The first 200 lines.
Sebelumnya di Yellowjackets.
Kita sendiri yang membuat diri kita sakit.
Kau menculik lalu mengikatku ke ranjang ini!
Beri aku alasan tak perlu memenggalmu?
Karena aku punya pesan untukmu.
Bernafaslah denganku, oke? Kau pasti bisa.
- Adikmu masih hidup. - Javi...
Beri dia harapan palsu membuatnya lebih buruk.
Diinterogasi polisi tidak semudah di TV.
Satu hal yang harus kau katakan: "Aku ingin pengacaraku."
- Kau dan Kyle baik-baik saja? - Tidak, kurasa aku harus putus.
Kecuali jika aku beruntung dan dia menghilang.
Apa yang kau mau dariku?
Jangan bertindak seolah semuanya normal.
Laporan kartu kredit Martin terakhir.
Itu selalu suami atau kekasih misterius.
Tidak.
Di mana wanita dari kamar 135?
Pergi. Meninggalkan uang dan hilang di malam hari.
Apa-apaan?
- Apa? - Kau tertidur.
- Anjing kecil! - Benar, Sobat.
Sammy, jangan, berhenti!
- Maaf, Simone, aku coba kabari. - Menjauhlah dari dia.
Ada sesuatu di rubanah.
Kita tak akan bahas dia dengan mayat Jackie?
- Katakan. - Hentikan.
Sial.
Showtime Mempersembahkan
Shauna?
Shauna.
Shauna.
- Apa? - Astaga.
Saat ini kau hidup di planet mana?
Bumi. Kau sendiri?
Itu dewasa. Mari kita ejek mayat yang keberadaannya tidak pasti.
Kau sudah memulainya.
Tidak banyak yang tersisa.
Nat dan Travis akan menemukan sesuatu.
Kau sendiri tidak percaya.
Berbohong kepada diri sendiri itu biasa, tapi...
- Berbohong pada bayimu... - Hentikan.
Semuanya akan baik-baik saja.
Kau apakan telingaku, Shipman?
Aku...
- Aku menguburnya. - Kau tidak menguburnya.
- Ada di sakumu. - Ya.
Agar aku bisa menguburnya.
Pembohong.
Astaga, aku baru saja melihat hal lucu darimu...
Menidurkan telingaku di peti mati kecil...
Dan membaca doa telinga kecil.
- Kau tahu apa? - Astaga.
Oke, maaf.
Kemarilah.
Kepang rambutku.
Apa? Kenapa?
Jika mengepang dengan benar kau mungkin tidak akan melihat...
Kau tahulah.
Maka tak ada yang akan bertanya.
Terakhir kita lakukan ini ketika di pesta alumni.
Kau ingat?
Alyssa Bender...
Minum...
Rum dengan permen karet.
Lalu muntah saat lagu Pump Up the Jam , lalu...
Randy terpeleset.
- Aku yakin itu sudah matang. - Ya.
Bagus. Kau juga ikut-ikutan?
Apakah Shauna di gudang lagi?
Di luar dingin sekali.
Maka salah satu dari kalian harus menjemputnya.
Jangan. Dia akan kembali.
Ucapanmu terdengar seperti dia mengerjakan PR.
Dia sedang berduka dan butuh dukungan kita.
- Itu normal. - Benar-benar normal.
Orang yang hamil 7 bulan berisiko terkena pneumonia...
Karena bergadang mengobrol dengan jasad temannya.
Ini tidak adil. Kita selalu menunggunya.
Jika kita makan porsinya malam ini. Maka dia akan kembali.
Tak ada yang boleh makan makanan Shauna.
Tak ada yang boleh makan porsi Shauna.
Oke, siapa yang bau di sini?
- Kita semua bau. - Ya, tapi ini bau banget.
Yang benar saja.
Siapa yang berak di ember?
Astaga, kita sudah buat aturan.
Jika kencing, segara siram. Jika berak, lakukan di luar.
Mengakulah. Siapa yang berak?
Apa itu terlihat seperti kotoran perempuan atau...
Lelaki.
- Apa? - Itu tidak masuk akal.
Kau serius? Kalian harus dewasa.
Siapa pun yang berak, akui saja dan buang ke luar.
Ya ampun. Akan kubuang.
Di mana lentera kedua?
- Akilah bawa kemarin. - Aku sudah mengembalikannya.
