The first 200 lines.
Hei, kau.
Hei.
Aku berpikir-pikir, kita sudah lama berkirim pesan.
- Mau bertemu? - Untuk berkencan?
- Kutraktir film dan minuman. - Aku senggang hari Sabtu.
Sial, mobilku masih di bengkel hari itu.
Kecuali kau yang mengemudi?
Joey R?
Viv K. Di dunia nyata.
Ternyata kau memang ada.
Kau sendiri tampak ada.
Baiklah.
Baiklah, apa jebakanmu?
Kaulah jebakanku.
Sesaat lagi, kau akan mulai menunjukkan keburukan.
Jadi, mari kita berterus terang sekarang.
Sepertinya kau pernah tertipu oleh aplikasi kencan.
Teman kencan terakhirku, aku harus minta perintah menjauh untuknya dan ibunya.
- Wah. - Ya.
Jangan salah paham, aku tak mencari yang membosankan.
Hanya yang memberikan sedikit petualangan.
Baiklah, aku punya satu keburukan.
Aku menyelundupkan permen ke bioskop.
Lihat, aku tahu ada jebakan. Sudah kuduga.
Jika itu tak membuatmu takut, kenapa kau tak menepi di sana?
Jadi, apa permen favoritmu?
Jangan membenciku, tapi aku tak suka permen.
- Kau suka keripik? - Pedas.
Aku benci hambar.
Aku juga.
Terima kasih atas pembelianmu, segeralah kembali!
Baiklah.
Hanya uang besar, cepatlah. Teman kencanku menunggu.
Nyalakan mobilnya. Lekas!
Astaga, apa itu?
Apa? Bukan apa-apa. Ini pistol air.
- Apa? - Mereka tak tahu itu.
- Mulailah mengemudi. - Astaga.
- Mulailah mengemudi. Sekarang! - Astaga!
Ya ampun! Merunduk!
MINIMARKET
727-L-30.
Ada laporan perampokan bersenjata di Figueroa dan Wilshire.
Aku di Broadway, menuju ke sana sekarang.
Tak perlu. Tersangka menuju ke arahmu.
Saksi menyebutkan mobil hitam empat pintu. Pelat nomor 6EST104.
Pengemudi wanita, penumpang pria bersenjata.
Ada apa denganmu?
Tiket bioskop itu mahal. Ayolah.
Aku melihat mereka.
Aku tak mau menjadi sopir untuk kabur. Sopir yang baik pun bukan.
Kau tahu dari mana jika tak pernah coba?
Astaga, itu polisi.
Ini LAPD. Menepilah ke bahu jalan.
Aku akan menepi.
Tidak⦠Jangan menepi.
Kau pasti bisa.
Mengerti? Aku yakin padamu, Viv.
Kau merasakannya?
- Merasakan apa? - Jantungmu berdebar?
- Ya. - Ya, itulah kegembiraannya.
Bukankah itu yang kau cari?
Petualangan, sesuatu yang membuatmu kagum?
Ini saatnya, Sayang. Hanya kau dan aku.
- Kau dan aku? - Kau dan aku.
Tersangka menuju ke Spring. Meminta bantuan udara.
Pergi ke sana. Sana. Tancap gasβ¦
Berpegangan!
Dua penumpang terjebak di bawah.
- Ada gerakan? - Tak ada.
Baik, kait sampah. Buck, sisi pengemudi.
Hen, Eddie, sisi penumpang. Ayo bergerak.
Ayo, angkat balok-balok ini. Lekas.
Viv?
Tolong!
Tolong!
Hen! Menurutmu, mereka bisa dikeluarkan lewat sini?
Kurasa pilihan kita tak banyak.
Kapten, kurasa kami menemukan titik akses di bawah truk.
Masuk sekarang.
Dimengerti. Aku datang, Eddie.
Baik, terus gali.
Di sini. Keluarkan aku!
- Keluarkan kami! Keluarkan! - LAFD!
Di sini. Tak bisa buka pintu.
Baik, tunggu.
Satu, dua, tiga.
Kepalamu terbentur?
Entah, tapi dia tak mau bangun.
Baik, awas kepalamu.
Baik, aku mengeluarkan penumpang sekarang.
Wanita tak responsif di kursi pengemudi. Terperangkap benda berat.
Di sini. Lekasβ¦
Baik, awas.
Tak ada luka yang terlihat.
Tunggu⦠Lalu Viv? Dia masih di sana.
Mereka berusaha mengeluarkannya. Kami harus memeriksamu, ya?
- Kami bisa, Kapten. - Ayo, cepat.
Baiklah, Semuanya, ayo! Bata demi bata. Keluarkan dia.
Bagaimana kondisinya?
Denyut 160-an, lemah.
- Tapi ada. - Tekanan darahnya?
