The first 200 lines.
Aku belum lihat dia belakangan ini.
- Ya, terima kasih. - Ya.
Bagaimana ini?
Kita celaka jika dia belum ketemu sebelum investigasi.
Dia menghilang berhari-hari.
Dia tak kabur, kan?
Halo, Pak Do Ra-ik?
Kami dari kantor polisi.
Apa?
KANTOR POLISI
Kau walinya?
Aku pengacaranya.
Dia tak mau memberikan alamatnya
dan berteriak dia tak punya tempat lagi.
Tolong bawa dia pulang.
Antar dia ke rumahnya saja.
Dia pasti akan masuk sendiri.
Katanya dia tak mau pulang.
Setelah semua ini, kenapa dia kembali ke sana?
Itu urusannya!
Kau mau bawa ke rumahmu?
Ada banyak motel dan sauna.
Aku akan bawa diaโฆ
Jika berat, aku saja yang gendong.
Tak usah, tak mungkin kau bisa menggendongnya.
Kau baru bilang saat sudah dekat.
Dia benar-benar idola? Kenapa berat sekali?
Siksaan macam apa ini?
Ini tidak benar. Biar kubawa ke tempatku saja.
Kenapa ke tempatmu?
Tempatmu penuh penyadap dan mencurigakan.
Keluar, cepat.
- Dia tetap seorang pria, kauโฆ - Pergi.
Baik, aku pergi.
Kau bahkan tak menawarkan minum.
Hanya itu alasannya?
Kenapa tatapanmu kurang ajar?
Aku cuma berpikir
itu alasan sempurna untuk lampiaskan perasaan pribadimu yang melekat itu.
Itu bukan alasan.
Jika sembarangan menaruhnya dan dia menghilang, kita celaka.
Astaga, Pengacara Maeng. Kau tidak takut?
Takut apa?
Apa?
Maksudmu Ra-ik mungkin membunuh?
Ya. Sejujurnya, kau belum tahu.
Kau tak takut?
Aku takut.
Benar, kan? Kalau begituโฆ
Tentu saja aku memikirkan
bagaimana jika dia pelakunya.
Bagaimana jika semua dukunganku kepadanya membantunya menjadi monster.
Itu yang membuatku takut.
Tapi itu urusan lain.
Saat ini aku pengacara Do Ra-ik.
Jadi, aku harus melindungi klienku sampai akhir.
EP03 KARENA AKU TAK BISA BERHENTI DEMI KEMATIAN
Tak kusangka
Ra-ik berbaring di rumahku,
di kamarku, di ranjangku.
Jangan pergi.
Jangan pergi.
Kumohon jangan pergi.
Apa?
Kau sudah bangun?
Syukurlah. Kukira kau tak akan bangun.
Apa yang kukatakan? Fokus, tetap tenang.
Senang bertemu lagi.
Pak Do Ra-ik,
selamat datang di rumahku.
Kau tak ingat?
Semalam polisi memintaku membawamu.
Kauโฆ
Kemarin aku ditelepon polisi.
Katanya mereka menemukanmu mabuk di taman.
Aku tak tahu sandi rumahmu
dan rasanya salah menaruhmu di motel.
Jadi, aku membawamu ke sini dulu.
Tunggu!
Tunggu!
Ini surat panggilan dari kejaksaan.
Jika kau tolak lagi, mereka bisa ajukan surat penahanan untukmu.
Kau boleh pergi, tapi tetap angkat telepon dariku.
Jika kau menghilang lagi, aku juga akanโฆ
Kau mau ke mana?
Pengacara Maeng!
Kau membiarkannya pergi begitu saja?
Penyebab kematian utamanya
adalah kehilangan darah dari luka tusuk di dadanya.
Tak ada luka defensif.
Saat diserang, korban tak melawan sama sekali.
Jadi, entah dia tak menyadari penyerangnya
atau penyerangnya orang yang dia percayai.
Sudah kuduga.
Sudah kukatakan penyerangnya orang yang dia kenal.
Tapi ini yang aneh.
Pisaunya menancap dengan rapi di antara rusuk keempat dan kelima,
menembus jantungnya.
Artinya satu tusukan itu menyebabkan luka fatal.
Katamu kadar alkohol darahnya tinggi pada waktu penangkapannya?
Ditambah lagi, dia minum obat anti kecemasan dan obat penenang.
Bagaimana orang dalam kondisi itu bisa menusuk seakurat ini?
Mungkin dia mengayunkannya dan langsung menancap.
Itu mungkin terjadi.
Pada umumnya, saat semabuk itu,
sangat sulit melakukannya seakurat ini.
