The first 200 lines.
Makau
Sekretaris Peradilan Penjara Coloane
Siapa dia?
Dia adalah Huang Shifu, seorang penipu.
Dia sangat terkenal di sini.
Bahkan lebih hebat jika dibanding dengan Raja Langit ke-4.
Tebakannya untuk balap kuda selalu tepat.
Aku tak terlalu percaya. Julukanku adalah Raja Judi.
Di depanku, tidak akan ada yang berani menipu.
- Tanda tanganilah. - Cukup, besok lanjutkan lagi.
Menurut kabar kau seorang penipu.
Mereka hanya sembarangan bicara.
Kulihat kau sombong sekali. Aku akan bertaruh denganmu.
Jika kau kalah, setiap hari aku akan memberimu 10 pukulan.
Selama 1 tahun.
Jika aku kalah, kau boleh gratis merokok selama satu tahun.
Terlalu berbahaya. Tidak mau!
- Apa katamu? - Bagaimana kau ingin bertaruh?
Jika kau berhasil mendapatkan AS, maka kau yang menang.
Yang mana AS?
Sudah terlanjur bertaruh, bagaimana jika taruhan lebih besar lagi?
Jika aku kalah, selama satu tahun...
Setiap hari kau boleh memukulku 100 kali.
Jika kau kalah, biar aku memukulmu sekali saja.
- Baiklah. - Baiklah.
Kartu ini bukan.
Kartu yang ini juga bukan.
Yang ini saja.
Hebat sekali.
Ambilkan tongkat pemukul.
- Hebat sekali. - Huang Shifu hebat sekali.
Sudahlah, aku tak berani memukulmu.
Izinkan aku merokok sekali saja.
Baiklah, terserah padamu.
Terima kasih.
Si Muka Topeng memanggil Liang Kuan.
- Liang Kuan menerima, bicaralah. - Ada kejadian apa di sekolah?
Saat ini situasi aman terkendali.
Ada laporan mengatakan...
Para penjahat akan culik Nn. He, putri pengusaha realestat He.
Kau harus melindunginya sekuat tenaga.
Tenang saja, Pak.
Nn. He pasti tidak akan kekurangan apa pun.
Di dunia ini ada banyak tipe orang.
Ada orang yang merasa karena kecantikan dirinya...
Kekayaan keluarganya, kemudian menjadi sombong.
Tapi ketika mereka turun ke jalan...
Akan dilempari asam sulfur ke mukanya.
Lihat tidak wanita yang berada di barisan depan memakai kacamata?
Dia selalu berdebat denganku.
Bawa dia ke kamar mandi dan beri sedikit pelajaran.
Tugasku hanya untuk melindungimu. Masalahmu kau urus saja sendiri.
Aku bukan kaki tanganmu.
Jika terjadi apa-apa denganku, bukankah itu tanggung jawabmu?
Jika aku ayahmu, aku pasti akan menyuruhmu memakan kotoran.
Baik.
Di mana?
Liang Kuan, apa yang kaulakukan?
Hanya berusaha saling kenal lebih baik.
Apakah begitu caranya?
Kami sedang bertukar pikiran tentang kungfu.
Sakit sekali.
Kau tidak usah belajar lagi, pergilah ke Jepang untuk berkembang.
Aku akan...
Keluar!
Aku Tak Akan Melecehkan Pelajar Wanita Lagi.
Pak, apa ada masalah?
Keadaan darurat. Pergilah ke atas dalam waktu satu menit.
Harus dalam waktu 1 menit. Jika tidak, bisa bahaya.
Pak, di atas tidak ada orang.
Segera ke bawah, lihat apakah ada semut di tanah!
Baik.
Lapor! Di tanah tidak ada semut.
Jika begitu segera ke atas, lihat apakah ada belalang.
Baik, Pak.
Pak, ternyata di atas banyak sekali belalang.
Bubar.
Tuan-tuan penjahat.
Bagaimana kalian bisa tahu kami sedang menyamar?
Lihat! "Kepolisian mengutus orang untuk menyamar sebagai murid..."
"Demi melindungi putri orang kaya."
Lagi-lagi wartawan paparazi. Lain kali aku harus lebih berdandan.
Ayo jalan.
Mau apa?
- Lepaskan dia. - Bagaimana kau bisa tak apa-apa?
Cepat jalan.
Jangan bergerak.
Cepat jalan.
Pak, apa perlu kuoleskan obat untukmu?
Tidak perlu. Aku punya plester luka.
Kalau begitu baiklah.
Gas.
Seluruh ruangan sudah dipenuhi dengan gas...
Apa kau masih berani menembak?
Untunglah aku selalu membawa lemon tea "Peredam."
Pak, aku sudah berhasil melindungi Nn. He Qianjin.
Tolonglah. Jangan lagi mengutus aku tugas menyamar.
Aku sudah pernah menjadi pengacara, dokter, perawat.
Pecandu narkoba, anak geng, pelajar.
Jacky Cheung, Andy Lau, Leon Lai.
Bahkan wanita tua jelek Elizabeth Taylor.
Aku tak mau mendapat tugas yang tidak penting lagi.
Besok datanglah ke kantorku baru bicara.
