The first 200 lines.
SAN FRANCISCO - BERLIN - LOS ANGELES NEW YORK - MEKSIKO - TOKYO
...ingin pengiriman besok, Internet cepat, murah, dan...
Hai, saya Jenna Campbell.
Saya mau mengabarkan bahwa Anda mendapat uji coba gratis
untuk layanan telepon seluler dan Internet kami.
Bisa sebutkan nama Anda?
Set... Halo?
Halo?
Bagus. Hebat.
Gem?
- Ya. - Mari bicara nanti.
Aku selesai, Bu Jenny.
Baik. Bagus. Omong-omong, ini Barry.
Kau akan jadi rekannya. Dia agen baru.
Dia akan mengikutimu beberapa hari. Ya?
- Baik. - Bagus. Duduklah, Barry.
- Terima kasih. - Baiklah.
Kita ini agen terdepan. Kita yang menelepon.
Perhatikan contohku dan pelajari.
Kau tak apa? Mau tidur sejenak?
Aku tak apa-apa.
Baiklah.
Ini sif pagi.
Empat jam lagi sif malam.
Hai, saya Jenna Campbell. Saya mau mengabarkan
bahwa Anda mendapat uji coba gratis
untuk layanan telepon seluler dan Internet kami.
Baik. Penjual terbaik malam ini adalah veteran kita, Gem dan Mackie!
Mari kita sambut...
Pendatang baru kita.
Ada Melissa,
dengan tiga penjualan.
Firasatku, kau akan jadi salah satu penjual terbaik.
Lalu Enzo. Kau di mana?
Baik, itu dia. Dia membuat dua penjualan. Lumayan.
Serta tentu saja, Georgia dan Albert, masing-masing satu penjualan.
Terakhir, ada Barry!
Itu dia. Tanpa penjualan.
Malam pertamamu,
tetapi kuharap ke depannya ada peningkatan, ya?
Ya, Bu Jenny.
Bagus. Baiklah, itu saja, Semuanya. Sampai jumpa besok.
Baik. Terima kasih.
PENJUAL TERBAIK HARI INI PERTAHANKAN!
Langsung dapat pelayanan.
Ya.
Apa itu?
Itu keren.
Bagaimana cara menjual?
Sedikit sulit di awal.
Pertama, aksen Amerikamu harus meyakinkan.
Bagaimana itu?
Hilangkan huruf T.
Hilangkan huruf T?
Mereka tak ajarkan saat pelatihan?
Alih-alih mengucapkan "Internet", ucapkan, "Innernet."
"Butter." "Letter."
Innernet.
Butter.
Letter.
Seperti itu.
Butter.
- Innernet. - Innernet.
Benar. Kau cepat belajar.
Namun, kuperhatikan, tak ada senyum dalam suaramu.
Senyum dalam suara. Penjelasannya...
Hai! Saya Jenna Campbell!
Boleh saya menjelaskan tentang layanan Internet kami?
Seperti itu.
Kuberi tahu sebuah rahasia. Kulakukan ini saat putus asa.
Baik.
Akan kuberi tahu alasanku jadi penjual terbaik.
Namun, jangan beri tahu siapa pun. Ini rahasia.
Janji.
Gunakan aksen Inggris.
Inggris?
Anda tertarik dengan layanan Internet berkecepatan tinggi kami?
Anda tertarik dengan layanan Internet berkecepatan tinggi kami?
Berkecepatan tinggi.
Berkecepatan tinggi.
Anda ingin teh dan biskuit, Tuan?
Anda ingin teh dan biskuit, Tuan?
Harry Potter.
Harry Po'er.
Harry Po'er. Harry Po'er...
Hai! Saya Jenna Campbell.
Saya mau mengabarkan bahwa Anda mendapatkan...
- Ada apa? - Entahlah.
- Teleponnya putus. - Mati.
Baik, Semua, ada gangguan. Sistemnya mati.
Namun, TI segera datang. Ya? Kita akan cepat pulih.
TI sedang kemari. Ayo kita minum kopi. Ayolah.
Itu nanti saja.
- Mari merokok. - Tentu.
- Ayo, mari pergi. - Kalian dahulu.
- Kau yakin? Kau ikut? - Ya.
Barry, ayo. Istirahatlah. Sistemnya sedang mati.