Kalian merepotkan!
Tak ada yang boleh makan bagianku.
Baiklah.
Bagaimana penampilanku?
Seperti memiliki dua telinga.
Sebuah kemajuan.
- Sekarang rias aku. - Aku tidak punya riasan.
Lantas apa itu?
Ayolah, Shipman. Aku terlihat sangat nekrotik.
- Kata asing yang bagus. - Bukan cuma kau yang pintar.
Kau suka dianggap pintar.
Ini berbeda.
Sudah beberapa kali aku melakukan ini padamu.
Kau selalu tak berdaya di depan cermin.
Jeff bercumbu denganmu karena aku membuatmu berbeda.
Itu tidak benar.
Kau bercumbu dengannya agar bisa merasa seperti diriku.
Diam.
Saatnya jujur, Shauna.
Jangan gusar, nanti berantakan.
- Kau lapar. - Mari sedang masak.
Kau bisa tetap diam...
Bukan lapar yang itu...
Apa yang kau lakukan?
Tidak apa-apa.
Aku tidak butuh itu lagi.
Hentikan!
Berhenti tertawa, ini tidak lucu!
Ini gila, berhenti tertawa!
Kau yang pegang pisaunya.
Diterjemahkan oleh Vilanelle
Astaga. Simak cerita Urbino.
Dia mabuk dan menggores wajahnya.
Kau sudah merokok cukup lama.
Bagaimana jika merokok sampai kepalaku lepas?
Bagaimana jika satu-satunya cara mengatasi masalah dengan begini?
Mengatasi apa?
Orang tuaku bajingan cuma memikirkan dirinya sendiri.
Semua yang aku pikir nyata ternyata palsu.
Mereka terlalu fokus pada masalahnya sendiri...
Sampai tidak peduli aku pergi.
Itu ada baiknya.
Kini kita bisa melakukan apa pun.
Kau sangat kekanak-kanakan.
Ibuku ingin tahu apa kita ingin pancake cokelat.
Kita tidak mau, Kyle, karena aku putus denganmu.
Serius?
Callie.
Tai!
Ini aku, Tai!
Kenapa aku tidak bangun?
- Kau memotongnya dengan apa? - Entahlah.
Apa hal terakhir yang kau ingat?
Habis buang kotoran. Aku makan. Kembali ke sini dan tertidur.
Adakah yang lain?
Kurasa Shauna.
Itu gila dia masih berbicara dengan Jackie.
Ya...
Kau juga tidak sepenuhnya normal.
Dengar.
Bicara dengan Lottie?
- Kau serius? - Ya.
Dia membantu Travis...
Ketika dia mengalami serangan panik atau apa pun itu.
Kurasa...
- Dia mungkin bisa membantumu. - Aku tidak berbicara dengan Lottie.
Begitu pula dirimu.
Paham?
Paham.
Oke, kemarilah.
Aku merasakan detak jantungmu.
Ya, kau berkedut, aku tahu.
Kau melewatkan pemberkatan.
Yang penting kau sudah.
Akan lebih baik, jika kau berada di sana.
Teh...
Hanyalah sebuah simbol.
Agar apa tepatnya?
Agar tidak terlalu... tertutup.
Berpikir kau tahu segalanya.
Maaf, dia yang lakukan sihir, dan aku tidak cukup rendah hati?
Aku berbicara tentang diriku sendiri.
Apa itu tidak menggangumu...
Kita kedinginan, coba beri makan semua orang...
Selagi dia berpegangan tangan dan bergumam dengan tumbuhan runjung?
Setiap orang punya tugasnya.
Kita butuh lebih dari sekedar makanan untuk melewati musim dingin.
Ya ampun, apakah dia mencuci otakmu?
Ayo, kita pergi ke arah sini.
Angin bertiup ke arah itu.
Semak akan tertutup salju.
Lebih sedikit vegetasi, lebih sedikit rintangan.
Kita sudah coba cara itu.
Tapi kau tidak punya pistol.
Jika ada sesuatu, bagaimana kau akan membunuhnya?
Aku akan cari cara.
Jika kau ingin pergi ke sana silakan saja, tapi...
Kita butuh rencana jika ingin berpencar.
Ketika matahari...
Di puncak sana...
Kita bertemu di pohon berlumut lagi.
Paham?
Sampai nanti. Semoga beruntung.
No comments yet. Be the first to leave one.