The first 174 lines.
Kau tidak apa-apa,
Nona Miyo Saimori?
Maafkan aku.
Angkatlah kepalamu.
Aku sungguh minta maaf sudah merepotkanmu.
Kau tidak perlu minta maaf.
Yang penting kau tidak terluka.
Tidak. Seharusnya aku lebih berhati-hati.
Terima kasih banyak sudah menolongnya.
Miyo-chan, ayo kita cari tempat istirahat.
Baik.
Hati-hati, ya.
Kalau begitu, aku permisi.
Nona Miyo, kau tidak apa-apa?
Ya. Maafkan aku.
Kau harus hati-hati, Miyo-chan.
Ya.
Kau memang harus hati-hati.
Karena kau...
adalah orang yang sangat istimewa.
MY HAPPY MARRIAGE
EPISODE 9 TENGGELAM DALAM MIMPI
Miyo!
Kenapa dia memaksakan diri sampai pingsan?
Katamu kau merasakan kekuatan supranatural waktu Miyo-chan bermimpi buruk.
Apa ada orang yang menggunakan kekuatan itu pada Miyo dari suatu tempat?
Mungkin saja kalau dari keluarga Usuba.
Namun, penghalang rumah ini tidak rusak.
Sepertinya ini bukan gangguan dari luar.
Ini baru spekulasi, tetapi aku rasa ini ada hubungannya
dengan Miyo yang berasal dari keluarga Usuba.
Miyo-chan? Kau yakin?
Ada bukti nama belakang ibu Miyo adalah Usuba.
Dia masuk ke keluarga Saimori dengan kemampuan supranatural.
Tidak kusangka Miyo-chan berasal dari keluarga Usuba itu.
Namun, Miyo tidak punya kemampuan supranatural.
Mungkin saja darah keluarga Usuba dalam dirinya
berbahaya bagi tubuhnya.
Darah keluarga Usuba... Namun, kenapa sekarang?
Entahlah.
Namun, hanya itu yang terpikir olehku saat ini.
Apa Miyo-chan tahu tentang keluarga Usuba?
Ibunya meninggal waktu dia masih kecil.
Kemungkinan besar dia tidak tahu tentang keluarga Usuba.
Lagi pula...
"Lagi pula"?
Meski ditanya, aku tidak yakin dia mau bicara.
Belakangan ini, dia lebih sering menyembunyikan perasaannya.
Mungkin dia tidak ingin membuat kita khawatir.
Namun, aku harap dia bisa lebih terbuka pada kita.
Ada apa? Kau melihat beruang atau apa?
Ada orang sipil yang diserang oleh Makhluk dari Makam.
Seberapa parah lukanya?
Seorang pria ditemukan pingsan di hutan dekat area terlarang.
Saat ini, dia dalam keadaan koma.
Berdasar situasi di lapangan,
jelas dia diserang oleh Makhluk.
Jadi, mereka sudah sampai di dekat permukiman manusia.
Ini lebih cepat daripada perhitungan kita.
Kita tak bisa mengandalkan Kementerian Rumah Tangga Kekaisaran.
Hanya masalah waktu sebelum mereka masuk ke kota kekaisaran.
Aku tidak tahan lagi.
Kenapa aku
selalu bermimpi buruk?
Bagaimana aku bisa menjadi wanita seperti Hazuki
kalau aku kembali seperti dulu?
Sejak pingsan, dia mengurangi pelajaranku.
Padahal aku sudah diberi kesempatan untuk belajar.
Maaf, aku harus lembur lagi.
Kalau begitu, akan kubuatkan makanan dan kuantarkan ke sana.
Tidak perlu. Kau istirahat saja, Miyo.
Miyo.
Ya?
Bagaimana perasaanmu? Apa ada yang meresahkanmu?
Aku baik-baik saja.
Tidak perlu mencemaskanku.
Begitu, ya.
Maaf, Godo memanggilku. Aku harus kembali bekerja.
Baiklah. Selamat bekerja.
Dari yang kita tahu, para Makhluk sedang menuju
ke pusat kota kekaisaran.
Ada informasi dari Kementerian Rumah Tangga Kekaisaran?
