The first 132 lines.
Beraninya kau menyakiti temanku?
Akan kubalas kau triliunan kali lipat!
Jika kau berencana melewati titik ini,
kami, Kluster Shibuya, takkan membiarkanmu.
Efek suaranya tumpang tindih dengan dialogku. Haruskah aku mengulang?
Cukup dengan ocehanmu!
Akankah kau diam saat aku menjadikanmu onggokan daging?
Siapa peduli soal Kluster Shibuya?
Kami akan bunuh semua orang dan mencuri negeri ini!
Improvisasi.
Dia sangat hebat dalam improvisasi!
Dia memperkenalkan kata "Kluster Shibuya", yang tak didengar penonton,
dengan cara seperti Tsurugi akan mengatakannya.
Pengaturan waktunya juga sangat alami.
Aktor yang sudah berakting seumur hidupnya sungguh berada di level yang berbeda.
Aku merasa aman, seolah dia bisa beradaptasi pada situasi gila apa pun.
Aku tak pernah bertemu orang yang bekerja sama semudah ini.
Dua lawan satu tampaknya tak menguntungkanku.
Aku akan menemuimu lagi lain kali.
Apa? Hei! Jangan lari, Bodoh!
Dasar ayam tartar!
Kluster Shinjuku tampaknya kelompok yang merepotkan.
Mereka hanya sekelompok orang bodoh tanpa otak.
Mereka pikir mengalahkan semua pemilik Pedang Sekutu sudah cukup.
Apa yang ingin kau lakukan? Mereka akan menyerang kita.
Aku adalah tangan kanan putri.
Aku akan mengikuti perintahnya.
Salahku sudah menanyakan pendapatmu.
Kenapa kau tak coba menjadi sedikit lebih manusiawi?
Putri Saya.
Keputusanmu?
Ini bagian yang paling berubah saat penulisan naskah.
Dialog panjang Putri Saya dipotong.
Dia harus mengekspresikan martabatnya sebagai bos
dan konflik melawan Shinjuku hanya dengan gerakannya.
Saat pedang dihunuskan, darah akan tumpah.
Namun,
ada hal yang tak bisa kita lindungi kecuali kita bertarung.
Maka, kita akan bertarung.
Penampilannya menyampaikan perasaan Putri Saya yang kita potong.
Semua inkonsistensi dalam naskah sebelumnya terpecahkan.
Dia luar biasa!
Shinjuku dan Shibuya.
Hari pertempuran akhirnya tiba
untuk kedua faksi yang bertentangan ini.
Ayo!
Kau tak bisa melewati kami, Blade.
Lawan kami jika kau ingin lewat.
Kedengarannya menyenangkan!
Kau pergilah duluan, Blade!
Kami akan ambil alih.
Kizami,
selesaikan pertarunganmu dengan Monme!
Tentu!
- Putri Saya di belakang sana! - Kita akan menerobos masuk!
Aku melihat wajah yang kukenal.
Monme!
Aku tak menyangka kau berhasil sampai sejauh ini, Kizami.
Kau lebih lemah dariku.
Tentu, aku memang lemah.
Tapi aku bisa sampai di sini karena teman-temanku!
Ayo selesaikan ini, Monme!
Hasilnya takkan berubah, berapa kali pun kau mencoba.
Kita takkan tahu sampai kita mencoba!
Hadapi yang lemah.
Aku akan mengincar pimpinan musuh.
Kita akan akhiri pertempuran ini dengan cepat.
Kau tampak kuat.
Ayo kita lihat kemampuanmu!
Apa? Aku berlari secepat mungkin dan kini hanya aku yang ada di sini.
Apa ini kesempatan bagiku untuk kalahkan Putri Saya dan menyombong pada mereka?
Tunjukkan dirimu, Putri Iblis!
Jadi, kau Putri Saya?
Kau campuran.
Apa kau juga berpikir darah campuran lebih rendah dari darah murni?
Seperti biasa,
ekspresinya meneriakkan "Aktingku yang benar".
Aku penasaran apa yang begitu mengganggumu.
Cabut pedangmu!
Ini cukup untuk melawanmu.
Jangan berani meremehkan aku.
Aku takkan kalah, Kana.
Aku di sini
karena kau.
Kau mungkin tak ingat masa lalu.
Tapi untuk waktu yang lama,
selama bertahun-tahun,
aku sudah menunggu
untuk momen ini.
Putar ulang. Tolong putar ulang, Ma!
Kau sangat menyukai Kana, bukan, Akane?
Dia luar biasa!
Dia aktor anak genius yang bisa menangis dalam sepuluh detik.
Dia manis,
pandai berakting,
dan dia tampak percaya diri bahkan saat bicara dengan orang dewasa.
Dia sungguh mengagumkan.
Kalau begitu, kau ingin mencoba akting juga?
Oh, itu kedengaran bagus.
Aku dapat brosur untuk grup teater anak beberapa hari lalu.
Ini.
GRUP TEATER HYDRANGEA
Aku tak bisa melakukannya.
Aku pemalu
dan aku mudah takut.
Dan aku tak bisa melakukan apa-apa.
Itu mungkin bisa membantu mengatasi sifat pemalu kau.
Ibu benar. Kau juga mungkin bisa berteman dengan Kana.
Apa?
Jika aku bisa berteman dengan Kana,
aku akan begitu bahagia, hingga bisa mati.
Aku ingin jadi seperti Kana.
Jadi, aku bekerja keras.
Untuk jadi lebih dekat dengan Kana.
Dulu itu adalah tujuanku.
Oh, Ibunya Akane.
Ibunya Emili!
Aku melihat iklan yang diperankan Emili.
Terima kasih.
Tapi dia hanya muncul beberapa detik.
Oh, tapi aku bisa tahu itu dia.
Aku sangat suka Kana
hingga hari
aku pertama kali bertemu dia.
Topi itu adalah...
Terima kasih banyak!
Kana, apa kau gugup?
Aku...
Jangan cemas. Sudah diputuskan kau akan mendapat perannya.
Audisi ini hanya formalitas.
Jadi, tenang saja, Kana.
Apa ini soal aku?
No comments yet. Be the first to leave one.