Saat TI datang, teleponnya akan kembali menyala.
Ayo istirahat.
Aku ingin tanya.
Ini tempatmu beristirahat?
Kenapa? Aneh?
Tidak juga.
Aku senang menemukan tempat ini.
Aku ke sini untuk bersantai, melarikan diri dari pelanggan yang marah.
Mereka selalu memutus telepon,
atau berteriak kepadamu.
Bahkan ada yang mencoba menuntutku. Bisa bayangkan?
Terkadang, aku ingin melompat saja.
Namun, tak jatuh. Aku akan terbang.
- Kau punya kekuatan super? - Ya.
Tunggu.
Jadi, jika kau punya kekuatan super, kau memilih untuk bisa terbang?
Ya. Itu yang terbaik.
- Tidak juga. - Kalau kau?
Menjelajah waktu. Kenapa?
Remeh sekali!
Apa, kau akan kembali ke era Rizal atau ke masa dinosaurus?
Tentu tidak.
- Akan kuperbaiki hidupku. - Bagaimana?
- Ada banyak caranya. - Beri tahu.
Contohnya, aku mengulangi masa laluku
dan tak membuat kesalahan yang sama.
Maka hidupku akan pulih.
Dalam sekali.
Bisa diterapkan juga dalam pekerjaan kita.
Sungguh? Bagaimana?
Coba bayangkan.
Sekarang pukul 13,00.
Aku mengantuk,
jadi, aku tidur sepuluh menit.
Namun Bu Jenny melihatku dan marah.
Aku kembali saja sepuluh menit sebelum Bu Jenny tiba.
Sehingga aku bisa tidur tanpa ketahuan Bu Jenny.
Benar?
Kau benar. Itu berguna.
Namun, terbang itu terbaik.
- Kau tak berubah pikiran? - Lebih seru bisa terbang.
- Kau akan terbang ke mana? - Bayangkan pemandangan ini.
- Indah, bukan? - Ya, tetapi kau ke mana?
Sesukaku. Itulah bagusnya.
Baiklah.
Bayangkan pemandangan itu, jauh dari atas.
Aku lupa.
- Aku punya roti lapis. - Terima kasih.
Tunggu. Kau yang membuatnya?
Bukan.
Kubeli di toko roti. Mereka menggunakan sayuran hidroponik organik.
Seharusnya baik untukmu.
Kau mau makan malam dahulu?
Aku tak bisa, Gem.
Maafkan aku, ya?
Akan kutebus.
Pekan depan, ya?
Maaf.
Hei, apa kabar?
Aku baik saja. Jam berapa sekarang?
Sekitar pukul 02,00.
Kau masih bangun? Kau bukan sif siang?
Ya.
Kau sedang tidur?
Maaf. Ini waktu yang tak tepat. Ya?
Aku tak bisa bicara.
Baik.
Halo? Gem, halo?
Kutelepon kau besok, ya?
Baik.
Baiklah. Selamat malam.
Dah.
Gem?
Hei! Apa kabar?
Sedang apa di sini?
Aku tinggal di gedung seberang.
Sungguh? Yang itu?
Aku juga.
Kenapa aku tak pernah melihatmu?
Aku baru pindah.
Kau tahu tentang atapnya? Kau bergaul di sana?
- Kita boleh ke sana? - Tentu.
Aku tak terlalu yakin, tetapi terkadang aku ke sana.
Kenapa masih bangun?
Tidak bisa tidur.
Kau juga?
Tunggu, aku ada ide.
Ini bisa jadi cerita anak.
Apa itu?
Akan ada wabah virus, yang menyebabkan serbuan zombi.
Bagus. Cocok untuk anak-anak.
Hei, ini cerita penuh hikmah.
Apa hikmahnya?
Cara menghadapi kondisi darurat.
Kondisi daruratnya adalah serbuan zombi?
Aku baru sadar, jika ada serbuan zombi,
tempat sembunyi paling baik adalah toserba.
Jika di dalam toserba, tak akan kehabisan makanan.
Bahkan untuk sebulan, kau akan aman.
Aku tak setuju.
Apa?
Yang kita bahas ini zombi seperti apa?
Zombi seperti di 28 Days Later atau The Walking Dead?
No comments yet. Be the first to leave one.