Confession

Confession (자백)

Download Indonesian Subtitle

Release info

자백ㅡConfessionㅡE04 190331ㅡBaalthazar
A Commentary by Baalthazar
IDFL™ SubsCrew | Kunjungi http://idfl.me

Tags

other
Published on: 2019-04-09
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

.: Baalthazar :. IDFL™ SubsCrew

Tak mengingatkanmu pada kasus lain?

Sungguh bukan aku.

Aku tahu. Kasus Kim Sun–hee di Eunseo–gu...

Han Jong–gu bukan pembunuhnya.

Aku punya buktinya.

Aku harus bagaimana?

Cari cara agar Han Jong–gu membayar kejahatannya lima tahun lalu.

Lima tahun lalu...

di lokasi pembangunan di Eunseo–gu apa kau membunuh Yang Ae–ran...

dan merusak jasadnya?

Benar!

Aku membunuhnya./ Yang mana belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut para ahli, terdakwa takkan dihukum...

atas pembunuhan tersebut meski mengakuinya...

karena sebelumnya telah dinyatakan tak bersalah.

Aku mengaku membunuh...

tapi berhasil bebas.

Aku butuh bantuanmu.

Han Jong–gu, keparat. Tangkap dia!

Han Jong–gu membunuh Yang Ae–ran lima tahun lalu.

Lalu di mana pembunuh Kim Sun–hee?

Di mana aku melihatnya?

Ayah!

Kim Sun–hee menghadiri sidang ayahku 10 tahun lalu.

Entah siapa dan kenapa...

dia berbuat seperti ini.

Kenapa ingin bertemu denganku?

Kenapa lagi orang yang di penjara mencari pengacaranya?

Kasus ini...

aku yakin kau sudah tahu aku menolaknya.

.: Episode 4 :.

Kau tak penasaran...

kenapa aku memilihmu jadi pengacaraku lagi?

Aku tak penasaran.

Kalau tak ada lagi, aku pamit.

Choi Pil–soo.

Choi Pil–soo...

ayahmu.

Atau harus kusebut dia Sersan Mayor Choi Pil–soo?

Kalau mau dengar lagi, putuskan.

Jadi pengacaraku atau tidak?

Kau pasti punya alasan menemuiku.

Baik, kalau begitu.

Pelan-pelan saja. Pelan-pelan.

Selangkah demi selangkah.

10 tahun lalu...

kau menghadiri sidang ayahku?

Ini aku?

Kau temukan di mana foto lama ini?

Katakan sesuatu.

Kalau diam saja, kau kelihatan menyeramkan.

Kenapa kau ke sana?

Pasti ada alasannya, kan?

Tapi pada tahap ini, aku tak bisa memberitahumu.

Ada berapa tahap?

Tiga atau empat tahap?

Tergantung keputusanmu...

angkanya bisa naik atau turun.

Pertama, katakan kau akan mewakiliku.

Setelah itu baru aku mau cerita.

Tak ada alasan untuk ragu.

Kau...

akan jadi pengacaraku?

Aku menolak.

Dulu aku sopir di militer.

Aku sopir Letkol. Cha Seung–hoo di DSC yang ditembak mati ayahmu.

Seharusnya belum saatnya kukatakan soal tahap pertama.

Aku tak sabaran.

Do–hyun, anggap saja...

ayah sudah tiada.

Kedepannya pikirkan dirimu saja.

Aku tak pernah melihat sepatu itu!

Toko Sepatu Jung.

Kau ingat orang ini?

Dia membeli sepatu di sini?

Kenapa datang lagi?

Urusan tak lancar atau bagaimana?

Jadi kau ingat.

Mana yang lebih baik?

Hukuman penjara atau denda?

Apa?/ Gara-gara dirimu...

orang yang tak bersalah hampir dihukum kerena pembunuhan.

Bagaimana kau akan menebusnya?/ Pembunuhan?

Apa maksudmu?

Karena kau memberi keterangan bohong...

orang yang tak bersalah...

hampir dihukum karena pembunuhan.

Kau tahu sumpah palsu adalah kejahatan serius?

Sumpah palsu?

Maksudku bukan begitu...

Terus terang...

aku tak ingat.

Lihat saja.

Sehari aku melayani lebih dari 100 pembeli.

Mana mungkin aku ingat?

Lalu kenapa kau bilang pada polisi kalau dia orangnya?

