The first 200 lines.
Bagaimana keadaanmu?
Terasa sedikit membosankan.
Semua sudah siap, bukan?
Kamu yakin CCTV-nya sudah beres?
Hafalkan ini baik-baik.
Ini rute pergerakanmu hari itu.
Ini sudah pasti akurat, 'kan?
Tenang saja. Aku memeriksanya sendiri.
Butuh waktu berapa lama?
Tiga menit.
Camkan ini. Jika kamu terlambat sedetik saja,
seluruh rencana lamamu akan sia-sia.
Jangan khawatir.
Tapi
Pimpinan Chae merebut buku catatanmu dariku.
Tidak apa-apa.
Lagi pula
aku sudah menyimpannya di sini.
Tanpa aku,
semuanya tidak ada gunanya.
Aku juga mempertaruhkan nyawaku untuk datang ke sini.
Kamu akan menepati janjimu, 'kan?
Profesor.
Kamu pikir aku mau darahku diambil dari tubuhku selamanya?
Aku akan membantumu.
Impian seumur hidupmu
mengembangkan obat penyembuh itu.
Untuk sementara, kamu bersembunyi di rumahku.
Lalu temui aku lagi pada hari Kamis pukul 14.00.
Kamu penasaran soal malapraktik Profesor Han, bukan?
Kamu sedang bertugas untuk negara, silakan tanya apa pun, Jaksa Cha.
Meskipun ini kasus lama, kamu bersikap sangat kooperatif,
jadi, aku akan bertanya terus terang.
Meskipun dakwaannya dicabut karena kurangnya bukti,
apa benar Profesor Han Sang Ho
melakukan eksperimen pada manusia tanpa persetujuan
di Pusat Riset Medis Chaeum?
Ya, itu benar.
Namun, soal tidak mendapat persetujuan,
itu tidak benar.
Pasiennya datang ke RS sudah koma akibat gegar otak saat olahraga.
Dan kami melakukan eksperimen demi pengobatan
atas izin walinya, yaitu pasangannya.
Hanya saja,
karena pasangannya terus menuntut kompensasi finansial,
kami terpaksa membawa kasus ini ke jalur hukum.
Bagaimana dengan Lee Woo Gyeom?
Rupanya kamu tahu banyak tentang kami.
Mohon dimaklumi, ini hanya bagian dari investigasi.
Tentu saja.
Namun
kami juga menerima persetujuan ibu dari Lee Woo Gyeom.
Jaksa Cha.
Jika bukan karena penelitian Profesor Han,
Lee Woo Gyeom yang sekarang mungkin tidak akan ada.
Alasan kami beri dukungan penuh kepada Lee Woo Gyeom
adalah karena dia gigih meneliti penyakit yang tak tersembuhkan.
Ayah saya juga meninggal tragis akibat penyakit tak tersembuhkan.
Akan tetapi,
melalui Lee Woo Gyeom, visi dan kerja keras ayahku untuk Chaeum
akhirnya terwujud.
Sekarang, agar semua pasien penyakit tak tersembuhkan
dan keluarga mereka yang sengsara dapat memiliki hidup baru,
bukankah Chaeum dan Pemerintah harus bekerja sama
dan melakukan yang terbaik?
Demi dunia yang setidaknya lebih hangat
dan lebih sehat daripada sekarang.
"Kebenaran Terlarang"
Lee Woo Gyeom, yang beberapa hari lalu menjadi tersangka pembunuhan,
hari ini akhirnya akan mengobati pasien pertamanya di penampungan.
Pasien yang terpilih adalah korban termuda
dari tumpahan bahan kimia di Kompleks Industri Seongji,
dan menerima dukungan publik yang besar. Sementara itu,
anak pengacara Lee Woo Gyeom dikecualikan, membuat publik heran.
Kenapa baru datang? Cepat kemari, kita tonton bersama.
Matikan saja.
Kasus ini sudah bukan urusan kita, bukan?
Bukan, bukan karena kasusnya. Hanya saja ini menakjubkan, bukan?
Aku tak menyangka, penyakit yang tak tersembuhkan bisa sembuh.
Karena kemampuannya itu, jaksa kita yang dirugikan.
Kenapa harus Namhae?
Begini, Pak Bang.
Jaksa Cha tampaknya tak menyerah. Mungkin kita...
Jangan diteruskan.
Memangnya kamu mau pergi memancing ke Pulau Geoje bersama Jaksa Cha?
Bagaimana kalau Direktur Oh tahu?
Memangnya kenapa dengan memancing?
Jangan lakukan apa pun, mengerti?
Asisten Lee.
Asisten Lee...
Mereka hanya tinggal berdua. Lalu ibunya meninggal,
dia menjadi pasien vegetatif tanpa kerabat.
Kami juga menerima persetujuan ibu dari Lee Woo Gyeom.
Katanya ibu Lee Woo Gyeom sudah meninggal.
Bagaimana Chaeum bisa mendapatkan persetujuannya?
Ya, Detektif Gong. Kamu di mana sekarang?
Baik.
Kita sudah sepakat proses perawatannya
tidak akan dipublikasikan.