Pak, aku sudah memutuskan tak mau lagi menjalani peran kecil.
Lihatlah aku begini berbakat.
Semua juga tahu aku ada untuk selesaikan tugas besar.
Jika ada yang tidak puas, tolong kau katakan padaku.
Jika kau suruh aku luruskan rambut, akan kulakukan.
Tapi, Pak...
Pak, kenapa kau begitu sedih?
Si Berengsek itu sudah keterlaluan.
Cepat atau lambat aku akan suruh anak buahku beri dia pelajaran.
Kau tunggu saja.
Julukanku Si Muka Topeng.
Lain kali jangan pernah membicarakan keburukanku.
Pak, jika kau tidak mengutusku untuk kasus besar...
Aku akan mengundurkan diri.
Jika kau sudah mengumpulkan anak buahmu, baru bicara padaku.
Pak, bagaimanapun juga, berikanlah kasus besar padaku.
Pasti akan kuselesaikan sampai tuntas.
- Pak, bicaralah padaku. - Dasar gila.
Aku tahu kau adalah Si Muka Topeng. Kau hanya mempermainkanku.
Pak, aku sudah jadi polisi 7 tahun. Aku bijaksana, berani juga jujur.
Selama bertahun-tahun aku hanya dapat seorang pacar.
Bahkan aku tak pernah ke tempat prostitusi.
Aku hanya pernah sekali pergi ke panti pijat ketika aku mabuk.
Bahkan bertemu dengan Abang Jiaying.
Aku sungguh polisi yang baik.
Kau bukan atasanku kenapa tak bilang dari awal?
Aku benar-benar kesal karenamu.
Jelas-jelas kau menebak dengan benar...
Tapi malah tidak yakin pada diri sendiri.
Bagaimana bisa kau menghadapi Penipu Ferari?
Ferari?
Betul, yang lebih hebat dari Penipu Soros.
Dan penipu yang memiliki kemampuan berbohong...
Lebih hebat daripada Clinton.
Yaitu orang yang memiliki julukan si Naga Tampan Ferari.
Belakangan ini dia bantu orang asing membuat masalah dalam investasi.
Juga mempunyai sebuah surat kabar yang menjelekkan Hongkong.
Juga menipu uang dari pasar saham. Serta membuat usaha pembajakan.
Yang lebih menyakitkan adalah semua wanita cantik pernah digodanya.
Hanya menyisakan yang jelek untuk kita.
Kali ini dia pasti akan terjerat. Pak, tidak usah banyak bicara lagi.
Aku pasti akan membantumu menangkapnya.
Baiklah, kau membuatku terharu. Aku akan mengutusmu pergi.
Jika berhasil, kau pasti akan naik jabatan.
Terima kasih, Pak.
Tebak apa yang kubelikan untukmu?
Pasti ayam goreng, tak mungkin bebek bakar.
Sudah hampir dua minggu aku tak melihatmu.
Jangan bercanda denganku, lepaskanlah.
Kau bilang apa?
- Ada apa? Sakit sekali. - Apa ada makanan enak?
Benar.
Maaf aku pikir kau atasanku.
Keterlaluan, kita sudah pacaran 7 tahun, kau tak mengenali aku?
Kau hanya tak terbiasa saja. Jangan marah. Ada apa sebenarnya?
Minggu depan abang iparku ulang tahun.
Kau harus menemaniku ke Makau.
Aku tak terlalu mengenal suami kakakmu itu.
Kau tetap harus menemui kakakku, 'kan?
Lihat keadaan saja.
Karena aku baru saja menerima sebuah tugas yang penting.
Tugas apa?
Siapa dia?
Aku juga tak tahu, mungkin atasanku.
Besok pagi pukul 09.00 bertemu di pantai.
Wanita ini tepat waktu sekali.
Begitu melihatnya, aku begitu tenang rasanya.
Sepertinya...
Tuan, kau bisa menyetir atau tidak?
Tentu saja bisa, dasar kau.
Anggap saja aku yang salah. Tolong panggilkan ambulans segera.
Kau merepotkan sekali.
Boleh aku meminta nomor teleponmu?
Ayo pergi.
Sampai jumpa.
Persetan kau.
Halo?
Kau pintar sekali.
Berikan nomor atau meminta nama sama saja.
Siapa namamu?
Aku Chulian (Cinta pertama).
Chulian.
Nama Chulian benar-benar sangat bagus.
Dia membuatku merasa seperti masih berumur belasan tahun.
Perasaan cinta seperti itu adalah impian setiap laki-laki.
Dasar gendut. Aku akan menghabisimu.
Akan kugunakan lemak tubuhmu untuk membuat ayam goreng.
Abang Huo Long, aku diganggu orang.
Apa kau menakutiku?
Kau adalah Liang Kuan.
Abang Huo Long rupanya kau yang mengundangku datang.
Kau pasti adalah asisten Si Naga Tampan Ferari.
Si Gendut benar-benar pintar.
Bosku ada di sana.
Abang Ferari.
Kau tampak hebat, aku akan beri kau sebuah tugas bagus.
Perintah Abang Ferari, pasti akan kukerjakan sampai tuntas.
No comments yet. Be the first to leave one.