Benar juga.
Katamu autopsinya akan memberikan petunjuk.
Tapi kita tak dapat apa-apa.
Wawancara tersangkanya sebentar lagi dan kita tak punya apa-apa.
Tapi aku yakin pelakunya si gila itu.
Katamu tak ada senjata di TKP dan ponsel Kang Woo-seong juga hilang.
Jika tak ada yang masuk atau keluar, di mana dua benda itu?
Semua ini tak masuk akal.
Kita perluas jangkauan CCTV dan rentang waktunya sekarang.
Waktu itu hujan deras, jadi rekamannya sulit diperiksa,
tapi kami akan segera menemukanโฆ
Kau tahu barang bukti sangat penting
dalam kasus yang terdakwanya menyangkal, kan?
Tentu saja.
Maka bawakan bukti yang mengaitkannya dengan kejahatannya.
- Lalu kita paksa mengaku. - Ya.
Hukum Do Ra-ik!
- Hukum dia! - Hukum dia!
Kembalikan Kang Woo-seong!
- Kembalikan! - Kembalikan!
Hukum Do Ra-ik!
- Hukum dia! - Hukum dia!
Kembalikan Kang Woo-seong!
Setiap hari seperti itu.
Sampai baru-baru ini, aku sibuk mengusir penggemar
yang terus mengatakan mereka mencintai Ra-ik.
Halo, aku manajer Ra-ik yang bicara denganmu di telepon, Jang Han-gu.
Pengacara Do Ra-ik, Maeng Se-na.
Baik.
Silakan duduk.
Jang Han-gu,
dia sudah bersama Gold Boys sejak awal
dan para penggemar mengenalnya bereputasi buruk.
Pergi!
GOLDIE ENTERTAINMENT
Pasti berat.
Kudengar kau yang pertama di TKP.
Ya.
Aku masih tak percaya.
Ada orang lain juga, kan?
Pengurus rumah Do Ra-ik.
Bu Cheong-ju?
Kudengar cuma dia yang punya kartu kunci tempatnya.
Apakah kartunya pernah hilang?
Kurasa tidak, dia sangat teliti.
Dia sudah mengurus rumah Ra-ik
selama hampir sepuluh tahun, kartunya tak pernah hilang.
Itu sebabnya Ra-ik memercayainya.
Dia benar. Para penggemar juga mengenalnya.
Ra-ik selalu menyebutnya saat mengucapkan terima kasih.
Silakan masuk.
Pak, ini Pengacara Maeng Se-na.
Halo.
Halo.
Geum Bo-sang, CEO Goldie Entertainment.
Dia mempekerjakan para anggota tanpa hari libur
dan bisa hidup mewah seperti ini.
Begitu skandalnya terjadi, dia langsung mengulas kontraknya.
Dasar bajingan tak punya hati.
Tidak, itu cuma rumor.
Kami memang mengulas membatalkan kontrak Ra-ik,
tapi tak dilanjutkan.
Belum ada yang terbukti.
Tapi di konferensi pers,
katamu kau membatalkan kontrak eksklusifnya.
Kami harus menenangkan para pemegang saham.
Kami harus menunjukkan
perusahaan menindaklanjuti kejadian itu dengan cepat.
Malam saat kejadian, kalian bersama, kan?
Benar.
Kami harus mengurus keuangannya setelah konser.
Apa ada hal lain yang terjadi hari itu?
Yang membuat Do Ra-ik dan Kang Woo-seong berkelahiโฆ
Tidak. Mereka tak pernah berkelahi sama sekali.
Aku bahkan bicara dengan Woo-seong sebentar malam itu,
dia terdengar normal.
Sekitar pukul berapa?
Entahlah.
Pukul berapa? Coba kuperiksa.
Ya.
Kalian sudah datang. Duduklah.
Jae-hee dan Young-bin.
Mereka anggota Gold Boys bersama Ra-ik dan Woo-seong.
Ini Choi Jae-hee dan Lee Young-bin.
Mereka yang paling mengenal Ra-ik dan Woo-seong.
Jadi, kupanggil mereka.
Aku Maeng Se-na dari Firma Hukum Cheon-un.
Aku pengacara Do Ra-ik.
Terima kasih atas waktunya. Aku sudah mengajukan pertanyaan.
Untuk memahami apa yang terjadi,
kami butuh gambaran jelas sebelum dan sesudahnya.
Kudengar kalian bertemu di konser Ra-ik sehari sebelum kejadian.
Bisa jelaskan apa yang terjadi waktu itu?
Tak ada yang tak biasa.
No comments yet. Be the first to leave one.