

Bukan 360Β°, itu kesalahan umum yang sering terjadi.

Jajaran genjang itu rumit. Jadi, perhatikan baik-baik.

Baik, selanjutnya.

Astaga, bagaimana jika aku kalah?

Bersedia.

Hebat.

Komiya!

Komiya!

Hei, Komiya!

Komiya!

Togashi…

Di mana aku?

Dekat rumahku.

Ayo kuantar ke pinggir sungai.

Kau suka lari, ya?

Tidak, lari itu susah.

Lalu, kenapa kau lari?

Karena itu menjadi kabur.

Apa yang menjadi kabur?

Kenyataan.

Melakukan sesuatu yang lebih menyakitkan daripada kenyataan membuatku lega.

Sampai jumpa.

Meski begitu…

Kau menyalahgunakan lari untuk alasan bodoh.

"Menyalahgunakan"?

Bagaimana menjelaskannya, ya?

Aku ini tidak bisa apa-apa.

Apa?

Aku tidak tahu cara bergaul.

Aku tidak tahu cara menyelesaikan masalah. Jadi, aku lari saja saat senggang.

Meski itu hanya penyelesaian sesaat.

Jadi, menurutku, alasanku masuk akal.

Aku tahu kalau hanya berlari, masalah tidak akan selesai.

Tapi kau salah, Komiya.

Apa?

Tentunya hanya berlari tidak menyelesaikan apa pun,

tapi aku tahu satu hal.

Apa?

Ada satu aturan yang sangat sederhana di dunia ini.

Lari 100 meter lebih cepat dari orang lain bisa menyelesaikan hampir semua hal.

"Hampir semua hal"? Kenapa kau yakin sekali?

Tentu saja. Aku sudah membuktikannya.

Jadi…

Apakah sudah terlambat…

Bagiku untuk berlatih agar berlari lebih cepat?

Kau sendiri yang bisa memutuskan.

Keputusannya ada di tanganku sendiri.

- Sampai jumpa! - Sampai jumpa, Pak.

Togashi.

Ayo main gim di rumah Kawano.

Maaf. Aku ada rencana di tempat lain.

Sampai jumpa.

Astaga. Sungguh tidak seru.

Ayunkan lenganmu lebih kuat!

Bayangkan menjejak tanah dengan keras!

Lebih tinggi.

Togashi, mau ikut main gim di rumahku?

Maaf, aku sudah ada rencana.

Astaga, hari ini juga?

Sampai besok.

Ada apa dengannya akhir-akhir ini?

Kau membuat kemajuan, tapi lari setiap hari pastilah berat.

Aku baik-baik saja. Makin sering lari, makin ringan kakiku. Aku menikmatinya.

Hari Olahraga sudah makin dekat, kau butuh satu hari untuk istirahat.

Tidak ada waktu untuk istirahat.

Lagi pula, aku ingin belajar lebih banyak darimu.

Istirahat adalah bagian dari latihan.

Kau juga harus beli sepatu baru.

Oh, itu…

Untunglah tadi ada kelas seni.

Lilitkan ini dan…

Hei, Komiya! Itu agak…

Beres. Begini pasti aman.

Tidak. Itu tampak mengerikan.

Tapi masih bisa kupakai.

Hanya sementara, 'kan?

Orang tuamu tidak mau membelikanmu sepatu baru?

Bukan, mereka ingin aku beli yang baru.

Tapi aku sudah berlatih pakai ini. Jadi, ingin berlomba pakai ini.

Hei, kalau aku menang lari 100 meter, aku akan mendapat medali emas, 'kan?

Apa? Ya, medali dari toko 100 yen.

Aku ingin medali itu. Aku ingin menang lomba sekali saja.

Aku sangat ingin menang.

Semangat!

Lari 100 meter putra akan segera dimulai.

Cepat sekali dia.

Itu Togashi, bukan?

Pelari yang sudah selesai, kemari!

Apa gunanya berlomba dengan Togashi?

Ya, ini 'kan, Hari Olahraga.

Di mana Togashi?

Hei, Anak Baru.

Apa larimu sudah lebih baik?

Hei, kau akan berlari pakai itu?

Sesukamu saja.

Hei, Togashi! Di sini!

Bersedia…

Siap…

Ayo, kejar mereka, Komiya! Percayalah pada kecepatanmu!

Ya!

Selanjutnya, upacara penyerahan medali 100 meter.

Selamat.

Kemarin di Kejuaraan SMP Jepang,

Takeru Nigami, putra mantan alet timnas, menjuarai lari 100 meter putra.

Pencapaian luar biasa

dari siswa kelas dua ini menggemparkan dunia olahraga…

Permisi.

Hei, Togashi.

Terima kasih sudah kemari.

Ya.

Coba lihat ini.

Atletik Bulanan?

Itu hebat, Togashi.

Ya, Pak Tani memintaku tadi. Untuk majalah.

Kedengarannya keren sekali akan wawancara dengan Kak Nigami!

Sekolahnya dekat sekolah kita, 'kan?

Benar.

Kau pikir kau lebih cepat darinya?

Kak Nigami pasti lebih cepat.

Belum tentu.

Kenapa kau tidak berlomba 100 meter saja daripada berbincang dengannya?

Itu pasti mustahil.

Sungguh?

- Nigami masuk di TV tempo hari! - Keren!

Dia sangat cepat!

Togashi akan melawan Nigami?

Panggil Kak Nigami, dia lebih tua.

Nigami sudah datang.

Maaf aku terlambat.

Tidak perlu berdiri.

Salam kenal, Togashi. Aku Nigami.

Wow, Nigami sungguhan!

Kau harus memanggilnya Kak Nigami.

Baiklah, bisa kita mulai sekarang?

Saya siap.

Saya juga.

Togashi mau mengawali?

Boleh.

Apa, ya…

Apa motivasi lari Kak Nigami?

Tentu saja untuk menjadi juara pertama.

Kalau kau, Togashi?

Apa kau senang saat pertama menyadari bahwa kau berbakat lari?

Ya.

Begitu terjun untuk lari, kita tidak bisa lari untuk keseruan lagi.

Kau mungkin sudah tahu itu sekarang.

Begitu memilih panggilan hidup untuk jarak itu, teruslah berlari.

Pelari dikendalikan oleh hasil balapan.

Karena "berlari" itu sederhana,

jika masih ingin bersaing,

kau harus selalu habis-habisan.

Togashi bagus sekali. Bagaimana menurutmu?

Irama, keseimbangan, ritme, dan perpindahan berat badannya…

Apakah dia benar-benar anak SD?

Lima puluh kali.

Togashi, potensimu 50 kali lebih besar dari dugaanmu.

Astaga, 50 kali?

Terima kasih.

Hei, mereka akan mulai.

Fotografer akan berada di jarak 40 meter, kalian boleh santai saja setelah itu.

- Baik. - Baik.

Kita mulai saat kalian siap.

Bersedia…

Siap…

Apa Togashi menang?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left