The first 83 lines.
SERI DRAMA PAGI
Syukurlah!
Hari ini dia membantu neneknya.
Terima kasih sudah membolehkan aku memetik lagi tahun ini.
Tentu saja.
Pohon apa ini?
Ini pohon biwa. Kita akan petik beberapa buahnya dan membuat selai.
Sungguh?
Aku naik tangga ini?
Ya. Nenek akan memegangnya. Jangan khawatir.
Pegang buahnya dengan lembut dan petiklah, ya?
Baik.
- Seperti ini? - Bagus!
Aduh! Tidak!
Kalau terjatuh, tinggal diambil lagi.
Ya.
Petik yang bisa kau jangkau saja, ya?
Baiklah.
Nenek bisa membuat banyak hal, ya?
Karena tinggal sendirian di sini, Nenek melakukan semuanya sendiri.
Tidak kesepian?
Nenek baik-baik saja.
Karena ada banyak orang di pulau ini.
Cobalah.
Ya.
Aduh! Maaf.
Tak apa-apa.
Coba lagi.
SELAI MUSIMAN BIWA DARI GOTO
Sudah selesai.
Kita bekerja keras. Sekarang selesai. Senang, 'kan?
Ya!
TERMINAL FUKUNAKAKO
- Sakura! - Hai, Shoko!
- Selamat pagi! - Selamat pagi!
Hai, Mai!
- Kau membantu nenekmu? - Ya.
Anak baik!
TEMPAT YANG SANGAT INDAH! DATANGLAH KE GOTO!
Ada apa?
Mucchan belum menelepon.
Dia pasti sibuk.
Kemarin aku ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Terima kasih! Itu saja yang kubutuhkan!
Kenapa Mucchan tak mengucapkan itu?
Mucchan?
Dia pacarku.
Dia orang Goto dan punya senyum yang menawan.
Dengan senyumannya itu,
dia bilang, "Sakura, suatu hari nanti, mari kita buka kafe di Goto."
Aku rindu sekali padanya.
Pergilah temui dia. Fukuoka tidak jauh dari sini.
Tidak bisa. Kini Mucchan sedang menabung di Fukuoka
untuk membuka kafe di sini.
Aku juga harus bekerja keras dan menabung.
Aku bekerja di sini sebab mau jadi yang pertama menyambut Mucchan
saat dia kembali ke Goto.
Begitu, ya.
Aku malu. Kau pendengar yang baik, Mai.
SELAI MUSIMAN LEZAT DARI GOTO
Selai buatan Nenek populer sekali!
Kau sudah membantu membuat selai hari ini. Semoga laris, ya.
Ya.
- Ini. - Terima kasih.
Mai!
Itta. Kau sedang apa?
Sedang menikmati kazoku ranran .
Yang benar kazoku danran .
Ini ibuku.
Senang bertemu. Terima kasih sudah jadi teman baik Itta.
Halo.
Kami mau pergi Misa sekarang.
Misa?
Kami berdoa dan bernyanyi di gereja.
Sebenarnya, Itta cukup pandai bernyanyi.
Benarkah? Aku jadi malu.
Mai, apa kau pernah ke gereja sebelumnya?
Belum.
- Kenapa kau tak ikut dengan kami saja? - Ya.
Kalau kau ikut, aku akan bernyanyi lebih bagus!
Ikutlah.
Bapa Kami di Surga,
No comments yet. Be the first to leave one.