Kami merekam secara singkat sebelum prosedur untuk tujuan promosi.
Kamu takut?
Coba pejamkan matamu sebentar?
Ibu.
Ji Won. Turuti kata-kata Paman.
Sekarang buka matamu.
Mudah, 'kan?
Jika kamu tutup lalu buka matamu sekali saja seperti ini,
semuanya akan selesai.
Baiklah, sekarang kita mulai bersama Paman, ya?
Seingatku, kubilang ingin sendirian selama prosedur.
Maaf. Ada yang harus segera Anda lihat.
Profesor Han memiliki ini.
Ini buku catatan penelitian Lee Woo Gyeom.
Direktur Ahn.
Segera kumpulkan tim peneliti.
Lingkungannya agak menyeramkan, ya?
Tepat sekali. Di sinilah akmu akan menemukan berita terbaik.
Sebelah sini.
Di sinilah
tempat ibu Lee Woo Gyeom meninggal dunia.
Kalau begitu, dulu Lee Woo Gyeom tinggal di sekitar sini?
Ya, benar. Sampai sebelum dia divonis.
- Di mana lokasi penangkapannya? - Sebelah sana.
Sekitar 10 menit berjalan kaki.
- Reporter Jo. - Ya?
Katamu penyebab mati ibu Lee Woo Gyeom adalah serangan jantung, 'kan?
Ya, serangan jantung akibat infark miokard.
Tetapi kenapa jasadnya ditemukan di tepi sungai?
Mungkin karena serangan jantung, dia jatuh saat mencoba minta tolong?
Kurasa tidak. Biasanya,
orang akan terduduk seperti ini,
atau terjatuh ke belakang.
Benar juga.
Kamu juga merasakannya?
Merasakan apa?
Naluri reporterku aktif lagi. Sudah lama tak kurasakan.
Ayo.
Astaga! Tunggu aku!
Jaksa Cha.
Apa kamu harus bertindak sejauh ini?
Tak ada temuan di rumah Lee Woo Gyeom. Kamu sudah lihat foto TKP.
Kita harus melakukan sesuatu. Bisa saja ada yang kita lewatkan.
Keluarlah.
Jaksa Cha.
Tempat itu sudah seperti rumah hantu sejak ibu Lee Woo Gyeom meninggal.
Kamu tahu risiko masuk tanpa izin, dan tanpa surat perintah, bukan?
Pelanggaran masuk tanpa izin.
Sekarang kita komplotan.
- Apa yang kamu lakukan? - Apa?
Bukalah.
Jaksa. Aku bukan pencuri.
Aku polisi Republik Korea.
Lagi pula, bagaimana caraku membukanya?
Kalau begitu, panggilkan tukang kunci.
Sebentar.
Hei!
Detektif Gong.
Astaga.
Gawat.
Kamu tidak apa-apa?
Tunggu?
Jaksa Cha? Jaksa Cha, sedang apa kamu di sini?
Jangan bergerak. Nanti lukanya makin parah.
Astaga, Jaksa Cha, kamu berlebihan sekali.
Maafkan aku, Jaksa Cha.
Tulangku ini sangat kuat
Kalau sampai mengenai kepalamu, kamu bisa celaka.
Kenapa kalian ada di sini malam-malam?
"Memalingkan dari Pasien yang Putus Asa dan Sakit Parah."
Itu artikelmu tentang "Jaksa AI Kejam Cha Yi Yeon."
Reporter Jo.
Artikel itu berkesan, bukan?
Aku pilihkan foto terbaikmu untuk artikelnya,
- kamu suka, 'kan? - Jawab saja pertanyaanku.
Bagaimana, ya, Jaksa? Sayangnya, ini toko, bukan sidang.
Apa kamu penasaran soal jadwal pribadiku?
Ya.
Aku penasaran setengah mati. Jadi, beri tahu aku sekarang saja.
Astaga, kamu membuatku kaget.
Sepertinya bukan itu maksudmu.
Nanti baca saja setelah artikelnya terbit.
Artikel apa?
Begini...
Saat ini aku sedang meliput berita eksklusif,
jadi, aku tidak bisa mengatakan apa-apa.
Vonisnya sudah dijatuhkan, berita eksklusif apa lagi?
Apa Pengacara Park Han Jun yang menyuruhmu?
Sebenarnya apa yang kalian rencanakan?
- Ini berita besar, aku tak bisa... - Kalau kami beri tahu,
bisakah kamu membantu kami?
Saat Lee Woo Gyeom dalam keadaan koma,
kamu tahu ibunya membuat laporan orang hilang?
Min Gyeong, kenapa kamu tiba-tiba begini lagi?
Melihat berkas kematian Kim Hye Ju, ibu dari Lee Woo Gyeom,
kamu bisa melakukannya, bukan?
"Kejaksaan Distrik Guam"
"Laporan Autopsi"
"Mendiang: Kim Hye Ju"
Setelah putranya menghilang, mendiang Kim Hye Ju
mengunjungi rute putranya dari CCTV di kampus, dan RS terdekat.
No comments yet. Be the first to leave one.