Tekanannya 90/50. Kurasa ada perdarahan dalam.
- Harus mulai diberi cairan sekarang. - Dimengerti.
Ini slang infusnya.
Aku tak menemukan vena.
Kuambilkan bor intraoseus. Infus lewat sternum saja.
Baiklah, bagus. Kau ingat namamu?
- Ya. Namaku Joey⦠- Rosato.
Punya banyak riwayat kriminal.
Biasa merampok SPBU dan truk tako. Kukira kau bekerja sendirian.
Ini bukan idenya, paham? Dia orang baik.
Astaga. Aku harus berbuat apa?
Berdoalah tak ada tambahan "pembunuhan" di riwayat kriminalmu.
Bor.
Jantungnya bisa berhenti kapan pun.
Hampir selesai.
Teruskan.
Ini slangnya.
Baiklah. Sudah masuk.
Membilas slang.
Bolus, ayo.
Detak jantung naik ke 210.
Dia masih tak bernapas.
Kapten, dia masih tak responsif.
Buckley, bagaimana?
- Hampir selesai. Ayo. - Lekas.
Bawa tandu itu ke sini.
Ayo keluarkan dia. Ayo, cepat.
Tandu datang.
Selipkan ke bawahnya.
Baiklah, geser dia keluar.
Perlahan saja.
Wilson, Diaz, kemarilah.
- Takikardia ventrikel. - Mulai kompresi dada.
Aman.
- Ayo, Viv. - Tak ada perubahan.
Aman.
Ayo, Viv.
Dia mulai stabilβ¦ Itu dia. Diaβ¦
Hai, Viv. Aku Hen.
Kau mengalami kecelakaan, tapi sudah selamat, ya?
Baiklah.
- Baik, kita angkut. - Baiklah.
Tim trauma Presbyterian yang terbaik. Pasti merawatmu dengan baik.
Aku heran sudah lari dari polisi.
Ya, teman kencanmu merepotkan, ya?
Ini tak direncanakan.
Tungguβ¦
Tungguβ¦
Satu panggilan telepon, bukan? Atau itu hanya ada di film?
- Itu nyata. - Kau punya nomorku.
Baik, ayo berangkat.
Hambar sangat diremehkan.
Kau tak punya buku pajangan yang lebih baik?
Tenanglah, ya? Ibu dan Ayah tak akan memperhatikan bahan bacaanku.
Ayah tak akan. Kau sudah kenal Ibu?
Andai saja mereka mengabari kita lebih awal.
Mereka sudah pensiun. Waktu tak berarti bagi mereka.
Tapi tetap saja, jika mereka akan tinggal bersamamu.
Maaf, mereka tak tinggal denganku, tapi menghuni karavan.
Ya, yang bisa parkir di halamanmu tanpa batas waktu.
Baiklah, kita mulai. Diesel yang sedang dibicarakan.
- Hei! - Hei! Masuklah.
- Di mana dia? - Kakek, Nenek!
Itu dia.
Sumpah, kau sudah meninggi tiap kali kami menemuimu.
Ya, benar, dan kita hanya dapat sedikit foto.
Lalu, itulah wajah yang sepadan dengan berkendara melintasi negeri.
Kemarilah dan temui Nenek, Robert kecil.
- Kami memanggilnya Nash, Bu. - Kau memang suka menjuluki.
Ya, cacing goyang. Kurasa ada yang butuh popok baru.
Biar aku saja.
Sini. Ayo pergi.
Evan, bolehkah karavannya diparkir di jalan?
Ya, asal Ayah tak berencana tinggal melewati hari Kamis,
meski itu bukan masalah, cuma perlu dipindahkan saat pembersihan jalan. Beres.
Kau mendekorasinya.
Ini sangat nyaman.
Ya, kurasa begitu.
Entah. Benarkah? Tak terlalu nyaman, bukan?
Lebih seperti rumah bujangan, tak disiapkan untuk tamu.
Ada kamar tamu.
Jangan khawatir, ayahmu memesan tempat di taman trailer yang nyaman.
Kami tak mau buang isi tangki septik di halaman depanmu.
Kau kira Ayah tega melakukannya terhadapmu?
Menunggu tamu lain?
Tidak, kurasa tidak.
Baiklah. Terima kasih.
- Aku menghargainya. Kupegang. - Apa itu?
Sesuatu yang rumit.
Ini dari Nashville.
Kota itu?
Bukan⦠Dinas damkar mereka.
"Selamat atas diterimanya dirimu
ke Turnamen Damkar Amerika Tahunan ke-51.
Sampai jumpa di Kota Musik."
Apa itu?
Semacam Olimpiade Damkar.
Tim-tim seluruh negeri datang untuk berlomba.
No comments yet. Be the first to leave one.