Masalahnya...

polisi terus datang mengangguku,

dan itu mempengaruhi bisnisku.

Mereka menunjukkan foto ini padaku...

tanya apa dia orangnya.

Karena terus mengangguku...

akhirnya aku...

Akhirnya apa?

(Pemberitahuan Penunjukan Pengacara, Han Jong–gu)

Aku akan ke pengadilan.

Ya, hati-hati di jalan.

Yu–ri, pekerjaanmu tak lancar?

Bagaimana kalau malam ini kita minum.

Benarkah?

(Pemberitahuan Penunjukan Pengacara, Han Jong–gu)

Dulu aku sopir di militer.

Aku sopir Letkol. Cha Seung–hoo di DSC yang ditembak mati ayahmu.

Kau tak sabaran, Pengacara Choi.

Wanita itu, kau kenal?

Dia cantik.

Dia siapa? Kenapa tanya padaku?

Dia juga menghadiri sidang pembunuhan Cha Seung–hoo.

Maksudmu sidang dimana ayahmu dijatuhi hukuman mati?

Kau pernah...

melihat dia?

Kelihatannya tak asing.

Wanita itu,kan? Korban pembunuhan, Kim Sun–hee.

Di sini seperti orang berbeda.

Kau ingat?

Aku tak bilang aku ingat.

Satu persatu.

Kita bicara berapa tahun?

Kau tak bisa membebaskanku?

Lima tahun lalu aku membuatmu bebas...

karena tak ada yang membuktikan kau bersalah.

Tapi kini situasinya berbeda.

Aku tahu kau bersalah.

Dan ada bukti kuat.

Jujur saja, melakukan atau tidak, bukan masalah.

Aku tahu kau bisa membebaskanku sekali lagi.

Berkat dirimu, aku bisa lolos dari tuduhan pembunuhan.

Mungkin kuputuskan tak mewakilimu.

Pengacara Choi, kau masih belum paham situasinya?

Kau pikir kenapa wanita ini berada di ruang sidang pada hari itu?

Apa hubungannya denganku?

Dan apa hubungan ayahmu dengannya?

Aku juga penasaran.

Aku lelah.

Kau tahu, di sel tak bisa tidur nyenyak.

Cukup untuk hari ini.

Aku langganan di sini.

Waktu kecil aku sering ke sini bersama ayahku.

Bersama ayahmu?

Seperti apa dia? Ayahmu.

Dia ayah yang sangat baik...

dan reporter yang sangat hebat.

Dia meninggal 10 tahun lalu.

Maaf.

Tak apa.

Itu sebabnya kau jadi reporter?

Ya.

Waktu kecil, aku ingin jadi seperti ayahku.

Aku juga ingin minum arak beras seperti ayahku.

Kita bersulang?/ Ya.

Menyegarkan.

Sekarang, kita dengar tentangmu.

Apa kau punya anak?

Satu anak laki-laki.

Benarkah? Seperti apa dia?

Anakku...

Sebentar.

Biar kutebak. Kalau mirip denganmu...

dia pasti sangat tampan.

Pasti tinggi dan juga cerdas.

Dia sangat populer. Iya, kan?

Kau pasti sangat bangga. Mari bersulang.

Bersulang.

Choi Pil–soo...

ayahmu.

Atau harus kusebut dia Sersan Mayor Choi Pil–soo?

Dulu aku sopir di militer.

Aku sopir Letkol. Cha Seung–hoo di DSC yang ditembak mati ayahmu.

Wajahmu kenapa?

Bukan apa-apa.

Wajahmu seolah terbebani masalah orang lain.

Waktu kita pertama bertemu wajahmu juga begitu.

Cepat turun.

Kau tak berpikir untuk bertindak gila, kan?

Seandainya begitu...

jangan di hadapanku.

Ini ayahku.

Aku mengajaknya mencari udara segar...

tolong jangan rusak hari kami.

Aku juga ke sini untuk mencari udara segar.

Kau di kamar 1204, kan?

Aku melihatmu beberapa kali.

Ayah, katanya jantungnya lemah seperti ayah.

Aku berharap ayah dan anak itu bisa lekas sembuh.

Katakan.

Apa yang mengganggumu?

Tak ada.

Sesuatu mengganggumu, tapi tak bisa cerita padaku.

Baiklah. Hari ini aku takkan tanya dua kali.

More Indonesian subtitles for Confession

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left