Kami sudah coba bertanya,
tetapi tanggapan mereka lamban sekali.
Kita harus menjaga kota kekaisaran.
Aku ingin ini segera disahkan.
Operasi perburuan dan penghancuran skala besar, kan?
Aku akan menghubungi Kementerian.
Kudo, tolong lanjutkan persiapannya.
Baik.
Kita pasti akan melindungi kota kekaisaran.
Kelihatannya enak sekali!
Padahal aku mau memasak hari ini,
tetapi waktu ke dapur, dia sudah menyiapkan semuanya.
Kau masih belum benar-benar pulih.
Jangan khawatir. Aku sudah tidak apa-apa.
Silakan menikmati hidangan ini.
- Selamat makan. - Selamat makan.
Ini lezat!
Nona Miyo membuatku bangga karena dia sangat pandai memasak.
Kau benar.
Aku tak bisa membuat sesuatu sehebat ini.
Ini bukan apa-apa.
Kau tahu? Aku tidak pandai memasak.
Apa?
Nilai pelajaran memasakku di Sekolah Perempuan jelek sekali.
Apa pun yang kumasak pasti gosong,
terlalu asin, atau terlalu pedas.
Jariku bisa terluka hanya dengan memegang pisau saja.
Sulit kupercaya...
Nona juga kesulitan saat menikah, kan?
Sudahlah, tidak usah dibahas.
Aku benar-benar menyesalinya.
Menyesal?
Ya.
Itu satu-satunya penyesalan dalam hidupku.
Maksudku pernikahanku.
Aku menikah saat berusia 17 tahun.
Karena terlahir sebagai putri keluarga Kudo,
aku sudah siap menikah untuk tujuan politik.
Suamiku orang yang ramah dan baik.
Saat itu, aku bahagia.
Namun, aku tak akur dengan keluarganya.
Mungkin karena ketakmampuanku mengurus rumah dan ketakdewasaanku
tidak sesuai dengan standar istri ideal mereka.
Suamiku sering menghiburku.
Namun, suatu hari, kami jadi terbawa emosi saat membahasnya...
lalu kami bertengkar hebat yang berujung pada perceraian.
Namun, setelah kembali ke rumah dan menenangkan diri,
aku sangat menyesalinya.
Meski banyak kesulitan,
hidup bersama keluargaku adalah hal yang terpenting, dan aku kehilangan itu.
Seharusnya aku bisa berbuat lebih banyak.
Jadi, itu penyesalanmu.
Miyo-chan.
Ya?
Kau berusaha keras mengatasi kelemahanmu dan tidak melarikan diri.
Aku sangat kagum padamu.
Apa?
Kurasa itu tak...
Jadi, mulai sekarang, agar tidak menyesal seperti aku,
aku ingin kau jujur pada perasaanmu.
Apa yang ingin kau lakukan mulai sekarang?
Kau ingin hidup seperti apa?
Apa? Itu...
Aku...
ingin menjadi istri yang layak bagi suamiku.
Aku ingin menjadi wanita yang baik seperti Hazuki.
Harapanku...
Miyo-chan?
Kau tidak apa-apa?
Ya. Aku...
Aku tidak pernah memikirkan ingin hidup seperti apa sampai sekarang.
Namun, ada satu hal yang sudah kuputuskan.
Apa itu?
Aku ingin di sini.
Aku ingin ada di sisinya.
Dia beruntung ada orang sepertimu yang menyayanginya.
Astaga, mencari orang yang bernama Sumi di kota kekaisaran
sangat merepotkan.
Aku harap Sumi Usuba ada di sini.
Sudah tepat kita mempersempit pencarian ke wanita bernama Sumi,
tetapi semua masih tidak jelas.
Sumi Usuba adalah satu-satunya petunjuk kita tentang keluarga Usuba.
Terus cari informasi, meski itu hanya hal sepele.
Bolehkah aku duduk di sampingmu?
Boleh.
Miyo, dengar.
Aku terlalu sibuk sampai tidak ada waktu untuk bicara denganmu.
Maafkan aku.
Tidak. Aku baik-baik saja. Tidak masalah.
Miyo.
Apa ada yang mengusikmu?
Tidak ada.
No comments yet. Be the first to leave one.